Berlebih-lebihan
Oleh ; Rahmadsyah
 
“Wahai bani Adam pakailah pakaianmu yang indah setiap kali masuk mesjid (untuk 
beribadah) dan makan minumlah tetapi jangan berlebihan karena Allah tidak 
menyukai orang-orang yang berlebihan.”(QS.Al-A’raf [7]:31).
Dari Anas bin Malik ia berkata,”Datanglah tiga golongan yang mendatangi rumah 
isteri-isteri Rasulullah secara diam-diam dan menanyakan tentang ibadah 
beliau.Setelah mereka diberikan lalu mereka membicarakannya dan berkata di mana 
posisi kita disbanding dengan Rasulullah padahal beliau telah diampuni 
dosa-dosanya yang telah lalu dn yang akan datang.Salah satu di antara mereka 
berkata,”Saya akan selalu shalat malam terus menerus.”Yang lain berkata,”Saya 
akan berpuasa terus menerus sepanjang tahun.”dan yang lain lagi berkata,”Saya 
akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.”
Kemudian Rasulullah mendatangi mereka seraya berkata,”Apakah kalian yang 
mengatakan begini dan begitu?Ketahuilah demi Allah sesungguhnya sayalah orang 
yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa kepadanya tetapi saya 
berpuasa dan berbuka,saya shalat dan tidur serta menikahi wanita.Barangsiapa 
yagn membenci sunnahku maka bukan golonganku.(HR.Mutafaqun’alaihi)
Aisyah bercerita,”Ketika Rasulullah saw.masuk kerumahku,pada saat itu saya 
sedang duduk bersama seorang wanita lalu beliau bertanya,”Siapakah orang 
ini?”ini adalah fulanah yang berkenalan dengan shalatnya,”jawabku.Kemudian 
beliau bersabda,”Kerjakanlah sesuai dengan kemampuanmu.Demi Allah,Allah tidak 
akan bosan sampai kamu merasa bosan.Sesungguhnya amalan yang paling dicintai 
oleh Allah adalah amalan yang terus menerus sekalipun 
sedikit.”(HR.Mutafaqun’alaihi).
Pada keterangan yang lain Rasulullah saw. Juga bersabda,”Janganlah kamu terlalu 
membebani dirimu,karena kamu akan terbebani.Sesungguhnya suatu kaum yang 
membebani dirinya akan dibebani.Sisa-sisa kondisi itu berada ditempat-tempat 
kebaktian dan biara-biara.Itulah kerahiban yang mereka buat-buat yang tidak 
kami wajibkan atas mereka.”(HR.Abu Daud).
Ibbnu Abbas meriwayatkan,”Ada seorang mantan budak wanita yang dimiliki oleh 
Rasulullah,ia rajin melakukan puasa di siang hari dan shalat di malam 
hari.Kemudian hal itu dikabarkan kepada beliau.Kemudian beliau 
berkata,”Sesungguhnya tiap-tiap amalan ada masa rajinnya dan tiap-tipa masa 
rajin itu ada masa kehangatannya.Barangsiapa yang kehangatannya kepada sunnahku 
maka ia mendapat petunjuk dan barang  siapa yang kehangatannya kepada selain 
sunnahku maka ia sungguh tersesat.”(HR.Al-Bazzar).
Inilah konsep islam dalam menjaga ummat nya agar tidak berlebihan,karena salah 
satu kehancuran umat terdahulu karena qhuluw.”Jauhilah olehmu sikap berlebihan 
dalam beragama karena sesungguhnya yang mencelakan umat terdahulu adalah sikap 
berlebihan dalam beragama.”(HR.Ahmad)


      __________________________________________________________________ 
Yahoo! Singapore Answers 
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know at 
http://answers.yahoo.com.sg

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke