Kemana engkau akan melangkah?
Posted by admin
Kehidupan dunia terkadang membuat kita lupa akan hakikat untuk apa kita ada,
untuk apa Allah menciptakan kita. Allah menciptakan kehidupan ini sebagai ujian
dan Allah telah menyiapkan balasannya. Kehidupan dunia ini seperti persinggahan
sementara sebelum ke kampung akhirat.
Mengapa dan untuk apa kita ada?
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu
Pernahkah kita merenungkan mengapa kita ada? Mengapa kita hidup di dunia ini?
Apakah kerena keinginan dan rencana-rencana kita sehingga kita ada? Tidak,
kita tidak mungkin dapat menginginkan dan merencanakan karena kita belum ada.
Lalu, apakah karena keinginan dan rencana kedua orang tua kita? Bukan juga,
berapa banyak pasangan suami istri yang menginginkan dikarunia anak tetapi
belum juga diberi. Adanya kita bukan atas kehendak kita, bukan juga karena
kehendak orang tua kita, lantas atas kehendak siapa?
Allah taala menjelaskan dalam Al-Quran yang mulia
íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáäøóÇÓõ Åöä ßõäÊõãú Ýöí ÑóíúÈò ãøöäó ÇáúÈóÚúËö ÝóÅöäøóÇ
ÎóáóÞúäóÇßõã ãøöä ÊõÑóÇÈò Ëõãøó ãöä äøõØúÝóÉò Ëõãøó ãöäú ÚóáóÞóÉò Ëõãøó ãöä
ãøõÖúÛóÉò ãøõÎóáøóÞóÉò æóÛóíúÑö ãõÎóáøóÞóÉò áøöäõÈóíøöäó áóßõãú æóäõÞöÑøõ Ýöí
ÇáúÃóÑúÍóÇãö ãóÇ äóÔóÇÁ Åöáóì ÃóÌóáò ãøõÓóãøðì Ëõãøó äõÎúÑöÌõßõãú ØöÝúáðÇ Ëõãøó
áöÊóÈúáõÛõæÇ ÃóÔõÏøóßõãú æóãöäßõã ãøóä íõÊóæóÝøóì æóãöäßõã ãøóä íõÑóÏøõ Åöáóì
ÃóÑúÐóáö ÇáúÚõãõÑö áößóíúáóÇ íóÚúáóãó ãöä ÈóÚúÏö Úöáúãò ÔóíúÆðÇ
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka
(ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari
setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang
sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu
dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah
ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan
berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada
yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai
pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah
diketahuinya (Al-Hajj: 5)
Ya, adanya kita, adanya manusia, adanya jin, adanya alam semesta ini karena
kehendak dan rencana Allah. Lantas, adanya kita tentu bukan karena Allah kurang
kerjaan, iseng, atau hanya main-main saja, Allah menegaskan hal ini sebagaimana
firman-Nya
æóãóÇ ÎóáóÞúäóÇ ÇáÓøóãóÇÁ æóÇáúÃóÑúÖó æóãóÇ ÈóíúäóåõãóÇ áóÇÚöÈöíäó
Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara
keduanya dengan bermain-main (Al-Anbiya: 16)
Allah menerangkan bahwa Dia ingin menguji para hamba-Nya, siapa yang taat dan
siapa yang durhaka, jadi kehidupan di dunia kita adalah untuk ujian! Sadarkah
kita? Mengapa kalau UAN, kalau SPMB, begitu disiapkan dengan betul, sementara
ujian yang paling besar terkadang kita lupa, atau pura-pura lupa, atau yang
lebih parah lagi kelau kita tidak tau bahwa hidup kita untuk diuji! Mereka
hidup seperti binatang, mereka hanya mengenyangkan perut dan apa yang di
bawahnya, mengumpulkan harta, berbangga-bangga dengan dunia, lalu mati! Allah
menjelaskan
ÇáøóÐöí ÎóáóÞó ÇáúãóæúÊó æóÇáúÍóíóÇÉó áöíóÈúáõæóßõãú Ãóíøõßõãú ÃóÍúÓóäõ
ÚóãóáðÇ æóåõæó ÇáúÚóÒöíÒõ ÇáúÛóÝõæÑõ
"[Dialah Allah] Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu,
siapa di antara kamu yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha
Pengampun (Al-Mulk:2)
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu
Betul bahwa kehidupan adalah ujian kita, Allah akan menguji kebaikan amalan
kita. Mengapa Allah tidak mengatakan yang paling banyak amalnya? tetapi Allah
mengatakan yang paling baik amalnya. Dijelaskan oleh Fudhail bin Iyadh bahwa
yang paling baik amalnya adalah yang paling ikhlas dan yang paling sesuai
dengan contoh karena amalan tidak akan diterima kecuali ikhlas karena Allah dan
sesuai dengan contoh Nabi shalallahualaihi wa sallam. Kalau begitu, penting
sekali seseorang harus ngaji, harus belajar ilmu syari karena tidak mungkin
kita mengetahui materi ujian, mengetahui apa-apa yang dilarang dan apa-apa yang
diperintahkan kecuali dengan menuntut ilmu syari. Bagaimana kalau seseorang
ikut ujian tetapi tidak mau tahu materi ujiannya?
Surga dan Neraka, yakinkah kita?
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu
Mengapa beberapa waktu yang lalu ketika diskusi tentang poligami, kita begitu
yakin dan bersemangat membela ayat-ayat Al-Quran dan hadits Nabi tentang
syariat poligami; mengapa ketika diskusi tentang Ahmadiyah, kita begitu lantang
mengatakan bahwa dalam surat Al-Ahzab ayat 40: Khootaman Nabiyyin maknanya
adalah penutup para Nabi, tetapi,
mengapa kita jarang mengungkit-ungkit ayat
dan hadits tentang surga dan neraka? Apakah kita lupa atau pura-pura lupa
sehingga topik ini jarang kita pelajari?
Seringkali kita lupa diri, tidak tahu diri, sehingga kita lupa dengan tujuan
hidup ini, yakni ujian! Untuk mengingatkan kembali untuk apa kita di dunia ini,
saya bawakan hadits-hadits tentang surga dan neraka
Nabi shalallahualaihi wa sallam bersabda
Surga dan neraka telah diperlihatkan kepadaku, maka aku belum pernah
memandang hari yang lebih banyak mengandung kebaikan sekaligus keburukan
daripada hari ini. Kalau kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian
akan sedikit tertawa dan banyak menangis Anas bin Malik melanjutkan, Tidak
ada hari setelah itu yang lebih berat bagi para Sahabat dibandingkan dengan
hari tersebut. Pada hari itu, mereka semua menutup kepalanya sambil
terisak-isak karena tangisan (HR Bukhari dan Muslim)
Bagaimana saudaraku? Apakah hatimu tergetar mendengar hadits ini? Kalau
seandainya tidak, maka engkau adalah manusia yang sangat perlu untuk
dikasihani, bagaimana tidak? Para sahabat yang jiwa, raga dan hartanya telah
mereka curahkan untuk membela dan memperjuangkan Islam, dengan ketakwaannya
mereka adalah manusia yang sangat takut kalau-kalau akhir kehidupan mereka di
neraka. Sementara kita
.? Apa yang telah kita persiapkan? Apa yang telah kita
berikan untuk Islam dan kaum muslimin? Mereka dihina, dimusuhi, dilempari,
diusir dari kampung halaman, disiksa seperti Bilal, lantas
pernahkah kita
mengalami hal seperti itu?
Dalam riwayat lain disebutkan:
Demi Allah, kalau kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian
akan sedikit bersenang-senang dan banyak menangis, dan kalian juga tidak akan
bersenang-senang terus di atas ranjang dengan istri kalian, lalu kalian akan
keluar menuju ke pegunungan (tempat menyepi) untuk beribadah kepada Allah Abu
Dzar berkata, Sampai-sampai aku menginginkan kalau diriku hanyalah pohon yang
tumbang (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang hasan)
Begitulah, begitu mengerikannya ketika kita dihisab di akhirat, hanya ada 2
pilihan, surga atau neraka, sampai-sampai Abu Dzar, seorang sahabat Nabi yang
keimanan dan amalnya tidak kita ragukan, membela Nabi, membela Islam
, beliau
kalau diminta memilih daripada dihisab, beliau memilih menjadi sebatang pohon
karena pohon tidak ada beban yang harus dipertanggungjawabkan. Bagaimana dengan
kita? Apa yang sudah kita siapkan untuk hari perhitungan nanti? Apakah kita
sudah menyiapkan amalan-amalan kebaikan? Apakah kita sudah berprinsip bahwa
waktu adalah ibadah, atau malah selama ini kita hanya membuang-buang waktu
dengan sesuatu yang kurang bermanfaat atau bahkan diisi dengan dosa dan
kemaksiatan?!
Allah menjanjikan bagi hambanya yang taat akan diberi balasan yang tiada
taranya di Surga kelak. Surga merupakan tempat yang tidak ada di dalamnya
kecuali kenikmatan, dan kenikmatan yang paling nikmat adalah melihat wajah
Allah, dzat yang selama ini kita bergantung kepadanya, dzat yang ketika kita
sakit kita memohon kepada-Nya agar disembuhkan, dzat yang ketika kita
kekurangan kita memohon kepadanya, dzat yang apabila kita mendapat nikmat kita
bersyukur kepada-Nya, dzat yang selalu kita mohon kebaikan-kebaikan kepada-Nya.
Kita adalah perantau
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu
Bayangkan jika kita dalam sebuah perjalanan untuk menuju suatu pulau-kampung
halaman kita. Kemudian dalam perjalanan melewati sebuah pulau kecil, nahkoda
memerintahkan agar para penumpang singgah 3 hari untuk mengumpulkan bekal
berupa makanan dan minuman. Kemudian kita masuk hutan untuk mengumpulkan bekal.
Setiap penumpang bertanggung jawab masing-masing dan tidak dapat saling berbagi
bekal, nafsi..nafsi. Semuanya memikirkan keselamatan masing-masing karena
begitu berat perjalanan bahkan seorang bapak tidak mungkin mau berbagi bekal
dengan istri dan anak-anaknya, seorang ibu juga tidak akan mau berbagi bekal
kepada anaknya, masing-masing sangat membutuhkan bekal tersebut untuk
keselamatannya.
Apa yang akan engkau lakukan dalam 3 hari tersebut? Tentu engkau akan
memanfaatkan waktu yang hanya 3 hari untuk mencari makanan, mencari buah-buahan
dan air segar untuk bekal perjalanan karena perjalanan masih jauh. Tetapi tidak
semua seperti itu saudaraku, banyak diantara mereka malah bersenang-senang di
pulau kecil tersebut, membuat rumah bahkan ditingkat, bersenang-senang sampai
lupa bahwa mereka akan kembali melanjutkan perjalanan sehingga harus
mengumpulkan bekal yang cukup untuk sampai ke pulau kampung asal kita. Ketika
nahkoda mengumumkan agar semua penumpang naik ke kapal karena perjalanan akan
dilanjutkan, apa yang terjadi? Sebagian penumpang mengumpulkan bekal yang
cukup, sebagian hanya sedikit saja, dan sebagian lagi lupa untuk pulang ke
kampung halaman-mereka malah bersenang-senang di pulau tersebut, membuat rumah
bertingkat, membuat sawah yang luas, beternak binatang dan lain sebagainya.
Orang yang mengumpulkan bekal cukup maka akan sampai ke kampung asal
dengan selamat, orang yang mengumpulkan bekal sedikit akan sakit-sakitan di
perjalanan bahkan bisa jadi meinggal dunia, adapun orang yang lupa akan
perjalanan akan tinggal dipulau kecil tersebut dan tidak akan pernah kembali ke
kampung asalnya. Kemudian tersiar kabar bahwa Pulau kecil tersebut ternyata
pada hari ke 7 sudah hilang tersapu tsunami!
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu
Hakikatnya kita semua adalah perantau, kita hanya singgah sebentar di dunia
ini. Ingatlah saudaraku, kampung halaman kita adalah di Surga, kakek moyang
kita asalnya tinggal di surga. Bukankah Adam alaihissalam asalnya tinggal di
surga? Kalau kita tidak dapat pulang ke surga, berarti kita telah terlena
seperti penumpang yang bersenang-senang dipulau kecil tersebut.
Saudaraku, saya sampaikan wasiat yang wasiat ini juga merupakan wasiat Nabi
shalallahualaihi wa sallam dan Sahabatnya yang mulia, Ibnu Umar
radhiallahuanhuma
Úóäö ÇÈúäö ÚõãóÑó ÑóÖöíó Çááåõ ÚóäúåõãóÇ ÞóÇáó: ÃóÎóÐó ÑóÓõæáõ Çááåö Õáì Çááå
Úáíå æÓáã ÈöãäúßÈíøó ÝóÞóÇáó: (ßõäú Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ ßóÃóäøóßó ÛóÑöíúÈñ Ãóæú
ÚóÇÈöÑõ ÓóÈöíúáò) æóßóÇäó ÇÈúäõ ÚõãóÑó ÑóÖöíó Çááåõ ÚóäúåõãóÇ íóÞõæúáõ: ÅöÐóÇ
ÃóãúÓóíúÊó ÝóáÇ ÊóäúÊóÙöÑö ÇáÕøóÈóÇÍó¡ æóÅöÐóÇ ÃóÕúÈóÍúÊó ÝóáÇ ÊóäúÊóÙöÑö
ÇáãóÓóÇÁó. æóÎõÐú ãöäú ÕöÍøóÊößó áöãóÑóÖößó¡ æóãöäú ÍóíóÇÊößó áãóæúÊößó
Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma, ia berkata:
Rasulullah shalallahualaihi wa sallam pernah memegang pundakku, lalu
bersabda, Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau pegembara.
Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata, Apabila kamu berada pada waktu sore
janganlah kamu menunggu pagi hari, dan jika kamu berada pada waktu pagi hari,
janganlah menunggu sore hari. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu
sakitmu, dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang kematianmu (HR. Bukhari,
Hadits Arbain An-Nawawiyah No.40)
Demikianlah wasiat Nabi shalallahualaihi wa sallam dan juga wasiat sahabat
Ibnu Umar radhiallahuanhuma.
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu
Agar engkau tidak tersesat, agar engkau dapat pulang ke kampung halaman-yakni
ke Surga, maka engkau harus mempelajari agama ini dengan serius. Untuk urusan
kuliah saja engkau dapat serius, berapa banyak waktu, fikiran, tenaga dan dana
tercurahkan untuk kuliah? Sekarang, berapa banyak waktu, fikiran, tenaga dan
dana untuk menuntut ilmu syari yang telah engkau curahkan?
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Aku tinggalkan dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh pada keduanya
maka tidak akan sesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, (HR.
Al-Hakim)
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu
Kita sering berdoaRabbana atina fiddunnya hasanah wa fil akhirati hasanah
Ya Rabb, berikanlah kami kebaikan di dunia dan berikanlah kami kebaikan di
akhirat Kebaikan di dunia adalah iman dan amal shalih dan kebaikan di akhirat
tidak ada yang lain kecuali Surga. Tidaklah dikatakan iman kecuali dibangun
diatas ilmu.
Kemanakah engkau akan pergi melangkah?
Saudaraku, yang semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu
Jalan petunjuk telah jelas, dan jalan kesesatan juga jelas. Saya yakin bahwa
engkau akan mengikuti jalan petunjuk, mempelajari ilmu syari dan
mengamalkannya. Engkau tidak akan mau terlena seperti penumpang yang
bersenang-senang di pulau kecil itu bukan? Jangan sampai engkau memohon ketika
ajal menjemput, pada saat meregang nyawa kemudian engkau memohon kepada Allah
ÇÑúÌöÚõæäö áóÚóáøöí ÃóÚúãóáõ ÕóÇáöÍðÇ ÝöíãóÇ ÊóÑóßúÊõ
Kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang
telah aku tinggalkan (Al-Muminun :100)
Dan saat itu, keinginanmu tidak pernah akan dikabulkan
Sumber :
http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=167&PHPSESSID=d0af3c97eeefce643d3950952c6d4809
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.
[Non-text portions of this message have been removed]