Ukhuwah islamiyah atau Hizbiyah ?

Oleh : Al Ustadz Aunur Rafiq bin Ghufran


Musuh Islam tidak hanya membunuh, membantai dan memerangi kaum muslim, 
tetapi mereka juga mempunyai sindikat yang rapi namun menjijikkan. Mereka 
merekrut  tokoh atau yang ditokohkan dari kalangan umat Islam untuk dididik 
di negeri mereka. Setelah dicekoki dengan syubhat dan pemikiran sesat, 
dengan rasionalisasi ajaran Islam dan dengan memberi hadiah titel serta 
janji dikembalikkanlah sang tokoh ini ke negara asalnya untuk menyesatkan 
saudara-saudaranya.

Sindikat ini bisa jadi lebih sadis daripada pembunuhan dan pembantaian, 
karena mungkin saja yang mereka bunuh masih bisa mempertahankan aqidah ‘dan 
tauhidnya, tetapi penyesatan dan pemurtadan dari dalam bisa berakibat jutaan 
muslimin melepaskan agamanya tanpa mereka sadari.

Para tokoh yang menyandang beraneka gelar ini dengan leluasa mengelabuhi 
umat, bahkan ada yang dianggap wali dan dipertuhankan. Semua urusan 
diserahkan kepada mereka, apapun kata mereka akan menjadi pegangan awam.

Salah satu istilah yang mereka kedepankan adalah “umat Islam itu 
bersaudara”, dengan mencomot surat Al-Hujurat ayat 10.

Istilah yang mereka pinjam ini memang indah dan benar karena itu Kalamullah, 
tetapi mereka ingin menyesatkan umat dengan kalimat haq ini.

Para tokoh penyesat umat yang ingin mendapat pujian dari orang Yahudi, 
Nasrani dan antek-anteknya, mereka mengatakan, “Orang Islam harus bersaudara 
dengan orang Yahudi dan Nasrani, karena agama mereka juga dari Alloh, karena 
para nabi bersaudara, mereka pun beribadah kepada Alloh . Lantaran itu kita 
harus jalin ukhuwah dengan mereka, maafkan bila mereka marah dan membantai 
kaum muslimin, mereka itu ‘kan saudara! Perlu dinasihati dan diselesaikan 
dengan baik. Kaum muslimin tak usah menyinggung kesalahan dan kezhaliman 
mereka.”

Selanjutnya dari kalangan para da’i yang masih senang dengan bid’ah, 
kermusyrikan dan partai, agar bisa menggaet jama’ah dan agar tidak bubar, 
mereka berkomentar, ‘Tidak mengapa mereka mengamalkan bid’ah, syirik dan 
berpartai, yang penting kita jalin ukhuwäh islamiyah, karena mereka saudara 
kita. Tidak mengapa jalan yang mereka tempuh berbeda, ibaratkan pergi ke 
Jakarta, biarkan lewat pantura, atau pansela, yang penting sampai.”

Kata manis yang merusak ini disambut gegap gempita oleh sebagian umat kanena 
yang bicara bukan lulusan SMU. Tetapi sebagian lagi bingung, kok begitu 
pemimpmn kita?

Berikut ini jawabannya.  :
Allah melalui FIRMAN-NYA :

Sesungguhnya orang;orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah 
antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Alloh supaya kamu mendapat 
rahmat. (QS.Al-Hujurat: 10).


MAKNA UKHUWAH
Agar kita tidak salah dalam memahami makna ukhuwah dan tidak salah dalam 
penerapannya maka alangkah baiknya bila kita pelajari istilah Ini’.

Kata ukhuwah menurut bahasa
berasal dari “ akhun”  artinya berserikat dengan yang lain karena kelahiran 
dari dua belah pihak, atau salah satunya atau karena persusuan. Lalu kata 
ini dipakai untuk perserikatan, persaudaraan kabilah, agama, hubungan antar 
manusia, kasih sayang, dan keperluan lainnya. (Mufradat Alfazhil Qur’an, 
AlAllamah Ar-Raghib Al-Ashfahani, hal.68)

Atau dengan bahasa lain ukhuwah menurut bahasa ialah saudara sekandung, 
sebapak, seibu, atau saudara persusuan. Lalu digunakan istilah ini untuk 
kepentingan lain, persaudaraan antar negara, antar suku, kabilah, desa, 
partai, dan lainnya.

MACAM-MACAM UKHUWAH
Penggunaan istilah ukhuwah bukanlah hanya diperuntukkan bagi kaum muslimin 
saja, tetapi dipakai pula untuk agama dan kebutuhan lain. Adapun macam 
ukhuwah yang disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun Sunnah sebagai berikut:

I. Persaudaraan keturunan
Misalnya saudara sekandung, sebapak, seibu, dan lainnya.

“ Dan sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak anak, atau 
saudara-saudara, ataupun keluarga mereka. (QS.Al-Mujadilah:22), lihat juga 
surat An-Nisa’ ayat 11- 13,176, Yusuf ayat 58.

2. Persaudaraan sepersusuan

“ Dan saudara permpuan sepersusuàn. (QS.An-Nisa’:23)

3. Persaudaraan kaum muslimin
Seperti dalam surat Al-Hujurat ayat 10.

4. Persaudaran para utusan
Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam  bersabda:

Para nabi itu adalah saudara tiri ibu mereka berbeda, agama mereka satu, 
tidaklah sesudah kami ada nabi. • (HR.Muslim 4/1 837)
lbnu Taimiyah rohimahullah  berkata, “Agama Alloh itu satu, adapun yang 
berbeda adalah syari’at dan manhaj.

“ Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang 
terang. (QS.Al-Maidah:48).

Maka para utusan adalah satu agama, satu keyakinan dan amalan.” (Lihat 
Fatawa lbnu Taimiyah 15/1 59).

Dari keterangan lbnu Taimiyah Rohimahullah  ini, tidaklah diterima keislaman 
orang Yahudi dan Nasrani melainkan harus mengikuti Islam yang dibawa oleh 
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam .

5. Persaudaraan setan

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara saudara setan dan setan 
itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. (QS.Al-lsra’:27)

6. Persaudaraan orang munafik

Orang-orang yang mengatakan kepada saudarasaudaranya dan mereka tidak turut 
pergi berperang:  “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka  tidak 
terbunuh.”(QS.AIi lmran:168).

Ayat ini turun sehubungan perkataan tokoh munafik Abdullah bin Ubay bin 
Salul dan kawan kawannya. (LihatTatsir lbnu Katsir 1/426, TatsirAd-Durul 
Mantsur 6/27)

7. Persaudaran orang kafir

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir 
(orang-orang munafik itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka.... 
(QS.Ali lmran:1 56)

Berkata Al-Raghib Al-Asfahani, “Mereka dikatakan bersaudara karena 
berserikat dan bersahabat dalam kekufuran.” (MufradatAltazhil Qur’an 
hal.68).

8. Persaudaraan abli Kitab

Apakah kamu tiada memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada 
saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahil Kitab. (QS.Al-Hasyr:11)

Karena itu jangan berkawan dengan orang munafik dan ahli kitab, bahayanya 
lebih besardan tidak ada manfaatnya.

9. Persaudaraan anak yatim
“ Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus 
urusan mereka secara patut  adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, 
maka mereka adalah saudaramu. “ (QS.Al-Baqarah:220) “

Dan keterangan diatas jelaslah bahwa penggunaan istilah ukhuwah bukanlah 
hanya untuk umat Islam yang Ahli Sunnah saja.

MAKNA ORANG MUKMIN  BERSAUDARA

Banyak orang mengaku dirinya muslim dalam rangka melancarkan misi 
kezhalimannya. Mereka mengatakan bahwa orang mukmin bersaudara di dalam 
suratAl-Hujurat ayat-10
di atas, adalah umum termasuk orang Yahudi dan Nasrani dan semua orang 
muslim tanpa pandang bulu, dengan alasan mereka juga beriman kepada Alloh. 
Untuk menjawab kedustaan ini akan kami sampaikan komentar ahli tafsir dari 
para ulama yang mu’tabar.


lbnu Taimiyah Rohimahullah berkata, “Ukhuwah di sini adalah ukhuwah sesama 
mukmin, karena orang mukmin disifati oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam  
:

“ Perumpamaan orang mukmin di dalam kasih sayang mereka, belas kasihan 
mereka, kelembutan mereka seperti satu badan. (HR.Muslim 4687; lihat Majmu’ 
Fatawa Ibnu Taimiyah 3/419) “.

Imam Abu Abdillah Al-Qurthubi berkata, “Persaudaraan di dalam ayat ini ialah 
persaudaraan seagama, karena kemuliaan bukanlah terletak pada keturunan.” 
(Tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an 16/322) .

lbnu Jarir At-Thabari berkata, “Allah menjelaskan bagi orang yang beriman 
kepada-Nya, bahwa orang mukmin itu bersaudara karena agamanya, maka 
hendaknya mereka memperbaiki saudaranya bila mereka bertengkar dan hendaknya 
meluruskan mereka dengan hukum Alloh dan Rasulullah “ (Tatsir Jami’ ul Bayan 
fi Tat sirit Qur’an 26/66).

Imam Syafi’i berkata, “Ayat ini menunjukkan putus hubungan antara orang 
mukmin dengan orang kafir, demikian pula dalil Sunnah memberi hukum yang 
sama.” (LihatAhkamul Qur’an 1/273)

Abu Hanifah berkata, “Kata ukhuwah itu umum, kadangkala untuk ukhuwah 
Islamiyah seperti surat AlHujurat ayat 10. (Lihat Al-Mabsuth oleh 
As-Sarakhsi 7/ 68 )

Muharriad binAbi BakarAyyubAz-Zar’i berkata, “Ukhuwah pada ayat ini adalah 
khusus untuk kaum muslimin seperti yang disebutkan di dalam surat At Taubah 
ayat 71.

Adapun sebutan ukhuwah lslamiyah, bukan sekedar cukup dia muslim, tanpa 
rnemperhatikan kriterianya. Tetapi dia harus ahli tauhid, ahli ibadah sesual 
dengan Sunnah dan orang yang bertaubat. Alloh berfirrnan:

“ Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka 
(mereka itu) adalah saudara saudaramu seagama. (QS.At-Taubah:11).

Alloh melarang kita mengambil teman orang Islam yang mereka lebih cenderung 
kepada kekufuran daripada Iman. Lihat suratAt-Taubah ayat 23.

Jika orang Islam memiliki sifat di atas, mereka adalah saudara kita, harus 
kita jalin ukhuwah lslamiyah, walaupun kita belum pemah jumpa atau lain 
bangsa dan negara.

“ Dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka 
seba gai) saudara-saudaramu  seagama. (QS.Al-Ahzab:5)

BATASAN UKHUWAH ISLAMIYAH

Memang benar bahwa umat Islam satu sama - lain bersaudara, hendaknya saling 
kasih sayang, bantu membantu, saling menghormati satu sama lain sebagaimana 
disebutkan di dalam hadits. Tetapi prinsip ini bukan berarti mutlak tanpa 
ada taqyid atau batasan, sehingga apa yang mereka kerjakan harus didukung 
dan dibantu, bahkan dipuji dan disanjung.

Sebab bila prinsip ini kita terima, tentu kita akan menolak nahi mungkar 
sebagaimana yang dilakukan oleh sekelompok manusia yang menamakan dirinya 
juru dakwah. Mereka biarkan  kemungkaran, yang penting ajak manusia untuk 
shalat jama’ah. Tidak mengapa mereka berbuat syirik, menyembah kuburan, jin, 
dan kyai yang penting mereka golongan atau partai kita. Prinsip ini seperti 
orang yang menanam padi yang penting dipupuk, tidak perlu ada pemberantasan 
hama penyakit. Petani yang akalnya sehat tentu akan menolak pemikiran 
amburadul ini, maka bagaimana dengan tugas da’i yang intinya mengajak insan 
agar beribadah kepada Alloh Tabaroka wa Ta’ala dan menjauhi  kemusyrikan?

Adapun batasan yang harus kita perhatikan untuk menjalin ukhuwah lslamiyah 
sesama kaum  muslimin sebagai berikut:

I. Bila dakwah mereka menyeru tauhid dan memberantas kemusyrikan.

“ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk 
menyerukan): “Sembahlah Alloh (saja), dan jauhilah thaghut itu. 
“(QS.An-Nahl:36)

Ketauhilah bahwa dakwah tauhid adalah dakwah yang menjalin ukhuwah 
lslamiyah, karena makna tauhid adalah menyatukan pandangan hidup dan 
mempersatukan Umat.

2. Bila mereka menghidupkan Sunnah Nabi dan memberantas bid’ah
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam  mewajibkan semua kaum muslimin agar 
berpegang kepada Sunnah dan menjauhi bid’ah.

lrbadh bin Sariyah rodhiallahuanhu  berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi 
wa sallam bersabda:
“ Maka wajlb bagimu (hai umatku!) berpegang kepada Sunnahku dan sunnah 
sahabat yang mendapatkan petunjuk dan yang menyampaikan petunjuk, 
berpeganglah dengan Sunnah ini, dan gigitlah dengan gigi gerahammu, dan 
jauhilah perkara yang baru, karena setiap perkara yang baru adalah bid ‘ah 
dan setiap bid’ah adalah sesat. (HR.lbnu Hibban 1/179, Shahih, AlMustadrak 
‘ala Shahihain 1/174, Tirmidzi 5/44, Ad-Darimi 1/57, lbnu Majah 1/15, Ahmad 
4/126)

3. Bila memberantas perpecahan dan mengajak bersatu, kembali kepada ulama 
salaf

“ Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Alloh, yaitu 
orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa 
golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan 
mereka. (QS.ArRum:31-32); dan lihatsuratAli Imran ayat 103.

4. Bila mereka tidak kerja sama dengan orang kafirdan musyrik

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan 
musuhmu menjadi teman teman setia. (QS.Al-Mumtahanah:1); dan lihat kisah 
Nabi Ibrahim yang menolak berteman dengan orang kafir dan musyrik 
(QS.Al-Mumtahanah:4).

5. Bila tidak berwala’ kepada ahli kitab

“Hai orang-orang yang beriman, janganiah kamu mengambil orang-orang Yahudi 
dan Nasrani menjadi pmimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin 
bagi sebahagian yang lain. (QS.Al-Maidah:51)

6. Bila mereka menghormati ulama Sunnah dan memusuhi orang yang 
melecehkannya.

Ulama Sunnah adalah waliyullah, wajib kita muliakan karena Alloh 
memuliakannya sebagaimana disebutkan di dalam surat Fathir ayat 28.

Abu Hurairah RodhiAllahuanhu   berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Alloh 
berfirman:
Barangsiapa yang memusuhi waliku, maka sungguh Aku maklumkan perang 
kepadanya. (HR.Bukhari 5/2384).

Abdur Ra’uf Al-Munawi berkata, “Alloh akan memerangi mereka, seperti halnya 
disebut di dalam surat Al-Baqarah ayat 279. (Faidhul Qadir 2/241)
Adapun yang dinamakan waliyullah bukanlah wali tukang sihir dan sulap, yaitu 
walinya orang ahli bid’ah dan musyrik, tetapi orang yang beriman dan 
bertaqwa kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala  sebagaimana disebutkan di dalam 
surat Yunus ayat 62-63.

Karena itu waspadalah dengan kelompok hizbi yang mengatakan bahwa ulama 
salaf adalah ulama haidh atau nifas atau ulama anti partai. Jika anda tidak 
mampu memeranginya sebagaimana Alloh memerintahnya, maka tinggalkan mereka. 
Lihat surat Al-An’am ayat 68.

7. Bila mengembalikan semua perselisihan kepadaAl-Qur’an dan Sunnah

“ Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah 
ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar 
beriman kepada Alloh dan hari kemudian. (QS.AlNisa’:59)

Jika mereka mengembalikan persoalan yang mestinya dikembalikan kepada hukum 
Alloh dan RasulNya, lalu dikembalikan kepada tokohnya atau pimpinan 
golongannya, ketahuilah mereka itu menjalin ukhuwah partai atau golongan.

8. Bila wasa’il (sarana) dakwah mereka tauqifiyah.

Dakwah islamiyah merupakan amalan yang paling mulia yang bermanfaat untuk 
pribadi dan umat. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam , telah membimbing 
kita berdakwah selama 23 tahun dengan situasi dan kondisi yang berbeda dan 
beraneka corak manusia. Beliau dijadikan sebagai suri tauladan yang paling 
baik dan telah berhasil berdakwah sebagaimana disebutkan di dalam 
suratAl-Ahzab ayat 21 dan Al-Mumtahanah ayat 6.

Maka barangsiapa yang menjadikan metode dakwahnya ijtihadiyah artinya 
terserah keinginannya masing-masing, berarti mereka mengaku lebih pandai 
daripada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dan menganggap dienul Islam belum 
sempurna, atau Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengkhianati risalah Alloh 
Tabaroka wa ta’ala sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Malik.

9. Bila tidak menyenangi orang yang lebih suka menentang hukum AHoh dan 
Rasul-Nya

“ Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah Subhanahu 
wa ta’ala dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang 
menentang Alloh dan RasulNya. (QS.AI-Mujadilah:22)

10. Ridha berhukum dengan hukum Alloh

“ Dan tidaklah patut bagi laki -laki yang mukmin dan tidak  (pula) 
bagiperempuan yang mukmin, apabila Allah dan  Rasul-Nya telah menetapkan 
suatu ketetapan, akan ada
bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.  (QS.Al-Ahzab:36)

lnilah sebagian sifat dan batasan ukhuwah lslamiyah agar hubungan kita tetap 
baik dan diridhai oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala dan terhindar dari 
perpecahan

MAKNA UKHUWAH YANG KELIRU

Bila kita melihat kenyataan umat dengan kacamata ilmu dienul Islam, kita 
akan melihat banyak kelompok yang menamakan dirinya pemersatu umat, tapi 
sebaliknya merusak ukhuwah lslamiyah. Misalnya:

I. Kaidah “yang penting tujuannya baik”

Ada yang berpendapat untuk menjalin ukhuwah lslamiyah memakai kaidah “yang 
penting tujuannya baik, tidak mengapa caranya berbeda.”
Prinsip ini ibarat hati tanpa jasad, sebab syarat diterima amal ibadah 
adalah ikhlas karena Alloh dan mengikuti Sunnah Rasulullah .

“ Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hndaklah ia 
mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun 
dalam beribadah. (QS.Al-Kahfi:110)

Ibnu Katsir berkata, “ Hendaklah Ia mengerjakan amal yang shalih artinya 
sesuai dengan syari’at Alloh Tabaroka wa ta’ala.

•. Adapun makna janganlah Ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah, 
yaitu ikhlas mencari ridha Alloh Subhanahu wa ta’ala  dan tidak menyertakan 
niat selain kepada-Nya.” (Tafsir Ibnu Katsin 3/109) .

2. Yang penting hasilnya .

Pninsip yang penting hasilnya, adalah prinsip orang kafir dan hewan.

Dan orang-orang yang kafir itu bensenang-senang (di dunia) dan mereka makan 
seperti makannya binatangbinatang. (QS.Muhamad:12) .

Orang yang punya prinsip ini akan menghalalkan segala cara seperti onang 
kafir dan hewan, karena tolok ukur mereka yang penting berhasil, bahkan 
boleh jadi mencemooh cara yang haq kanena dianggap menghambat keberhasilan.

3. Berpegang umumnya orang .

Misalnya menjalin ukhuwah dengan mengadakan peringatan maulid nabi, drum 
band, dzikir bersama adalah budaya yang telah memasyarakat.

Cara ini bukanlah cara untuk menjalin ukhuwah Islamiyah, tetapi menjauhkan 
umat dan yang haq dan mengajak umat berpecah-belah, kanena masing masing 
golongan ingin membanggakan dirinya dan merendahkan kelompok yang lain. 
Prinsip ini layak diberi nama “ukhuwah hiburan!’ atau bid’ah.

“ Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-onang yang di muka bumi ini 
niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. (QS.Al-An’am:116)

4. Menjalin ukhuwah dengan mendirikan partai atau golongan

Ini pun keliru, karena apabila umat diajak kepada golongan atau partai 
berarti hilang ukhuwah dan ganti ‘adawah (permusuhan). Kenyataannya 
demikian! Karena
itu ketika sahabat Muhajirin bertengkar dengan sahabat Anshar, seraya 
berteriak, “Hai orang muhajirin, tolonglah aku” dan sebaliknya, Rasulullah 
segera keluar dan bersabda:
“ Mengapa memanggil dengan panggilan jahillyah... Tinggalkan, karena itu 
keji. HR.Bukhari 3/1296, Muslim 4/1198, lbnu Hibbani 3/330, Ahmad 3/385, dan 
lamnnya).

5. Cari persamaan dan  jangan cari perbedaan .

Inilah kaidah hizbi, ingin mewujudkan ukhuwah lslamiyah dengan mencari 
kesamaannya dan mendiamkan kemungkaran.

Syaikh lbnu Baz berkata, “Betul, kita wajib bekerja sama dalam hal yang kita 
sepakati untuk membela dan mendakwakan kebenaran serta mentahdzir yang 
menjadi larangan Alloh Subhanahu wa ta’ala  dan Rasulullah Shallallahu 
alaihi wa sallam,. Adapun hendaknya kita memberikan udzur dan membiarkan 
perselisihkan secara mutlak tidaklah bisa diterima, tetapi wajib dilihat: 
jika berkenaan dengan masalah ijtihadiyah yang samar dalilnya, maka kita 
wajib memakluminya. Adapun perkara yang menyelisihi Kitab dan Sunnah, maka 
kita wajib mengingkarinya dengan hikmah, dengan keterangan yang baik, dan 
membantah dengan cara yang baik pula. Perhatikan surat AI-Maidah ayat 2 dan 
At-Taubah ayat 71.” (Lihat Kitab min Aqwali Samahati Syaikh Ibni Baz fid 
Da’wah hal.93)

6. Jangan menentang arus

Ada lagi yang berpendirian bahwa untuk menjaga keutuhan ukhuwah Islamiyah, 
jangan menyinggung perasaan umat, bangkitkan semangat mereka agar tetap 
menerima Islam. Lalu mereka berdalil dengan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa 
sallam  : “ Mudahkanlah dan jangan dipersulit, gembirakanlah dan jangan 
dibuat-lari. (HR.Bukhari 1/38, Muslim 3/1359, dan Iainnya)

Prinsip ini menolak perintah Alloh yang mengharuskan ingkar mungkar 
sebagaimana disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 71 yang itu merupakan ciri 
khas orang mukmin.

Prinsip ini juga bertabrakan dengan ketetapan Nabi Shallallahu alaihi wa 
sallam  yang mengharuskan mengubah kemungkaran yang menyalahkan dakwah Nabi 
Shallallahu alaihi wa sallam  karena menyinggung perasaan umat dan membuat 
resah.

Dalil di atas memang benar, tapi salah penerapan, semisal orang yang ditegur 
jangan shalat di kuburan, lalu dia berdalil:

“ Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika dia 
mengerjakan shalat. (QS.AlAIaq:9-1 0); padahal ayat ini ditujukan untuk 
orang kafir Quraisy yang menghalangi beliau shalat di Masjidil Haram, tetapi 
dipinjam oleh ahli bid’ah untuk menggaet pengikutnya.

7. Orang Yahudi dan Nasrani adalah saudara.

Orang yang mengatakan bahwa umat Islam harus menjalin ukhuwah dengan orang 
Yahudi dengan alasan mereka juga memeluk agama Islam, karena Islam artinya 
menyerah kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala. Ketahuilah dia itu orang yang 
digaji oleh orang Yahudi untuk merusak Islam.

Pada zaman Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. ada orang Yahudi yang mengaku 
dirinya muslim, lalu dibantah oleh beliau, “Kalau kamu mengatakan muslim, 
tunaikan ibadah haji!” Mereka menjawab, “Kami tidak diwajibkan haji, bahkan 
menolak.” Alloh berfirman:
“ Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha 
Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (OS-Au lmran:97) (Lihat 
Tafsir lbnu Katsir 1/387) .

Maksudnya orang yang menolak kewajiban haji dia adalah kafir seperti orang 
Yahudi dan Nasrani. Dan bukti kekufuran Yahudi dan Nasrani, lihat surat 
AlBaqarah:109-l20 dan lainnya.

8. Menjalin ukhuwah dengan ahli bid’ah dan orang musyrik

Ada yang berkata, “Tidak mengapa mereka menjalankan bid’ah dan syirik, 
karena mereka juga beribadah, jika mereka keliru, kita pun keliru.”

lnilah prinsipnya orang jahil, tidak mau tahu tentang batalnya amal dan 
gugurnya Islam. Barangkali kalau dia mendengar cerita bahwa sahabat Ali bin 
Abi Thalib RadhiAllahu anhu nembakar orang Syi’ah yang menuhankan beliau, 
dan memerangi orang Khawarij, padahal mereka ahli membaca Al-Qur’an, khusyuk 
shalatnya bahkan mereka ikut jihad . Bersabar bila kena musibah atau 
dimusuhi karena mungkin mereka tidak percaya atau menolak.

“ Orang musyrik adalah musuh Alloh Subhanahu wa ta’ala , wajib dijauhi 
sebagaimana perintah-Nya : “Dan beipalinglah dari orang-orang yang 
musyrik(QS.Al Hijr:94).

Ahli bid’ah pun wajib dijauhi. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam  bersabda: 
“ Barang siapa yang membuat cara ibadah baru, atau membantu orang yang 
menjalankan Bid’ah, maka dia mendapat laknat dari Allah Subhanahu wa ta’ala, 
malaikat dan semua manusia. ( HR Bukhari 3/1160, Ibnu Hibban 9/32, Abu Dawud 
2/216 )

CARA MENJALIN UKHUWAH ISLAM IYAH.

Adapun cara menjalin ukhuwah lslamiyah sesuai dengan Sunnah insyaAlloh 
sebagai berikut:
a.      Semua aktivitas hendaknya bertujuan ikhlas mencari ridha Alloh. Lihat 
surat Al-Bayyinah:5
b.      Mengikuti manhaj atau cara yang dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu 
alaihi wa sallam  . Lihat surat Ali ‘lmran:85
c.      Menjauhi cara baru, utamanya metode dakwah yang tidak dicontohkan oleh 
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam , karena kullu bid‘atin dhalalah (semua 
bid’ah sesat), dan karena cara baru memecah-belah umat.
d.      Tolong menolong didalam hal kebaikan dan taqwa, utamanya memerintahkan 
yang baik, dan kerja sama memberantas kemusyrikan, bid’ah, dan kemaksiatan. 
Lihat surat Al-Maidah:2
e.      Bukan hanya pandai menasihati, tetapi juga menerima nasihat. Lihat 
surat 
Al-Ashr:3
f.      Bersabar bila kena musibah atau dimusuhi karena membela Sunnah. Lihat 
Surat Luqman : 17
g.      lstiqamah berpegang Sunnah, utamanya pada waktu muncul fitnah . Lihat 
Surat Hud:112
h.      Berdakwah untuk memperbaiki bukan merusak. LihatsuratAl-A’raf:85.
i.      Menerima islah menurut Sunnah bila diperlukan.
j.      Mengembalikan semua perselisihan kepada nash Al-Qur’an atau Sunnah 
shahihah. Lihat surat An- Nisa’:49
k.      Mendahulukan Al-Qur’an dan Sunnah untuk memutuskan segala perkara. 
LihatAl-Hujurat:1
l.      Mengasihi mad’u (objek dakwah) dengan - meluruskan kesalahannya, Beliau 
Shallallahu alaihi wa sallam  bersabda: “ Orang yang pengasih akan dikasihi 
Alloh. Kasihilah penduduk bumi, niscaya kamu akan dikasihi oleh Dzat yang di 
langit (HR.Tirmidzi 4/323, Abu Dawud 4/285 Ahmad 21160) dan lainnya. Hadits 
shahih dan Abdullah bin Amr Rodhiallahuanhu “.
m.      Menafsirkan ayat dan sunnah sesuai dengan pemahaman salaful umah, 
seperti 
pemahaman sahabat, tabi’in, ahli hadits, fiqh, dan ahli tafsir. Lihat surat 
At-Taubah ayat 100.
n.      Bersatu mengibarkan bendera Sunnah . Lihat surat Al-Ahzab ayat 21.
o.      Menelaah kitab dan fatwa ulama salaf masa lalu dan sekarang utamanya 
menghadapi masalah ijtihadiyah, manhaj dakwah dan lainnya.
p.      Menghormati ulama salaf dan membetulkan kesalahannya.

Berikutnya menjauhi pemahaman ukhuwah yang keliru dan memperhatikan batas 
ukhuwah sebagaimana diterangkan di atas. Akhimya man kita wujudkan ukhuwah 
islamiyah bergabung dengan salafiyin ahli rahmah.
Allahu ta’ala a’lam bish showab.
Sumber : Majalah Al Furqon Edisi 2 Tahun V Ramadhan 1426

_________________________________________________________________
Call friends with PC-to-PC calling – FREE  
http://get.live.com/messenger/overview



Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Syiar Islam.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke