Sdra/-i,

Berikut ada info dari milis sebelah, tentang diskusi 'Syekh Siti 
Jenar' yang akan dibawakan oleh dua orang yang 'pakar' tentang sosok 
ini. Info ini dari sdr M Guntur Romli, aktifis JIL, yang adalah juga 
anggota milis sebelah ini.

Untuk memastikan apa saja yang mereka asongkan dari sosok 
kontroversial ini ada baiknya bagi yang mampu (meluangkna waktu) dan 
mau (meng-counter pernyataan yang memang jelas pro SSJ dan sekaligus 
tidak sesuai dengan aqidah) agar hadir di acara ini. Saya pribadi 
tidak sejalan, setidaknya, dengan salah satu penulis yang akan 
menjadi pembicara di acara ini.

Kurang lebihnya mohon maaf,

salam,
satriyo

PS: pas banget ya, nama pembicara yang satu 'khas' jawa, yang 
lainnya 'arab'... beda tapi 'satu' ... ;-]

===

--- In [EMAIL PROTECTED], "-MGR-" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Salam,

Hanya ingin mengingatkan, diskusi Syekh Siti Jenar dilaksanakan hari
ini Selasa 15 Mei. Penerbit Serambi akan membagikan buku dan 
souvenir  

Terima kasih    

-Guntur-

Selasa, 15 Mei 2007, 19:00 WIB
Diskusi SITI JENAR: PERTARUNGAN AJARAN DAN KEKUASAAN
Narasumber: Agus Sunyoto & Achmad Chodjim.

Siti Jenar selama ini dikenal lebih banyak sebagai legenda, bukan
tokoh sejarah. Sekian babad, serat, kitab, dan buku tentang Siti Jenar
memiliki versi sendiri-sendiri mengenai sosok, ajaran, hingga akhir
hayatnya yang tragis. Konon, ia dihukum pancung, karena menyebarkan
ajaran yang dianggap menyimpang, atau ia juga seorang pemimpin sebuah
gerakan yang mengancam kekuasaan. Sebagai tokoh sufi, ia adalah
Al-Hallaj-nya tanah Jawa—karena kematiannya persis seperti tokoh sufi
Al-Hallaj yang dieksekusi di Baghdad akibat tuduhan menebarkan ajaran
sesat. Namun, ada yang memahami Siti Jenar sebagai tumbal dalam
pertarungan "Islam Jawa" yang dibelanya, dengan "Islam Arab" yang
dikehendaki "Dewan Wali". Siti Jenar tetap mewariskan kontroversi
hingga kini. Agus Sunyoto, penulis buku Syaikh Siti Jenar (LKiS)
sebanyak tujuh jilid, melalui 300 naskah kuno, mencoba menelusuri
perjalanan ruhani, perjuangan, ajaran, konflik dan penyimpangan ajaran
Siti Jenar. Sedangkan Achmad Codjim, penulis buku laris Syekh Siti
Jenar: Makna "Kematian" (Serambi), menyuguhkan sosok Siti Jenar yang
lihai dalam meramu pandangan sufistik Islam dengan mistik Jawa.

--- End forwarded message ---


Kirim email ke