Simbol Halloween Simbol Halloween lekat dengan keadaan musim gugur dan karakter-karakter komersial dan menyeramkan hasil rekaan pembuat film Amerika dan ahli desain grafis. Simbol Halloween biasanya dekat dengan kematian, keajaiban, dan monster-monster dari dunia mitos. Karakter yang sering dikaitkan dengan Halloween misalnya karakter setan dan iblis dalam kebudayaan Barat, manusia labu, makhluk angkasa luar, tukang sihir, kelelawar, burung hantu, burung gagak, burung bangkai, rumah hantu, kucing hitam, laba-laba, goblin, zombie, mumi, tengkorak, dan manusia serigala. Di Amerika Serikat, simbol Halloween biasanya dekat dengan tokoh dalam film klasik mulai dari Drakula dan monster Frankenstein.
Hitam dan oranye dianggap sebagai warna tradisional Halloween, walaupun sekarang banyak juga barang-barang Halloween yang berwarna ungu, hijau dan merah. Labu yang merupakan hasil panen musim gugur di belahan bumi beriklim sejuk sering dijadikan simbol Halloween, begitu pula orang-orangan sawah sebagai penjaga hasil panen. Simbol Halloween yang dimengerti secara universal adalah labu yang diukir membentuk wajah "menyeramkan" yang diberi nama Jack-o'-lantern. Agar kelihatan lebih seram, lentera Jack-o'-lantern biasanya diletakkan di tempat gelap, karena di dalam labu diletakkan lilin menyala atau lampu. Di Amerika Serikat, lentera Jack-o'-lantern sering diletakkan di depan pintu masuk rumah sesudah hari mulai gelap. Tradisi membuat lentera Jack-o'-lantern berasal dari Amerika Utara yang banyak menghasilkan labu berukuran besar yang mudah diukir. [sunting] Makanan Halloween Di belahan bumi beriklim sejuk, perayaan Halloween berlangsung di musim apel sehingga Candy Apple atau caramel apple (apel yang dicelup ke dalam cairan gula) terkenal sebagai makanan Halloween. Selain itu, hidangan lain yang lekat dengan tradisi Halloween: pai labu, sari buah apel (minuman cider), candy corn, bonfire toffee, Toffee Apple, dan permen yang dibungkus dengan warna-warni Halloween (oranye, coklat, atau hitam). [sunting] Perayaan di Amerika Serikat Bagi anak-anak di Amerika, Halloween berarti kesempatan memakai kostum Halloween dan mendapatkan permen, sedangkan bagi orang dewasa adalah kesempatan berpesta kostum. Bagi pedagang eceran di Amerika, Halloween berada di urutan kedua di bawah hari Natal sebagai perayaan yang paling yang menguntungkan.[2]. Sejarah topeng dan kostum Halloween sebelum tahun 1900 di Amerika atau di tempat lain masih sedikit yang diketahui karena keterbatasan sumber primer.[3] Kostum Halloween yang diproduksi massal belum terlihat di toko-toko hingga tahun 1950-an, walaupun topeng Halloween sudah ada lebih dulu. Di tahun 2005, asosiasi produsen permen Amerika melaporkan 80% orang dewasa berencana membagi-bagikan permen kepada anak-anak yang datang,[4], sedangkan 93% anak-anak ingin berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga di malam Halloween.[5] Kota Anoka di negara bagian Minnesota mengklaim diri sebagai "ibu kota Halloween" dan merayakannya dengan pawai besar-besaran. Kota Salem di Massachusetts yang terkenal dengan legenda tukang sihir dari Salem biasanya didatangi lebih banyak wisatawan menjelang perayaan Halloween. Kota New York mengadakan pawai perayaan Halloween terbesar di Amerika Serikat yang disebut The Village Halloween Parade. Pawai yang dirintis pembuat topeng di Greenwich Village New York sekarang menarik perhatian 2 juta peserta dan pengunjung, sekaligus ditonton 4 juta pemirsa televisi. [sunting] Daftar pustaka Diane C. Arkins, Halloween: Romantic Art and Customs of Yesteryear, Pelican Publishing Company (2000). 96 pages. ISBN 1-56554-712-8 Diane C. Arkins, Halloween Merrymaking: An Illustrated Celebration Of Fun, Food, And Frolics From Halloweens Past, Pelican Publishing Company (2004). 112 pages. ISBN 1-58980-113-X Phyllis Galembo, Dressed for Thrills: 100 Years of Halloween Costumes and Masquerade, Harry N. Abrams, Inc. (2002). 128 pages. ISBN 0-8109-3291-1 Ronald Hutton, Stations of the Sun: A History of the Ritual Year in Britain, Oxford Paperbacks (2001). 560 pages. ISBN 0-19-285448-8 Jean Markale, The Pagan Mysteries of Halloween: Celebrating the Dark Half of the Year (translation of Halloween, histoire et traditions), Inner Traditions (2001). 160 pages. ISBN 0-89281-900-6 Lisa Morton, The Halloween Encyclopedia, McFarland & Company (2003). 240 pages. ISBN 0-7864-1524-X Nicholas Rogers, Halloween: From Pagan Ritual to Party Night, Oxford University Press (2002). 198 pages. ISBN 0-19-514691-3 Jack Santino (ed.), Halloween and Other Festivals of Death and Life, University of Tennessee Press (1994). 280 pages. ISBN 0-87049-813-4 David J. Skal, Death Makes A Holiday: A Cultural History of Halloween, Bloomsbury USA (2003). 224 pages. ISBN 1-58234-305-5 Ben Truwe, The Halloween Catalog Collection. Portland, Oregon: Talky Tina Press (2003). ISBN 0-9703448-5-6. Referensi ^ Simpson, John; Weiner, Edmund (1989). Oxford English Dictionary, second, London: Oxford University Press. ISBN 0-19-861186-2. ^ Thompson Smith, Samantha, "Halloween proves profitable for retailers in Raleigh, N.C., and elsewhere.", The News & Observer, 2004-10-19. Diakses pada 2006-09-14. ^ Skal, David J. (2002). Death Makes a Holiday: A Cultural History of Halloween. New York: Bloomsbury, 34. ISBN 1-58234-230-X. ^ (2005). Trick-or-treaters can expect Mom or Dad's favorites in their bags this year. National Confectioners Association. URL diakses pada 2006-09-14. ^ (2005). Fun Facts: Halloween. National Confectioners Association. URL diakses pada 2006-09-14. -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of lemotbanx Sent: Wednesday, October 31, 2007 1:01 PM To: [email protected] Subject: [syiar-islam] Tentang Halloween Day Asalamualaikum Wr. Wb. Saudara muslim dan muslimah yang dimuliyakan Allah SWT mohon bantuannya ane belum mengetahui mengenai sejarah asal muasal Halloween Day yang sekarang telah menjadi booming di siaran TV? apa kepentingan pihak barat menggembar-gemborkann Halloween Day ke seluruh penjuru bumi termasuk indonesia khususnya untuk umat muslim? bagaimanakah kita sebagai umat muslim menyikapi perayaan tersebut sebab pemerintah serasa tidak peduli akan masalah ini yang dapat berpengaruh terhadap akidah umat muslim dan apa yang harus dilakukan oleh umat muslim untuk menyadarkan saudara seimannya bila telah mengikuti perayaan kaum yahudi tersebut? Terimakasih atas ilmu dan infonya. semoga hal ini bermanfaat bagi semua muslim yang membacanya dan lebih menyadarkan kepada umat muslim untuk selalu menyikapi permasalah yang terjadi disekeliling umat yang dapat menghancurkan akidah umat. Untuk bergabung ke milis Syiar Islam kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Website: http://www.media-islam.or.id http://syiarislam.wordpress.com http://islamicbroadcasting.wordpress.com Yahoo! Groups Links

