Yg PALING PENTING kita semua sebagai MUSLIM HARUS Menjalankan SHOLAT.... Trus kita koreksi diri apakah SHOLAT kita sudah baik apa Belum, baik dlm arti TEPAT WAKTU , TUMAKNINAH dll.... Nah itu saja YG PALING PENTING.... SOAL Keutamaan sholat & puasa di bulan ini & itu, saya kira TIDAK PERLU kita Pusingkan, sebab jika kita telah menjalankan kewajiban SHOLAT dng BAIK & kita rajin melaksanakan ibadah puasa sunnah spt puasa Senin & Kamis atau Puasa Nabi Daud... TIDAK perlu pusing-pusing, kita PASTI akan mendapat keutamaan di bulan Rajab & bulan -bulan lain JIKA memang Hadist itu SAHIH.... Salam JIHAD AL-Pacitan
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Tukino Sent: Monday, July 16, 2007 1:55 PM To: Suhardiono Dino; Syiar Islam Subject: RE: [syiar-islam] Hadits-Hadits Palsu Tentang Keutamaan Shalat Dan Puasa Di Bulan Rajab ASS WR. WB. BAPAK2 / IBU2 YTH. DIANTARA DUA TULISAN DIBAWAH INI (YG PERTAMA DARI SDRI. SERI UTAMI & YG KEDUA DARI SDR. SUHARDIONO DINO) MANA SEBENARNYA YANG BISA DIPERTANGGUNG JAWABKAN KEBENARANNYA AGAR TIDAK MENJADI KABUR & MEMBINGUNGKAN SESAMA MUSLIM / MUSLIMAH. TERIMA KASIH WASSALAM WR WB 2KINO Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, & g'morning Just Reminding... buat para cewek cewek... Udah pada bayar hutang puasa bulan Ramadhan tahun lalu belum ? Kalo masih ada yang belum bayar, ayo cepetan dibayar... Karena hari ini tgl 16 Juli 2007, sudah masuk tgl 1 bulan Rajab. Setelah bulan Rajab kita memasuki bulan Sya'ban, kemudian bulan Ramadhan. Berikut adalah kemuliaan-kemuliaan bulan Rajab : Telah bersabda Rasulullah SAW : Barang siapa yg menghidupkan malam pertama di bulan rajab (u/sholat, membaca qur'an , dzikir dll), dia tidak akan mati hatinya di waktu hati-hati pada mati dari amalan baik. Dan akan dicurahkan kebaikan-kebaikan oleh Allah dari atas kepalanya dengan deras, dan dia akan keluar dari semua dosa-dosanya seperti waktu dia dilahirkan. Dan dia bisa memberi syafaat u/tujuh puluh ribu orang dari golongan yang berdosa yang sudah ditentukan masuk neraka. Dari Anas Bin Malik, Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa sholat sesudah sholat maghrib di malam hari pada awal bulan Rajab, Dua puluh Rakaat, membaca surah Al Fatihah dan Al Ikhlas, setiap rakaatnya (berarti sholat 2 rakaat 10x dan salam 10x). Bagi yang mengerjakannnya akan dilindungi oleh Allah SWT. Juga keluarga, anak-anak & saudara-saudarnya dari malapetaka di dunia dan dari sisaan di hari akhir akhirat. Seharusnya sholat ini dlakukan semalam habis maghrib tgl 15 juli. Tapi bagi yang belum mengerjakannya, bisa mengerjakannya malam ini bada maghrib. Allah Maha Mengetahui kondisi hamba-Nya. Dan mohon maaf seharusnya email ini saya kirim sebelum memasuki bulan Rajab, tapi karena kesibukan yg tidak ada habisnya jadi baru sempat pagi ini saya ketik email u/berbagi tentang kemuliaan bulan Rajab ini. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa : Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya'ban Adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku". Ya, Syaban adalah bulan Bonus u/hamba-hamba_Nya yg mau beribadah mendekat kepada-Nya, ikhlas semata-mata karena Allah Taala. Keutamaan puasa di bulan Rajab yaitu : 1.. Berpuasa di hari pertama, menghapus dosa 3 tahun. 2.. Berpuasa di hari kedua, menghapus dosa 2 tahun. 3.. Berpuasa di hari ketiga, menghapus dosa 1 tahun 4.. Berpuasa setiap satu hari lainnya, menghapus dosa 1 bulan. 5.. Barang siapa berpuasa 1 hari di bulan Rajab, akan diberi minum oleh Allah SWT dari sungai bernama "Rajab" yang ada di dalam surga. 6.. Di hari kiamat, setiap orang akan merasa lapar. Kecuali apara Nabi & keluarganya, serta orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab - Syaban & Ramadhan. Meraka dalam keadaan kenyang, tidak lapar, dan tidak haus. 7.. Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab satu hari dengan iman dan semata-mata u/Allah (tidak ada pamrih karena sesuatu). Telah ditentukan untuknya Surga Allah yang besar. 8.. Barang siapa berpuasa dua hari, tidak ada yang bisa menghitung dari makhluk bumi dan langit apa yang akan didapatkan dari pahala di sisi Allah. 9.. Barang siapa berpuasa tiga hari akan diselamatkan dari semua bencana di dunia & siksaan di Akhirat, serta diselamatkan dari penyakit gila, lepra, belang & dari fitnah Dajjal. 10.. Barang siapa berpuasa tujuh hari, tertutup baginya tujuh pintu api neraka. 11.. Barang siapa berpuasa delapan hari, terbuka baginya delapan pintu syurga. 12.. Barang siapa berpuasa sepuluh hari, semua permintaannya akan dikabulkan Allah SWT. 13.. Barang siapa berpuasa lima belas hari, Allah mengampuni dosa-dosanya yang lalu dan diganti semua dosa-dosanya dengan pahala. 14.. Dan barang siapa berpuasa lebih dari itu akan ditambah pula pahalanya. Rasulullah SAW bersabda : Bahwa di surga ada sungai yang bernama Rajab. Ia lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, Allah akan memberinya minum dari sungai itu. (HR. Bukhari & Muslim) Ada juga sebagian kalangan yang menyebutkan bahwa semua amalan2 yang biasa dilakukan di bln Rajab adalah BID'AH. Bid'ah yaitu sebuah perbuatan/amalan yang belum ada di zaman Nabi, atau dg kata lain suatu amal perbuatan yang diada-adakan. Tapi menurut saya, semua amalan yang kita lakukan di bulan Rajab adalah wujud ketaatan & ketakwaan kita kpd Allah. Sebuah aplikasi keikhlasan kita untuk mengharap ridha, pahala, & keselamatan kita di dunia & akhirat. Ya... itulah mengapa Islam itu sulit maju & berkembang, krn sebagian kalangan bisa dg gampangnya mereka men-cap Bid'ah. Mereka masih sibuk berdebat dg sesuatu hal yang tidak prinsipil. Misal : Masalah qunut, jumlah rakaat shalat taraweh, tahlil, membaca yasin, ziarah kubur, dll Yah, sekarang bagaimana kita menyikapinya. Untuk yang bilang itu Bid'ah, yah silahkan tidak usah dikerjakan & tidak perlu debat kusir. Tapi bila kita berpegang pd sunnah Nabi & mengharap ridho, pahala & keberkahan Allah, monggo.... silahkan kita mengerjakannya. Dan semoga diberikan kemudahan oleh Allah u/bisa menjalankannya... Amien. Semoga bermanfaat. Jazakumullahu khairan katsiran. Wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, = sERi = ________________________________ From: syiar-islam@ <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com> yahoogroups.com [mailto: syiar-islam@ <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com> yahoogroups.com] On Behalf Of Suhardiono Dino Sent: Monday, July 16, 2007 11:53 To: Syiar Islam Subject: [syiar-islam] Hadits-Hadits Palsu Tentang Keutamaan Shalat Dan Puasa Di Bulan Rajab Leaves Hadits-Hadits Palsu Tentang Keutamaan Shalat Dan Puasa Di Bulan Rajab Kategori Ar-Rasaa-il Senin, 8 Agustus 2005 07:07:19 WIB HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Bagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2 Apabila kita memperhatikan hari-hari, pekan-pekan, bulan-bulan, sepanjang tahun serta malam dan siangnya, niscaya kita akan mendapatkan bahwa Allah Yang Maha Bijaksana mengistimewakan sebagian dari sebagian lainnya dengan keistimewaan dan keutamaan tertentu. Ada bulan yang dipandang lebih utama dari bulan lainnya, misalnya bulan Ramadhan dengan kewajiban puasa pada siangnya dan sunnah menambah ibadah pada malamnya. Di antara bulan-bulan itu ada pula yang dipilih sebagai bulan haram atau bulan yang dihormati, dan diharamkan berperang pada bulan-bulan itu. Allah juga mengkhususkan hari Jum'at dalam sepekan untuk berkumpul shalat Jum'at dan mendengarkan khutbah yang berisi peringatan dan nasehat. Ibnul Qayyim menerangkan dalam kitabnya, Zaadul Ma'aad,[1] bahwa Jum'at mempunyai lebih dari tiga puluh keutamaan, kendatipun demikian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang mengkhususkan ibadah pada malam Jum'at atau puasa pada hari Jum'at, sebagaimana sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam. "Artinya : Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kalian mengkhususkan malam Jum'at untuk beribadah dari malam-malam yang lain dan jangan pula kalian mengkhususkan puasa pada hari Jum'at dari hari-hari yang lainnya, kecuali bila bertepatan (hari Jum'at itu) dengan puasa yang biasa kalian berpuasa padanya." [HR. Muslim (no. 1144 (148)) dan Ibnu Hibban (no. 3603), lihat Silsilatul Ahaadits ash-Shahihah (no. 980)] Allah Yang Mahabijaksana telah mengutamakan sebagian waktu malam dan siang dengan menjanjikan terkabulnya do'a dan terpenuhinya permintaan. Demikian Allah mengutamakan tiga generasi pertama sesudah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dan mereka dianggap sebagai generasi terbaik apabila dibandingkan dengan generasi berikutnya sampai hari Kiamat. Ada beberapa tempat dan masjid yang diutamakan oleh Allah dibandingkan tempat dan masjid lainnya. Semua hal tersebut kita ketahui berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan contoh yang benar. Adapun tentang bulan Rajab, keutamaannya dalam masalah shalat dan puasa padanya dibanding dengan bulan-bulan yang lainnya, semua haditsnya sangat lemah dan palsu. Oleh karena itu tidak boleh seorang Muslim mengutamakan dan melakukan ibadah yang khusus pada bulan Rajab. Di bawah ini akan saya berikan contoh hadits-hadits palsu tentang keutamaan shalat dan puasa di bulan Rajab. HADITS PERTAMA "Artinya : Rajab bulan Allah, Sya'ban bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku" Keterangan: HADITS INI " MAUDHU' Kata Syaikh ash-Shaghani (wafat th. 650 H): "Hadits ini maudhu'." [Lihat Maudhu'atush Shaghani (I/61, no. 129)] Hadits tersebut mempunyai matan yang panjang, lanjutan hadits itu ada lafazh: "Artinya : Janganlah kalian lalai dari (beribadah) pada malam Jum'at pertama di bulan Rajab, karena malam itu Malaikat menamakannya Raghaaib..." Keterangan: HADITS INI MAUDHU' Kata Ibnul Qayyim (wafat th. 751 H): "Hadits ini diriwayatkan oleh 'Abdur Rahman bin Mandah dari Ibnu Jahdham, telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Muhammad bin Sa'id al-Bashry, telah menceritakan kepada kami Khalaf bin 'Abdullah as-Shan'any, dari Humaid Ath-Thawil dari Anas, secara marfu'. [Al-Manaarul Muniif fish Shahih wadh Dha'if (no. 168-169)] Kata Ibnul Jauzi (wafat th. 597 H): "Hadits ini palsu dan yang tertuduh memalsukannya adalah Ibnu Jahdham, mereka menuduh sebagai pendusta. Aku telah mendengar Syaikhku Abdul Wahhab al-Hafizh berkata: "Rawi-rawi hadits tersebut adalah rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal), aku sudah periksa semua kitab, tetapi aku tidak dapati biografi hidup mereka." [Al-Maudhu'at (II/125), oleh Ibnul Jauzy] Imam adz-Dzahaby berkata: " 'Ali bin 'Abdullah bin Jahdham az-Zahudi, Abul Hasan Syaikhush Shuufiyyah pengarang kitab Bahjatul Asraar dituduh memalsukan hadits." Kata para ulama lainnya: "Dia dituduh membuat hadits palsu tentang shalat ar-Raghaa'ib." [Periksa: Mizaanul I'tidal (III/142-143, no. 5879)] HADITS KEDUA "Artinya : Keutamaan bulan Rajab atas bulan-bulan lainnya seperti keutamaan al-Qur'an atas semua perkataan, keutamaan bulan Sya'ban seperti keutamaanku atas para Nabi, dan keutamaan bulan Ramadhan seperti keutamaan Allah atas semua hamba." Keterangan: HADITS INI MAUDHU' Kata al Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalany: "Hadits ini palsu." [Lihat al-Mashnu' fii Ma'rifatil Haditsil Maudhu' (no. 206, hal. 128), oleh Syaikh Ali al-Qary al-Makky (wafat th. 1014 H)] HADITS KETIGA: "Artinya : Barangsiapa shalat Maghrib di malam pertama bulan Rajab, kemudian shalat sesudahnya dua puluh raka'at, setiap raka'at membaca al-Fatihah dan al-Ikhlash serta salam sepuluh kali. Kalian tahu ganjarannya? Sesungguhnya Jibril mengajarkan kepadaku demikian." Kami berkata: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui, dan berkata: 'Allah akan pelihara dirinya, hartanya, keluarga dan anaknya serta diselamatkan dari adzab Qubur dan ia akan melewati as-Shirath seperti kilat tanpa dihisab, dan tidak disiksa.'" Keterangan: HADITS MAUDHU' Kata Ibnul Jauzi: "Hadits ini palsu dan kebanyakan rawi-rawinya adalah majhul (tidak dikenal biografinya)." [Lihat al-Maudhu'at Ibnul Jauzy (II/123), al-Fawaa'idul Majmu'ah fil Ahaadits Maudhu'at oleh as-Syaukany (no. 144) dan Tanziihus Syari'ah al-Marfu'ah 'anil Akhbaaris Syanii'ah al-Maudhu'at (II/89), oleh Abul Hasan 'Ali bin Muhammad bin 'Araaq al-Kinani (wafat th. 963 H).] HADITS KEEMPAT "Artinya : Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab dan shalat empat raka'at, di raka'at pertama baca 'ayat Kursiy' seratus kali dan di raka'at kedua baca 'surat al-Ikhlas' seratus kali, maka dia tidak mati hingga melihat tempatnya di Surga atau diperlihatkan kepadanya (sebelum ia mati)" Keterangan: HADITS INI MAUDHU' Kata Ibnul Jauzy: "Hadits ini palsu, dan rawi-rawinya majhul serta seorang perawi yang bernama 'Utsman bin 'Atha' adalah perawi matruk menurut para Ahli Hadits." [Al-Maudhu'at (II/123-124).] Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalany, 'Utsman bin 'Atha' adalah rawi yang lemah. [Lihat Taqriibut Tahdziib (I/663 no. 4518)] HADITS KELIMA "Artinya : Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab (ganjarannya) sama dengan berpuasa satu bulan." Keterangan: HADITS INI SANGAT LEMAH Hadits ini diriwayatkan oleh al-Hafizh dari Abu Dzarr secara marfu'. Dalam sanad hadits ini ada perawi yang bernama al-Furaat bin as-Saa'ib, dia adalah seorang rawi yang matruk. [Lihat al-Fawaa-id al-Majmu'ah (no. 290)] Kata Imam an-Nasa'i: "Furaat bin as-Saa'ib Matrukul hadits." Dan kata Imam al-Bukhari dalam Tarikhul Kabir: "Para Ahli Hadits meninggalkannya, karena dia seorang rawi munkarul hadits, serta dia termasuk rawi yang matruk kata Imam ad-Daraquthni." [Lihat adh-Dhu'afa wa Matrukin oleh Imam an-Nasa'i (no. 512), al-Jarh wat Ta'dil (VII/80), Mizaanul I'tidal (III/341) dan Lisaanul Mizaan (IV/430).] HADITS KEENAM "Artinya : Sesungguhnya di Surga ada sungai yang dinamakan 'Rajab' airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, barangsiapa yang puasa satu hari pada bulan Rajab maka Allah akan memberikan minum kepadanya dari air sungai itu." Keterangan: HADITS INI BATHIL Hadits ini diriwayatkan oleh ad-Dailamy (I/2/281) dan al-Ashbahany di dalam kitab at-Targhib (I-II/224) dari jalan Mansyur bin Yazid al-Asadiy telah menceritakan kepada kami Musa bin 'Imran, ia berkata: "Aku mendengar Anas bin Malik berkata, ..." Imam adz-Dzahaby berkata: "Mansyur bin Yazid al-Asadiy meriwayatkan darinya, Muhammad al-Mughirah tentang keutamaan bulan Rajab. Mansyur bin Yazid adalah rawi yang tidak dikenal dan khabar (hadits) ini adalah bathil." [Lihat Mizaanul I'tidal (IV/ 189)] Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany berkata: "Musa bin 'Imraan adalah majhul dan aku tidak mengenalnya." [Lihat Silsilah Ahaadits adh-Dha'ifah wal Maudhu'ah (no. 1898)] HADITS KETUJUH. "Artinya : Barangsiapa berpuasa tiga hari pada bulan Rajab, dituliskan baginya (ganjaran) puasa satu bulan, barangsiapa berpuasa tujuh hari pada bulan Rajab, maka Allah tutupkan baginya tujuh buah pintu api Neraka, barangsiapa yang berpuasa delapan hari pada bulan Rajab, maka Allah membukakan baginya delapan buah pintu dari pintu-pintu Surga. Dan barang siapa puasa nishfu (setengah bulan) Rajab, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah." Keterangan: HADITS INI PALSU Hadits ini termaktub dalam kitab al-Fawaa'idul Majmu'ah fil Ahaadits al-Maudhu'ah (no. 288). Setelah membawakan hadits ini asy-Syaukani berkata: "Suyuthi membawakan hadits ini dalam kitabnya, al-Laaliy al-Mashnu'ah, ia berkata: 'Hadits ini diriwayatkan dari jalan Amr bin al-Azhar dari Abaan dari Anas secara marfu'.'" Dalam sanad hadits tersebut ada dua perawi yang sangat lemah: [1]. 'Amr bin al-Azhar al-'Ataky. Imam an-Nasa-i berkata: "Dia Matrukul Hadits." Sedangkan kata Imam al-Bukhari: "Dia dituduh sebagai pendusta." Kata Imam Ahmad: "Dia sering memalsukan hadits." [Periksa, adh-Dhu'afa wal Matrukin (no. 478) oleh Imam an-Nasa-i, Mizaanul I'tidal (III/245-246), al-Jarh wat Ta'dil (VI/221) dan Lisaanul Mizaan (IV/353)] [2]. Abaan bin Abi 'Ayyasy, seorang Tabi'in shaghiir. Imam Ahmad dan an-Nasa-i berkata: "Dia Matrukul Hadits (ditinggalkan haditsnya)." Kata Yahya bin Ma'in: "Dia matruk." Dan beliau pernah berkata: "Dia rawi yang lemah." [Periksa: Adh Dhu'afa wal Matrukin (no. 21), Mizaanul I'tidal (I/10), al-Jarh wat Ta'dil (II/295), Taqriibut Tahdzib (I/51, no. 142)] Hadits ini diriwayatkan juga oleh Abu Syaikh dari jalan Ibnu 'Ulwan dari Abaan. Kata Imam as-Suyuthi: "Ibnu 'Ulwan adalah pemalsu hadits." [Lihat al-Fawaaidul Majmu'ah (hal. 102, no. 288). Sebenarnya masih banyak lagi hadits-hadits tentang keutamaan Rajab, shalat Raghaa'ib dan puasa Rajab, akan tetapi karena semuanya sangat lemah dan palsu, penulis mencukupkan tujuh hadits saja. [Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M] _________ Foote Note [1]. Zaadul Ma'aad (I/375) cet. Muassasah ar-Risalah. Sumber : http://almanhaj. <http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1523&bagian=0> or.id/index.php?action=more&article_id=1523&bagian=0 < http://almanhaj. <http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1523&bagian=0> or.id/index.php?action=more&article_id=1523&bagian=0> Salam, Dino ,_._,___ [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

