Assalamualaikum saudaraku..

Hendak kemana saudaraku malam ini? masih seperti kemarin, bercengkrama 
bersama anak dan istri dirumahkah...?

Saudaraku, 10 malam yang diperjuangkan seorang nabi terakhir, yang 
dengan sigap membangunkan seluruh keluarganya untuk "melek", dan 
sepanjang tahun Beliau melakukan hal itu telah datang saudaraku. Dan 
malam ini adalah awalnya, karena malam ini adalah malam ke - 21, malam 
ganjil yang menurut salah satu hadist adalah sebagai kemungkinan 
datangnya lailatul qadar, yang jikalau ada ibadah kita lakukan disana 
itu lebih baik dari 1000 bulan, adakah disudut relung hati kecil 
saudaraku untuk mengikutinya? Atau merasa cukup ibadah harian yang 
selama ini sudah terlalu besar dan cukup masuk kesurga dan melewati 
hisab dengan selamat dan tersenyum riang??

Atau kerasnya permadani masjid itu lebih buruk, dan memilih untuk tidur 
di spring bed anda dengan amannya bersama suami atau istri anda 
disampingnya? Tidak relakah anda untuk melebihkan sedikit waktu mata 
anda seperti tahajjud tahajjud kemaren 10 hari ini saja..? Atau anda 
amat takutnya terhadap kurang tidur, sehingga takut pekerjaan kantor 
anda terbengkalai? Bukankah Tahajjud anda selama ini didirikan untuk mengurangi 
tidur anda?

Atau anda lupa bahwa di alam kubur anda bisa TIDUR SEPUASNYA !

Sekali lagi tanyakan pada dirimu sendiri saudaraku, hendak kemana kaki 
anda melangkah malam ini? ke tempat tidur yang empuk dirumahkah? atau 
memilih permadani yang keras di masjid?


salam iktikaf...


rediyans








[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke