KAGUMKU PADA ALLAH DAN RASULNYA
   
   
  "Assalamu'allaikum" salamku pada guruku yg masih sibuk di meja kerjanya pada 
jam istirahat
   
  "Wa'allaikum salam wr.wb." lihatnya bingung ke arahku, sambil tersenyum dan 
meneruskan kembali kerjanya
   
  "pak..aku boleh duduk ya..?" tanyaku lagi dan beliau hanya memanggutkan 
kepalanya sambil terus menulis
   
  "pak..aku mau cerita neh..?"kataku linglung melihat keseriusannya
   
  "gak usah cerita lah..mahal kasih2 tahu kamu, tar enggak dijalanin lagi?" 
katanya sambil senyum2 padaku
   
  "aku mau cerita banyak neh..?aku juga kangen pingin denger omongan bapak, tar 
aku mau ikut bis jemputan ya..?" kataku lagi
   
  "hehe..enggak usah, mahal naik bis harus bayar, itu bis eksekutif mana mampu 
kamu bayar?" katanya mulai bercanda 
   
  "hehehe..kasian dech bapak..dah bayar mahal, bisnya datang siang lagi? untung 
aja..aku dah sampe duluan." kataku balas menggodanya
   
  "mana..??beda cuma 1 menit sama bis jemputanmu koq..?tadi 3 bis jemputan 
bejejer dan salah satunya bis kamu..?" elaknya sambil membetulkan tempat 
duduknya
   
  "tapi..aku enggak ikut jemputan dong..aku jarang ikut jemputan kalau mau 
berangkat kerja, soale bis masih suka kesiangan..?hehehe" candaku lagi
   
  "koq bisnya kesiangan sich pak..?udah lewat tol, bayar mahal masih kesiangan 
lagi..?" kataku lagi
   
  "ya..macet dijalan padahal tadi bis berangkatnya dah jam 6.40 dari kantor 
pusat?"
   
  "hehehe..berarti besok2..berangkatnya habis sholat subuh tuch pak..biar 
enggak kena macet?" kataku menggodanya dan beliau hanya senyum2 aja tahu aku 
gangguin
   
  "eemm...pak..ternyata..orang selalu berfikiran bahwa Rasulullah itu hanya 
sebagai pribadi yg lembut aja..?dan pada saat ada yg berani mengatakan suatu 
kebenaran dengan lantang, mereka mengatakan itu bentuk kesombongan, arogan 
dsbnya.."kataku mulai berkaca2
   
  "hee..label seperti itu sudah saya dapatkan semenjak dulu..sombong, sok suci, 
sok tahu, arogan, dsbnya. but enggak masalah buat saya..?" katanya enteng
   
  "saya seorang ayah, dan mempunyai anak..saya tahu sekali kapan saya harus 
lembut, bercanda, dan kasar sama anak saya. tapi pada saat saya harus berlaku 
kasar padanya, maka saya akan kasar, bahkan kalau perlu saya akan tempeleng 
anak saya. dan saya harus punya kekuatan untuk melakukan itu semua. lha..kalau 
seandainya saya sendiri tidak punya kekuatan untuk itu, bisa2..diketewain sama 
anak saya dong, mau nempeleng tapi enggak berani..?" katanya sambil 
menggerak2an ke dua tangannya dan terlihat serius
   
  "ada yg berdalih dan memintaku untuk membaca shalawat dan berzikir, terus 
terang aku kesel banget pak..?" ceritaku lagi
   
  "yaa...emang dia baru tahunya segitu, zikir yg geleng2kan kepala aja, terus 
mulut komat kamit, padahal..ingat ya..?!sekarang pun kita sedang zikir pada-Nya 
dan mengingat-Nya hingga kita sedang membicarakan-Nya" katanya serius
   
  "pak..aku baru tahu, Rasulullah itu lembut sekali tapi ternyata Allah lebih 
lembut dari Rasulullah, dan Rasulullah juga keras sekali tapi..ternyata Allah 
lebih keras dari Rasulullah dan ternyata..pada diri Rasul terdapat pancaran 
sifat2 Allah yg diteladani beliau dalam tingkah lakunya.." kataku yg mulai 
menangis dan beliau hanya mengangguk2an kepalanya
   
  "yaa...ternyata memang seperti itu?tapi..kenapa kamu bisa menjelaskan seperti 
itu..?" tanyanya padaku
   
  "Allah masih saja kasih rejeki sama orang yg sudah mengatakan bahwa Dia punya 
anak, dan menyekutukanNya, Allah masih saja memberikan semua kenikmatan kepada 
orang yg telah mendurhakai-Nya sekalipun dan begitupun Rasulullah begitu 
sabarnya terhadap musuh2nya, tapi Rasul tidak sesabar Allah. karena Rasul akan 
marah sekali pada saat ada orang yg mulai menghinaNya dan menyekutukanNya yg 
kemudian memeranginya. tapi Allah tidak seperti itu, Allah ternyata lebih sabar 
dari Rasul karena Dia tetap memberikan segalanya kepada mahlukNya yg sudah 
mendurhakaiNya sekalipun. 
   
  tapi..ternyata Allah sayang sekali kepada hambaNya yg sudah mau membelaNya, 
yg tunduk dan patuh kepadaNya. dan Allah jadi marah sekali apabila, hambaNya yg 
tunduk padaNya itu didzolimi oleh hambaNya yg durhaka, dan itu terlihat sekali 
pada sejarah para nabi, hingga Allah memusnahkan kaum sodom, dan umat nabi nuh, 
karena sayangNya Allah pada kekasiNya yg sudah lelah itu.”
   
  "jadi..ternyata keras sekali ya..?bila Allah sudah marah dan kebanyakan orang 
tidak sadar itu." tanggapannya padaku
   
  “iya..ternyata Allah tidak marah pada saat orang mendurhakaiNya dan tidak mau 
menyembah padaNYa, karena itu tidak mengurangi kemulianNya, tapi…Allah tidak 
tinggal diam apabila hambaNya yg sholeh didzolimi oleh hambaNya yg ingkar. 
Rasulpun tidak marah pada saat pribadinya dihina oleh siapapun..tapi..Rasul 
tidak akan tinggal diam, pada saat ada orang yg menghina Allah dan islam..”
   
  “hmm…lalu apa yg membuatmu kagum dan ngefans pada Rasul..?: tanyanya padaku.
   
  “karena aku sayang sama Rasul.. karena Rasul hebat..karena Rasul 
baik..ternyata ada manusia mulia spt itu..”kataku sambil memperhatikan ekspresi 
guruku yg manggut2 sambil tersenyum2
   
  “hanya itu..? karena kehebatan dan kebaikannya yg membuatmu kagum sama 
Rasul..?lalu apa bedanya kekagumanmu pada Rasul dengan ngefansmu pada saya..?” 
tanyanya memancingku
   
  “astagfirulloh al’adziem..iya..ya..lho koq jadi enggak ada bedanya 
ya..?wah..padahal aku lebih cinta sama Rasul dari pada Bapak, karena bapak 
enggak ada apa2nya lho dibandingkan Rasul..?” kataku polos yg keluar begitu aja 
sambil tersenyum bingung..
   
  “nah itulah…harusnya kamu mencintai dan kagum pada Rasul itu karena Allah yg 
perintahkan dan bukan karena Rasul hebat, Rasul baik, Rasul ganteng, dsbnya 
itu, sedangkan hal-hal yg akhirnya membuatmu kagum itu adalah diluar perintah 
Allah dan sifat manusia yg selalu mengagumi hal2 yg baik..” jelasnya sambil 
mengangguk2kan kepalanya..
   
  “oh iya..iya..betul..bapak betul..?! sekarang aku bisa membedakan rasa 
kagumku yg diperintahkan oleh Allah untuk Rasulnya dengan kagumku pada bapak yg 
hebat juga..hehehe “
   
  “thanks ya..pak..iya..bapak enggak boleh nyamain kekagumanku pada 
Rasul..”hehe godaku pada guruku..
   
  “he.he.he.iyalah..yg boleh kamu tiru dan kamu contoh adalah hanya Rasul dan 
bukan saya..gimana..?” tegurnya padaku..
   
  “ok bos..!!memang enggak tuch..hanya saja..niruin Rasul jadi lebih mudah 
kalau lihat bapak aja..?” hehe kataku polos
   
  “hehehe..kamu masih sering main ya..?” tanyanya padaku
   
  “enggak koq..aku dah enggak kemana2 lagi, percaya dech sama aku..?aku 
sekarang sibuk pak..enggak sempat main kaya dulu lagi..?hehe  “ biasa aku 
selalu mencandainya
   
  “iya..kamu enggak kemana2 lagi, tapi..kamu masih main internet kan..?tubuhmu 
emang enggak kemana2..tapi..tetap aja itu mata sama otak main kemana aja 
kan..?!” tegurnya sambil tersenyum2 tahu kalau aku belum bisa dilarang untuk 
menghentikan kebiasaan yg satu itu.
   
  “hehehe..tapi bapak enggak pingin aku jadi kuper kan..?mosok gitu aja enggak 
boleh..?aku janji bisa jaga diri dech..gimana..?” senyumku dan beliau hanya 
geleng2kan kepala dan tertawa padaku 
   
  “yup..aku balik dulu ya..thanks sekali lagi ya..pak..?” komentarku sambil 
berdiri dan mengucapkan salam dan beliau membalas salamku sambil tersenyum
   
  “hati-hati kamu..?!” terdengar sisa suaranya yg kubalas dengan teriakan
   
   
   
  salam
  hana
   
   
   
   
   
   
  
       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke