Jazakumullaahu khairan katsiran ya ustadz ... alhamdulillah, ustad Henri Salahudin pada seminar sehari tentang pendidikan di perguguran tinggi islam baru lalu, dalam makalahnya tentang teologi menunjukkan hal yang sama, terutama menyitir ucapan para aimmah madzhab/fiqh, sedangkan agak beda bunyinya ketika yang berbicara adalah aimmah non-madzhab seperti al-Ghazali atau Fakhruddin al-Razi yang memang mendalami ilmu kalam dalam konteks mengenali organ keilmuan 'lawan' untuk bisa meng-counter filsafat Yunani dan lainnya di luar Islam. Antum tentu lebih mafhum dalam hal ini.
salam, satriyo On 10/2/07, Tampubolon, Mohammad-Riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > . > > Teman yang berbaik sangka terhadap ulil cs bilang mungkin dia masih > dalam pengaruh khamr atau minimal menjadi bukti kebenaran ucapan ulama > terdahulu.. > > "Hukumanku terhadap para ahli filsafat adalah mereka dipukuli sandal dan > pelepah kurma lalu mereka diarak ke kampung-kampung seraya diumumkan > kepada masyarakat. Inilah hukuman bagi yang meninggalkan al Qur'an dan > Sunnah dan dia lebih memilih filsafat." > > Beliau juga mengatakan : "Aku mendapatkan dari ahli filsafat > ucapan-ucapan yang tidak mungkin seorang muslim mau mengucapkannya. > Seorang hamba lebih baik diuji dengan segala bentuk kemaksiatan selain > syirik dari pada diuji dengan filsafat." (Lihat Manaqibusy Syafii > 1/453-454 oleh Ibnu Katsir dan Dar'u ta'aarudhil aqli wan naqli" > 7/242-246 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.) > > Beliau juga berkata: "Seandainya manusia tahu apa yang ada dalam ilmu > kalam dari hawa nafsu maka sungguh mereka akan lari darinya seperti > mereka lari dari singa." (Siyar a'lamin nubala 10/18) > Dikutip dari majalah Majalah Adz Dzakiirah Edisi 18 Th IV Muharram 1427H > > Al-Baihaqi meriwayatkan sanadnya dari Yunus bin 'Abdul A'la, ia berkata: > "Aku mendengar Imam Asy-Syafi'i mengatakan: 'Seandainya Seseorang > menjadi Shufi sejak permulaan siang, niscaya tidak sampai tengah hari > melainkan aku mendapatkannya sebagai orang bodoh'" (Manaqib Al-Baihaqi > 2/207) > > -----Original Message----- > From: [EMAIL PROTECTED] <insistnet%40yahoogroups.com> [mailto: > [EMAIL PROTECTED] <insistnet%40yahoogroups.com>] On > Behalf Of lasykar5 > Sent: Monday, October 01, 2007 1:31 PM > To: > Subject: [INSISTS] tanggapan ... Fwd: [sd-islam] wawancara ade armando > dengan ulil abshar > > assalaamu 'alaikum, > > ayyuhal ikhwah, > > berikut ada tanggapan dari ust Rofiqi atas pendapat Ulil dalam wawancara > dengan Ade Armando dengan Ulil bulan Juli 2007. > > salam, > satriyo > > *Mengais Gulma Liberalisme dari Tradisi Islam** > > *Ahmad Rofiqi, Lc.* > > *Assalamualaikum Wr. Wb.* > > Berdasarkan kenyataan ini, silahkan pembaca menilai sendiri pernyataan > distorsif Ulil mengenai Imam Al Ghazali, *"Jadi saya mempelajari > bagaimana Al Ghazali mendekati masalah pluralisme dengan cara ilmiah dan > solid, dengan mendasarkan diri pada tradisi Islam".* Sungguh > keterlaluan! > > [Non-text portions of this message have been removed] > > -- Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang [Non-text portions of this message have been removed]

