Salam,
Ada saudara kita butuh masukan,
mungkin ada diantara kita yang bisa memberikan saran ?
mungkin lebih enak kalau di japri langsung.
Salam,
================
Dari: suhadi suhadi <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Minggu, 24 Juni, 2007 6:26:29
Topik: [IslamNet-ID] : Kebimbangan Hatiku
Assalamu'alaikum wr.wb.
Membaca tentang bahaya kartu kredit dalam forum ini beberapa saat yang
lalu, saya sendiri termasuk yang sedang dalam masalah tersebut. Saat ini saya
sedang dalam keadaan darurat yang sangat butuh pertolongan. Saya terjerat
hutang bank yang sangat besar akibat penggunaan banyak kartu kredit yang saat
ini tidak mampu saya membayarnya bahkan untuk jumlah minimum pembayaran. Saya
sadar semua itu karena kekhilafan dan kedangkalan ilmu saya.
Pada awalnya bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit dan sejenisnya,
bagi saya adalah hal yang biasa tanpa dosa dan cela, bahkan mungkin
membanggakan. Akan tetapi kini semua pemahaman saya benar - benar telah
berubah. Selain dihantui rasa takut akan dikejar - kejar oleh pihak penagih
dari bank, yang membuat hati dan pikiran saya sangat gundah sekarang adalah
ketakutan kepada azab Alloh.
Suatu hari saya membaca dalam sebuah kajian bahwa apa yang saya jalani
atau lakukan selama ini dengan kartu kredit adalah hal yang dilarang Alloh
karena didalamnya benar - benar terdapat unsur riba jahiliyah. Astaghfirulloh.
Disisi lain ketakutan saya lebih menjadi - jadi saat saya membaca hukum - hukum
Alloh berkaitan dengan hutang - piutang yang kita lakukan didunia serta
pertanggung jawabannya dihadapan Alloh manakala hutang itu belum bisa kita
lunasi di dunia setelah kita mati.
Perlu saudara - saudaraku sekalian ketahui, saya seorang Ayah yang sudah
berputra satu, sementara istri saya saat ini sedang mengandung anak yang kedua
bagi kami Insyaalloh. Saat ini saya masih bekerja di sebuah perusahaan swasta,
akan tetapi penghasilan saya insyaalloh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan
primer kami setiap bulannya.
Kami saat ini tinggal disebuah rumah yang statusnya masih kredit kepada
bank ( lagi - lagi hal ini menambah kegelisahaan saya, karena saya telah
bertransaksi dengan menggunakan riba demi keinginan untuk punya rumah ),
sungguh saat ini saya benar - benar dihantui oleh ketakutan - ketakutan dari
segala penjuru, terutama ketakutan kepada Alloh.
Saudaraku, mungkin dengan menuliskan apa yang saya alami ini, saya
berharap akan mendapatkan masukan ataupun solusi, atau apapun dari Saudaraku
semua yang bisa mencerahkan hati dan pikiran saya dari segala ketakutan -
ketakutan tadi.
Saat ini yang sedang kami lakukan adalah ingin segera menjual rumah yang
kami tinggali saat ini, dengan harapan dari hasil penjualan rumah itu akan kami
gunakan untuk menutup segala hutang - hutang kami, segaligus mengakhiri segala
bentuk transaksi jual beli jahiliyah yang telah saya lakukan, akan tetapi sudah
beberapa bulan berjalan, terasa tidak mudah untuk sekedar menjual rumah yang
kami miliki tersebut.
Bahkan suatu hari kami pernah menawarkan rumah tersebut kepada seseorang
yang ternyata seorang nonmuslim. Yang dia sampaikan bukan keinginan untuk
membeli rumah tersebut, akan tetapi dia bersedia meminjami dana untuk menutupi
segala hutang kami, akan tetapi dengan menggunakan " Dana Gereja ", akan tetapi
kami sampai saat ini tidak menerimanya.
Dari situ pun kami jadi bertanya, apakah ada kiranya umat Islam ataupun
Lembaga Islam juga mempunya kepedulian seperti "Orang Gereja" tadi yang saya
ceritakan diatas.
Demikian tulisan ini saya buat dalam suasana kebingungan hati yang teramat
dalam, Seraya berharap ada saudara muslimku yang sudi memberikan masukan
ataupun solusi terhadap masalah yang sedang saya hadapi saat ini, akan tetapi
yang lebih penting adalah bahwa apa yang saya sampaikan dari awal hingga akhir
kiranya dapat menjadi bahan pelajaran dan hikmah bagi kita semua,
Wassalam
Dari : Seorang Muslim yang dalam kebimbangan dan ketakutan.
________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]