Sebelumnya saya mohon maaf jika pada tulisan saya ditemukan banyak
kekurangan. Dan saya juga sangat membutuhkan bantuan dari teman-taman utuk
mengirimkan artikel yang berhubungan dengan pendidikan anak. Sepuluh tahun
yang lalu saya pernah baca di beberapa majalah Sahid (Suara Hidayatullah)
tentang pendidikan anak sedini mungkin Namun artikel-artikel itu tidak saya
koleksi (maklumlah waktu itu saya masih lajang dan masih disibukkan dengan
aktivitas organisasi. Artikel yang saya butuhkan seperti ; tentang belajar
menghargai orang lain, berani berkata & berbuat Jujur, berani megungkapkan
permintaan maaf dan lain-lain yang berhubungan dengan pendidikan anak dari
buaian/ usia balita.  Disini saya ada lampirkan contoh kasus yang pernah
saya baca, semoga bermanfaat. Dan atas bantuan teman-teman saya ucapkan
tarima kasih.

Contoh kasus.

Seorang siswa SD kelas 3 selalu membawa pulang peralatan -peralatan baru
dari sekolahnya seperti pensil, penggaris, penghapus, rautan pensil dan
lain-lain. Teman-teman disekolahnya sering merasa kehilangan. Atas kejadian
ini para guru mulai menyelidiki siapa gerangan siswa/siswi yang sedang
mengidap penyakit kliptomania. Akhirnya diketahui ternyata pelakunya seorang
siswa yang secara finansial orang tuanya adalah orang yang berkecukupan.
Setelah ditelusuri ternyata ada nilai - nilai pendidikan dasar yang
terlupakan oleh orang tuanya. Perlunya menanamkan pendidikan tentang hak
milik, hak pakai dan pinjam meminjam pada seorang anak balita. 

Solusi

Katakan ada beberapa orang anak balita yang sedang bermain, baik itu adik
dan kakak ataupun dengan anak tetangga, sering kita jumpai seorang anak
rebutan mainan. Sering orang tua atau pengasuh tidak begitu care atas
masalah ini sehingga membiarkan si anak menyelesaikan masalahnya  dengan
cara mereka sendiri.  Padahal orang tua/pengasuh harus segera mengambil
tindakan untuk memberi penjelasan. Kalau itu punya kakak dan kalau si adik
masih tetap menginginkan mainan tersebut, ada baiknya kita bujuk agar yang
punya mainan berbaik hati meminjamkan mainannya dan bagi si peminjam harus
ditanamkan bahwa mainan yang bukan miliknya harus dikembalikan. 

Manfaat yang dapat kita petik dari kasus ini :

1.      Anak jauh dari penyakit kliptomania (senang membawa barang-barang
yang bukan miliknya).
2.      Anak bisa mendapatkan pendidikan keikhlasan (ikhlas membantu orang
yang sedang membutuhkan).
3.      Anak bisa mengerti bahwa sesuatu barang yang dipinjam harus
dikembalikan.
4.      Anak bisa mendapatkan pendidikan tentang tolong menolong.
5.      Anak bisa mendapatkan pendidkan sabar (sabar dalam memberi dan sabar
untuk menerima).

Semoga bermanfaat.

Thanks.

 




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke