Wa'alaikum salam wr wb,

--- ade <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Mau tanya aja nih...dari orang yang sangat bodoh..
> 
> 1. Ulil Amri itu pemerintah atau bukan? Kalau bukan,
> siapa Ulil amri kita
> saat ini?

Ulil Amri itu adalah orang yang diserahkan untuk
memutuskan satu perkara berdasarkan Al Qur'an dan
Hadits.

4. An Nisaa' 
83. Dan apabila datang kepada mereka suatu berita
tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu
menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada
Rasul dan Ulil Amri[322] di antara mereka, tentulah
orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan
dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil
Amri)[323]. Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat
Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan,
kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). 

[322]. Ialah: tokoh-tokoh sahabat dan para cendekiawan
di antara mereka.

[323]. Menurut mufassirin yang lain maksudnya ialah:
kalau suatu berita tentang keamanan dan ketakutan itu
disampaikan kepada Rasul dan Ulil Amri, tentulah Rasul
dan Ulil Amri yang ahli dapat menetapkan kesimpulan
(istimbat) dari berita itu. 
 
Nabi saat itu ada di Madinah. Ummat Islam di Thaif, di
Mekkah, dan kota2 lain, jika mengalami masalah
bertanya ke Nabi. Jika tak bisa ke sahabat yang
diserahi Nabi untuk jadi Gubernur di Mekkah, Thaif,
dan kota2 lainnya.

Itulah Ulil Amri.

>    Kalau Ulil Amri itu Pemerintah, pemerintah kita
> itu adalah Muslim KTP dan
> 
>    orang Kafir ya?...

4. An Nisaa' 
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan
taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan
Rasul (sunnahnya),  

Kita baca ayat di atas dengan hati2 dan teliti.
Pertama "taatilah Allah dan taatilah Rasul". Setelah
itu baru kata ulil amri tanpa didahului kata
"taatilah". 

Jangan dibalik dengan mentaati Ulil Amri padahal boleh
jadi pendapat mereka tidak sesuai dengan Allah (Al
Qur'an) dan Rasul (Hadits). Jika ada perbedaan, ulil
amri dan rakyat HARUS kembali pada Al Qur'an dan
Hadits. Jadi Ulil Amri tidak mutlak ditaati jika
melanggar Al Qur'an dan Hadits.

Ayat di atas dimulai dengan "Hai orang2 yang beriman"
kemudian diikuti Ulil Amri dari golonganmu. Artinya
Ulil Amri itu dari golongan orang yang beriman.

Tidak mudah jadi orang beriman. Seorang Arab ketika
menghadap Nabi dan berkata dia beriman, Nabi
menolaknya. Tidak, kamu Muslim, karena keimanan itu
belum masuk ke dirinya.

Seseorang dikatakan beriman jika dia beriman kepada
seluruh Al Qur'an dan Hadits dan mau menjalankannya.
Sebagai contoh jika di Al Qur'an diperintahkan agar
pembunuh dan pemerkosa dihukum mati, jika ulil amri
itu melaksanakannya berarti dia beriman. Jika tidak,
berarti belum beriman. Silahkan anda analisa sendiri
kira2 pemerintah kita mau tidak menjalankan syari'at
Islam?

Dan kita harus melihat konteks Ulil Amri/Pemerintah
pada Al Qur'an di zaman Nabi. Pemerintah Islam itu
hanya satu dalam Islam. Islam tidak terpecah-belah
jadi banyak negara. Zaman Nabi dan sahabat serta
dinasti Umayah hanya ada satu pemerintah.

3. Ali 'Imran 
103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
(agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan
ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu
(masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena
nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; 

3. Ali 'Imran 
105. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang
bercerai-berai dan berselisih sesudah datang
keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah
orang-orang yang mendapat siksa yang berat,  

Jadi tidak ada istilah pemerintah Arab, pemerintah
indonesia, pemerintah Qatar, pemerintah Brunei dalam
Islam. Yang ada hanya satu Islam.

> 2. Darimana kita tahu orang yang pertama kali lihat
> hilal? Kalau ada 
>    beberapa orang yang mengaku lihat hilal dan
> mengklaim dirinya yang 
>    pertama,gimana?
Kan ada TV, Radio, Koran, Internet, Handphone, dsb?
Nabi saja pada zaman dulu di mana teknologi belum
canggih bisa mendengar jika ada orang yang melaporkan
sudah melihat hilal, masak kita tidak?

Misalkan para ulama di Arab Saudi tanggal 11 September
menyatakan sudah melihat Hilal dan pemerintahnya
menerimanya dan kita mendengarnya, maka berdasar
hadits di bawah:
>   „Ibnu Umar telah melihat bulan. Maka
> diberitahukannya hal itu kepada 
> Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW berpuasa dan
> beliau menyuruh
> orang-orang agar berpuasa pula” (Riwayat Abu
> Daud)

Kita segera merayakan Idul Fitri.
Jika kita menyimak Al Qur'an surat An Nisaa' ayat 59
tentu kita harus mentaati Rasul bukan?

> 3. Kalau saya melihat hilal pertama kali pada siapa
> saya harus katakan? 
>    Apakah orang akan percaya pada saya?

Jawaban di atas kiranya cukup. Jika kesaksian 2 orang
saksi yang adil sudah bisa dipakai untuk merayakan
idul fitri, apalagi para ulama/pemerintah satu negara.
Jadi aneh kalau ada orang 1 negara sudah Idul Fitri
sementara yang lain masih puasa.

Memang keanehan ini terjadi karena kita belum bersatu
sebagaimana ayat Al Qur'an di atas. Jika sudah
tercipta 1 negara Islam yang menaungi seluruh ummat
Islam seperti zaman Nabi dan para sahabat, kita tidak
perlu pusing dan berbeda2 dalam merayakan hari raya
idul Fitri.

> 4. Jadi siapa yang harus kita percayai dan ikuti? 

Al Qur'an dan Hadits yang jadi pegangan kita jika kita
bingung. Bukan taqlid mengikuti argumen orang lain
tanpa dalil.

Wassalam
 
> Saya orang bodoh tapi saya ingin tahu..
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of A Nizami
> Sent: 03 Oktober 2007 12:51
> To: [email protected]
> Subject: [syiar-islam] Re: MECCA MEAN TIME - Idul
> Fitri di Hari yang Sama
> 
> Sekedar menjawab pertanyaan, 
> 
> mungkin hadits ini bisa jadi pertimbangan. Nabi
> begitu ada orang yang
> mengaku sudah melihat bulan dan bisa dipercaya,
> langsung puasa pada
> awal Ramadhan. Begitu pula jika ada yang melihat
> bulan untuk awal
> Syawal, beliau langsung berbuka puasa.
> 
> Surat An Nisaa':59 sebetulnya memerintahkan orang2
> yang beriman untuk
> taat kepada Allah dan taat kepada Rasul. Ada pun
> ulil amri (di depan
> kata ulil amri tidak ada kata "taatilah") ditaati
> jika mereka mentaati
> Allah dan rasul. Jika ulil amri dan rakyatnya tak
> sependapat,
> kembalikan kepada Al Qur'an dan Hadits (Rasul). Kata
> "Ulil Amri
> minkum" (dari antara kamu) menyatakan bahwa ulil
> amri harus orang2
> yang beriman. Bukan orang kafir atau muslim KTP.
> 
> Jadi jika Nabi memerintahkan kita berpuasa jika ada
> orang yang melihat
> bulan pada awal Ramadhan atau berbuka ketika melihat
> bulan pada awal
> Syawal, seyogyanya kita mentaati Nabi. Bukan
> mentaati Ulil Amri,
> kecuali Ulil Amri itu mengikuti sunnah Nabi.
> 
> Jadi lihat saja pada tanggal 11 nanti, apakah sudah
> ada yang melihat
> bulan atau belum. Sementara itu kita hindari saja
> perdebatan yang
> nanti malah bisa membawa perpecahan.
> 
> 4. An Nisaa' 
> 59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan
> taatilah Rasul
> (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika
> kamu berlainan
> pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia
> kepada Allah (Al
> Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar
> beriman kepada
> Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih
> utama (bagimu) dan
> lebih baik akibatnya.  
> 
> Dari Ikrimah melalui Ibnu Abbas. Ia berkata,
> „Seorang Arab Badui telah 
> datang kepada Rasulullah SAW. Dia berkata,
> „Saya telah melihat awal
> bulan Ramadan.“ Rasulullah bertanya kepadanya.
> „Adakah engkau
> mengaku
> bahwa tidak ada Tuhan selain Allah?“ Ia
> menjawab, „Ya.“
> Rasulullah
> bertanya lagi, „Adakah engkau mengaku bahwa
> sesungguhnya Muhammad itu
> utusan Allah?“ Jawabnya, „Ya, sudah!“
> Saya mengaku (artinya
> saya
> orang Islam).“ Lantas Rasulullah SAW
> memerintahkan, „Hai Bilal,
> beritahukan hal itu kepada orang banyak supaya
> mereka berpuasa esok
> harinya.“ (Riwayat 5 ahli Hadits, kecuali
> Ahmad).
>    
>    
>   „Ibnu Umar telah melihat bulan. Maka
> diberitahukannya hal itu kepada 
> Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW berpuasa dan
> beliau menyuruh
> orang-orang agar berpuasa pula” (Riwayat Abu
> Daud)
>    
>   “Dari Amir Mekkah, Al Harits Ibnu Hatib. Dia
> berkata,
> „Rasulullah
> SAW telah memerintahkan kami supaya puasa dengan
> melihat bulan. Jika
> kami tidak dapat melihat bulan itu, supaya kami
> puasa dengan kesaksian
> dua orang yang adil (yang melihat bulan).“
> (Riwayat Abu Daud dan
> Daruqutni).
> 
> --- In [email protected], "Sunarso,
> Djayus"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Satu pertanyaan kalau kebetulan kita berdiam di AS
> - Australia - Italia,
> > pasti negara tersebut nggak mengumumkan 1Syawal.
> > Truss saat  kita mau berkiblat kemana  donk,
> > Apakah AS - Australia - Italia tidak boleh disebut
>  Ulil Amri /
> pemerintah.
> > 
> > Kreteria Ulil Amri seperti apa yang perlu kita
> taati.
> > 
> > Wassalam
> > Djayus Sunarso
> > Mail to : [EMAIL PROTECTED]
> > http: //www.schott.com
> > 
> > __________________
> > 
> > 
> > 
> > Assalamu'alaikum Wr. Wb.
> > 
> > Saya tertarik dengan tulisan terakhir dari Pak
> Ustad A Nizami:
> > 
> > Jika ada perbedaan kembalikan pada Al Qur'an dan
> > Hadits. Maukah kita merujuk kepada Al Qur'an dan
> > hadits?
> > 
> > Jika demikian, apakah pemerintah cq. Menteri Agama
> dalam menetapkan 1
> > Syawal
> > pasti merujuk kepada Al-Qur'an dan Hadist?
> > 
> > Jika ya, 100% kita ikuti keputusannya.
> > 
> > Kira-kira begitu Pak yang saya maksud makna dari
> kita tinggal di
> > Indonesia.
> > 
> > Jika saya berdiam di Mekkah (Insya Allah), saya
> akan turuti pemerintah
> > setempat.
> > 
> > Mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Semoga kita
> makin diberikan cara
> > berpikir yang logis
> > oleh Allah SWT.
> > 
> > Salam hormat,
> > Saeful B
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > On Behalf Of A Nizami
> > Sent: Tuesday, October 02, 2007 1:26 PM
> > To: syiar-islam
> > Subject: Re: [syiar-islam] MECCA MEAN TIME - Idul
> Fitri di Hari yang
> > Sama
> > 
> > Wa'alaikum salam wr wb,
> > 
> > Sebetulnya kalau bedanya hanya menit atau jam itu
> > biasa dan dimaklumi. Subuh di Arab dengan
> Indonesia
> > juga selisih 4 jam. Nah kalau beda sholat Ied di
> Arab
> > dgn Indonesia hanya selisih 4 jam tak masalah.
> > 
> > Yang masalah kalau sholat Iednya selisihnya sampai
> > beda hari atau 28 jam. Arab sholat Ied hari
> Jum'at,
> > Indonesia sholat hari Sabtu.
> > 
> > Padahal menurut hadits Nabi, jika ada yang sudah
> > melihat bulan, kita wajib berbuka atau sholat Ied:
> > 
> > „Dari Ikrimah melalui Ibnu Abbas. Ia berkata,
> > „Seorang Arab Badui telah
> > datang kepada Rasulullah SAW. Dia berkata,
> „Saya
> > telah melihat awal bulan
> > Ramadan.“ Rasulullah bertanya kepadanya.
> > „Adakah engkau mengaku bahwa tidak ada
> > Tuhan selain Allah?“ Ia menjawab,
> „Ya.“
> > Rasulullah bertanya lagi, „Adakah
> > engkau mengaku bahwa sesungguhnya Muhammad itu
> utusan
> > Allah?“ Jawabnya, „Ya,
> > sudah!“ Saya mengaku (artinya saya orang
> > Islam).“ Lantas Rasulullah SAW
> > memerintahkan, „Hai Bilal, beritahukan hal
> itu
> > kepada orang banyak supaya
> > mereka berpuasa esok harinya.“ (Riwayat 5
> ahli
> > Hadits, kecuali Ahmad).
> > 
> > Hadits di atas menunjukkan bahwa meski orang yang
> > melihat bulan tidak tinggal
> > bersama Nabi Muhammad SAW (dari tempat lain)
> sehingga
> > Nabi terpaksa menanyakan
> > keyakinannya, tapi jika orang Muslim dan melihat
> > bulan, seluruh ummat Islam
> > harus berpuasa keesokan harinya. Itu adalah awal
> > Ramadan. Hal yang sama berlaku
> > juga untuk awal Syawal!
> > 
> > „Ibnu Umar telah melihat bulan. Maka
> > diberitahukannya hal itu kepada
> > Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW berpuasa dan
> > beliau menyuruh orang-orang
> > agar berpuasa pula” (Riwayat Abu Daud)
> > 
> > “Dari Amir Mekkah, Al Harits Ibnu Hatib. Dia
> > berkata, „Rasulullah SAW telah
> > memerintahkan kami supaya puasa dengan melihat
> bulan.
> > Jika kami tidak dapat
> > melihat bulan itu, supaya kami puasa dengan
> kesaksian
> > dua orang yang adil (yang
> > melihat bulan).“ (Riwayat Abu Daud dan
> > Daruqutni).
> > 
> > Dari 3 hadits di atas dinyatakan bahwa jika orang
> > lain melihat bulan meski
> > mereka tinggal di tempat lain, kita harus puasa
> > keesokan harinya atau itu
> > adalah tanda dari 1 Syawal.
> > 
> > Jika ada perbedaan kembalikan pada Al Qur'an dan
> > Hadits. Maukah kita merujuk kepada Al Qur'an dan
> > hadits?
> > 
> > Wassalam
> > 
> > --- rusli juhaini <[EMAIL PROTECTED]
> <mailto:rusli_blt%40yahoo.com> com>
> > wrote:
> > 
> > > Assalamuallaikum,
> > >
> > > setuju dengan pak saeful,
> > > sama halnya saat waktu berbuka puasa,
> > > kenapa disetiap daerah di indo berbeda2 walau
> hanya
> > > dlm hitungan menit sesuai lokasi masing2,
> > > kenapa satu indonesia tidak disamakan saja saat
> > > berbuka puasa sesuai waktu di Arab ?
> > > ini jelas karena letak kita tinggal jauh berbeda
> > > posisinya.
> > >
> > > mohon penerangan atas hal ini, mohon maaf
> > >
> > > Wassalam,
> > > ----- Original Message ----
> > > From: Saeful B <[EMAIL PROTECTED]
> > <mailto:saeful.b%40stacoinsurance.com> ance.com>
> > > To: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]
> <mailto:nizaminz%40yahoo.com> com>;
> > syiar-islam
> > > <syiar-islam@
> <mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com>
> yahoogroups.com>;
> > padhang-mbulan
> > > <padhang-mbulan@
> <mailto:padhang-mbulan%40yahoogroups.com>
> > yahoogroups.com>; Saksi
> > > <[EMAIL PROTECTED]
> <mailto:saksi%40groups.syahid.com> syahid.com>;
> sabili
> > > <[EMAIL PROTECTED]
> <mailto:sabili%40yahoogroups.com> com>
> > > Sent: Tuesday, October 2, 2007 11:39:46 AM
> > > Subject: RE: [syiar-islam] MECCA MEAN TIME -
> Idul
> > > Fitri di Hari yang Sama
> > >
> > > Wa'alaikum salam Pak A Nizami,
> > >
> > > Saya sama sekali tidak setuju. Alasan Utamanya :
> > >
> > > 1. Kita tinggal di Indonesia bukan di Jazirah
> Arab.
> > > 2. Menurut yang saya ketahui sedikit soal
> Astronomi,
> > > pada saat
> > > rukyat di tanggal 29 Ramadhan,
> > > posisi bulan berada disekitar Afrika. Alhasil
> bulan
> > > terlihat jelas
> > > di Jazirah Arab,
> > > namun belum jelas di Indonesia (kurang lebih
> masih
> > > dibawah 5 derajat).
> > > Meskipun komentar : Arab - Indonesia cuma 4 jam,
> > > padahal itu sudah
> > > hampir 1/6 belahan bumi
> > > Oleh karenanya, 1 bulan Ramadhan di Arab
> seringnya
> > > 29 hari sedang di
> > > Indonesia cenderung 30 hari.
> > >
> > > Demikian, mohon maaf yang sebesar-besarnya.
> > >
> > > Wassalam,
> > >
> > >
> > > -----Original Message-----
> > > From: syiar-islam@ yahoogroups. com
> > > [mailto:syiar-islam@ yahoogroups. com]
> > > On Behalf Of A Nizami
> > > Sent: Tuesday, October 02, 2007 10:10 AM
> > > To: syiar-islam; padhang-mbulan; Saksi; sabili
> > > Subject: [syiar-islam] MECCA MEAN TIME - Idul
> Fitri
> > > di Hari yang Sama
> > >
> > > Assalamu'alaikum wr wb,
> > >
> > > Untuk menyatukan ummat Islam dan agar kita bisa
> > > merayakan Idul Fitri di hari yang sama, saya
> > > menyarankan "Mecca Mean Time" sebagaimana GMT.
> > >
> > > Saat ini ummat Islam menjadikan Mekkah sebagai
> > > Kiblat
> > > untuk sholat dan juga pusat ketika Haji. Untuk
> > > penetapan tanggal Hijriyah dan hari raya Eid,
> kenapa
> > > tidak?
> > >
> > > Semua Muslim mengirim utusannya ke Mekkah untuk
> > > melihat ru'yah bersama. Dengan cara ini kita
> bisa
> > > bersatu dan dapat berhari raya Eid di hari yang
> > > sama.
> > >
> > > Bagaimana?
> > >
> > > 3. Ali 'Imran
> > > 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
> > > (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai
> berai,
> > > dan
> > > ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu
> > > dahulu
> > > (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
> > > mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu
> karena
> > > nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan
> kamu
> > > telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
> > > menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah
> Allah
> > > menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu
> > > mendapat
> > > petunjuk.
> > >
> > > Wassalam
> > >
> > > ===
> > > Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> > > Kirim email ke: syiar-islam-
> > > <mailto:syiar- islam-subscribe% 40yahoogroups.
> com>
> > > [EMAIL PROTECTED] ps.com
> > >
> > > ____________ _________ _________ _________
> _________
> > > _________ _
> > > Shape Yahoo! in your own image. Join our Network
> > > Research Panel today!
> > > http://surveylink.
> > > <http://surveylink. yahoo.com/ gmrs/yahoo_
> > > panel_invite. asp?a=7>
> > > yahoo.com/gmrs/ yahoo_panel_ invite.asp? a=7
> > >
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been
> > > removed]
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
>
__________________________________________________________
> > > Got a little couch potato?
> > > Check out fun summer activities for kids.
> > >
> > http://search.
> >
>
<http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+k
> > ids&cs=bz>
> >
>
yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz
> > 
> > ===
> > Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> > Kirim email ke: syiar-islam-
> > <mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com>
> > [EMAIL PROTECTED]
> > 
> >
>
__________________________________________________________
> > Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV.
> Watch previews, get
> > listings, and more!
> > http://tv.yahoo.
> <http://tv.yahoo.com/collections/3658>
> > com/collections/3658
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been
> removed]
> >
> 
> 


===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


       
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play 
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/  

Kirim email ke