Assaalaamu'alaikum wr. wb.

Cuma komentar dan tanya, jangan dimarahi sebagai menyelonjorkan kaki di
hadapan ulama:-)

> DEMONSTRASI, SOLUSI ATAU POLUSI ?
> Oleh
> Syaikh Su'aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar

> Dengan demikian, menurut pelakunya, demonstrasi merupakan ibadah,
> bagian
> dari jihad. Sedangkan kita telah memahami, bahwa hukum asal ibadah
> adalah terlarang, kecuali jika ada dalil yang memerintahkannya.

Lha semua aktivitas muslim kan ibadah, jadi demonstrasi apa memang
tidak bisa dipandang sebagai ibadah.

> Kedua.
> Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam terkena fitnah dan ujian para
> sahabat
> sepeninggal beliau juga demikian, seperti peperangan dengan
> orang-orang
> murtad, tidak ketinggalan pula umat beliau selama berabad-abad juga
> diuji. Akan tetapi mereka semua tidak demonstrasi. Jika demonstrasi
> itu
> baik, tentunya mereka akan mendahului kita untuk melakukannya.

Apa iya ya, dulu tidak ada sebuah peristiwa yang bisa dipandang sebagai
sejenis dengan demonstrasi? Lagi pula demonstrasi itu wasilah, bukan
sesuatu yang ushul.

> Ketiga
> Sebagian orang menisbatkan demonstrasi kepada Umar bin Al-Khaththab
> Radhiyallahu 'anhu, dan ini sama sekali tidak benar, karena
> keshahihan
> riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka penisbatan demonstrasi
> kepada Umar merupakan kedustaan atas nama beliau sang pembeda
> (Al-Faruq)
> Radhiyallahu 'anhu yang masuk Islam terang-terangan dan berhijrah di
> siang bolong.

Wah, padahal peristiwa ini cukup terkenal, dan hampir pasti diungkap di
buku-buku sirah.

> Keempat
> Di dalam demonstrasi ada tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang
> kafir, padahal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
> 
> "Artinya : Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk
> golongan mereka" [HR Abu Dawud dengan sanad yang hasan]
> 
> Hal ini dikarenakan demonstrasi tidak dikenal dalam sejarah kaum
> muslimin kecuali setelah mereka bercampur baur dengan orang-orang
> kafir.

Wah, bernegara dalam arti yang sesistematik sekarang juga nggak ada.
Apa ini juga termasuk menyerupai suatu kaum?

Umar Ra. begitu takut kalau pemerintahannya berubah menjadi kerajaan
dan beliau berubah menjadi raja. Kenapa sekarang tidak ada ulama yang
takut kepada bentuk kerajaan seperti halnya Umar Ra.

> Kelima
> Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan untuk membela
> kebenaran dan tidak akan bisa digunakan untuk mengugurkan kebatilan.
> Terbukti, seluruh dunia demonstrasi untuk menghentikan kebengisan
> Yahudi
> di Palestina, apakah kebiadaban Yahudi berhenti? Atau apakah
> kejahatan
> mereka semakim menjadi-jadi karena melihat permohonan tolong
> orang-orang
> lemah ?!!

Jadi apa alternatifnya? Tapi ya memang aneh kalau mau mengusir Yahudi
hanya pakai demonstrasi saja. Demonstrasi - penggalangan opini - hanya
termasuk sebagian cara saja untuk mengusir Yahudi.

Kalau ukurannya hanya ketakberhasilan saat ini. Semua metode perjuangan
umat Islam sedang tidak berhasil semua, hatta yang diklaim paling sahih
selaras dengan Al Qur'an dan Sunnah. 

Arab Saudi, yang terkenal sebagai gudang ulama anti harakah dan
demonstrasi, dan bermanhaj salaf saja tak berdaya kok melawan Yahudi.
Bahkan, sekedar melarang petro dollar untuk tidak diinvestasikan di
negera-negara kafir - Amerika Utara dan Eropa Barat - saja tidak mampu
kok. Bagaimana syaikh ini malah mau menuntut demonstrasi harus berhasil
mengusir Yahudi dari Palestina. Demonstrasi kan hanya cara mengemukakan
pendapat atau menggalang opini.

> Keenam.
> Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi adalah,
> bahwa
> demonstrasi merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat,
> karena
> ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling di jalanan,
> maka
> mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna
> serta kecapaian yang luar biasa.

Ini mah simplifikasi, yang menurut saya berlebih-lebihan. Demostrasi
kan tidak setiap hari. 

> Ketujuh
> Di dalam demonstrasi tersimpan kemungkaran yang begitu banyak,
> seperti
> keluarnya wanita (ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya
> dilindungi
> di dalam rumah, bukan dijadikan umpan,-pent), demikian juga anak-anak
> kecil, serta adanya ikhtilath, bersentuhannya kulit dengan kulit,
> berdua-duan antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi hiasan
> berupa
> celaan, umpatan keji, omongan yang tidak beradab ? Ini semua
> menunjukkan
> keharaman demonstrasi.

Kalau ini sepakat; jadi yang keluar lelaki saja! Soal ucapan dan
yel-yel pastilah bisa di-manage.

> Kedelapan
> Islam memberikan prinsip, bahwa segala sesuatu yang kerusakannya
> lebih
> banyak dari kebaikannya, maka dihukumi haram.
> 
> Mungkin saja demonstrasi berdampak pada turunnya harga barang-barang
> dagangan, akan tetapi kerusakannya lebih banyak dari kemaslahatannya,
> lebih-lebih jika berkedok agama dan membela tempat-tempat suci.

Untuk ini saya malah bingung, kok demostrasi dihubungkan dengan harga
barang.

> Kesembilan
> Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan Allah dan juga
> merupakan
> protes terhadap takdir, karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
> bersabda.

> "Artinya : Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji
> mereka. Jika mereka ridho, maka mereka akan diridhoi oleh Allah. Jika
> mereka marah, maka Allah juga marah kepada mereka".
> 
> Sebelum perang Badr Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam beristighatsah
> (memohon pertolongan di waktu genting,-pent) kepada Allah.
> 
> "Artinya : (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada
> Tuhanmu,
> lalu diperkenankan-Nya bagimu :Sesungguhnya Aku akan mendatangkan
> bala
> bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang
> berturut-turut"
> [Al-Anfaal : 9]
> 
> Beliau juga merendahkan diri kepadaNya sampai selendang beliau
> terjatuh,
> Beliau memerintahkan para sahabat untuk bersabar menghadapi siksaan
> kaum
> musyrikin. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya
> sama
> sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal keamanan mereka
> digoncang, mereka disiksa dan didzalimi. Maka, demonstrasi
> bertentangan
> dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh Allah ketika
> menghadapi
> kedzaliman para penguasa, dan ketika terjadi tragedi dan musibah.

Terus terang saya juga bingung sekali kok peristiwa di atas bisa
dipakai untuk melarang demonstrasi. Apa berdemonstrasi itu berarti
meninggikan suara di hadapan Allah dan Rasul-Nya?

> Kesepuluh
> Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk
> memberontak terhadap para penguasa, padahal kita dilarang melakukan
> pemberontakan dengan cara tidak membangkang kepada mereka.
> 
> Betapa banyak demonstrasi yang mengantarkan suatu negara dalam
> kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan
> kehormatan
> dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.

Mohon saya dibantu untuk mendapatkan nash-nash, yang menyatakan MUTLAK
TIDAK BOLEH membangkang kepada penguasa.

Wah tapi memang susah ya, demonstrasi dianggap memiliki dampak seperti
di atas tanpa ada pembandingnya sih. Padahal, sikap tidak melawan-pun
bisa memiliki dampak yang sama. 

> Kesebelas.
> Demonstasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan orang-orang yang
> tidak berkompeten bisa berpendapat, sehingga mungkin tuntutan mereka
> dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat, sehingga dalam
> perkara
> yang besar dan berdampak luas orang-orang yang bukan ahlinya ikut
> berbicara.
> 
> Bahkan orang-orang dungu, jahat dan kaum wanita merekalah yang banyak
> mengobarkan demonstrasi, dan mereka yang mengontak dan memprovokasi
> massa (!)

Gimana kalau yang demonstrasi laki-laki dan pinter-pinter? Ini soal
manajemen demonstrasi saja.

> Kedua belas.
> Para pengobar demonstrasi senang terhadap siapa saja yang berdemo
> dengan
> mereka, walaupun dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang ngalap
> berkah
> dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik, sehingga
> akan
> anda dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat Al-Qur'an,
> disampingnya mengangkat salib (Nasrani), yang lain membawa bintang
> Dawud
> (Yahudi), dengan demikian maka demonstrasi merupakan lahan bagi
> setiap
> orang yang menyimpang, kafir dan ahli bid'ah.

Sekali lagi, berarti masalahnya adalah pada manajemen demonstrasi. 

> Ketiga belas
> Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia
> menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, mendzalimi
> jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada seorang pencuri menyatakan :
> Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi, karena hasil
> curian
> dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan berjalannya para
> demonstran
> (!).

Ini juga masalah manajemen demonstrasi. Kalau kesimpulannya langsung
seperti itu, apa bukan extreme prejudice?

> Kempat belas
> Para pendemo hakekatnya, mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan
> dan
> siksaan, berdasarkan firmanNya.

Aneh sekali ini, hidup mati justru ada di tangan Allah! Segala
peristiwa bisa menjadi penyebab kematian.

Wassalaamu'alaikum wr. wb.
B. Samparan






       
____________________________________________________________________________________
Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the 
tools to get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting 

Kirim email ke