Agar Anak Mengenal Makanan/Minuman Halal
Nisa' April 1st, 2007 
Oleh: Zulia Ilmawati (Psikolog, Pemerhati Anak dan Keluarga)

Allah Swt. berfirman: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal dan baik dari 
apa saja yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah 
setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh kalian yang nyata. (QS 
al-Baqarah [2]: 168).

Makan adalah kebutuhan jasmani yang harus dipenuhi. Halal dan baik (halâl[an] 
thayyib[an]) merupakan syarat utama saat kita mengkonsumsi makanan. Karena itu, 
mengetahui makanan halal sangat penting; tidak hanya bagi orangtua, yang 
bertugas menyediakan makanan untuk anak-anak, tetapi juga bagi anak-anak. 
Mereka harus mulai dikenalkan dengan makanan halal atau haram agar lebih 
berhati-hati saat mengkonsumsinya. Bagaimana mengenalkan makanan halal dan 
haram kepada anak? Tulisan berikut akan memberikan beberapa kiatnya.
 
Beberapa Kiat 

1. Mengenalkan label halal. 

Usahakan untuk selalu membeli makanan yang sudah mendapatkan sertifikat halal 
dari mulai makanan ringan, jajanan anak-anak sampai memilih rumah makan ketika 
akan bersantap dengan keluarga. Label halal biasanya berbentuk lingkaran kecil 
di sudut atas atau bawah kemasan. Di dalamnya terdapat kata halal untuk makanan 
dalam kemasan dan keterangan (sertifikat halal) dalam bentuk lembaran kertas 
untuk restoran-restoran atau makanan yang tidak dikemas. Sertifikat halal ini 
dikeluarkan oleh POM MUI. Meski tidak berarti yang tidak berlabel halal adalah 
makanan yang haram,  mengenalkan label halal penting demi mendidik anak untuk 
berhati-hati sebelum membeli.
 
2. Mengenalkan kandungan makanan. Ajari anak-anak untuk mengamati setiap 
kandungan makanan yang tercantum dalam kemasan. Jika di dalamnya mengandung 
bahan yang meragukan, seperti gelatin, misalnya, pastikan bahwa yang tercantum 
adalah gelatin yang berasal dari sapi. Gelatin biasanya terdapat pada makanan 
yang lembut dan sedikit kenyal, seperti permen lunak, es krim, dan puding. Tiga 
jenis makanan ini termasuk  makanan favorit anak-anak. Karena itu, dengan 
mengenalkan komposisi kandungan, anak-anak terdidik untuk berhati-hati sebelum 
mengkonsumsi makanan.

3. Memperlihatkan poster barang haram.

Poster anti narkoba, misalnya, bisa kita lihat dimana-mana; di berbagai media 
(massa/elektronik) atau di jalan-jalan raya. Gunakan sarana itu untuk 
mengenalkan kepada anak makanan yang haram, di antaranya narkoba berikut 
berbagai bahaya yang ditimbulkan. Narkoba dapat mengganggu kesehatan, 
melemahkan perasaan dan merusak moral serta menghancurkan generasi. Dengan 
memperlihatkan poster semacam itu, anak-anak telah dididik  sedari dini untuk 
mewaspadai makanan/zat yang haram.

4. Menunjukkan makanan yang haram saat Berbelanja.

Sekali waktu, ajaklah anak berbelanja di pasar atau supermarket. Jika ada 
makanan haram yang di jual di sana, tunjukkanlah kepada mereka. Amatilah 
baik-baik, misalnya, perbedaan antara daging sapi dan babi; mulai dari warna, 
tekstur dan sebagainya yang menunjukkan perbedaan itu. Selain daging segar, 
kepada anak-anak juga bisa diperlihatkan beberapa makanan kaleng yang 
mengandung bahan babi. Selain makanan, anak juga bisa dikenalkan dengan 
minuman-minuman beralkohol yang haram dikonsumsi, yang biasanya dijual di 
supermaket besar; seperti macam-macam bir atau minuman haram lainnya. Tekankan 
kepada anak-anak bahwa semua itu dilarang oleh Islam dan haram untuk dikonsumsi.

5. Mengunjungi pameran produk halal.

Jika ada kesempatan, ajaklah anak-anak mengunjungi pameran produk halal. Di 
tempat pameran akan disajikan makanan dan minuman yang biasanya sudah mendapat 
sertifikat halal. Anak akan menjadi lebih tahu, ternyata tidak sedikit makanan 
halal yang bisa dikonsumsi. Anak juga bisa bertanya langsung kepada orang-orang 
yang menjaga setiap stand sekaligus meminta penjelasan tentang produk makanan 
yang dipamerkan. Dengan cara itu, anak-anak terbiasa memperhatikan makanan 
halal dan makin menyadari betapa pentingya soal ini. 

6. Membacakan ayat dan hadis.

Mengenalkan makanan halal dan haram juga bisa dilakukan dengan mengenalkan 
dalil-dalil tentang makanan yang bersumber dari al-Quran atau Hadis Rasulullah 
saw. Ajaklah anak untuk membaca, mengkaji dan kalau mungkin menghapalkan 
ayat-ayat dan hadis tersebut. Contohnya ayat berikut:

Diharamkan atas kalian (memakan) bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang 
disembilih atas nama selain Allah; yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, 
yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang kalian sempat 
menyembelihnya; dan (diharamkan atas kalian) binatang yang disembelih untuk 
berhala. (QS al-Maidah [5]: 3).

Contoh lain adalah sabda Rasulullah saw. berikut:

الْبَحْرُ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

Laut itu suci airnya dan halal bangkainya. (HR at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibn 
Majah dan Ahmad).

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ نَبَتَ لَحْمُهُ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

Tidak akan masuk surga siapa saja yang dagingnya tumbuh dari makanan  yang 
haram. Neraka lebih utama untuknya. (HR Ahmad).

7. Menanamkan kehalalan melalui cara mendapatkannya.

Selain kiat di atas, penting juga diajarkan kepada anak, bahwa makanan yang 
halal tidak hanya dilihat dari zatnya saja, tetapi juga cara memperolehnya. 
Makanan yang zatnya halal, tetapi  didapat dengan cara yang haram, menjadi 
haram juga. Misal, ayam goreng yang halal dimakan, jika didapat dengan cara 
mengambil bekal temannya saat makan siang di sekolah, menjadi haram. Dengan 
cara ini, anak juga dididik sedari dini untuk mendapatkan rezeki dengan cara 
yang halal selalu. Dengan begitu, bibit-bibit korupsi dan tindak kejahatan 
menyangkut harta lain dengan cara ini sesungguhnya sudah dilibas mulai dari 
akarnya.
 
8. Mengenalkan makanan halal melalui kegiatan makan bersama.

Cara lain yang cukup efektif mengenalkan makanan halal kepada anak-anak adalah 
saat makan bersama. Sebelum acara makan dimulai, ajaklah anak-anak mengamati 
makanan masing-masing. Selain dari kandungan gizinya dan manfaatnya untuk 
pertumbuhan anak, jelaskan juga sisi kehalalan. Tanamkan rasa syukur dengan 
makanan yang sudah tersedia,   sekaligus juga ajarkan tentang adab makan dan 
minum sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.: membaca doa sebelum makan, 
menggunakan tangan kanan, tidak berbicara saat makan, tidak mencela makanan dan 
sebagainya.

9. Menunjukkan makanan haram melalui tivi.

Mengenalkan makanan haram kepada anak, selain bisa dilakukan secara langsung 
juga dapat melalui media, misalnya televisi. Di film-film biasanya terdapat 
adegan orang yang mabuk karena meminum minuman beralkohol. Sampaikan bahwa 
khamr (minuman beralkohol) haram diminum. (Lihat: QS al-Maidah [5]: 90).

10. Mengikuti perkembangan info halal.

Ada majalah khusus yang dikeluarkan POM MUI yang bisa kita dapat. Kita juga 
biasa mengakses langsung melalui internet. Dengan begitu, kita tidak akan 
tertinggal informasi tentang perkembangan makanan halal, sekaligus kita akan 
lebih mudah dalam mencari produk halal. Ajaklah anak-anak untuk turut 
memperhatikan atau membaca media itu. Akan lebih menyenangkan jika anak juga 
sekali waktu diajak untuk surfing di internet untuk mengetahui makanan yang 
halal.

Wallâhu a‘lam biash-shawâb. []



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke