Kecintaan kita pada masalah agama jika tanpa dilandasi dengan pemahaman yang
benar, kadang menimbulkan debat kusir bahkan fanatisme ( Ashobiyah ). Tanpa
disadari sangat mungkin tujuan jadi menyimpang dari mencari kebenaran menjadi
mencari kemenangan dan berbanga diri jika pendapatnya ternyata dapat
mengalahkan lawan debatnya. Masalah masalah fikih dan furu sering menyebabkan
debat berkepanjangan bagi sebagian orang sehingga melemahkan hati dan
memperluas perpecahan. Dalam beberapa kali tulisan di beberapa milis sepertinya
hal hal demikian pernah terjadi sehingga beberapa kalimat keras yang keluar
dari konteks diskusi muncul.
Hasan Al Banna dalam risalah taklim menyebutkan perbedaan paham dalam masalah
furu hendaklah tidak menjadi factor pemecah belah agama, dan tidak menyebabkan
permusuhan dan kebencian. Setiap mujtahid akan mendapatkan pahala masing
masing. Tidak ada larangan melakukan studi ilmiah yang objectiv dalam persoalan
khilafiyah ( masalah fikih yang masing dipersilisihkan ulama ), dalam suasana
saling mencintai karena Allah dan tolong menolong untuk mencapai kebenaran
yang sebenarnya. Studi tersebut tidak boleh menyeret pada debat yang tercela
dan fanatik buta.
Senada dengan pendapat diatas, Syaikhul islam ibnu Taimiyah berkata : Adapun
perbedaan pendapat dalam masalah hukum ( fikih ) maka kebanyakan dapat
terkendali. Sebab andai setiap dua orang muslim yang berbeda pendapat saling
menjauhi, maka tidak ada penjagaan dan persaudaraan diantara kaum muslimin. (
Al Fatawa : 24/173 ).
Demikianlah pendapat para ulama, dan prinsip ahlus sunnah memang mengajarkan
bahwa betapa pentingnya persatuan umat Dan berpegang teguhlah kamu semuanya
pada tali ( agama ) Allah dan janganlah kamu bercerai berai. ( Qs Ali Imron ,
3 : 103 ).
Kadang terjadi sekelompok orang merasa paling shahih pemahamannya sehingga
melecehkan golongan yang lainya, karena diangap penafsiran selain penafsirannya
tidak tepat. Kadang juga masalah ijtihad seorang ulama menjadi jalan perpecahan
dengan debat yang berkepanjangan, padahal orang yang berijtihad ( dengan
memenuhi syarat untuk ber ijtihad ), dia akan mendapat pahala, baik salah
maupun benar, karena itu mengapa dalam harus bersitegang dan bermusuhan ?
Contoh yang dilakukan oleh para sahabat, digambarkan oleh Syaikhul islam Ibnu
Taimiyah sbb : Sesungguhnya para ulama dari kalangan sahabat, tabiin dan
orang setelah mereka, bila berbeda pendapat dalam suatu urusan, maka mereka
mengikuti perintah ALLAH Kemudian jika kamu bearlainan pendapat tentang
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah ( Al Quran ) dan Rosul ( Sunnahnya
), jika kamu benar benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian
itu lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik makibatnya ( QS An Nisa , 4:59 ).
Mereka melakukan debat dalam bentuk dialog, musyawarah dan saling memberi
nasehat secara tulus dalam berbagai masalah. Terkadang mereka berbeda pendapat
dalam suatu masalah, baik terkait teori maupun praktek, namun mereka tetap
bersatu, saling menjaga dan memelihara persaudaraan islam. ( Al Fatawa :
24/172 ).
Para sahabatpun pernah berbeda pendapat dalam teori maupun praktek, dan mereka
tetap saling menjaga ukhuwah.Dalam strategi perangpun kita lihat para sahabat
pernah berbeda pendapat. Atau lebih jauh kita bisa lihat dialog sahabat yang
berbeda pendapat dalam beberap hal, namun mereka sangat kuat persatuannya.
Demikian juga imam mahzab, sering berbeda pendapat namun ukhuwh selalu
terjaga. Bukankah mereka adalah contoh contoh yang sangat baik ?
Lebih jauh rosulullah mengingatkan kita Tidaklah suatu kaum tersesat setelah
mendapatkan petunjuk, kecuali karena mereka suka berdebat. ( HR At Tirmidzi :
5/353 No 3253 ).
Perdebatan dalam masalah furu dan fanatisme dapat menyebabkan hati kita
menjadi keras, berkobarnya kemarahan, tertutupnya kebenaran dan memperturutkan
hawa nafsu, oleh karena itu lebih baik ditinggalkan untuk menjaga ukhuwah
islamiyah sebab ini lebih utama dan lebih besar. Masak, musuh didepan mata dan
bersatu sementara kita malah sibuk berdebat dan tercerai berai. Marilah kita
kembalikan izzah kita dengan bersatu dan kembali ke Al Quran dan sunnah dengan
pemahaman yang benar dan menyeluruh.
Mohon maaf,semoga bermanfaat.
Daromi
Wass WR Wb
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Syiar Islam.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/