Sekadar meluruskan. Satu poin saja yang ditanggapi. Semoga bermanfaat

-- 
Muhammad Haryo
http://islam-download.net
download gratis makalah dan buku Ilmiah, software Islami, mp3, dll
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Jika email ini masuk folder spam/ bulk/ junk, harap tandai sebagai NOT
spam/ bulk/ junk
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~

LATAR BELAKANG PUJIAN SYAIKH IBNU JIBRIN KEPADA HASAN AL-BANNA DAN SAYYID QUTHB

Oleh
Andy Abu Thalib Al-Atsary

Penulis buku "Al-Ikhwan Al-Muslimun : Anugrah Allah Yang Terzalimi berkata
di halam 9 paragraf terakhir.

"Begitupun tuduhan mereka terhadap Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb serta
pemimpin dan ulama Ikhwan lainnya. Padahal, para imam yang dituduh itu
adalah tokoh-tokoh kecintaan para ulama masa kini. Hasan Al-Banna dan Sayyid
Quthub telah dipuji Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin salah seorang
anggota Hai'ah Kibril Ulama di Arab Saudi.

Jawaban
Saya katakan : Perkataan ini harus didudukkan

Pertama
Harus diketahui latar belakang pujian Syaikh Ibn Jibrin terhadap Sayyid
Quthb dan Hassan Al-Banna tersebut. Bahwasanya Syaikh Ibn Jibrin ketika
memuji Sayyid Quthb dan Hassan Al-Banna, beliau masih terpengaruh dengan
kedekatannya pada tokoh Quthbiyah, Ikhwanul Muslimin kental yakni : Safar
Hawali dan Salman Audah. Akan tetapi beliau –semoga Allah Ta'ala mengampuni
kesalahan beliau- telah mendapat balasan dan nasehat dari Syaikh Ahmad bin
Yahya An-Najmi dan Syaikh Muhammad Al-Madkhali. Hal ini dapat dilihat di
kitab Radd Al-Jawab 'Ala Man Thalaba Minna 'Adama Tab'ul Kitab oleh Syaikh
Ahmad bin Yahya An-Najmi. Hal seperti ini juga menimpa Syaikh Bakr Abu Zaid
yang telah ruju' dalam kitabnya Hukmul Intima'. Ini adalah bantahan saya
pertama.

Kedua
Bahwasanya dalam dien ini telah lazim diadakan Jarh wa Ta'dil. Sebagaimana
namanya, Jarh adalah bentuk pencelaan sedangkan Ta'dil adalah bentuk pujian.
Belum tentu Ta'dil seorang dapat mengangkat kedudukan seorang rawi yang
telah di Jahr, apalagi Jama'atul Minal Ulama telah menjahr.

Saya berikan contoh yang serupa dengan hal ini : Imam Adz-Dzahabi dalam
Siyar A'lam An-Nubala [1] mengungkapkan tentang Al-Hasan bin Shalih bin
Hayyi [2] dengan ungkapan ta'dil. "Dia adalah salah seorang dari Imam Islam
meskipun diselimuti bid'ah"

Akan tetapi, berkata Sufyan Ats-Tsauri, "Apapun ilmu yang didengar dari
Al-Hasan bin Shalih maka Al-Jama'ah [3] telah sepakat untuk meninggalkannya"
[4]

Berkata Imam Ahmad bin Hanbal, "Kami tidak ridha dengan madzhabnya (Al-Hasan
bin Shalih), dan Sufyan lebih kami sukai daripadanya" [5]. Dan masih banyak
lagi perkataan para imam ahli hadits tentang Al-Hasan bin Shalih ini, di
mana seluruh Ahli Hadits sepakat untuk tidak menerima riwayatnya. [6]

Hal ini dapat dipahami dengan kaidah Al-Jahr wa Ta'dil sebagaimana dikatakan
oleh Al-Hafidzh Ibn Hajar Al-Asqalany

"Dan jarh lebih didahulukan daripada ta'dil apabila disandarkan pada
sebab-sebab jarh yang jelas dari orang-orang yang mengetahui (sebab-sebab
tersebut)" [7]

Maksud dari kaidah ini adalah bahwasanya boleh dilakukan ta'dil terhadap
seseorang secara mujmal (global), akan tetapi apabila datang jarh secara
mufasar (terperinci) maka yang lebih didahulukan adalah jarh tersebut.

Berdasarkan hujjah di atas, maka bentuk ta'dil dari Syaikh Ibn Jibrin yang
masih bersifat mujmal, dan akan berhadapan dengan jahr dari Syaikh Abdul
Aziz bin Baz, Syaikh Al-Muhadits Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Syaikh
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Syaikh
Abdullah Al-Ghadyan, Syaikh Abdul Muhsin bin Hamid Al Abad Al-Badr, Syaikh
Ahmad bin Yahya An-Najmi, Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali, dan masih
banyak lagi yang kesemuanya diturunkan dengan perincian sebab-sebab jarh
pada Sayyid Quthb rahimahullah.

Ketiga
Bahwasanya pujian dari Syaikh Ibn Jibrin tetap tidak dapat dijadikan dalil
untuk kita mengambil perkataan Sayyid Quthb dan menerimanya secara ilmiyah
diniyah, meskipun pujian itu kita anggap sebagai bentuk tazkiyah
(pembersihan nama) sekalipun. Hal ini dikarenakan bentuk pujian (tazkiyah)
tersebut diturunkan dengan bentuk yang mujmal (global). Al-Hafizh Ibn Hajar
berkata :

"Dapat diterima tazkiyah yang menyebutkan sebab-sebab (tazkiyah) tersebut
dari orang yang mengetahuinya meskipun ia hanya satu orang" [8]

Kaidah ini tidak berlaku bagi Sayyidh Quthb karena bentuk tazkiyah yang
diterimanya adalah dalam bentuk yang mujmal (global) tanpa penjelasan
sebab-sebab tazkiyahnya. Wallahu 'alam

[Disalin dari buku Menyingkap Syubhat Dan Kerancuan Ikhwanul Muslimin
Catatan Dan Bantahan Atas Buku Al-Ikhwan Al-Muslimun : Anugerah Allah Yang
Terzalimi, Penulis Andy Abu Thalib Al-Atsary, Penerbit Darul Qalam]
_________
Foote Note
[1]. Siyar A'lam an Nubala VII/361, 371
[2]. Al-Hasan bin Shalih bin Hayyi dilahirkan pada tahun 100H dan meninggal
pada tahun 178H. Ia termasuk salah satu pembesar Syi'ah Zaidiyah, dan ulama
Zaidiyah. Ia juga menjadi pendiri firqah dalam Syi'ah yakni Al-Butriyah.
Lihat Al-Farqu Bainal Firaq oleh Al-Baghdady (42)
[3]. Lafal Al-Jama'ah disini bermakna Jama'ah Ahli Hadits
[4] As-Sunnah Lidh Dhalal, 136
[5]. Thabaqah Hanabilah I/58
[6]. Silahkan lihat : Al-Kamal Lii Ibnu Adiy (II/722), Siyar A'lam An-Nubala
VII/361, Tahdzib Al-Kamal VI/181. Lihat Bara;atul Ulama Al-Ummah, hal 10, 13
bagi yang menghendaki
[7]. An-Nukat Ala Nuhzatin Nadhar Fii Taudhihil Nuhbatul Fikra, Tahqiq
Syaikh Ali Hasan, hal 193
[8]. An-Nukat Ala Nuhzatin Nadhar Fii Taudhihil Nuhbatul Fikra, Tahqiq
Syaikh Ali Hasan, hal 189

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1131&bagian=0


On 5/15/07, Ahmad Wanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Kesaksian Ulama Dunia Thd al Banna & Sayyid Qutb
>
> http://myquran.org/forum/index.php/topic,7677.0.html
>



.....................
>
> Kesaksian Ulama Terhadap Imam Hasan al Banna -rahimahullah
> 1.Syaikh al Fadhil al 'Allamah Abdullah bin Abdurrahman al Jibrin
> -hafizhahullah
>
> Ia adalah anggota Hai'ah Kibaril Ulama Arab Saudi yang tak diragukan
> kesalafiannya. Ada orang yang bertanya kepada Syaikh, "Saya memohon kepada
> Anda, wahai Syaikh, maaf, sesungguhnya ada sebagian pemuda yang membid'a
> bid'ahkan Sayyid Quthb dan mereka melarang membaca buku-buku karya beliau.
> Dan, mereka juga mengatakan hal yg sama tentang Hasan al Banna. Mereka pun
> mengatakan sebagian ulama sebagai khawarij. Hujjah mereka adalah penjelas
> kesalahan-kesalahan ulama tersebut kepada manusia. Padahal mereka sekarang
> masih menuntut ilmu. Saya memohon jawab dari Anda demi menghilangkan
> keraguan ini pada kami, sehingga hal ini tidak menimpa banyak orang."
> Syaikh berkata -setelah menyebut beberapa dalil-, "Saya kataka
> sesungguhnya Sayyid Quthb dan Hasar Banna adalah termasuk ulama kaum
> muslimin dan tokoh da'wah Islam. Melalui da'wah mereka berdua, Allah telah
> memberi hidayah dan manfaat kepada ribuan manusia. Partisipasi da'wah
> mereka berdua tidak mungkin diingkari. Itu sebabnya Syaikh Abdul Aziz bin
> Baz mengajukan permohonan dengan nada lemah lembut kepada Presiden Mesir
> saat itu, Jamal Abdul Naser -semoga Allah membalas kejahatannya dengan
> balasan yang setimpal- agar menarik keputusan hukun gantung bagi Sayyid
> Quthb meski akhirnya permohonan itu ditolak.
>
> Setelah mereka berdua (Hasar Banna dan Sayyid Quthb) dibunuh keduanya
> selalu disandangkan dengan gelar Asy Syahid karena mereka dibunuh dalam
> keadaan terzalimi dan terania. Penyandangan gelar tersebut diakui seluruh
> lapisan masyarakat dan tersebar luas lewat media massa dan buku-buku tanpa
> protes dan penolakan. Buku mereka berdua diterima para ulama dan Allah
> Subhana. wa Ta'ala memberikan manfaat melalui da'wah mereka kepada
> hamba-hambaNya serta tidak ada seorang pun yang melemparkan tuduhan kepada
> mereka berdua selama lebih dari 20 tahun. Jika mereka berdua melakukan
> kesalahan, Imam Nawawi, Imam Suyuthi, Imam Ibnul Jauzy, Imam Ibnu
> 'Athiyah, Imam al Khathaby, Imam al Qasthalany, dan Imam lainnya pernah
> melakukan kesalahan." Sampai di sini dari Syaikh bin al Jibrin. (Al Ikhwan
> Al Muslimun Anugerah Allah Yang Terzalimi, hal. 218-219, edisi lengkap.
> Lihat pula, Siapa Teroris? Siapa Khawarij? Hal. 317- 319)
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke