ysh. Pak Arif NS,

Terima kasih atas tanggapannya. Hal ini sangat berguna bagi saya.

Bapak-2 dan Ibu2 yang lain...Barangkali ada yang mau nambahin.

Wassalam,
HB

>>> "Arif N.S" <[EMAIL PROTECTED]> 6/5/2007 1:57 PM >>>
SAW merupakan singkatan dari Shallallahu `alaihi Wa Sallam,sebuah lafaz
yang
disunnahkan kepada kita untuk mengucapkannya ketika menyebut nama
Rasulullah
SAW. Artinya adalah semoga Allah memberikan shalawat dan salam
kepadanya. 

Perintah untuk bershalawat kjepada Rasulullah SAW merupakan perintah
dari
Al-Quran yaitu 
" Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi .
Hai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan
ucapkanlah
salam penghormatan kepadanya ."(QS. Al-ahzab : 56) 


 


Mengapa Membaca Shalawat ?


 


Saya baru saja masuk Islam. Namun ada satu pertanyaan dari teman
nasrani
yang berkaitan dengan Shalawat Nabi. Pada saat sholat setiap muslim
membaca
sholawat. 1) Sholawat pada dasarnya mendoakan Nabi. Apakah ini berarti
bahwa
Nabi sendiri "belum" selamat, maka perlu didoakan oleh umatnya ? 2)
Apabila
Nabi Sholat, apakah beliau juga membaca Shalawat ?

Sari Pratiwi
Jombang
2004-04-12 09:16:20


Jawaban: 

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil
mursalin,
wa ba`du, 

 

Tidak selamanya orang yang didoakan itu pasti tidak selamat. Ini
adalah
pembalikan logika yang tidak tepat. Sebab doa itu bukan semata-mata
disampaikan kepada orang yang celaka saja. Sebab doa adalah
penghormatan
kepada yang kita doakan. Selain itu doa itu memang akan berbalik kepada
yang
mendoakan juga. 

 

Dan sebenarnya shalawat itu pun tidak hanya berarti doa semata. Kata
shalawat itu bisa berarti doa namun tidak selamanya bermakna doa.
Dalam
Al-Quran ada disebutkan bahwa Allah SWT dan Malaikat bershalawat kepada
Nabi
Muhammad SAW. Apakah Allah SWT berdoa ? Tentu tidak, kan. 

 

Dan perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah SAW memang perintah
yang
tegas dan jelas. Dan tidak ada kaitannya dengan selamat atau tidaknya
yang
kita doakan. Sebab Allah SWT telah menjadikan Rasulullah SAW sebagai
orang
pertama yang akan membuka pintu surga. Selain itu beliau adalah orang
yang
ma'shum atas izin Allah, yaitu orang yang tidak punya dosa seumur
hidupnya.
Maka bershalawat kepadanya adalah kewajiban umat Islam, bukan karena
beliau
tidak selamat, melainkan ucapan ibadah dan berdampak kepada pahala
kepada
yang membacanya. 

 

Rasulullah SAW membaca shalawat juga untuk dirinya sendiri, karena
beliau
harus mengajarkan cara bershalawat, baik di dalam maupun di luar
shalat. 

 

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. 

 

 


Sholawat 2


 


Assalamu'alaykum Ustadz, dalam sebuah hadits diterangkan bahwa orang
yang
paling kikir ialah mereka yang apabila disebut nama Rasululloh ia dia
tidak
bersholawat pada Rasul. Pertanyaan saya : 1. Bagaimana cara
bersholawatnya.
apakah cukup dengan Allohumma sholli 'alaih wa 'ala alih atau ada cara
lain?
2. Apakah setiap kita mendengar kata Muhammad yang konotasinya kepada
Nabi
Muhammad SAW, kita diharuskan mengucapkan Allohumma sholli 'alah wa
'ala
alih? 3. Saya sering dengar ketika orang membaca ayat Innalloha wa
malaikatahu yasholluna 'alan Nabiyy...dst mereka yang mendengar lantas
menjawab Allohumma sholli 'alaih wa 'ala alih. Syar'i-kah?

Abdulloh
Tangerang
2003-12-18 09:47:02


Jawaban: 

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil
mursalin,
wa ba`du, 

 

1.  Bentuk sholawat yang paling pendek adalah ucapan Shollallahu
Alaihi
Wasallam. atau juga Allohumma Sholli wa Sallam 'Alaih. Sedangkan cara
lain
bershalawat berdasarkan hadis adalah shalawat sebagaimana dalam shalat
dan
doa setelah mendengarkan adzan.

 

Dari Ka'ab bin Ajrah Ra ia berkata: "Rasulullah SAW keluar menemui
kami,
maka kami bertanya: "Kami telah mengetahui bagaimana mengucapkan salam
kepadamu, lantas bagimanakan cara kami mengucapkan slawat kepadamu?"
Beliau
menjawab : "Ucapkanlah oleh kalian: Allahumma shalli 'Alaa Muhammad wa
'Alaa
Aali Muhammad Kamaa Shallaita 'Alaa Aali Ibraahiim Innaka Hamiidum
Majiid.
Allahumma Baarik 'Alaa Muhammad wa 'Alaa Aali Muhammad Kamaa baarakta
'Alaa
Aali Ibraahiim Innaka Hamiidum Majiid" (HR. Bukhari No. 3370 dan Muslim
No.
406) 

 

Dari 'Amr bin Al-Ash Ra ia mendengar Nabi SAW bersabda: "Jika kalian
mendengar muadzin maka ucapkanlah sebagaimana ucapannya, kemudian
bersalawtlah kepadaku, karena barangsiapa yang bersalawat kepadaku satu
kali
maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh kali lipat, kemudian
mohonkalah
untukku al-wasilah karena ia merupakan sutau mazilah di surga yang
tidak
layak kecuali bagi seorang hamba diantara hamba-hamba Allah dan aku
mengarapkan akulah hamba tersebut. Maka barangsiapa yang memohonkan
untukku
al-wasilah maka ia berhak mendaptkan syafaat dariku" (HR. Muslim No.
384) 

 

2.  Sebenarnya hal tersebut bukan merupakan kewajiban. Hanya saja Nabi
menggolongkan mereka yang tidak pernah mengucapkan shalawat ketika nama
Nabi
SAW disebutkan sebagai orang-orang yang paling kikir dan orang yang
celaka.

 

Dari Abu Dzar Ra ia berkata: "Suatu hari aku keluar lalu aku menemui
Rasulullah SAW, belaiu bersabda: "Tidakah kalian ingin aku beritahu
perihal
manusia yang paling kikir?" Para sahabat menjawab: "Tentu wahai
Rasulullah"
Beliau bersabda: "Orang yang namaku disebut disisinya dan ia tidak
bersalawat padaku, maka itulah manusia yang paling kikir" (HR. Ibnu
Abi
Ashim. Lihat Sahih At-Targhib wat-Tarhib II/301) 

 

Dari Abu Hurairoh Ra, Rasulullah SAW bersabda: "Celaka dan hinalah
orang
yang namaku disebu disisinya dan tidak bersalawat kepadaku. Celaka dan
hinalah orang yang memasuki bulan Ramadhan kemudian bulan itu berakhir
sedangkan dosa-dosanya tidak diampuni. Celaka dan hinalah orang yang
mendapatkan kedua orangtuanya telah berusia lanjut tapi keduanya tidak
bisa
memaskuakn orang tersebut ke surga (tidak berbakti)" (HR. At-Tirmidzy.
Lihat
Sahih At-Targhib wat-Tarhib II/300) 

 

3. Ayat tersebut memang memerintahkan kita semua untuk bersalawat
kepada
Nabi SAW. Sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya Allah dan
malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai orang-orang yang
beriman,
bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan
kepadanya."
(QS. Al-Ahzab: 56) 

 

Wallahu a`lam bishshowab. 

Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

 

 


Sholawat Pakai Sayyidina Atau Tidak


 


Asallamu'allaikum, Wr.Wb.

Lebih baik yang mana kalau mengucapkan Sholawat Nabi dengan
menggunakan
Syayidina atau tidak menggunakan syayidina.

Wasalamu'allaikum. Wr.Wb.

Yuyun
Kal-Tim
2004-01-12 09:37:07


Jawaban: 

Assalamu `alaikum Wr. Wb. 
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil
Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d 

 

Di dalam shalat yaitu di dalam tahiyat akhir ada lafaz shalawat kepada
Rasulullah SAW. Dan lafaz itu sudah baku sebagaimana yang telah
Rasulullah
SAW ajarkan, sehingga yang benar adalah mengucapkannya sebagaimana
Rasulullah SAW ajarkan. Dan lafaz itu memang tidak menggunakan kata
'sayyidina'. 

 

Hal itu karena shalawat itu merupakan bagian dari praktek shalat yang
aturannya memang ketat. Semua harus merujuk kepada sifat shalat Nabi
SAW. 

 

Sedangkan di luar konteks shalat, tidak ada larangan bahwa lafaz itu
harus
persis dengan yang Rasulullah SAW ajarkan. Sebagai ummatnya, kita boleh
saja
menyapa Rasulullah SAW dengan sebutan yang baik-baik, termasuk
memberikan
tambahan gelar 'sayydina' sebagai rasa penghormatan dan penyanjungan
kepada
beliau. 

 

Dan penggunaan lafaz 'sayyidina' kepada sosok Rasulullah SAW secara
umum
tidak bertentangan dengan posisi beliau sendiri. Karena beliau memang
junjungan dan tuan kita. Bahkan beliau sendiri menyebutkan bahwa
dirinya
adalah 'sayyidu waladi Adam' junjungan anak-anak Adam (umat manusia).

 

Tapi issue 'sayyidina' ini oleh kalangan tertentu sering dijadikan
landasan
untuk saling berseteru. Di beberapa pelosok pedesaan, mungkin karena
kurangnya pemahaman dan wawasan, masalah shalawat pakai 'sayyidina'
dan
tidak pakai 'sayyidina' bisa dijadikan bahan untuk saling menjelekkan.
Satu
kalangan mengatakan bahwa Rasulullah SAW tidak mengajarkan lafaz
'sayyidina'
dalam shalawat, lalu mengapa harus ditambah-tambahi ? Lalu yang lain
menjawab bahwa lafaz itu menunjukkan rasa hormat kita kepada beliau,
dimana
beliau tentu risih untuk memerintahkan orang-orang bershalawat dengan
menambahi lafaz 'sayyidina'. 

 

Konyolnya, masing-masing merasa paling benar dengan pendapatnya dan
saling
menuduh dengan tuduhan yang bukan-bukan. Dan lebih konyol lagi,
perbedaan
ini lalu diwariskan turun temurun yang ujung-ujungnya hanya bermuara
kepada
perpecahan umat semata. Padahal judulnya hanya sederhana, sepenggal
kata
'sayyidina'. 

 

Padahal ada jutaan umat Islam sedang dimurtadkan hari ini. Ada wanita
muslimah di Perancis yang sedang dilarang menutup aurat. Ada negeri
Islam
yang sedang dijajah dan dibantai. Seharusnya mereka yang meributkan
'sayyidina' itu sama-sama berpikir untuk menyelesaikan masalah yang
lebih
penting dari sekedar urusan seperti itu.

 

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. 

 

 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On
Behalf Of Hasbiyanto 
Sent: Tuesday, June 05, 2007 10:17 AM
To: Seri Utami; [email protected] 
Subject: [syiar-islam] SALAM DAN SHOLAWAT NABI SAW

 

Assalaamualaikum Wr Wb,

Bapak-2 dan Ibu-2 yang dirohmati Alloh SWT,

Saya mohon pencerahan tentang salam dan sholawat Nabi. Saya sering
ditanya oleh teman-2 akan tetapi saya tidak bisa menjawab secara
detail.
Pertanyaannya adalah kenapa kita ini dianjurkan atau harus sering
mengucapkan salam dan sholawat untuk Rosul dan Nabi kita Muhammad SAW,
terutama sekali ketika kita mau berdoa, padahal Beliau adalah manusia
yang paling sempurna dan sudah pasti dijamin masuk surga. Dan juga
ketika disebut Nama nabi kta Muhammad, kita harus menjawab dengan SAW,
apa yang dimaksud dengan SAW ini? Dan Kemudian lagi apakah hal
tersebut tidak menjadikan kita ini terlalu meng-kultuskan Beliau? Saya
juga mohon pencerahan cara menyampaikan salam dan Sholawat secara
benar
dan tidak meragukan.

Untuk itu saya mohon pencerahan secara detail disertai dengan dalil
Al-Qur'an dan Haditsnya. Kalau ada, saya mohon contoh pencerahan yang
bisa dicerna dengan logika. Jawaban dari Bapak-2 dan Ibu-2 nantinya
akan saya sampaikan kepada teman-2 yang menanyakan hal tersebut. Saya
kadang-2 bisa paham, tetapi sulit untuk menerangkannya. 

Demikian pertanyaan saya, mohon maaf apabila kurang berkenan da atas
pencerahannya diucapkan terima kasih.

Wassalam Wr Wb,
Hasbiyanto
Bontang - Kaltim

>>> "Seri Utami" <[EMAIL PROTECTED] <mailto:utami%40metrindo.co.id>
co.id>
5/30/2007 2:22 PM >>>
Jalan Cahaya
Ada Band

Laksana air di gurun pasir
Sejukkan jiwa yang kehausan
Di sepanjang keruh rapuhnya dunia
ku selalu merindukan belaiMu
ku ingin Kau slalu bertahta dalam kalbuku

Kau hadir di setiap hela nafasku
Hangat alirkan butiran daarahku
Betapa suci dan agung cintaMu
Tak sanggup nalarku memikirkanMu
Ku ingin Kau selalu bertahta dalam bathinku

Bimbinglah aku dalam pelukanMu
Jangan lepaskan lagi
Izinkanlah malaikat menjagaku dari kelamnya nafsu dunia
bawalah aku ke jalan cahaya terang kerajaanMu
Jadikan mimpiku jelas sempurna menyatu dalam istana surga

Kemana kapalmu kan berlabuh
di sana juga kau bermuara
Kemanapun hidupmu kau arahkan
Disanalah dermaga akhirmu
Yakinlah Dia bersemayam dalam hatimu

----------------------------------------------------------

[Non-text portions of this message have been removed]

 

Kirim email ke