--- In [EMAIL PROTECTED], "suhana032003" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > --- "Gene Netto" <genenetto@> wrote: > Pak ..., dengan penuh kehormatan, anda sudah terlanjur kagum > dengan Ulil sampai menganggap dia genius dan menyuruh saya membaca > bukunya. Oleh karena itu, saya anggap Pak Satria tidak bisa membaca > teks artikel tersebut dengan pikiran yang jernih. > > + Dear Gene, saya jadi ketawa sendiri ingat saat kita diskusi di > kantor kapan hari itu. It was surely a heavy discussion, ya? :-) > Kapan main ke kantorku lagi tak tandhangi eneh kowe Le! :-) (You > need a javanese to translate it). Ulil memang a genius. Lepas apakah > kita suka atau tidak padanya, lepas apa pandangan pemikirannya, > lepas dari kontroversinya, dlsbnya. A genius is a genius whether you > like him or not. ==>>aku juga jadi pingin ketawa sendiri membaca tanggapan pengagumnya ulil:) ulil genius diantara orang linglung, ukuran genius diantara orang linglung, tentunya yg paling linglung dan yg paling bisa buat orang bingung. Tapi ulil diantara orang waras dan kelompok lainnya yg melihat kebodohannya tidak lebih satu2nya orang paling bodoh dan nekat. > > Ini seperti halnya orang Jerman ketika Adolf Hitler membicarakan > orang Yahdui. Karena mereka terlanjur terpesona dengan Hitler, > mereka iyakan segala sesuatu yang dia katakan. Seperti Pak Satria > dengan Ulil. > > + Don't be ridiculouslah gene! :-) Saya tidak mengiyakan semua yang > ia katakan. I don't even know what else he said except what he wrote > in the book. ===>>maksudnya mengiyakan yg menguntungkan diri masing2 toch?? > > Mendapat keterangan agama Islam dari Ulil sama seperti mendapat > keterangan dari Hitler tentang orang Yahudi: pasti ngawur dan tidak > bisa dibenarkan oleh orang yang akalnya sehat. > > + Come on, Gene. You haven't even read his book yet. How can you > judge Ulil pasti ngawur? Read before judging it. > ===>>lha iyalah..sebagian besar ulil terlihat ngawurnya dengan membela ahmadiyah tapi nda ikutan teriak pada saat muslim di prancis yg dilarang mengenakan jilbab. teriak untuk halalkan homoseksual dan lesiban, tapi tidak teriak pada saat ada orang yg kehilangan pekerjaan hanya karena menikah dengan muslim. seenak2nya katakan radikal, fundamental, tapi marah saat dikatakan sesat dan menyesatkan. teriak mengatakan semua agama sama, tapi marah pada saat ada yg katakan semua tidak sama. dan itu terlihat sekali keegoisannya, kepicikannya, dan melanggar hak orang lain untuk menilai dan seolah2 hanya dia sendiri yg boleh menilai. (maksa, sok tahu, egois, bodoh) > Coba Pak, baca lagi kutipan dari artikel itu. > > ***dalam kata-kata Khadijah sendiri"aku sangat ingin agar kamu > (Muhammad) menjadi nabi bagi umatmu."*** > > + Nabi Muhammad itu sudah diketahui bakal menjadi seorang nabi > ketika beliau masih berusia remaja. Bahkan Pendeta Bahira > membuktikannya sendiri dengan melihat cap di punggung beliau. > Nothing new, Gene. ===>> komentar anda benar, tapi artikel ulil itu ngawur. dan seolah2 Rasulullah SAW menjadi nabi itu karena keinginan ibunda khadijah dan atas dukungannya lah, maka Rasulullah menjadi nabi. nah..itu ngawurnya. > > ***Adapun Khadijah dan Waraqah memiliki tujuan lain dengan > pernikahan itu.*** > > ***maka di masa-masa itulah Khadijah memiliki andil dalam > menyiapkan proses kenabian Muhammad.*** > > ***Khadijah membimbing Muhammad menelusuri tangga-tangga > spiritualitas hingga mencapai puncak kenabian.*** > > + Apa yang begitu heboh dengan kalimat tersebut? Kalau seandainya > Khadijah dan Waraqah tahu bahwa Muhammad bakal menjadi nabi maka > tentu saja ada tujuan lain selain dapat suami. Apa ayo? Ya dapat > berkahnya dong! Siapa yang nggak pingin dapat suami seorang nabi. > Bahkan ada kisah tentang Abdullah, ayah Nabi Muhammad, yang ingin > dipersunting oleh seorang wanita terhormat karena melihat adanya > tanda-tanda bakal menjadi orang tua dari seorang nabi. Tapi setelah > menikah si wanita tidak ingin menemuinya lagi karena cahaya yang > muncul sebelumnya telah hilang. > ===>>walahhh..memang beda yg membaca dengan mata normal + mata hati dgn mata nafsu kekaguman yg biasanya tertutup tabir. si ulil mau mengatakan bahwa yg membimbing Rasulullah menjadi Nabi adalah ibunda Khotidjah dan ulil mau manfikan peran Allah dan kehendak Allah terhadap Rasulullah. ulil sedang berusaha ingin menghilangkan sifat Rasulullah yg maksum dan sejajarkan dengan manusia biasa yg tidak dibimbing wahyu oleh Allah. > ***maupun ketika Muhammad mulai didatangi "suara- suara" yang mengaku sebagai utusan Tuhan.*** > > ***Khadijah- lah yang menguji kualitas "suara" itu apakah berasal > dari malaikat atau setan.*** > > + Ketika Nabi Muhammad mendengar "suara-suara" tersebut > pertamakalinya beliau belum tahu dan belum yakin bahwa "suara-suara" > tersebut adalah utusan Tuhan. > ====>> walahhhh..itu tulisan ulil terlihat sekali provokasinya ingin benturkan keyakinan yg sudah biasa dikenal oleh umat melalui salafus sholih dengan imajinasinya sendiri. > Dan yang terakhir: > > ***Kenabian dan pewahyuan itu adalah hasil dari eksperimentasi > kolektif setelah melalui proses kreatif yang sangat panjang.*** > > Artinya: menjadi seorang Nabi Allah dan menerima wahyu adalah > *adalah hasil dari eksperimentasi kolektif setelah melalui proses > kreatif!!!!! * > > Apakah begitulah agama Islam kita ini? > > + Nah, kalau yang ini sebaiknya ditanyakan kepada penulisnya. > Ternyata MGR adalah anggota di milis Pembaca Kompas dimana saya juga > ikut. Mau saya tanyakan atau mau ditanyakan sendiri, Gene? ===>>anda yg tanyakan dong..kan anda pengagumnya? hingga orang linglung spt ulilpun dikatakan genius, karena ngefans *_^ tuch kan..aku bilang juga apa..?!ulil mau mengarahkan bahwa Rasulullah adalah manusia hasil eksperimennya bunda khotidjah dan naufal. > > Apakah Pak ... sebagai seorang Muslim yang melakukan sholat bisa > percaya bahwa adanya Nabi Muhammad SAW dan adanya wahyu dari Allah > merupakan *hasil dari eksperimentasi kolektif* yang dilakukan oleh > suatu kaum Kristiani, siapapun mereka itu (termasuk Siti Khadijah > atau tidak)? > > + Nggak. Itu far-fetched conclusion. I cannot believe it. ===>> saranku, mumpung belum jauh terkontaminasi dengan ulil, lebih baik pilih fans yg lain knape?? mosok ngefans sama orang linglung?? mmg ulil lebih genius dari Rasulullah yg memang lebih pantas dijadikan fans ape?? wongg..dibandingkan anda aja, ulil dah kelihatan bodohnya. > > Kalau Pak ... bisa percaya bahwa Nabi Muhammad SAW dan wahyu dari > Allah punya kaitan dengan kaum Kristiani yang "menyiapkan" Muhammad > menjadi Nabi atas kemauan mereka, dan kenayataan bahwa beliau memang > menjadi Nabi Allah adalah *hasil dari eksperimentasi kolektif* yang > mereka kerjakan, maka hati saya sedih sekali, disebabkan saya anggap > Pak ... orang pintar sekali, dan seharusnya orang yang pintar, > bijaksana dan berpegang pada al Qur'an dan Sunnah tidak bisa diajak > menyimpang dengan begitu mudah. Seharusnya berat bagi orang yang > sesat untuk menyesatkan orang Muslim yang lain. > > Alangkah sedihnya kalau orang yang paling pintar di masyarakat kita > tidak bisa melihat bahwa yang sesat itu sudah jelas kesesatannya > sampai perlu dijelaskan, dan setelah itu, penjelasan tetap juga > tidak diterima. > > + Easy, Gene, easy. :-) > > Wallahu a'lam bish-shawab > > Wassalamu'alaikum wr.wb., > > Gene > > --- End forwarded message --- > > > > > > -- > Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang > > > [Non-text portions of this message have been removed] > --- End forwarded message ---

