walaikumsalamwarahamatullohiwabarakatu BismillahirRohmanirRohiim Wah ana agak kesulitan menangkap ide yang hendak antum sampaikan, nampaknya bahasa antum sudah kelewat tinggi, cukup membuat ana bingung sebagaimana filasafat membingungkan ana. Tetapi ada sedikit yang saya tangkap, bahwa seolah oleh antum mengatakan bahwa islam dijaman nabi sudah tidak cocok lagi jika di terapkan secara total di jaman ini yg ana terjemahkan dari tulisan antum tersebut dibawah ini, yang pertama ; "Well, ane' mah akan bersandar pada ruang dan waktu di mana ane' berdiri. Tetapi, terlalu berlebihan rasanya jika pilihan kita, kita anggap sebagai berlaku secara general di ruang manapun dan waktu kapanpun. Apalagi bila anggapan ini lalu disertai dengan menilai tidak benar pilihan saudara kita, yang berbeda dengan pilihan kita." Ana hanya mengingatkan antum akan beberapa ayat dalam surat Al Baqarah sbb; QS.2:208->Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan (kaaffah),dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. QS.2:151->Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. QS.2:214->Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. QS.2:242->Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya. QS.2:269->Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS.2:284->Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Di ayat 208 tsb diatas bahwa Alloh menyuruh kita untuk masuk kedalam islam secara kaffah (menyeluruh ) artinya total dan tidak pilih pilih dalil ayat maupun hadith. Dan ayat ini tidak mansukh, artinya tetap berlaku dari semenjak islam turun sampai akhir jaman. Islam adalah sempurna , seprti dikatakan oleh Alloh dalam surat al Maa'idah, "Telah aku cukupkan nikmatku padamu dan telah aku sempurnakan agamamu dan Aku ridho islam sebagai agamamu". Maka alquran dan sunnah akan selalu cocok dan pas diterapkan sampai kapanpun dan dalam situasi apapun (atau pada ruang dan waktu di mana antum berdiri -red) hingga hari kiamat.
Yang ke dua: "Semua tidak sesederhana yang antum sampaikan. Coba tolong antum jelaskan macam aktivitas Rasulullah di dalam menegakkan diinul islam?" Disinilah pentingnya menuntut ilmu, dari mana kita akan tahu perilaku kehidupan nabi jika kita tidak pernah mencari tahu (tentu berdasarkan alquran dan asunnah yang shohihah) bahkan nabi pernah bersabda bahwa barang siapa melakukan perjalanan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan memudahkan jalannya untuk menuju surga. Subhanalloh, ini adalah janji Alloh , sebagai orang yang beriman wajib bagi kita untuk mengimanainya. Tentu yang dimaksud disini adalah ilmu agama, bukan ilmu dunia. Dan nabi bersabda pula bahwa "orang yang keluar untuk mencari ilmi, maka dia sedang berjihad sampai dia kembali ke rumahnya". Dan barang siapa mengatakan bahwa mencari ilmu itu bukan jihad maka pasti ada sesuatu yang salah diotaknya. Islam memang sederhana dan mudah, bahkan sangat mudah, jika kita berilmu. Barangsiapa mempersulit maka dia akan dikalahkan dengan kesulitannya itu. Contoh sederhana saja, pernahkah antum melihat seseorang memulai sholat dengan bacaan usholli.....pada setiap mau sholat. Secara akal ini baik, mosok baca niat gak baik sih, dan kalo memang demikian yang dicontohkan nabi, mari kita ikuti rame-rame, nyatanya tidak kan, dan ini tentu berat karena kalao dia tidak melafadkan tentu tidak sah sholatnya, kenapa berat, bagaiman dia melafadhkan niat untuk sholat jamak takdim atau takhir, bagaimana pula kalao jamak qoshor? .Dan amal yang dia lakukan pasti tertolak , kenapa ? karena nabi tidak mencontohkan seperti itu, berdasarkan hadith dari ibunda aisyah, rosululloh bersabda " barang siapa melakukan amalan yang tidak ada contoh dari kami, maka tertolak". Nah.. lihat , ini yang ana maksud, bahwa beragama ini bukan dengan rokyu (akal) tetapi dengan tuntunan nabi. Jika sudah bertemu dengan dalil, maka akal harus tunduk sami'na waatho'na (kami mendengar dan kami mematuhinya) Tapi ya sudahlah pak, saya pikir diskusi kita tidak akan ada juntrungannya, kenapa..? karena saya bawakan dalil dari alquran dan sunnah tetapi antum bantah dengan rokyu (akal) , dan ini bukan sifat seorang tholabul ilmi, karena salah satu sifatnya adalah jika sudah datang hujjah dari alquran dan sunnah , maka akal harus taslim (tunduk), karena agama ini bukan tempatnya untuk ber-kritis- ria. karena dia adalah wahyu dari langit. maka meng-kritisi agama berarti mengkritik Alloh dan Rosul Nya. Bisakah antum pertanggung jawabkan kelak dihadapan Alloh? Subhanalloh waliyadubillah... wallohualam....(afwan...yang benar datangnya dari Alloh, yg salah itu dari ane' yg fakir ilmi) wassalmualaikum warahmatullohiwabarakatu. @is-Serpong ----- Original Message ---- From: Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> To: "@Is low profile" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, May 10, 2007 3:54:34 PM Subject: Re: [syiar-islam] Tanggapan "Antara Khilafah, Tauhid, Fiqih, Ihsan, dan Akhlak" Assalaamu'alaikum wr. wb. Semua tidak sesederhana yang antum sampaikan. Coba tolong jelaskan macam aktivitas Rasulullah di dalam menegakkan diinul islam? Lalu, yang mana harus diambil saat ini. Well, saya mah akan bersandar pada ruang dan waktu di mana saya berdiri. Tetapi, terlalu berlebihan rasanya jika pilihan kita, kita anggap sebagai berlaku secara general di ruang yang waktu manapun. Apalagi bila anggapan ini lalu disertai dengan menilai tidak benar pilihan saudara kita, yang berbeda dengan pilihan kita. Soal kejernihan hati, disini terkandung kesusahan yang besar. Siapa yang mau mengaku bahwa hati kita tidak jernih. Atau, apa benar sih hati kita telah jernih seperti yang dinasehatkan Ibnu Taimiyah atau tokoh salaf yang lain. Saya selalu tidak berani menanggap bahwa hati, ilmu, iman, dan amal saya cukup sebagai bekal saya menghadap Allah. Saya takut. Bukankah ada Mujahid yang GR berhak masuk sorga ternyata ditolak oleh Allah untuk masuk sorga dan harus masuk neraka. Pun begitu dengan pencari ilmu, dan satu orang lagi yang saya lupa kategorinya. Jadi, tidakkah antum kuatir, jangan-jangan pilihan antum tak cukup sebagai tiket masuk sorga? Wassalaamu'alaikum wr. wb. B. Samparan --- "@Is low profile" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh.. > Afwan sebelumnya klo ane' dlm hal ini mencoba ntuk menjernihkan > 2email (tsb dibawah) yang diposting oleh Akh.Agus (sbg moderator > millis ini), bukan maksud ane' ntuk berdebat ya akh..;)) > "Anggap saja ini sebagai pencerahan bagi kita semua.....insya Allah" __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]

