Amal-amal Selama Di Bulan Ramadhan     Oleh: Mochamad Bugi

 Ramadhan punya makna tersendiri di hati umat Islam. Bulan ini adalah bulan 
rihlah ruhaniyah (wisata rohani). Umat Islam melepas belenggu materialisme 
dunia dengan menghidupkan dunia ruhiyah. Sebulan penuh umat Islam menjalani 
proses tadzkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Sebulan penuh umat Islam melakukan 
riyadhatur ruhiyah (olah rohani).
 Sebulan penuh umat Islam bagai ulat dalam kepompong Ramadhan. Diharapkan di 
akhir Ramadhan kondisi rohani mereka secantik kupu-kupu. “Hai orang-orang yang 
beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu 
agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]
 Amal-amal apa saja yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan agar kita bisa 
memperoleh derajat takwa?
 1.      Berpuasa (Shiyam)
 Amal yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa. Hal ini diperintahkan 
Allah swt. dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 183-187. Karena itu, agar 
puasa kita tidak sia-sia, perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar 
dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. Sebab, puasa bukan sekadar tidak 
makan dan tidak minum. Tapi, ada rambu-rambu yang harus ditaati. Kata 
Rasulullah saw., “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui 
rambu-rambunya dan memperhatikan apa yagn semestinya diperhatikan, maka hal itu 
akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu 
Hibban dan Al-Baihaqi)
 Jangan pernah tidak berpuasa sehari pun tanpa alasan yang dibenarkan syariat. 
Meninggalkan puasa tanpa uzur adalah dosa besar dan tidak bisa ditebus meskipun 
orang itu berpuasa sepanjang masa. “Barangsiapa tidak puasa pada bulan Ramadhan 
sekalipun sehari tanpa alasan rukhshah atau sakit, hal itu (merupakan dosa 
besar) yang tidak bisa ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidup,” 
begitu kata Rasulullah saw. (HR. At-Turmudzi)
 Jauhi hal-hal yang dapat mengurangi dan menggugurkan nilai puasa Anda. Inti 
puasa adalah melatih kita menahan diri dari hal-hal yang tidak benar. Bila 
hal-hal itu tidak bisa ditinggalkan, maka nilai puasa kita akan berkurang 
kadarnya. Rasulullah saw. bersabda, “Bukankah (hakikat) puasa itu sekadar 
meninggalkan makan dan minum, melainkan meninggalkan perbuatan sia-sia dan 
kata-kata bohong.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah). Rasulullah saw. juga 
berkata, “Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata 
bohong bahkan mempraktikkanya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia 
sangkakan sebagai puasa, yaitu sekadar meninggalkan makan dan minum.” (HR. 
Bukhari dan Muslim).
 Semua itu tidak akan bisa kita lakukan kecuali dengan bersungguh-sungguh dalam 
melaksankannya. Dengan begitu, puasa yang kita lakukan menghasilkan ganjaran 
dari Allah berupa ampunNya. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa 
Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampuni dosa-dosa yang 
pernah dilakukan.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)
 Salah satu bentuk kesungguhan dalam berpuasa adalah, melakukan makan sahur 
sebelum tiba waktu subuh. Rasulullah saw. menerangkan, “Makanan sahur semuanya 
bernilai berkah, maka jangan Anda tinggalkan, meskipun hana dengan seteguk air. 
Alah dan para malaikat mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur.”
 Selain sahur, menyegerakan berbuka ketika magrib tiba, juga bentuk kesungguhan 
kita dalam berpuasa. “Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang paling dicintai 
olehNya ialah mereka yang menyegerakan berbuka puasa,” begitu kata Rasulullah 
saw. Rasulullah saw. memberi contoh bersegera berbuka puasa walaupun hanya 
dengan ruthab (kurma mengkal), tamar (kurma), atau seteguk air. (HR. Abu Dawud 
dan Ahmad).
 Selama berpuasa, jangan lupa berdoa. Doa yang banyak. Sebab, doa orang yang 
berpuasa mustajab. Ini kata Rasulullah saw., “Ada tiga kelompok manusia yang 
doanya tidak ditolak oleh Allah. Yang pertama ialah doa orang-orang yang 
berpuasa sehingga mereka berbuka.” (HR. Ahmad dan Turmudzi)
 2.      Membaca Al-Qur’an (Tilawah)
 Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka tak heran jika 
Rasulullah saw. lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan 
Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila 
datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca 
Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan 
isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.
 Buat target. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam 
sebulan, maka di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. 
Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. 
Ini bisa dijadikan program unggulan bersama keluarga.
 3.      Memberikan makanan (Ith’amu ath-tha’am)
 Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah saw. adalah memberikan santapan 
berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. “Barangsiapa memberi makanan 
berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai 
pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa 
tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)
 Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk 
kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah 
yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap 
menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.
 4.      Perhatikan kesehatan
 Berpuasa adalah ibadah mahdhah. Tapi orang yang berpuasa juga sebenarnya 
adalah orang yang peduli dengan kesehatan. Makanya Rasulullah saw. berkata, 
“Berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.” Tak heran jika selama berpuasa 
Rasulullah saw. tetap memperhatikan kesehatan giginya dengan bersiwak, berobat 
dengan berbekam, dan memperhatikan penampilan, termasuk tidak berwajah cemberut.
 5.      Jaga keharmonisan keluarga
 Puasa adalah ibadah yang khusus untuk Allah swt. Tapi, punya efek yang luas. 
Termasuk dalam mengharmoniskan hubungan keluarga. Jadi, berpuasa bukan berarti 
menjauh dari istri karena taqarrub kepada Allah sepanjang malam. Bukan juga 
tiada hari tanpa i’tikaf. Rasulullah saw. berpuasa, tapi juga memenuhi hak-hak 
keluarganya.
 Dalam praktik keseharian, hanya di bulan Ramadhan kita bisa makan bersama 
secara komplit sekeluarga, baik ketika berbuka atau sahur. Di bulan lain hal 
ini sulit dilakukan. Keharmonisan keluarga juga bisa kita dapatkan dari shalat 
berjamaah dan tadarrus bersama.
 6.      Berdakwah
 Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas. Karena, siapapun di 
bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, 
jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah saw. bersabda, barangsiapa 
menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa 
mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.
 Jika mampu, jadilah pembicara di kultum ba’da sholat zhuhur, ashar, dan subuh 
di musholah atau masjid. Bisa juga menjadi penceramah di waktu tarawih. Jika 
tidak bisa berceramah, buat tulisan. Sebarkan ke orang-orang yang Anda temui. 
Jika tidak bisa, bisa mengambil artikel-artikel dari majalah, fotocopy, lalu 
sebarkan. Insya Allah, berkah.
 Ini sebenarnya hanyalah langkah awal bagi kerja yang lebih serius lagi. Dengan 
melakukan hal-hal sederhana seperti di atas, sesungguhnya Anda sedang melatih 
diri untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Kata Rasulullah saw., 
mukmin yang baik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.
 7.      Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)
 Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul 
ramadhan). Rasulullah saw., karena khawatir akan dianggap menjadi shalat wajib, 
melaksanakan shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat tidak sepanjang 
Ramadhan. Ada yang meriwayatkan hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah saw. 
melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang 
panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah 
tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 
21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).
 Ibnu hajar Al-Asqalani Asy-Syafi’i berkata, “Beberapa riwayat yang sampai 
kepada kita tentang jumlah rakaat shalat tarawih menyiratkan ragam shalat 
sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Kadang ia mampu melaksanakan 
shalat 11 rakaat, kadang 21, dan terkadang 23 rakaat, tergantung semangat dan 
antusiasmenya masing-masing. Dahulu mereka shalat 11 rakaat dengan bacaan yang 
panjang sehingga mereka bertelekan dengan tongkat penyangga, sedangkan mereka 
shalat 21 atau 23 rakaat, mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek dengan tetap 
memperhatikan masalah thuma’ninah sehingga tidak membuat mereka sulit.”
 Jadi, silakan Anda qiyamul ramadhan sesuai dengan kadar kemampuan dan 
antusiasme Anda.
 8.      I’tikaf
 Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah 
berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id 
Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal 
Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan 
Ramadhan. Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, 
jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh 
benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak 
pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”
 Mudah-mudahan Anda bukan dari golongan yang kebanyakan itu.
 9.      Lailatul Qadar
 Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang 
penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat 
menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita 
mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Kenapa? 
Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan 
ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata 
Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk 
mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah 
doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, 
Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.
 10.  Umrah
 Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, 
pahalanya akan berlipat-lipat. Rasulullah saw. berkata kepada Ummu Sinan, 
seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia 
melakukan umrah, karena nilainya setara denagn haji bersama Rasulullah saw. 
(HR. Bukhari dan Muslim)
 11.  Zakat Fitrah
 Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, 
baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan 
orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.
 12.  Perbanyaklah Taubat
 Selama bulan Ramadhan Allah swt. membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambanya 
dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api 
neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk 
bertaubat kembali ke fitrah kita. 


dakwatuna.com


       
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke