Dari website Pusat Konsultasi Syariah (www.syariahonline.com). Dan hari ini
juga ada yang menanyakan masalah serupa di eramuslim. Mungkin dapat dibaca juga
sebagai bahan perbandingan dan referensi. Semoga dapat menjadi ilmu yang
bermanfaat.....
Pertanyaan:
Assalamualaykum,
Setiap menjelang bulan ramadhan, di wilayah kami terdapat kebiasaan saling
meminta maaf satu sama lain dengan alasan untuk menyambut ramadhan dengan hati
yang bersih. Ada yang mengungkapkan dengan dasar hadits berikut:
" Ketika Rasullullah sedang berhotbah pada suatu Sholat Jum'at (dalam bulan
Sya'ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu
mendengar Rasullullah mengatakan Aamin, terkejut dan spontan mereka ikut
mengatakan Aamin.
Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Aamin sampai tiga kali.
Ketika selesai sholat jum'at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah,
kemudian beliau menjelaskan: "ketika aku sedang berhotbah, datanglah Malaikat
Zibril dan berbisik, hai Rasullullah aamin-kan do'a ku ini," jawab Rasullullah.
Do'a Malaikat Zibril itu adalah sbb:
"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan
Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasullahpun mengatakan Aamin sebanyak 3 kali."
Apakah hadits tersebut shohih??
Terimakasih sebelumnya.
Wassalamualaykum
Husain
Jawaban:
Assalamua alaikum wr.wb.
Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.
Saudara Husain, hadis dengan redaksi yang Anda sebutkan di atas, tidak kami
dapatkan dalam kitab-kitab hadis. Kami hanya mendapati sejumlah hadis yang
mirip namun terdapat perbedaan dalam beberapa isinya. Yaitu hadis yang
berbunyi,
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم صعد المنبر فقال آمين
آمين آمين
قيل يا رسول الله إنك صعدت المنبر فقلت آمين آمين آمين فقال إن جبريل عليه السلام
أتاني فقال من أدرك شهر رمضان فلم يغفر له فدخل النار فأبعده الله
قل آمين فقلت آمين ومن أدرك أبويه أو أحدهما فلم يبرهما فمات فدخل النار فأبعده
الله قل آمين فقلت آمين ومن ذكرت عنده فلم يصل عليك فمات فدخل النار فأبعده الله
قل آمين فقلت آمين
رواه ابن خزيمة وابن حبان في صحيحه واللفظ له
Abu Hurayrah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. naik ke atas mimbar seraya
mengucap, “Amin, Amin, Amin.” Lalu ada yang bertanya kepada beliau, “Wahai
Rasulullah, engkau naik mimbar sambil mengucap, ‘Amin, Amin, Amin.’” Beliau
menjawab, “Jibril datang kepadaku dengan berkata, ‘Siapa yang memasuki Ramadhan
tanpa mendapatkan ampunan dan masuk neraka semoga Allah menjauhkannya.
Ucapkanlah, ‘Amin,’ Maka akupun mengucap, Amin.” Siapa yang hidup bersama kedua
orang tuanya atau salah satunya tapi tidak berbakti kepada mereka hingga mati
dan masuk neraka, semoga Allah menjauhkannya, ucapkanlah, ‘Amin.’ Maka, akupun
mengucap Amin. Kemudian orang ketika namamu disebut tidak mengucapkan salawat
padamu dan meninggal hingga masuk neraka, semoga Allah menjauhkannya,
ucapkanlah , ‘Amin.’ Akupun mengucap amin.”
Masih terdapat sejumlah hadis yang serupa dengan hadis di atas. Kesemuanya
sahih.
Adapun anjuran untuk meminta maaf sebelum Ramadhan adalah bisa sebagai wujud
dari bakti kita kepada orang tua. Juga bisa diperkuat oleh hadis lain yang
sahih yang terkait dengan malam nisfu Sya’ban dimana Allah mengampuni dosa
seluruh makhluk kecuali yang bermusuhan. Artinya permusuhan, kebencian, dan
sikap buruk lainnya bisa menjadi penghalang datangnya rahmat Allah.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa tradisi meminta maaf sebelum Ramadhan adalah
sesuatu yang baik. Sebab Ramadhan adalah bulan yang harus disambut dengan
kebersihan hati dan jiwa.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb.
kurnia wisesa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum
Saya mendapatkan email mengenai doa Malaikat Jibril yg isinya kurang lebih
beliau berdoa kepada Allah agar mengabaikan puasa ummat Muhammad bila :
1. tidak meminta maaf kepada kdua orang tuanya
2. tidak bermaafan lebih dulu antara suami istri
3. tidak bermaafan lebih dulu dengan orang disekitarnya
bagaimana derajat hadits tersebut?
terima kasih
---------------------------------------------------
This email was sent using SCTVNews Webmail.
"get your free email" http://www.sctvnews.com/
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]