Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh,
 
Wah, rupanya saya agak "gatek", ya.
Tulisan saya itu maksudnya me-reply tulisan yang saya baca di milis
syiar Islam ini, seperti yang tertera di bawah tulisan saya.
Kalau tidak keliru itu tulisan ibu Rita, ya?
Terima kasih bapak Satriyo berkenan mem-forwardkannya ke milis ini.
(kok bisa ya ke tulisan saya "nyasar" ke alamat Bapak dan kok bisa ya
bapak tidak terima tulisan bu Rita?)
 
Roosdiana
 
-----Original Message-----
From: lasykar5 [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, July 26, 2007 9:38 AM
To: Roosdiana
Subject: Re: [syiar-islam] Fwd: Re: HARUS PAKE JILBAB LAH..:)
 
Wa alaikumussalam warahmatullaahi wabarakaatuh,
 
Saya setuju dengan anda dan memang saya prihatin dengan tanggapan mereka
yang vokal di milis WM ini salah satunya tentang Jilbab.
 
Boleh tahu posting dari siapa yang menggunakan kata-kata "para penyeru
busana
tradisional Timur Tengah" ini?
 
Btw, kenapa tidak diposting di milis tulisan anda ini?
 
Terima kasih.
 
satriyo
http://peaceman.multiply.com

 
On 7/26/07, Roosdiana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh,

Maaf, walaupun mungkin sudah ketinggalan, saya baru baca e-mail ini dan 
merasa sedikit terganggu dengan penggunaan istilah "para penyeru busana
tradisional Timur Tengah" bagi pengguna jilbab.
Sudah banyak saudara kita di milis ini yang memposting ayat-ayat yang
menunjukkan perintah "berjilbab". Bagi saya dan juga teman-teman pemakai

jilbab, memakai jilbab adalah karena perintah Allah. Kalau Allah yang
memerintahkan, pertama ya langsung dilaksanakan. Tidak terlalu penting
apakah saya akhirnya dapat memahami alasan perintah itu atau tidak.

Bagi yang berpikir bahwa memakai jilbab bukan perintah dari Allah, ya
silakan saja, hal itu merupakan urusannya dengan Allah. Namun jangan
sampai mempengaruhi saudara-saudara kita yang taat menggunakan jilbab.

Terima kasih dan mohon maaf.

Roosdiana


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:
<mailto:[email protected]>  [EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of rsa
Sent: Tuesday, July 17, 2007 12:17 PM
To: [email protected]
Subject: [syiar-islam] Fwd: Re: HARUS PAKE JILBAB LAH..:) 

---  "ritajkt" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

---  "L.Meilany" <wpamungk@>
wrote:
>
> Numpang nimbrung :
>
> Masalah jilbab selalu gak pernah bosan2nya dibahas. 
(deleted)
> Produktif gak sih mendingan urusan soal perut, kemiskinan, akhlak
yg seharusnya diprioritaskan.
>

Terima kasih atas tanggapan Anda

Masalahnya, menurut saya, bukan soal produktif atau kontra 
produktifnya diskusi soal jilbab ini tapi lebih pada salah atau
benarnya suatu KLAIM yang dipakai sebagai dasar argumen para penyeru
busana tradisional Timur Tengah ini yang menurut saya tidak
proporsional.

Ibu Hana melalui posting yang diforward Pak Satriyo mengklaim bahwa
petunjuk memakai busana tradisional Timur Tengah itu KARENA
perempuan Muslim harus berbusana yang sedemikian rupa
sehingga "BERBEDA DARI PEREMPUAN KAFIR". 

Klaim itulah yang saya permasalahkan. Setahu saya klaim itu KELIRU
karena JUSTRU sebaliknyalah, busana yang di Indonesia disebut
sebagai "Busana Muslimah" itu adalah busana para wanita YAHUDI dan
KRISTIANI dari kasta sosial yang tinggi, dari kawasan Timur Tengah,
yang telah lahir (established) sejak sebelum Islam ada.

Jejak-jejak tersebut masih diabadikan oleh (sebagian besar)
penganutnya yang saleh baik pada kegiatan rohani (dalam upacara 
pemakaman, perkawinan dll) maupun keseharian (oleh para biarawati).
Terakhir saya melihat biarawati itu dalam film DaVinci Code dimana
ada seorang suster Katholik memakai busana yang tertutup sangat
rapat kecuali wajah dan telapak tangannya saja. 

Itu sebabnya saya minta pencerahan agar klaim dalam posting yang
disebarluaskan Pak Satriyo tersebut diberi DASAR HUKUMNYA. Jika dari
Quran, di surah manakah ia berada, dsb. Karena sebagai ummat Islam
yang (berusaha untuk bisa menjadi) baik, saya berusaha meluruskan 
sesuatu yang tidak benar. Jika memang klaim Bu Hana itu secara
ilahiah benar, maka kita bisa meminta FPI (misalnya) agar segera
mengingatkan para biarawati yang telah mem-fait acompli "busana
Muslimah" sebagai "seragam" mereka toh?  (dengan 
ilustrasi "pengembangan" ini saya harap Ibu bisa lihat sekarang,
bahwa klaim ini bisa jadi soal  yang sangat-sangat serius) .

Dan sebaliknya, jika klaim tersebut KELIRU, sebagai umat Islam yang
baik, saya berharap para penyeru klaim yang keliru itu AGAR
MENGKOREKSINYA.

Paham ya Bu, apa yang saya permasalahkan disini?

salam,
rita

--- End forwarded message ---




 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke