Sumber : http://www.taushiyah-online.com

(Tahapan Perjalanan Manusia Menuju Hari  Kebangkitan di Akhirat)
 Setelah manusia  mati akan mengalami tahapan sbb :

 1.Alam Barzakh 

Para salaf bersepakat tentang kebenaran adzab dan  nikmat yang ada di alam 
kubur (barzakh) . Nikmat tersebut merupakan nikmat yang  hakiki, begitu pula 
adzabnya, bukan sekedar bayangan atau perasaan sebagaimana  diklaim oleh 
kebanyakan ahli bid’ah. Pertanyaan (fitnah) kubur itu berlaku  terhadap ruh dan 
jasad manusia baik orang mukmin maupun kafir. Dalam sebuah  hadits shahih 
disebutkan Rasulullah SAW selalu berlindung kepada Allah SWT dari  siksa kubur. 
Rasulullah SAW menyebutkan sebagian dari pelaku maksiat yang akan  mendapatkan 
adzab kubur, diantaranya mereka yang 
 
a.  Suka mengadu domba 
b. Suka berbuat  ghulul 
c. Berbuat kebohongan  
d. Membaca Al Qur’an tetapi tidak  melaksanakan apa yang diperintahkan dan yang 
dilarang dalam Al’Qur’an  
e. Melakukan zina 
f. Memakan riba 
g. Belum membayar hutang setelah mati (orang yang berhutang akan tertahan  
tidak masuk surga karena hutangnya) 
h. Tidak bersuci  setelah buang air kecil, shg masih bernajis 
 Adapun yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah Shalat  
wajib, shaum, zakat, dan perbuatan baik berupa kejujuran, menyambung 
 silaturahim, segala perbuatan yang ma’ruf dan berbuat baik kepada manusia  , 
juga berlindung kepada Allah SWT dari adzab kubur. 
 

 2. Peniupan Sangkakala  
 Sangkakala adalah terompet yang ditiup oleh malaikat Israfil yang  menunggu 
kapan diperintahkan Allah SWT. Tiupan yang pertama akan mengejutkan  manusia 
dan membinasakan mereka dengan kehendak Allah SWT, spt dijelaskan pada  Al 
Qur’an :


 “Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang di langit dan di  bumi, 
kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah SWT”( QS. Az Zumar :68  ). 
 

 Tiupan  ini akan mengguncang seluruh alam dengan guncangan yang keras dan 
hebat sehingga  merusak seluruh susunan alam yang sempurna ini. Ia akan membuat 
gunung menjadi  rata, bintang bertabrakan, matahari akan digulung, lalu 
hilanglah cahaya seluruh  benda-benda di alam semesta. Setelah I tu keadaan 
alam semesta kembali seperti  awal penciptaannya.

Allah SWT menggambarkan kedahsyatan  saat kehancuran tersebut sebagaimana 
firman-Nya : “ Hai manusia, bertakwalah  kepada Tuhanmu; sesungguhnya 
kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian  yang sangat besar (dahsyat). 
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat  kegoncangan itu, lalailah semua 
wanita yang menyusui anaknya dari anak yang  disusuinya dan gugurlah kandungan 
segala wanita yang hamil, dan kamu lihat  manusia dalam keadaan mabuk, padahal 
sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi  adzab Allah itu sangat keras” 
(QS.Al Hajj:1-2). 
 

 Sedangkan pada  tiupan sangkakala yang kedua adalah tiupan untuk membangkitkan 
seluruh manusia ;  “Dan tiupan  sangkakala (kedua), maka tiba-tiba mereka 
keluar dengan segera dari kuburnya  (menuju) kepada Rabb mereka.(QS. Yaa Siin : 
51).

Rasulullah SAW  bersabda, “Kemudian ditiuplah sangkakala, dimana tidak 
seorangpun tersisa  kecuali semuanya akan dibinasakan. Lalu Allah SWT 
menurunkan hujan seperti embun  atau bayang-bayang, lalu tumbuhlah jasad 
manusia.Kemudian sangkakala yang kedua  ditiup kembali, dan manusia pun 
bermunculan (bangkit) dan berdiri”.(HR. Muslim).  
 

 3.Hari Berbangkit 
 “Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakannya  
kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat)  
perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha menyaksikan  
segala sesuatu”. (QS. Al Mujadilah : 6). 
 

 4.Padang Mahsyar 
 “(Yaitu) pada hari  (ketika ) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian 
pula) langit dan  mereka semuanya di padang Mahsyar berkumpul menghadap ke 
hadirat Allah Yang Maha  Esa lagi Maha Perkasa”.(QS. Ibrahim:48). 


 Hasr adalah  pengumpulan seluruh mahluk pada hari kiamat untuk dihisap dan 
diambil  keputusannaya. Lamanya di Padang Mahsyar adalah satu hari yang 
berbanding 50.000  tahun di dunia. Allah berfirman: 
 “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam  sehari yang 
kadarnya 50.000 tahun.(QS. Al Maarij:4). 
 Karena amat  lamanya hari itu, manusia merasa hidup mereka di dunia ini hanya 
seperti satu  jam saja.

Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah  mengumpulkan mereka, 
(mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah  berdiam (di dunia) 
kecuali hanya sesaat saja di siang hari.  (QS.Yunus:45). 
 

 “Dan pada hari  terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, 
bahwa mereka tidak  berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat saja” (QS. 
ArRuum:55).

Adapun  orang yang beriman merasakan lama pada hari itu seperti waktu antara 
dhuhur dan  ashar saja. Subhanallah.

Keadaan orang kafir saat itu sebagaimana  firman-Nya.”Orang kafir ingin 
seandainya ia dapat menebus dirinya dari adzab  hari itu dengan anak-anaknya, 
dengan istri serta saudaranya, dan kaum familinya  yang melindunginya ketika di 
dunia, dan orang-orang di atas bumi seluruhnya,  kemudian (mengharapkan) 
tebusan itu dapat  menyelamatkannya”.(QS.AlMa’arij:11-14). 
 
5. Syafaat 
 Syafaat ini  khusus hanya untuk umat Muslim, dengan syarat tidak berbuat 
syirik besar yang  menyebabkan kepada kekafiran. Adapun bagi orang musyrik, 
kafir dan munafik, maka  tidak ada syafaat bagi mereka.

Syafaat ini diberikan Rasulullah SAW  kepada umat Muslim (dengan izin dari 
Allah SWT). 

6. Hisab 
 Pada tahap (fase)  ini, Allah SWT menunjukkan amal-amal yang mereka perbuat 
dan ucapan yang mereka  lontarkan, serta segala yang terjadi dalam kehidupan 
dunia baik berupa keimanan,  keistiqomahan atau kekafiran. 

Setiap manusia berlutut di atas  lutut mereka. “Dan kamu lihat tiap-tiap umat 
dipanggil untuk  (melihat) buku catatan amalnya . Pada hari itu kamu diberi 
balasan terhadap apa  yang kamu kerjakan. (QS. Al Jatsiah:28).

Umat yang pertama kali  dihisab adalah umat Muhammad SAW, kita umat yang 
terakhir tapi yang pertama  dihisab. Yang pertama kali dihisab dari hak-hak 
Allah pada seorang hamba adalah  Shalatnya, sedang yang pertama kali diadili 
diantara manusia adalah urusan  darah.

Allah SWT mengatakan kepada orang kafir : “Dan kamu tidak  melakukan suatu 
pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu diwaktu kamu  melakukannya”.(QS. 
Yunus:61). Seluruh anggota badan juga akan menjadi  saksi. 
 

 Allah bertanya kepada hamba-Nya tentang apa yang  telah ia kerjakan di dunia : 
“Maka demi Rabbmu, kami pasti  akan menanyai mereka semua tentang apa yang akan 
mereke kerjakan dahulu”.(Al  Hijr:92-93). 
 

 Seorang hamba  akan ditanya tentang hal : umurnya, masa mudanya, hartanya dan 
amalnya dan akan  ditanya tentang nikmat yang ia nikmati. 

7. Pembagian catatan amal
Pada detik-detik terakhir hari perhitungan ,  setiap hamba akan diberi kitab 
(amal) nya yang mencakup lembaran-lembaran yang  lengkap tentang amalan yang 
telah ia kerjakan di dunia.

Al Kitab di sini  merupakan lembaran-lembaran yang berisi catatan amal yang 
ditulis oleh malaikat  yang ditugaskan oleh Allah SWT. 

Manusia yang baik amalnya selama di dunia, akan menerima catatan amal  dari 
sebelah kanan. Sedangkan manusia yang jelek amalnya akan 
 menerima catatan  amal dari belakang dan sebelah kiri, spt pada firman Allah 
berikut ini:  

“Adapun orang yang diberikan  kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia akan 
diperiksa dengan pemeriksaan yang  mudah, dan ia akan kembali kepada kaumnya 
(yang sama-sama beriman) dengan  gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya 
dari belakang, maka ia akan  berteriak : “celakalah aku”, dan ia akan masuk ke 
dalam api yang menyala-nyala  (neraka)”,(QS. Al Insyiqaq:8-12) .

"Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari  sebelah kirinya, maka dia 
berkata:"wahai alangkah baiknya kiranya tidak  diberikan kepadaku kitabku 
(ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap  diriku.Wahai kiranya 
kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.Hartaku  sekali-kali tidak 
memberi manfaat kepadaku.Telah hilang kekuasaanku dariku"  (Allah berfirman): 
"Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya",  kemudian masukkanlah 
dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala".(QS. Al  Haqqah:25 31).

8.  Mizan 
 Mizan adalah apa yang Allah letakkan pada hari kiamat  untuk menimbang amalan 
hamba-hamba-Nya. Allah berfirman : “Dan  kami akan memasang timbangan yang 
tepat pada hari kiamat, maka tiadalah seorang  dirugikan walau sedikitpun. Dan 
jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun  pasti Kami mendatangkan 
(pahala)nya.Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat  perhitungan”.(QS. Al Anbiya:47) 
  Setelah tahapan  Mizan ini, bagi yang kafir, dan mereka yang melakukan 
perbuatan syirik akan  masuk neraka.

Sedangkan umat muslim lainnya, akan melalui tahap  selanjutnya yaitu Telaga 
 

 9. Telaga  
 Umat Muhammad SAW  akan mendatangi air pada telaga tsb. Barang siapa minum 
dari telaga tsb maka ia  tidak akan haus selamanya. Setiap Nabi mempunyai 
telaga masing-masing. Telaga  Rasulullah SAW lebih besar, lebih agung dan lebih 
luas dari yang lain,  sebagaimana sabdanya : 
 

 Sesungguhnya  setiap Nabi mempunyai telaga dan sesungguhnya mereka berlomba 
untuk mendapatkan  lebih banyak pengikutnya di antara mereka dan sesungguhnya 
Nabi Muhammad  mngharapkan agar menjadikan pengikutnya yang lebih banyak (HR. 
Bukhari  Muslim). 
 

 Setelah Telaga,  umat muslim akan ke tahap selanjutnya yaitu tahap Ujian 
Keimanan Seseorang.  Perlu dicatat bahwa orang kafir dan orang yang berbuat 
syirik sudah masuk neraka  (setelah tahap Mizan, seperti dijelaskan di atas). 

10.Ujian  Keimanan Seseorang
Selama di dunia, orang munafik terlihat seperti orang  beriman karena mereka 
menampakkan keislamannya. Pada fase inilah kepalsuan iman  mereka akan 
diketahui, diantaranya cahaya mereka redup. Mereka tidak mampu  bersujud 
sebagaimana sujudnya orang mukmin. Saat digiring, orang-orang munafik  ini 
merengek-rengek agar orang-orang mukmin menunggu dan menuntun  jalannya.Karena 
saat itu benar-benar gelap dan tidak ada petunjuk kecuali cahaya  yang ada pada 
tubuh mereka. 

Allah SWT berfirman,”Pada  hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan 
perempuan berkata kepada  orang-orang beriman:”Tunggulah kami supaya kami dapat 
mengambil sebahagian dari  cahayamu”.Dikatakan (kepada mereka):”Kembalilah kamu 
ke belakang dan carilah  sendiri cahaya (untukmu)”.Lalu diadakan diantara 
mereka dinding yang mempunyai  pintu.Di sebelah dalamnya ada rahmat da di 
sebelah luarnya dari situ ada  siksa.(QS.Al hadid:13). 
 
Setelah ini  umat muslim yang lolos sampai tahap Ujian Keimanan Seseorang ini, 
akan melalui  Shirat. 
 

 11. Shirat  
 Shirath adalah  jmbatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam, untuk 
diseberangi orang-orang  mukmin menuju Jannah (Surga). 
 

 Beberapa Hadits  tentang Shirath 
 

 Sesungguhnya  rasulullah SAW pernah ditanya tentang Shirath, maka beliau 
berkata : 
 Tempat  menggelincirkan, di atasnya ada besi penyambar dan pengait dan 
tumbuhan berduri  yang besar, ia mempunyai duri yang membahayakan seperti yang 
ada di Najd yang  disebut pohon Sud’an.(HR. Muslim) 
 

 “Telah sampai  kepadaku bahwasanya shirath itu lebih tipis dari rambut dan 
lebih tajam dari  pedang”. (HR. Muslim) 
 

 “Ada yang  melewati shirath laksana kejapan mata dan ada yang seperti kilat, 
ada yang  seperti tiupan angina, ada yang terbang seperti burung dan ada yang 
menyerupai  orang yang mengendarai kuda, ada yang selamat seratus persen, ada 
yang  lecet-lecet dan ada juga yang ditenggelamkan di neraka jahannam”. (HR. 
Bukhari  Muslim) 
 

 Yang paling  pertama menyebarangi shirath adalah Nabi Muhammad SAW dan para 
pemimpin umat  beliau.Beliau bersabda : “Aku dan umatku yang paling pertama 
yang diperbolehkan  melewati shirath dan ketika itu tidak ada seorangpun yang 
bicara, kecuali Rasul  dan Rasul berdo’a ya Allah selamatkanlah, 
selamatkanlah.(HRBukhari). 
 

 Bagi umat muslim  yang berhasil melalui shirath tersebut, akan ke tahap 
selanjutnya  jembatan 
 

 12.  Jembatan 
 Jembatan disini,  bukan shirath yang letaknya di atas neraka jahannam. 
Jembatan ini dibentangkan  setelah orang mukmin berhasil melewati shirath yang 
berada di atas neraka  jahannam. 
 

 Rasulullah SAW  bersabda : “Seorang mukmin akan dibebaskan dari api neraka, 
lalu mereka  diberhentikan di atas jembatan antara Jannah(surga) dan neraka, 
mereka akan  saling diqhisash antata satu sama lainnya atas kezhaliman mereka 
di  dunia.Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah mereka  
diizinkan masuk Jannah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, seorang  
diantara kalian lebih mengenal tempat tinggalnya di jannah daripada tempat  
tinggalnya di dunia”.(HR. Bukhari). 
 

 Setelah melewati  jembatan ini barulah orang mukmin masuk Surga. 
 

 Kesimpulan  : 
 Setelah  penjelasan di atas tinggal kita menunggu..., apa yang akan kita alami 
di hari  akhir nanti..., tentunya sesuai dengan apa yang kita lakukan di dunia 
ini….  Semoga Alah SWT memberi kekuatan dan selalu membimbing kita untuk tetap  
istiqomah di jalan-Nya sehingga dapat mencapai surga-Nya dan dijauhkan dari  
siksa neraka-Mu ya Allah…….karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu ya  
Allah…… 
 

 Sumber :  
 1. Poster ‘Hidup  Sesudah Mati” (berupa diagram tahapan dan penjelasan setiap 
tahapan)  
2. Hidup Sesudah Mati edisi terjemah  oleh Syaikh Jasim Muhammad Al Muthawwi 
3. Al Yaum Al Akhir, Juz I,II,III oleh Dr. umar Sulaiman Al Asyqar  
4. Syarah Lum’atul I’tiqad Al hadi Ila  Sabilir Rasyad oleh Syaikh Utsaimin 
5. Tahdzib Syarah Ath thahawiyah oleh Ibnu Abil Izz Al Hanafi  
6. Tadzkirah, Imam Qurthubi  
7. At Takhwif Minan Naar oleh Ibnu rajab Al  Hambali 
8. Hadiul Arwah Ila Biladil  Afrah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah 
9.  Nihayatul Bidayah wan Nihayah oleh Al hafidz Ibnu Katsir 
10. Ahwalun Naar oleh Muhammad Ali Al Kulaib.
Sumber : http://www.taushiyah-online.com
 

       
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
 Play Sims Stories at Yahoo! Games. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke