masyarakat NTT paling fanatik terhadap agama katolik (atau christian Jahudi), lihat saja kerusuhan yg melibatkan agama di Indonesia, sebagian besar selalu diikuti oknum masyarakat NTT, jadi wajar Israel memilih NTT karena bisa menjadi pasukan mereka saat dibutuhkan, Israelkan paling jitu membuat orang lain mau mati demi jahudi. Sebaiknya ummat Islam protes besar saja, atau tendang keluar saja NTT dari indonesia. kita tak butuh mereka
On 9/18/07, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Selain lahan kosong, adakah yang tahu di NTT itu ada kekayaan alam apa? > Kenapa Israel memilih NTT? > > salam, > aris > ---------------------------------------------------------- > Israel Datang DPR Meradang > > Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terhitung bukan daerah eksotis bagi > investor, khususnya untuk bisnis pertanian. Maklum, daerah tersebut > terhitung kering dan lahannya kurang subur. Namun sejumlah pengusaha dari > Israel rupanya punya perhitungan lain. Menurut mereka, NTT adalah primadona > di panggung agrobisnis. Lahan di wilayah timur Nusantara itu dinilai > prospektif untuk dikembangkan menjadi areal kebun jarak pagar (Jatropha). > Inilah tanaman penghasil biofuel yang sedang nge-tren di dunia. > > Nah, primadona molek di wilayah timur Nusantara itulah yang membuat > pengusaha Israel kepincut. Contohnya, Merhav Group. Kelompok usaha ini pun > langsung mengirim pimpinan terasnnya untuk melobi Jakarta. President > Director Merhav Group, Gideon Weinstein, didampingi dua direktur, Jacques > Ashel dan Yore Ziv, menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo > Yusgiantoro dan Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Jakarta, akhir > Agustus lalu. > > Aksi melobi pemerintah pusat berlanjut ke daerah. Gubernur NTT Piet A. > Tallo dan Bupati Kupang Ibrahim Agustinus Medah, serta Bupati Sumba Timur > Umbu Mehang Kunda, menjadi sasaran berikutnya. Konglomerat Israel itu > menyampaikan niat menanam jarak pagar di lahan tidur seluas 300.000hektare di > Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Kupang. Untuk memuluskan > investasinya, Merhav Group menggandeng perusahaan investasi nasional, Grup > Manhattan Capital Jakarta. > > Kata Gideon, Israel adalah negara yang tidak terlalu luas jika > dibandingkan dengan wilayah NTT secara keseluruhan. Potensi pertanian di > Israel pun tidak seperti di NTT. Dibandingkan dengan Israel, potensi > Jatropha di NTT lebih baik. Karena itu, para pengusaha Israel melirik NTT > untuk mengembangkan bisnis biofuel dari bahan Jatropha. > > Khusus untuk Kabupaten Kupang, Merhav Group telah menyiapkan dana US$ 700 > juta atau sekitar Rp 6 trilyun untuk pengembangan tanaman jarak pagar. "Pada > tahap awal, kami akan menanam di areal 50.000 hektare, dengan dukungan > dana US$ 350 juta," katanya. > > Alhasil, sinyal hijau menyala terang. Gayung bersambut tidak hanya dari > pemerintah pusat, melainkan juga Pemerintah Daerah NTT dan beberapa > pengusaha lokal. Karena itu, dalam kunjungannya ke Kupang pada akhir Agustus > lalu, tiga pejabat Merhav, didampingi mitra lokal yang diwakili Sudiro > Andiwiguna, Iwan Nirwana, Herman Ndun, dan Setiawan Sudie, langsung > melakukan survei lapangan. > > Menurut Sudiro, investasi pengusaha Israel itu bakal menyerap 50.000tenaga > kerja. "Mayoritas akan direkrut dari NTT," Sudiro menegaskan. Para > pekerja itu akan diplot di bidang transportasi, pengolahan, komunikasi, > logistik, dan infrastruktur. "Untuk itu, kami minta dukungan moril dari > masyarakat Indonesia, khususnya NTT," katanya. > > Langkah awal dimulai dengan penanaman jarak pagar pada lahan seluas > 20.000hektare di Kabupaten Sumba Timur. "Jika tidak ada halangan, awal Oktober > sudah ditanam," ujar Gideon. Dalam waktu dekat, pihak Merhav akan mengirim > tim ahli di bidang jarak untuk meneliti dan menganalisis kelayakan usaha di > Kabupaten Kupang. > > Mendapat sambutan hangat di daerah tidak berarti Merhav bisa melewati > jalan bebas hambatan. Sebab rencana investasi bangsa zionis itu memicu > polemik di level nasional. Polemik berlatar ketidakharmonisan hubungan > Indonesia-Israel itu sempat mengguncang gedung dewan. > > Beberapa fungsionaris partai besar meradang setelah tahu bahwa pemerintah > meloloskan investasi dari pengusaha Israel. Pasalnya, di mata mereka, Israel > tak lebih dari bangsa zionis yang gemar menjajah bangsa lain. > > Wakil Ketua DPR dari PDIP, Soetardjo Soerjogoeritno, misalnya, meminta > rencana investasi kelompok pengusaha Israel di NTT segera dibatalkan. "Kita > harus menunjukkan sebagai bangsa yang bermartabat. Jangan karena > diiming-imingi uang, mata jadi hijau dan melupakan komitmen politik sejak > zaman Bung Karno bahwa Israel itu zionis," sesepuh partai PDIP yang biasa > disapa Mbah Tardjo itu menegaskan. Mbah Tardjo malah mengancam bakal turun > langsung ke jalan menggelar aksi penolakan jika pemerintah menyetujui > rencana investasi itu. > > Hal senada diungkapkan anggota Komisi I DPR, Yuddy Chrisnandi. Menurut > dia, kerja sama dengan Israel akan melukai hati umat Islam. "Masih banyak > alternatif lain yang bisa kita lakukan untuk menarik investasi, tak perlu > berurusan dengan Israel," katanya. > > Prinsip perjuangan Indonesia di kancah internasional adalah membela > eksistensi negara Palestina yang dicaplok Israel. Sampai kini, komitmen > perjuangan luar negeri Indonesia adalah anti-Israel dan pro-Palestina. Yuddy > menyarankan, Indonesia meningkatkan hubungan dengan Iran, Arab Saudi, dan > Uni Emirat Arab ketimbang menjalin kerja sama dengan Israel. > > Partai Keadilan Sejahtera (PKS) termasuk penentang paling keras atas > rencana masuknya pengusaha Israel ke NTT. Dalam perjanjian politik dengan > Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, PKS mensyaratkan RI tidak membuka > hubungan diplomatik dengan Israel selama urusan Palestina belum selesai. > "Jadi, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk mengizinkan Israel melakukan > investasi di NTT," ujar Untung Wahono, anggota DPR dari PKS. > > Menyikapi polemik masuknya investor Israel ke NTT, Bupati Kupang Ibrahim > Agustinus Medah dapat memahaminya. Namun, secara bisnis, niat tersebut perlu > disambut. Pasalnya, lahan di Kabupaten Kupang sangat luas tapi belum diolah > secara maksimal dalam skala industri. > > Dari total luas daratan 500.000 hektare di Kabupaten Kupang, sekitar > 300.000 hektare masih berupa lahan tidur. Lahan itulah, kata Ibrahim, yang > bisa dimanfaatkan untuk tanaman jarak pagar dan tanaman produktif lainnya > agar bermanfaat bagi masyarakat. > > Sebagian besar lahan itu memang menjadi milik masyarakat. Namun Ibrahim > meyakinkan, tidak ada masalah jika lahan tersebut dimanfaatkan dalam rangka > investasi baru, karena pemilik lahan turut dilibatkan. "Investasi baru di > bidang agrobrisnis, khususnya jarak pagar, sangat berarti bagi masyarakat > Kabupaten Kupang," begitu alasan Ibrahim. > > Bupati Sumba Timur Umbu Mehang Kunda juga berharap, masuknya investor > Israel tidak dipersoalkan. "Saya menerima mereka dan sudah menyiapkan lahan > untuk uji coba," kata Umbu. Mantan anggota DPR-RI itu tidak ingin larut > dalam polemik di pusat kekuasaan. "Itu bukan porsi kami," ujarnya. > > Heru Pamuji, dan Antonius Un Taolin (Kupang) > [Ekonomi, Gatra Nomor 44 Beredar Kamis, 13 September 2007] > http://www.gatra.com/artikel.php?id=107870 > > Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa > mengubah pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, > 1856-1950) > pustaka tani > kampusku > nuraulia > Griyaku, Griya Female Reader: Gabung yuk! : > [EMAIL PROTECTED]<griya_femalereaders-subscribe%40yahoogroups.com> > > --------------------------------- > Luggage? GPS? Comic books? > Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- OK TAUFIK [Non-text portions of this message have been removed]

