Artikel Islami
27 April 2007 - 10:02
Hakekat yang Hilang Oleh
: Amr khalid/intermedia
" Sesungguhnya aku ini
adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hag) selain aku maka sembahlah aku dan
dirikanlah shalat untuk mengingat Aku" (thaha:14)berdasarkan ayat tersebut maka
dapat di ketahui bahwa tujuan dari ibadah shalat adalah untuk meingat Allah
Swt. Selain itu, Allah juga telah menjadikan zikir sebagai penutup semua jenis
ibadah, dimana jika kita telah selesai mengerjakan suatu ibadah maka tutuplah
ibadah tersebut dengan berzikir kepada Allah Swt.
" Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu ingatlah Allah di waktu
berdiri, diwaktu duduk, dan di waktu berbaring, kemudian apabila kamu telah
merasa aman maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat
itu adalah kewajiban yang di tentukan waktunya atas orang-orang yang beriman"
(An-Nisa:103).
Kita sering mendengar dan membaca ayat-ayat tersebut dan kita mengetahui
sebuah hakekat yang menyatakan bahwa tujuan dari berbagai macam ibadah adalah
untuk mengingat Allah Swt. Akan tetapi, hakekat tersebut merupakan sebuah
hakekat yang telah hilang dari hadapan kita, dimana setan selalu berusaha keras
agar hakekat tersebut akan tetap hilang dari hadapan kita, sehingga kita akan
selalu berada dalam kelaleian dan permainan dunia. Tetapi berkat karunia Allah,
dan segala puji hanya milik-Nya, hakekat itu telah ditampakkan kepada kita maka
mengapa kita tidak mau berzikir ?
" Perumpamaan seorang yang mengingat Allahnya dengan orang yang tidak
mengingat Allahnya adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati" (H.R
Bukhari).
Benar, berzikir kepada Allah Swt menunjukan hidup atau tidaknya hati
seseorang. Oleh karena itu barang siapa yang tidak berzikir kepada Allah maka
hatinya telah mati. Jika kita diberi pilihan untuk memilih pasti kita akan
memilih hati yang hidup dan bahagia, tetapi ada beberapa rahasia yang perlu
kita ketahui, apakah kita saat ini telah berzikir kepada Allah ?
Dengan berpegang teguh pada jawaban tersebut, kita akan menjadi teratur.
Jadikanlah zikir sebagai nasehat yang diletakakan didepan mata kita. Berzikir
kita kepada Allah Swt niscaya akhlak kita akan teratur. Berzikirlah kita kepada
Allah Swt niscaya ibadah kita akan menjadi teratur.
Akhirnya, marilah kita mengelilingi taman zikir, menghirup udara segar
didalamnya dan menikmati bunga-bunga yang ada didalamnya. Saya memohon kepada
Allah agar Dia menjadikan kita sebagai salah seorang yang ketika mendengarkan
perkataan, kita akan mengikuti perkataan yang terbaik.
www.dudung.net
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]