alhamdulillah..
lebaran tahun ini Insya ALLAH lebaran yg ke 7 sejak saya mulai berhenti 
merokok..

ceritanya begini..
saya adalah perokok ulung..!
kalo lagi hemat bisa menghabiskan 3 bungkus utk 2 hari,
kalo lagi boros bisa 2 bungkus sehari,
rokoknya 234 kretek..
orang bilang rokok paling berat sedunia..!

tahun 99 akhir sampai pertengahan th 2000 saya dapat tugas ke lapangan utk 
pekerjaan konstruksi migas di Kalimantan Timur,
pulang lagi ke Jakarta menjelang bulan puasa..
saat bulan puasa tentu aja siang hari gak merokok,
tapi pada saat malam harinya merokok pun rasanya sudah gak nikmat lagi..
sebatangpun gak habis dalam sehari..
rasanya pahit di lidah dan anyep di rongga mulut saya..

saat lebaran tiba berkumpurlah ipar2 di rumah mertua,
semuanya perokok dgn aneka macam jenis dan merek..
saya cobain satu per-satu,
dan ternyata tidak ada yg nikmat lagi..!
ya sudah.. saya putuskan utk gak merokok lagi sejak hari itu..
dan alhamdulillah bertahan hingga hari ini..

resepnya..?
tidak ada kiat2 khusus,
jadi saya sangat bersyukur kepada ALLAH yg Maha Penyayang yg tiba2 aja membuat 
saya tidak suka merokok lagi..

wassalam,

adji

------------

o--- Dialog dgn ALLAH - agar dihentikan Merokok ---o 
Posted by: "Nashir Ahmad M." [EMAIL PROTECTED]   mk_mtwf02 
Thu Jul 12, 2007 12:30 am (PST) 
From: Wahyu <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Dialog dengan Allah....Bagaimana saya dihentikan dari merokok
Kepada : [Dzikrullah]

Dialog dengan Allah .... Bagaimana saya dihentikan dari merokok

Tempo hari saya pernah menyampaikan, bagaimana untuk tetap mengingat Allah 
selama merokok. Dzikir saya kurang lebih : 
Maha Suci Allah yang menciptakan tembakau dan dihisap terasa nikmat. Kalau 
perbuatan ini Engkau ridloi tunjukkanlah dan bila engkau tidak ridloi 
tunjukkanlah pula. 

Tidak sedikit kawan-kawan dimilis yang memprotes, 'dzikir rokok' saya. Jujur, 
menurut saya pribadi merokok adalah perbuatan maksiat, karena parah ahli muslim 
dan kafir sepakat, rokok berbahaya bagi kesehatan, namun karena koridor 
syariatnya kurang kuat, maka saya masih langgar. Argumen saya sederhana, dalil 
syariat tidak dapat menghentikan para perokok, bahkan rokok dilakukan oleh 
banyak kiyai2 dan ulama2 tertentu. Maka saya hanya mengingatkan untuk tidak 
berhenti berdzikir selama merokok, dan tidak dipenuhi rasa takabur dan merasa 
benar. 

Ceritanya kurang lebih bulan April, ketika saya habis sarapan saya merokok 
secara diam-diam (istri saya anti rokok). Saya sendiri adalah perokok sosial, 3 
batang seminggu. Kalau ngga ketemu teman perokok bisa ngga merokok, kalau 
nongkrong bareng perokok bisa satu bungkus sehari. 

Pada hisapan pertama mata saya mulai berkunang-kunang, saya anggap bukan apa2, 
pada hisapan kedua, tambah parah, pada hisapan ketiga semua gelap dan .... 
gubrak, tidak sadar saya ambruk ke lantai. Saya bangun dengan sempoyongan dan 
pusing luar biasa. Saya tanyakan teman dokter saya, gejala apa itu. "Vertigo", 
katanya. Wah apa pula itu, saya baru pertama kali mengalaminya. Saya pikir 
kejadian itu kebetulan. Beberapa hari kemudian saya mencoba lagi. Dan, 
Alhamdulillah, saya ambruk lagi. Dan hari ini saya tidak berusaha mencoba yang 
ketiga. 

Dari situ saya belajar, bagaimana saya berdialog yang saya sampaikan dengan 
doa, dan dijawab dengan mekanisme biologis saya yang tentu saja mengikuti 
perintah Allah, bukan perintah saya. Sekarang jangankan menghisap rokok, 
melihat bungkusnya saja sudah sangat mual. Saya bersyukur saya dihentikan 
dengan vertigo bukan dengan yang lebih parah seperti kanker paru-paru, atau 
sakit jantung dsb. Maha Suci Allah dan Maha Pengampun ampunilah kesalahan 
hambamu ini. Terima kasih masih untuk peringatannya. 

"Jangan merasa mapan dengan kemaksiatan, mintalah terus kepada Allah agar 
dikeluarkan dari kemaksiatan, jangan malah mencari pembenaran untuk kemaksiatan 
yang dilakukan"

"Bertobatlah terus kepada Allah selama kita masih sulit untuk keluar dari jalan 
maksiat, nalar, nasihat, manusia dan diri kita memang tidak bisa 
menghentikannya, hanya Allahlah yang bisa mengeluarkan kita dari kemaksiatan 
dengan cara yang paling halus hingga yang paling menyakitkan"

"Dzikirnya pelaku maksiat adalah tobat, siapa bermaksiat maka saat itu ia kufur 
terhadap Allah (bukan seluruh hidupnya), syahadat merupakan bentuk pertobatan 
dan kembali kembali kepada Sang Khalik. Dan hamba yang fakir akan melakukannya 
terus minimal 100 kali sehari sebagaimana Sang Nabi contohkan."

"Hanya orang kafir yang berputus asa kepada Rahmat dan Ampunan Allah"

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke