Bismillah...
Maka bersabarlah, sesungguhnya hasil akhir itu adalah milik orang-orang
bertakwa. (QS. Hud [11]: 49)
Kita tahu secara yakin, bahwa janji Alloh tidak akan pernah meleset. Yang
menjadi masalah; kita hanya membatasi pandangan kita kepada satu jenis
kemenangan saja, yaitu kemenangan lahiriyah (yang nampak secara kasat mata).
Padahal, tidak selalunya kemenangan seperti ini yang Alloh janjikan kepada para
rosul dan hamba-hamba-Nya yang beriman. Kemenangan itu bisa nampak dalam bentuk
lain, di mana jiwa yang kalah dan lemah, tidak akan bisa melihatnya.
Di antara bentuk kemenangan lain itu adalah:
- Dulu, kabilah-kabilah Quraisy pernah melakukan kesepakatan untuk memboikot
kaum mukminin dan mengurung mereka di Syiib (lembah) Abu Tholib, di antara
mereka terdapat orang-orang Bani Hasyim. Selama tiga tahun mereka tidak pernah
mengadakan transaksi jual beli. Sampaisampai, kaum mukminin tidak mendapatkan
sesuatu yang bisa dimakan, selain seranggaserangga bumi yang mereka tangkap.
Bahkan, hampir saja kaum mukminin binasa kalau bukan karena limpahan rahmat
dari Alloh menghampiri mereka.
- Kemudian kisah Ashabul Ukhdud. Dalam ceritanya, mereka dilempar-kan ke dalam
parit-parit api, dan tidak sudi memberikan tawar
menawar dalam urusan agama yang mereka yakini. Mereka lebih memilih mati di
jalan Alloh, walaupun setelah itu thoghut mengubur mereka di parit-parit api
yang ia buat, lalu ia perintahkan penjaga-penjaga dan pasukannya untuk
melemparkan orang-orang beriman itu ke dalam api. Muncul lah sebuah pemandangan
yang sungguh sangat mengerikan, inilah yang menjadi hukuman bagi yang melemah
atau coba melarikan diri. Akan tetapi, tidak tercatat satu riwayat pun yang
menyebutkan ada satu saja di antara mereka yang mundur ke belakang, takut, atau
melarikan diri. Bahkan, yang kita temukan adalah maju terus dan keberanian,
mereka malah menceburkan diri
ke dalam api. Seolah nyawa mereka telah mereka persiapkan untuk menjadi tebusan
bagi agama mereka. Maka, pada dasarnya merekalah orang-orang yang memperoleh
kemenangan. Bahkan, Alloh menyebut tindakan mereka sebagai kemenangan besar:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, mereka mendapatkan
surgasurga yang di bawahnya mengalir sungai sungai. Itulah kesuksesan yang
besar. (QS. Al-Burûj [85]: 11)
- Dan dari Anas bin Malik a ia berkata, Pamanku, Anas bin Nadhr, tidak ikut
dalam perang Badar. Ia berkata, Wahai Rosululloh, aku tidak ikut dalam perang
pertama kali engkau memerangi orangorang musyrik, seandainya aku nanti
mengikuti perang melawan orang-orang musyrik, tentu Alloh akan melihat apa yang
bakal kulakukan. Maka tatkala pecah perang Uhud dan kaum muslimin kocar-kacir,
ia berkata, Ya Alloh, aku memohonkan uzur kepada-Mu atas yang diperbuat
shahabat-shahabatku, dan aku berlepas diri dari apa yang diperbuat orang-orang
musyrik itu. Setelah itu, ia maju ke depan dan sempat bertemu dengan Saad bin
Muadz, ia berkata, Wahai Saad bin Muadz, surga
demi Robb Nadhr, surga
demi Robb Nadhr, aku mencium baunya di bawah bukit Uhud. Saad mengatakan,
Wahai Rosululloh, aku tidak mampu melakukan seperti yang ia lakukan. Anas
melanjutkan kisahnya, Usai peperangan, kami temukan pada tubuhnya ada 80 luka
lebih, mulai tebasan pedang, tikaman tombak, atau tusukan panah, kami
menemukannya telah terbunuh dan dicincang-cincang tubuhnya oleh kaum musyrikin.
Dalam kondisi seperti itu, tidak ada seorangpun mampu mengenalinya lagi selain
saudarinya, ia mengenali lewat jari telunjuknya. Kemudian Anas mengatakan,
Kami mengira bahwa ayat ini turun mengenai orang-orang seperti dia atau yang
semisal:
Di antara orang-orang beriman ada para lelaki yang berlaku jujur terhadap
janji mereka kepada Alloh; maka di antara mereka ada yang terbunuh, dan ada
yagn menunggu-nunggu, dan mereka sama sekali tidak berubah. (QS. Al-Ahzâb
[33]: 23)
- Makna kemenangan yang hampir serupa dengan ini, dapat kita temukan dalam
hadits Khobbab bin Al-Arts, ketika ia datang kepada Rosululloh dan mengatakan,
Tidakkah tuan memintakan pertolongan untuk kami? Tidakkah tuan memanjatkan doa
untuk kami? Mendengar keluhan ini, Rosululloh SAW bersabda, Ada seorang
lelaki dari umat sebelum kalian yang ditanam di dalam bumi, setelah itu
dibawakan gergaji, lalu ia digergaji sejak dari kepalanya sampai akhirnya
terbelah dua, tetapi itu tidak memalingkan dirinya dari agamanya. Ada juga yang
disisir dengan sisir besi, sampai terlihat tulang-tulang di balik kulitnya,
tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya.
- Di antara bentuk kemenangan tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh selain
orang-orang beriman adalah: walau sebengis dan sekelewat batas apapun siksaan
musuh, ia akan merasakan berbagai tekanan jiwa dan tersiksanya batin sebelum
akan menyiksa lawannya. Bahkan, setelah ia melakukan perbuatannya itu, ia tidak
bisa beristirahat dengan tenang, dan tidak bisa merasakan kebahagiaan. Makanya
dulu, Hajjaj bin Yusuf, begitu usai membunuh Said bin Jubair, ia merasakan
beraneka ragam siksaan batin.
Sampai-sampai ia tidak bisa tidur dengan tenang dan suka terbangun dari tempat
tidurnya sambil ketakutan, lalu mengatakan: Apakah yang kulakukan kepada
Said?. Sebelum akhirnya ia mati membawa kegundahan dan kesedihannya itu.
Di dalam Al-Quran juga disebutkan hakikat ini, sebagaimana tercantum pada surat
Ali Imron, Alloh l berfirman:
dan apabila mereka berlalu, mereka mendongkol hatinya kepada kalian.
Katakanlah (Hai Muhammad), matilah kalian dengan kedongkolan kalian,
sesungguhnya Alloh Mahatahu apa yang tersimpat dalam dada-dada. Jika kalian
ditimpa kebaikan, mereka merasa sedih; dan jika kalian ditimpa keburukan,
mereka merasa senang dengan itu. Tetapi jika kalian bersabar dan bertakwa,
makar mereka tidak akan membahayakan kalian sama sekali. Sesungguhnya Alloh
Mahameliputi apa yang mereka lakukan. (QS. Âli Imrôn [3]: 119)
Alloh l juga berfirman:
Dan Alloh kembalikan orang-orang kafir dengan kemarahan mereka, mereka tidak
memperoleh kebaikan apapun. Dan Alloh telah cukupkan orang-orang beriman dengan
peperangan. Dan Alloh itu Mahakuat lagi Mahaperkasa. (QS. Al- Ahzâb [33]: 25)
- Bentuk kemenangan lain yang tidak bisa dilihat oleh orang-orang yang
dibutakan pandangannya adalah:
Kemenangan karena kita menunggununggu kehidupan yang sempurna, yang Alloh
sediakan bagi wali-wali dan orang-orang pilihan-Nya.
Alloh l berfirman:
Dan janganlah kalian sekali-kali mengira bahwa orang yang terbunuh di jalan
Alloh itu mati, bahkan mereka hidup dan mendapat rizki disisi robbnya. (QS.
Âli Imrôn [3]: 169)
Seorang penyair berkata:
Siapa tidak mati dengan pedang, akan mati dengan cara lain
Bermacam-macam sebab, tapi kematian itu satu
dan yang lainnya berkata :
Jangan kalian sangka,
kemuliaan hanyalah butir kurma yang kau makan
Engkau tak akan mencapai kemuliaan,
sebelum engkau kunyah kesabaran
Wallohu A'lam bishowab
bambang
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware
protection.
[Non-text portions of this message have been removed]