Yup, Jangankan kita, akal pada orang jenius adalah terbatas, tas, tas...
 
Tanyakan ke orang - orang bertuhankan akal itu: (mustahil bisa jawab)
1. Kapan kita mati?
2. Ada tidak dokter yang tidak bisa mati?
    
    Ada Einstein, Stephen Hawking Pakar Fisika,
    Ada Florence L, Dale Carnegie jago kepribadian
    Ada Stephen R. Covey, Daniel Goleman jago EQ
    Ada Ben Johnson jago lari
    Ada Bill Gates jago program komputer
    Ada Donald Trump raja properti
    Ada Oprah W pinter ngobrol
    Ada yg pinter bikin pencakar langit,
    jembatan raksasa, bendungan dll
3. Pertanyaan: Ada tidak 1 orang yang bisa menguasai ilmu
nama-nama diatas, berprestasi dan dikenal orang banyak?
 
Katanya tiap orang punya akal,.... 
wong nguasai ilmu manusia-manusia diatas aja kagak bisa 
kok...mau merubah ajaran Allah SWT....SOK---SOK..an 
 
Kemudian soal Iblis, keterlaluan sekali si Nurchls Mjd itu,
meskipun sudah mati tapi pemikirannya masih sering 
diambil murid - murid sesatnya di Indonesia.
-----Original Message-----
From: suhana hana <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED], [email protected], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Mon, 4 Jun 2007 21:13:34 -0700 (PDT)
Subject: [syiar-islam] Fungsi Akal Yg Menjadikan Derajat Manusia Seperti 
Malaikat, Seperti Iblis Ataukah Seperti Binatang.

Fungsi Akal Yg Menjadikan Derajat Manusia Seperti Malaikat, Seperti Iblis 
Ataukah Seperti Binatang.

Assalamu'alaykum wr.wb

hmm..menarik kalau merenungi dan bicara masalah akal.
dengan akal manusia bisa menjadi baik, benar dan cerdas bila potensi akal 
disandarkan or ditundukkan kepada hukum Allah dan sunnah Rasul. tapi..dengan 
akal manusiapun bisa menjadi, jahat, salah, sombong, bodoh dan dungu, bila 
akal dijadikan sandaran penuh akan semua masalah dalam hidupnya.

"Telah kami tunjukkan kepadanya dua jalan hidup (baik dan buruk)" (TQS. 
Al-Balad [90]:10)

fungsi akal hanya digunakan untuk menimbang perbuatan baik dan buruk menurut 
ukuran akal yg menggunakannya, jika perbuatan baik dan buruk disandarkan 
menurut ukuran akalnya, jelas semua bersifat relatif dan tidak mutlak. maka 
disinilah terjadi pertentangan antara akal manusia yg satu dengan manusia yg 
lain.

hmm..harusnya akal digunakan untuk mencari kebenaran yg sudah diberitakan 
dalam Firman Allah dan RasulNya dan bukan mencari pertentangan atas semua 
berita yg sudah di firmankanNya. andai seseorang belum menemukan makna 
berita yg dituliskan dalam Al-qur'an, layaknya seorang hamba yg belum 
menemukan, seharusnya diam yaitu kami dengar dan kami taat. 

hmm..aku teringat kata2 seorang "cendikiawan muslim" yg mengatakan :

"Iblis kelak akan masuk surga, bahkan di tempat yang tertinggi karena dia 
tidak mau sujud kecuali kepada Allah saja, dan inilah tauhid yang murni." 

hmm..dia mengclaim iblis akan masuk surga berdasarkan akalnya, padahal

"Kami berfirman kepada para malaikat, sujudlah kamu kepada adam, maka 
sujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia teramsuk 
golongan orang2 yg kafir" (Al-Baqarah : 34)

hmm..Allah telah mengclaim iblis termasuk orang2 yg kafir.dan orang kafir 
tempatnya adalah neraka yg menyala2.

"sesungguhnya orang2 yg kafir dan mati sedang mereka tetap dalam 
kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka 
emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas yg sebanyak itu. 
bagi mereka itulah siksa yg pedih dan sekali-kali tidak memperoleh penolong" 
(Ali-Imran : 91)

hmm..akal cendekiawan yg mengatakan iblis menempati syurga tertinggi karena 
ketauhidan murninya sungguh bertentangan dengan firman Allah. karena Tauhid 
bukan sekedar bentuk penyembahan, tapi dibarengi dengan bentuk ketaatan, 
sedangkan iblis tidak taat pada Allah.

hmm..aku sering berfikir kenapa Allah or Rasul berkata "derajat manusia yg 
bertaqwa akan melebihi derajat seorang malaikat, tapi..derajat manusia yg 
menuruti hawa nafsunya, dia akan lebih hina dari binatang melata" 

bagiku perkataan Allah or Rasul tidak akan pernah salah, dan aku selalu 
menggunakan akalku untuk membenarkan perkataan Allah dan mencari jawabannya, 
kenapa Allah bisa berkata spt itu?? dan perkataan itu pasti benar.

yup!!perkataan itu benar. Iblis hanya mau menyembah kepada Allah, tapi Iblis 
tidak taat kepada Allah (karena menolak perintah Allah untuk menyembah adam) 
sedangkan Malaikat hanya mau menyembah kepada Allah dan Malaikatpun hanya 
taat kepada Allah. jadi yg murni bentuk ketauhidannya adalah Malaikat dan 
bukan Iblis.

hmm..aku mikir lagi, jelas aja malaikat bisa memurnikan ketauhidannya, 
karena Malaikat tidak dilengkapi Hawa nafsu oleh Allah....tapi manusia?? 
dilengkapi oleh hawa nafsu dan akal yg tidak dimiliki oleh Malaikat. 

hmm..disinilah perbedaan itu. karena hawa nafsu sifatnya selalu mengajak 
kepada keinginan diri untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan akal diberikan 
Allah adalah sebagai pelengkap untuk menimbang2 apakah keinginannya itu 
perlu dituruti or tidak dituruti (menimbang baik dan buruk yg bersifat 
relatif )

Yup!! pada saat manusia menuruti hawa nafsunya dan menyandarkan kepada 
akalnya yg bersifat relatif, maka disinilah manusia sering jatuh pada 
kesalahan. dan andai manusia sudah hilang akalnya dan hanya tersisa hawa 
nafsunya, disinilah hinanya manusia melebihi binatang melata. 

Dan apabila manusia mempunyai kekuatan akal tanpa dilandasi dengan keimanan, 
disinilah sifat manusia yg spt iblis (sombong). tapi..andai manusia menahan 
hawa nafsunya dan menundukkan akalnya pada semua firman Allah dan RasulNya, 
maka disinilah ketinggian derajat manusia melebihi malaikat. karena mampu 
menahan hawa nafsu (yg tidak dimiliki oleh malaikat) dan menundukkan akalnya 
akan semua firman Allah dan RasulNya. dan kuncinya adalah ilmu yg benar dan 
didasari oleh kejujuran, keikhlasan dan kepasrahan dengan penuh ketundukkan 
(kami dengar dan kami taat)

Hmm..aku juga sering berpikir, kenapa guruku selalu bilang padaku untuk 
memilih bahan bacaan dan memilih semua yg ingin aku pikirkan (tidak semua 
harus dibaca dan tidak semua harus dipikirkan)kata beliau, "bisa pecah lama2 
itu kepala kamu.." aku suka mikir..kenapa beliau berkata spt itu?? Ternyata 
terbukti lagi ditempat kami bekerja seorang peneliti yg menurutku sudah 
maksimal kemampuan otaknya untuk menampung semua, ya..akhirnya hilang semua 
ingatan yg ada dikepalanya, hingga saat inipun..jangankan untuk memikirkan 
penelitiannya?? Mengingat abjad dan huruf aja dia sudah tidak mampu. Dan aku 
juga suka memperhatikan orang2 atheis yg tidak percaya akan Tuhan, dalam 
hidupnya tidak pernah ada ketenangan dan selalu aja sikap frustasi dan 
menyalahkan kepada orang2 yg mengakui akan Tuhan. Dan sifat penghambaannya 
kepada sesuatu selain Tuhan (orang, harta, dlsbnya) itu lebih condong sekali 
dan terlihat jelas sekali, kalau dia bukan orang yg bahagia.

Yaa..ini hanya hasil pengamatan dan renungkanku aja selama ini, ternyata 
banyak sekali hikmah dan pelajaran yg bisa kita ambil andai manusia mau 
menundukan akalnya kepada semua yg telah ditentukan oleh Allah.
dan ternyata akal "cendekiawan muslim" tidak mampu membedakan mana tauhid 
murni dan setengahnya aja :) dan sialnya lagi, orang jelas salah, masih saja 
ada yg senang mengikuti kesalahannya. Hehehe kebiasaan jelek orang disini 
adalah, senang mengikuti yg salah (ikutan ngetop walau salah), iri dengan 
orang yg berbuat salah (karena patokannya adalah dengan pembuat salah yg 
lebih besar) dan bangga dengan kesalahannya, (karena merasa sudah mampu 
mempengaruhi orang dan menjadi pengikut kesalahannya dan akhirnya seolah2 
menjadi benar, karena pengikutnya yg banyak -:)

Wallahu a’lam bisowab

Mei’ 07
By
hana


------------------------------ ---
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of 
spyware protection. 

[Non-text portions of this message have been removed]


 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke