Awas! Ada Brigade Pemburu Koruptor! News June 7th, 2007 Bersama tokoh-tokoh Islam, amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abubakar Ba'asyir membentuk Brigade Pemburu Koruptor (BKP). Apa kerjanya nanti?
Hidayatullah.com-Anda masih suka korupsi? Awas! Jika sewaktu-waktu ada 'pasukan' menjemput Anda. Baru-baru ini, amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abubakar Ba'asyir bikin kejutan baru. Bersama beberapa tokoh Islam, pengasuh pesantrean Al Mukmin Ngruki, Solo, itu menjadi salah satu inisiator pembentukan Brigade Pemburu Koruptor (BPK). Tujuannya adalah menangkap para tokoh politik yang dianggap sebagai koruptor. Selain Ba'asyir, para tokoh yang menjadi inisiator berdirinya BPK antara lain Ketua Forum Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq, Ketua Forum Umat Islam (FUI), Mashadi, Ahmad Sumargono (KISDI), budayawan Betawi Ridwan Saidi, H Mursalim, Aru Syeif, Amran Nasution, Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta, Fadli Zon, serta mantan Ketua Dewan Pengurus YLBHI Munarman SH. Acara pembentukan itu dilaksanakan pada hari Selasa (6/6) kemarin di Jakarta. "Kalau keadaan begini didiamkan terus, negara ini akan menjadi sebuah organisasi kejahatan. Adalah tugas kami sebagai warga negara berkewajiban menyelamatkan negara. Tugas penyelamatan negara mau tidak mau harus dilakukan," kata Ridwan Saidi dalam jumpa pers kemarin. Munarman didaulat sebagai komandan BPK yang membawahi 30 pasukan BPK yang nantinya akan tersebar di beberapa wilayah Indonesia. "Ini gerakan rakyat. Nanti kalau sudah ada yang kita tangkap, akan kita antar ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," kata Munarman. "Pola BPK tidak tetap. Jadi, bisa saja tiba-tiba menangkap kemudian membawa ke KPK dan ke Kejaksaan Agung. Ini (penangkapan) sangat bergantung situasi di lapangan. Sedangkan Abubakar Ba'asyir mengatakan, hukuman bagi para koruptor terlalu rendah sehingga korupsi tetap merajalela di Indonesia. "Coba hukumannya potong tangan, pasti tidak ada lagi yang korupsi. Saya pernah dipenjara. Di dalam penjara, bagi sebagian tahanan enak sekali, ada yang pakai AC. Ini yang membuat makin banyak koruptor," tegas Ba'asyir. Ketua FPI Habib Rizieq menyatakan, sebagai bentuk dukungan kepada BPK, ormas pimpinannya akan membantu setiap kegiatan yang dilakukan BPK dalam menangkap para tokoh yang dianggap koruptor. "Saya akan membantu gerakan ini. Jadi, tidak hanya mendukung. Orang yang maling ayam, yang saya tahu tidak pernah mendapat SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan). Tapi, kenapa para koruptor dengan mudahnya mendapatkan SP3," ujar Habib Rizieq lantang. [jbp/sy/www.hidayatullah.com] Sumber : http://hidayatullah.com [Non-text portions of this message have been removed]

