ßËÑÉ ÇáÃÊÈÇÚ æÞáÊåã áíÓÊ ãÚíÇÑÇð áãÚÑÝÉ ÇáÍÞ BANYAK DAN SEDIKITNYA PENGIKUT BUKANLAH UKURAN UNTUK MENGETAHUI AL-HAQ Oleh: al-Imam Abu Abdirrohman Muhammad Nashiruddin al-Albani rohimahulloh Posted by Abu SHilah Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : ãóÇ ÕõÏøöÞó äóÈöíøñ (ãöäó ÇáÃóäúÈöíóÇÁö) ãóÇ ÕõÏøöÞúÊõ¡ Åöäøó ãöäó ÇáÃóäúÈöíóÇÁö ãóäú áóãú íõÕóÏøöÞúåõ ãöäú ÃõãøóÊöåö ÅöáÇøó ÑóÌõáñ æóÇÍöÏñ Tidaklah seorang Nabi [dari para Nabi] dibenarkan sebagaimana aku dibenarkan, sesungguhnya diantara para Nabi ada yang tidak dibenarkan oleh ummatnya kecuali hanya oleh satu orang. Al-Albani berkata dalam as-Silsilah ash-Shohihah 1/684 : Dikeluarkan Ibnu Hibban dalam shohihnya (2305 Mawarid), ia berkata: akhbarona Abu Kholifah, haddatsana Ali bin al-Madini, haddatsana Husain bin Ali, dari Zaidah, dari al-Mukhtar bin Fulful, dari Anas bin Malik ia berkata: Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda, kemudian beliau menyebutkan hadits ini. Aku katakan: ini isnad yang shohih, dan Muslim telah mengeluarkannya dalam shohihnya (1/130): haddatsana Abu Bakar bin Abi Syaibah, haddatsana Husain bin Ali dengan hadits tadi dan menambahkan pada awalnya: ÃäÇ Ãæá ÔÝíÚ Ýí ÇáÌäÉ¡ áã íÕÏÞ äÈí ãä ÇáÃäÈíÇÁ . Aku orang yang pertama kali memberi syafaat di surga, belum pernah seorang Nabi dari para Nabi dibenarkan ... Dan dari jalan Muslim, Abu Bakar Muhammad bin Al-Hasan Ath-Thobari telah mengeluarkannya dalam Al-Amali (7/1), kemudian ia meriwayatkannya (4/1) dari jalan lain dari Al-Mukhtar dengan hadits ini. Dan menjadi syahid bagi hadits ini, hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu dari Nabi shollallohu alaihi wa sallam, beliau bersabda : ÚÑÖÊ Úáí ÇáÃãã¡ ÝÑÃíÊ ÇáäÈí æ ãÚå ÇáÑ娡 æÇáäÈí æ ãÚå ÇáÑÌá æÇáÑÌáÇä æÇáäÈí áíÓ ãÚå ÃÍÏ . Diperlihatkan kepadaku umat-umat, lalu aku melihat seorang Nabi bersamanya ar-rohth (sekelompok orang yang terdiri dari 3-10 orang, pent), dan seorang Nabi bersamanya seorang dan dua orang, dan seorang Nabi tidak ada bersamanya seorangpun .. al-Hadits. Dikeluarkan oleh asy-Syaikhon (al-Bukhori dan Muslim, pent) dan yang selain keduanya. Dan dalam hadits ini terdapat dalil yang jelas bahwa banyak dan sedikitnya pengikut bukanlah timbangan untuk mengetahui keadaan seorang dai bahwa ia berada di atas al-haq atau batil. Mereka para Nabi alaihimush sholatu was salam dengan dakwah mereka yang satu dan agama mereka yang satu, mereka berbeda dari sisi jumlah perngikut mereka, sedikit dan banyaknya. Sampai-sampai ada di antara mereka yang tidak dibenarkan kecuali oleh satu orang saja, bahkan ada yang tidak mempunyai pengikut seorangpun! Dalam yang demikian terdapat pelajaran yang nyata bagi para dai dan para madu di zaman ini. Sepatutnya bagi para dai untuk mengingat hakikat ini dan terus maju dalam jalan berdakwah kepada Alloh taala, dan tidak perlu cemas dengan sedikitnya orang yang menerima dakwahnya, karena tidak ada kewajiban atasnya melainkan hanya menyampaikan dengan jelas, dan ia memiliki uswah hasanah (contoh yang baik) dari para Nabi yang terdahulu yang mana seorang dari mereka tidak memiliki pengikut melainkan hanya seorang atau dua orang! Dan sepatutnya bagi madu, agar tidak merasa kesepian dengan sedikitnya jumlah orang yang menerima dakwah sang dai, dan menjadikan hal ini sebagai sebab untuk meragukan dakwah yang haq dan meninggalkan keimanan terhadapnya, apalagi menjadikan hal ini sebagai dalil bahwa dakwahnya adalah batil dengan hujjah bahwa tidak ada seorangpun yang mengikutinya, atau yang mengikutinya hanya sedikit! dan seandainya dakwahnya benar, pasti akan diikuti oleh kebanyakan orang! Alloh azza wa jalla berfirman : æóãóÇ ÃóßúËóÑõ ÇáäøóÇÓö æóáóæú ÍóÑóÕúÊó ÈöãõÄúãöäöíäó Dan tidaklah kebanyakan manusia itu beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya [QS. Yusuf : 103] *** [Diterjemahkan dari as-Silsilah ash-Shohihah no. 397] Sumber : Dicopy dari http://tholib.wordpress.com
--------------------------------- Food fight? Enjoy some healthy debate in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A. [Non-text portions of this message have been removed]

