Dear teman-teman, Setelah pembicaraan lewat telepon berkali-kali, mengirim email via situs resmi mereka, mengirim surat pembaca ke koran, dan berbagai upaya lain tidak mendapatkan respon nyata, saya berharap teman-teman disini bisa membantu. Saya pernah menjadi pemegang kartu kredit Gold/Platinum dari Citibank. Selama menggunakan kartu itu, saya selalu mematuhi proses pembayaran tagihan. Awal tahun 2009, saya berinisiatif sendiri untuk menutup kartu kredit saya. Seluruh tagihan sudah saya lunasi. Angka yang saya bayar persis seperti hasil pembicaraan dengan pihak citibank ketika mengkonsultasikan proses penutupan kartu. Tidak kurang. Tidak lebih. Semuanya lunas. Kemudian saya mendapatkan konfirmasi dari citibank bahwa segala urusan saya dengan citibank sudah berakhir.
Kenyataannya selama berbulan-bulan mereka masih mengirimi saya tagihan elektronik melalui email yang harus saya buka dengan password yang sudah saya kembalikan, sehingga tidak mungkin saya bisa membuka dan membacanya. Padahal mereka sendiri yang mengkonfirmasi semua urusan sudah selesai. Dengan itikad baik saya sudah berulang kali menelepon Citibank untuk meminta mereka menghentikannya, namun citibank terus mengulangi pembicaraan dan janji yang sampai saat ini tidak ditepati. Mereka terus menerus mengirimi saya email, sms, telepon, sekaligus mengiming-imingi saya pinjaman uang sesuai limit kartu kredit saya, seolah saya masih menjadi nasabah kartu kredit mereka. Setiap kali mereka menelepon, saya tegaskan kalau saya bukan lagi pemegang kartu kredit citibank. Saya pernah merasa lega karena mengira komplain saya dikabulkan dan selama beberapa bulan tidak lagi dikirimi electronic statement seperti mereka janjikan. Namun, tanggal 8 Mei 2010 citibank mengirim lagi electronic statement seolah mereka memiliki urusan utang piutang. Pertengahan bulan Mei saya mengirim `surat pembaca' ke salah satu media, karena seluruh bentuk komunikasi saya ke citibank telah dianggap angin lalu. Namun, tanggal 7 Juni mereka masih juga melakukan hal yang sama. Saya benar-benar tidak habis pikir, bagaimana citibank itu sebenarnya dikelola. Jujur saja, saya sempat kesal dan marah karena citibank mengabaikan sisi manusia pelanggannya. Saya hanya dianggap ada saat mereka melihat potensi laba, namun dianggap tidak ada saat saya berupaya mendapatkan respon dan pelayanan mereka. Sekarang rasa kesal saya sudah berubah menjadi rasa kasihan. Saya kasihan karena perusahaan kelas dunia seperti citibank berpraktek seperti itu. Saya menghormati pelaku bisnis apapun termasuk citibank. Dan saya sangat menghargai arti kegigihan. Namun, kita semua perlu belajar menghargai hak asasi para nasabah. Apabila masih ada keterkaitan utang piutang dengan saya dipersilakan untuk berbicara dan terbuka dengan saya. Jika ada teman-teman yang terhubung dengan staf profesional citibank yang dapat diandalkan, mohon bantuannya untuk menyampaikan surat ini. Keinginan saya sederhana; menyelesaikan masalah ini secara baik-baik. Please. Dapatkah citibank memenuhinya? Terimakasih. Jakarta, 8 Juni 2010. Dadang Kadarusman, WTS Writer, Trainer, Speaker Alamat: www.bukudadang.com dan www.dadangkadarusman.com ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.net Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
