Dari Yang Terzalimi       

Serangan yang dilancarkan secara terus menerus melawan dunia Barat dan 
kepentingan-kepentingannya semakin meluas dan meningkat frekuensinya. Kasus 
berkaitan dengan aksi-aksi tersebut harusnya diteliti secara seksama, apa yang 
menstimulus aksi-aksi tersebut. Aksi-aksi tersebut wajar kalau meningkat karena 
aksi tersebut merupakan respon terhadap perang yang dilancarkan oleh AS dan 
sekutu-sekutunya, dan tentunya aksi tersebut akan terus berlanjut. Pertanyaan 
yang mesti ditanyakan adalah apa-apa yang menjadi motivasi seseorang sehingga 
melakukan aksi seperti 11 september 2001 (WTC) dan lain-lain, yang menyebabkan 
kerusakan dan kematian banyak orang ? apa yang dapat memotivasi seseorang untuk 
melakukan mutilasi terhadap tubuh-tubuh tentara AS dan meletakkanya di jalan 
sebagaimana mereka telah melakukan di Fallujah? Apa yang memotivasi seseorang 
untuk mengikatkan diri mereka  dengan bom dan meledakkannya di tengah-tengah 
musuh yang mana mereka sendiri dapat mengetahui bahwa
 dengan aksi mereka itu dapat mengorbankan hidup mereka? 
 
Ketika seseorang melakukan kejahatan yang mengerikan seperti mutilasi, menahan 
orang, membunuh, perbuatan perkosaaan atau menyiksa anak kecil yang dirawatnya 
sendiri, muncul pertanyaan, apa sebab dibalik perbuatan itu ? Apa yang 
menghantarkan orang melakukan perbuatan tersebut pertama kali ? Analisis 
dilakukan berdasar latar belakang dari orang ini, masa kecilnya dan 
didikan/asuhan yang diterimanya, untuk menguraikan kemungkinan alasan untuk 
menjelaskan  sebab perbuatan kejahatan yang buruk itu ? 
 
Seorang psikolog akan memulai analisisnya dari mentalitas seseorang yang 
membawa semua kemungkinan faktor yang perlu untuk dipertimbangkan dalam rangka 
mencoba dan memahami alasan dari orang ini dan diakhir analisis mereka akan 
ditemukan dalam beberapa eksperimen pasti bahwa kekejaman/ kebiadaban yang 
terjadi pada masa kanak-kanak mereka mengakibatkan mereka melakukan cara/ sikap 
ini pula dikemudian hari kelak dalam kehidupannya. 
Semua proses di atas merupakan investigasi analisis yang dilakukan untuk 
mencoba dan memahami kenapa seseorang melakukan sebuah kejahatan sehingga dari 
sini dapat diambil cara untuk mencegahnya, akan tetapi ketika ada orang 
melakukan perbuatan terorisme tidak ada satu risetpun dilakukan, terlebih orang 
yang melakukan perbuatan tersebut dipercayai dengan propaganda bahwa semua 
Muslim adalah ekstrimis dan memiliki sifat alamiah membunuh orang lain. 
Propaganda ini akan berpengaruh mengalihkan umat dari kebenaran sebab perbuatan 
tersebut dan kebenaran alasan kenapa mereka melakukannya. 
 
Mari kita teliti mentalitas rata-rata Muslim yang ada di negara seperti Iraq, 
Afghanistan atau Palestina, semua orang Muslim yang hidup disana menghadapi 
tekanan dan pertumpahan darah selama bertahun-tahun. Hidup di negeri tersebut, 
seseorang akan berhadapan dengan kematian dan kehancuran setiap hari, dengan 
realita ancaman atas kehidupannya sendiri sewaktu-waktu. Bom-bom terus menerus 
meledak di negerimu tanpa pandang bulu, merusak rumah-rumahmu dan menghancurkan 
mesjid-mesjid di lokasimu menjadi puing-puing sehingga jumlahnya menjadi 
sedikit, membunuh keluargamu dan teman-temanmu, memperkosa wanita-wanita 
kaummu, semua kejadian itu terjadi dengan menggunakan kekerasan secara paksa 
dan kamu sendiri yang menyaksikan semua itu. Di Palestina umat muslim disana 
dihinakan setiap hari dengan menjalani cek keamanan sewaktu-waktu yang membuat 
perasaan seperti aneh hidup di negeri sendiri, tugas yang sederhana menjadi 
tugas yang komplek dan beban yang berat. Di Iraq umat muslim
 menghadapi ancaman yang serupa, mereka menjalani pemeriksaan keamanan 
sewaktu-waktu oleh kekuatan penjajah. Orang-orang tersebut memiliki kehidupan 
yang hancur karena akibat dari kekuatan agresi, mereka hidup dalam kegelisahan, 
hidup dalam ketakutan dengan ancaman serangan yang mungkin terjadi secara 
tiba-tiba. Umat muslim yang hidup disana melihat komunitasnya dimusnahkan, 
kaumnya dipenjara dan disiksa, mereka kehilangan semua yang mereka miliki dan 
barang-barang harta benda yang mereka punyai akibat bom dan perampasan. 
Kehormatan mereka dihinakan, keimanan/keyakinan mereka diolok-olok dan 
intelegensi mereka juga dicela/dihina. Coba tanyakan pada dirimu sendiri, 
mentalitas apa yang dimungkinkan ada pada orang-orang yang mengalami peristiwa 
seperti itu? 
 
Setelah mengetahui semua pengalaman hidup yang mereka (umat muslim) alami pihak 
musuh sama sekali tidak menyesal terhadap apa yang telah mereka lakukan dan 
tidak peduli terhadap semuanya itu, pihak musuh hanya peduli pada diri mereka 
sendiri dan kepentingan-kepentingannya. Musuh berniat untuk mencuri harta umat 
dengan mengklaim bahwa mereka datang untuk menolong umat muslim dengan tangan 
yang terbasuh oleh darah yang disembunyikan dipunggung mereka. Umat muslim 
hanya bisa melihat bahwa mereka memiliki satu musuh yaitu orang-orang salib 
yang bersekutu dengan AS, umat muslim melawan mereka dengan kemarahan dan 
kebencian yang amat besar terhadap mereka karena merekalah yang menjadi sebab 
atas semua masalahnya. Orang-orang muslim tersebut secara realita tidak 
memiliki senjata untuk berperang kecuali dengan apa yang mereka miliki yaitu 
digerakkan oleh iman mereka (keyakinan dalam Islam) seperti seseorang yang 
mengorbankan hidupnya untuk menciptakan bahaya atas musuh adalah
 sesuatu yang bisa dia lakukan, dalam beberapa kasus hanya itulah sesuatu yang 
bisa dia perbuat. Sama halnya dengan seseorang yang melakukan aksi 11 September 
dan bom di Madrid karena tidak ada sesuatupun perbandingan penderitaan apapun 
yang melebihi dari apa yang telah dia dan teman-temannya alami. Mentalitasnya 
telah membawanya pada kebencian yang sangat terhadap musuh (AS) dan 
perbuatannya merupakan respon/tanggapan terhadap apa yang telah mereka alami. 
Dalam faktanya, seluruh generasi dari umat akan terlahir dengan membawa 
mentalitas ini dan akan menghantarkan pada kemusnahan rezim Barat dimasa yang 
akan datang dan itu merupakan cita-cita mereka dalam dien. Apakah mengherankan 
jika nanti mendengar bahwa umat muslim melakukan aksi teror melawan rezim Barat 
sebagai salah satu aksi yang berarti mempertahankan diri mereka? Apakah heran 
mengetahui bahwa umat muslim membawa kebencian terhadap rezim Barat? Dan 
menyimpan kebencian pula terhadap orang-orang yang mendukung dan
 mengizinkan pemerintahannya meneruskan tekanan/kedhaliman ini? Apakah 
mengherankan jika umat muslim menginginkan rezim Barat pergi dari tanah-tanah 
mereka dan mengambil hak “kebebasan” dan kemerdekaan mereka? 
 
Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang terekspos aksi-aksi seperti itu, coba 
tebak tipe mentalitas apa yang akan dimiliki atas anak yang dibesarkan dengan 
lingkungan demikian? Dapat dipastikan anak ini akan mengetahui bahwa AS adalah 
negara yang harus bertanggung jawab atas pembunuhan keluarganya, pengrusakan 
komunitasnya, pemerkosaan saudara-saudaranya, pencurian atas kekayaannya dan 
sebab atas semua bahaya dan penderitaan yang telah dialaminya. Seorang anak 
yang tumbuh dalam lingkungan ini akan memiliki gambaran yang jelas siapa orang 
yang patut disalahkan atas situasi ini dan siapa realita musuhnya. Anak ini 
akan tumbuh menjadi seorang mujahid, orang yang tidak menginginkan apapun 
melainkan pembalasan dendam atas musuh untuk apa yang telah mereka lakukan, 
misi dalam hidupnya adalah menciptakan kerusakan yang maksimal kepada musuhnya 
atas penderitaan dan kesedihan yang mendalam yang terpaksa dia tahan selama 
ini. Dia akan melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk
 mengalahkan kedholiman rezim tersebut dan membebaskan orang-orang dari 
pembunuhan yang kejam serta membebaskan orang-orang dari politik hegemoni yang 
diterapkan di negeri mereka. 

Mentalitas ini bagaimanapun tidak hanya terbatas pada orang-orang yang tinggal 
dan hidup di negara tersebut, lebih dari itu mentalitas tersebut teraplikasi 
atas seluruh umat muslim yang ada di dunia karena kita diikat secara 
bersama-sama oleh iman. Karena itulah kita disatukan dalam satu persaudaraan. 
Rasulullah Muhammad SAW. Mengatakan ; umat muslim adalah satu bangsa, tanah 
kita adalah satu dan perang kita adalah satu. Dalam riwayat lain Beliau 
bersabda : Bahwa umat muslim adalah satu tubuh, ketika satu bagian tubuh 
menderita maka bagian tubuh yang lain akan merasakan sakit. Karenanya rasa 
lapar, rasa takut, rasa sakit dan derita yang dirasakan oleh umat muslim di 
negara-negara tersebut secara langsung juga dirasakan oleh kita dalam hati 
kita, tangisan mereka dan jeritan mereka didengar oleh kita karena itulah kita 
harus meresponnya, airmata mereka adalah air mata dari ibu dan bapak kita, 
penderitaan mereka adalah penderitaan dari keluarga kita, pembunuhan dan
 tertumpahnya darah mereka adalah pembunuhan dan tertumpahnya darah dari 
komunitas kita, penghinaan terhadap mereka adalah penghinaan buat kami juga, 
perang mereka adalah perang kami pula dan respon mereka adalah respon kami. 
 
Dunia menyaksikan gambaran dari tahanan-tahanan muslim di Iraq, gambaran yang 
dimunculkan ke dunia bahwa tahanan-tahanan muslim di Iraq penuh dengan 
kebiadaban dan siksaan yang kejam, tidaklah itu dilakukan kecuali oleh 
orang-orang yang berusaha menimpakan kesalahan pada orang lain. Kenyataannya 
kebohongan semacam ini memang diciptakan di Iraq dan ini suatu hal yang amat 
menggelikan, ini adalah bukti tanpa keraguan bahwa kekuatan AS dan Inggris 
telah terlibat didalamnya selama beberapa tahun yang lalu dimana pemerintah 
setempat telah mengetahui akan hal itu dan mereka dengan sengaja tampak tidak 
tahu menahu supaya praktek ini tampak sebagai suatu yang wajar terjadi. Mereka 
berusaha untuk tutup mulut agar kebenaran yang sesungguhnya tidak terketahui 
oleh dunia. Pemerintah Barat tidak peduli akan kehidupan dan kehormatan umat 
muslim, mereka tidak peduli tentang penderitaan dan kehinaan yang kita alami, 
mereka hanya memperdulikan posisi mereka dan mengambil manfaat dari
 posisinya itu. Mentalitas apa yang dapat kamu prediksi pada orang yang 
mengalami penderitaan dibawah kedzoliman para tentara AS dan sekutunya? 
Mentalitas apa yang akan dibawa oleh seseorang yang menyaksikan siksaan demi 
siksaan atau mendengar aksi-aksi seperti itu selain melakukan perlawanan 
terhadap mereka.    
 
Siksaan yang kita terima di Iraq bukan suatu berita yang baru bagi umat muslim, 
kita telah mengalami perlakuan seperti ini dari rezim-rezim terdahulu 
sebelumnya beberapa kali akan tetapi satu hal yang nyata dalam benak kami 
berkaitan dengan airmata buayamu dan permintaan maafmu, kami berjanji bahwa 
kami tidak akan pernah melupakan perbuatan kebiadaban ini dalam menindas umat 
kami dan kami tidak akan pernah mampu menghapus tangisan dari umat kami dari 
ingatan kami. Kami berjanji bahwa kami tidak akan pernah beristirahat hingga 
setiap tetesan darah yang keluar dari umat muslim dapat terbalaskan dan setiap 
airmata yang tertumpahkan atas apa yang mereka lakukan dapat tergantikan. Kami 
berada diantara umat yang didalamnya terdapat orang-orang yang akan mencurahkan 
kehidupan mereka agar dapat menjamin bahwa ini akan menjadi sebuah realita, 
orang yang menginginkan kematian di jalan Allah dimana kamu justru menginginkan 
kehidupan, orang yang tidak takut kepada siapapun melainkan
 hanya kepada Allah SWT yang maha kuasa. Tentara Allah di muka bumi ini akan 
mencari kamu dimanapun kamu berada dan mereka akan membawamu kepada kematian 
dan kerusakan dimana kamu telah melakukannya kepada kami. 

Ya Allah! Ampunilah kami jika kami lalai dalam melaksanakan kewajiban kami 
terhadap-Mu, Ampunilah kami jika kami membiarkan umat kami terlarut dalam 
kemalasan atau mengejar kepuasan terhadap diri sendiri. Ya Allah! Ampunilah 
kami jika kami tidak merespon tangisan dari saudara-saudara kami, ampunilah 
kami karena membiarkan umat turun tingkatan keimanannya. 
 
Ya Allah! Hadirkanlah dari umat ini orang yang berdiri tegap untuk 
mempertahankan kehormatan umat muslim, hadirkanlah orang yang berjuang 
mengembalikan kemuliaan umat kami, hadirkanlah orang yang akan selalu 
meninggikan kalimat-Mu. 

Ya Allah! Kuatkanlah umat muslim, kembalikanlah kehormatan dan martabat umat 
muslim. 

Ya Allah! Hancurkanlah musuh-musuh Islam dan kaum muslimin, hancurkanlah 
orang-orang kafir dan kekuasaan mereka yang menguasai kami, jatuhkanlah dan 
hinakanlah orang-orang kafir sebagaimana mereka telah melakukannya pada kami. 
 
Ya Allah! Jadikanlah kami berada diantara orang-orang yang berperang dan 
berjuang untuk mencapai rahmat-Mu di akherat kelak.
 
sumber : 
http://www.arrahmah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=907&Itemid=95

 
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke