CURHAT SEJENAK TENTANG Prof. Abdullahi An-Naim dan Orang-Orang JIL
   
  Pola pikir yg seragam dikalangan orang2 liberal, mulai dari produsen 
pemasoknya, agen hingga para pengecer maupun pemakainya. Mulai dari cara 
berfikir & akhlak yg semuanya serba terbalik dan bertolak belakang dengan cara 
berfikir dan akhlak seorang muslim. Dan mereka lebih mengarah bahkan persis 
sekali dengan cara berfikir dan berakhlaknya orang2 nasrani dan orientalis.
   
  Hmm..apapun yg menjadi tujuan keinginan mereka, maka mereka akan mencari dan 
membuat pembenaran agar keinginannya tercapai. Entah melalui cara berfikir yg 
seolah2 bisa diterima akal dengan menyodorkan/membuat data yg terkesan ilmiah, 
namun terlihat sekali mengada2 dan di ilmiah2kan.
   
  Spt kasus penulis Prof. Abdullahi Ahmed An-Naim yg menjajakan ide negara 
sekularnya di beberapa negara dengan menyebarkan buku hasil pemikirannya yg 
mengada2 dan di ilmiah2kan, agar bisa diterima oleh orang awam yg bodoh hingga 
para cendekiawan dan intelektual linglung yg sengaja di buat linglung dengan 
pemikian Naim yg linglung pula. Hmm..aku jadi teringat pesan guruku yg 
mengatakan, bahwa tidak semua buku boleh kamu baca, karena akan menjadi sampah 
dan memenuhi otak kamu, hingga mengurangi kapasitas kamu dalam berfikir, karena 
tercemar oleh virus2 para penulis yg tidak bertanggung jawab akan isinya.
   
  Promosi melalu media informasi yg besar2an terhadap sosok Abdullahi An-Naim 
terlalu dibesar2 kan (kebiasaan pihak media yg selalu membesarkan orang2 yg 
seide dengan media) hanya karena Naim menjabat sebagai Professor of Law, Emory 
University, Atlanta, Georgia, USA. Namun gelar ke professorannya dan negara 
tempat Naim bekerja yg sudah dikenal sebagai tolak ukur modernisasi dikalangan 
orang2 yg mengukur modernisasi dari kaca mata yg sama yaitu menilai modernisasi 
dari kaca mata dunia yg penuh tipu daya. Namun caranya berfikir dan data2 yg 
Naim ajukan untuk membenarkan idenya, sungguh jauh panggang dari api, dibanding 
dgn gelar Professor dan kebesaran nama negara dimana dia bekerja, maupun media 
informasi yg terlalu membesar2kan dirinya, dan ternyata ide yg dijajakannya 
berikut alasan2nya serta data2 untuk membenarkan idenya, sangat tidak masuk 
akal para intelektual yg sebenarnya (buat bingung, berantakan dan ngawur) serta 
jauh dari kesan ilmiahnya seorang Professor, bahkan
 yg terlihat kesan yg diilmiah2kan, yg dipaksakan dan hanya sekedar untuk 
membenarkan idenya.
   
  Argumen Naim sangat awam (bila nda layak dikatakan bodoh, karena gelar 
professornya - : ) namun cukup baik bila dijadikan juru kampanye pilkada yg 
ngetrend saat ini.. :)karena lumayan membuat bingung, hingga sudah pasti orang2 
awam akan bingung memperhatikan komentar2nya lewat tulisan yg berusaha 
disamarkan, karena ternyata ada pula cendekiawan dan intelektual muslim yg 
menjadi pengawal di cover depan maupun belakang sampul buku,  bahkan 
cendekiawan tsb ada yg berani mengomentari bahwa tulisan Naim mampu 
MEREKONSTRUKSI SELURUH HASIL IJTIHAD PARA FUQAHA DAN ULAMA SELAMA 3 ABAD 
PERTAMA HIJRIAH” hehehehe apa benar begitu?? Silahkan yg masih merasa waras dan 
yakin akan kemampuan intelektual dirinya untuk membaca bukunya Naim dan 
menilai, apa benar komentar cendekiawan itu..???
   
  Hmmm..aku rasa..cendekiawan dan intelektual muslim itu sebenarnya juga 
bingung dengan tulisan2 Naim yg nda ilmiah dan mengada2 itu, namun..demi 
menghormati gelar Professornya dan  Negara yg mendatangkannya, maka terpaksa 
mengamini bahkan ikut membesar2kan ide nda mendasar itu. Or mungkin.. agar 
tidak dikatakan awam, karena bingung dgn tulisan2 Naim, maka terpaksa 
menyeburkan diri dalam kebingungan pikirannya Naim, agar tetap dikatakan 
intelek untuk menutupi kebingungan akan pemikiran Naim..or..mungkin mempunyai 
ide pemikiran yg sama??? 
   
  Berlanjut dengan kritikan 
   
  Minggu, 5 Agustus 2007
   
  Salam
  
       
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke