MENANGKAP TERORIS KEMUNGKINAN UNTUK MEREDAM PENERAPAN SYARIAT ISLAM Oleh : Nasrul Umam Syafii / Syir'ah
Jakarta- Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto mengatakan maraknya penangkapan terhadap aktifis-aktiVis Islam dengan tuduhan terlibat tindakan terorisme mungkin saja dimaknai sebagai langkah untuk meredam penerapan syariat Islam di Indonesia. "Iya itu mungkin saja seperti itu," katanya kepada Syirah. Lebih lanjut Ismail menjelaskan selama ini proses tuduhan dan penangkapan terhadap seseorang yang dianggap sebagai jaringan dan melakukan tindakan terorisme hanya dengan bukti yang dikeluarkan Densus (Datasemen Khusus)88. Akibatnya, masyarakat tidak mengetahui secara objektif, bagaimana proses tuduhan itu disematkan pada diri seseorang. "Sementara kita sendiri di dalam situasi seperti ini, menjadi tidak cukup mengerti sebenarnya apa yang terjadi. Karena informasi hanya kita dapatkan dari polisi," ujarnya. Ismail menyarankan agar ada pihak ketiga yang dipercaya untuk memberikan informasi, sebagai second opinion, pendapat kedua, selain dari pihak aparat kepolisian. "Kalau ada pihak ketiga kan bisa memberi versi yang lain dari pihak kepolisian," tegasnya. Ismail juga menganggap aksi penangkapan ini terkesan menambah panjang cerita keterlanjuran Indonesia masuk dalam perang melawan terorisme, war of terrorism, setelah tidak adanya Dr. Azahari Husin. Misalnya dengan sudah menerima bantuan finansial dari negara Autralia dan Amerika Serikat yang harus dipergunakan untuk membasmi jaringan terorisme di Indonesia. "Maka harus ada kerja, hasil gitu," lanjutnya. Padahal, menurut Ismail, hampir semua aktifis gerakan Islam mempunyai semangat untuk menerapkan syariat Islam. Karena tujuan penerapan syariat Islam bukan bersifat eksklusif, tertutup, melainkan tujuan bersama umat Islam. "Tapi saya pikir penegakan syariat Islam adalah sesuatu yang biasa. Bukan yang istimewa," pungkasnya. Karena itu syariat Islam tidak perlu ditakuti. [] Sumber : http://www.syirah.com/syirah_ol/online_detail.php?id_kategori_isi=1764 (12 Juni 2007) [Non-text portions of this message have been removed]

