Mohon untuk disebarkan. terima kasih
--------------------------------------
HTI Jawa Timur Klarifikasi Berita AULA
Berikut reportase berita tentang HTI yang dimuat di majalah AULA (majalah
yang diterbitkan PWNU Jatim) edisi November 2007 ribrik khusus Tabayyun
halaman 42 - 46, terkait dengan pemuatan miring artikel tentang HTI pada AULA
edisi September 2007.(redaksi)
Laporan utama Majalah AULA edisi September 2007 mendapat tanggapan. Para
Pengurus Dewan Pimpinan Daerah I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur
mendatangi Kantor Redaksi Majalah AULA yang ada di Kantor PWNU Jawa Timur, Jl.
Masjid Al Akbar Timur 9 Surabaya, Ahad (&/10). Hadir dari HTI Suhaib (Ketua I
DPD II Surabaya), Rifan (Departemen Infokom DPD I), Ibnu Ali (bagian mobile
DPD I), Saiduddin (Lajnah Tsaqofiyah) dan Fikri Arsyad (Ketua DPD II
Surabaya). Sementara itu, empat orang tim Redaksi Majalah AULA menemui mereka.
Dalam bingkai silaturrahmi, sore itu mereka menyatakan ingin mengklarifikasi
tulisan yang dinilai kurang tepat. Selain menyampaikan masukan secara lisan,
mereka juga menyerahkan bantahan secara tertulis sebagai hak jawab HTI terhadap
tulisan di AULA yang menurut mereka perlu luruskan. Ini dilakukan agar tidak
menimbulkan kesalahpahaman bagi pembaca AULA. Berikut uraian intisari tanggapan
mereka :
1. Terima kasih atas perhatian yang diberikan AULA kepada HTI dengan
menurunkan artikel utama Ummu Risalah tentang HTI dengan sebanyak 26 halaman
sekaligus sebagai cover story. Hanya saja, dalam penulisan berita dan analisis
ada yang tidak tepat, sehingga diperlukan diluruskan. Sebagaimana salah satu
prinsip jurnalistik yaitu cover both sides. Karena itu, sebagaimana yang
dinyatakan oleh QS Al Maidah 8, jangan sampai karena faktor ketidaksenangan
terhadap sesorang telah menjerumuskan kita, sehingga kita berlaku tidak adil.
2. Sikap kami kepada para Kyai dan Ulama adalah mendudukkan mereka sebagai
warotsatul anbiya, yang hanya takut kepada Allah. Maka, mereka adalah orang
yang sudah seharusnya dihormati dan ditaati. Merekalah para ulama yang selalu
menyampaikan pendapat dengan kekuatan hujjah syariyah, yang selalu melakukan
pembelaan kepada Islam dan kaum Muslimin dengan dakwah dan amar maruf nahy
munkar. Mereka mengayomi umatnya dengan keteduhan, yang jauh dari nada
provokasi dan adu domba. Maka, betatapun asingnya ide Khilafah di mata umat
Islam, tetapi harus diakui, bahwa ide tersebut merupakan ide yang telah diusung
dan dipertahankan oleh ulama. Al-Hushun al-Hamidiyyah (Benteng-benteng Sultan
Abdul Hamid II) adalah salah satu karya penting yang dipersembahkan ulama abad
ke-19 untuk mempertahakan Khilafah Utsmaniyyah yang dipimpin Sultan Abdul Hamid
II. Kitab ini hingga kini dikaji, dipelajari dan diwariskan secara turun
temurun di pesantren NU.
3. Di halaman 15 Kang Said (KH Said Aqil Siraj, Ketua PBNU), Kalau sampai
mereka merebut asset-aset NU, kita akan pertahankan dengan cara apapun. Jika
sampai terjadi bentrok fisik sesama Muslim dan ada yang meninggal dunia? Tidak
masalah, hukumnya mati syahid. Kalimat ini diawali dengan kalau berarti
belum terjadi, dan insya Allah tidak akan terjadi. Sehingga tudingan perebutan
aset/masjid NU oleh HTI tidak berdasarkan fakta. Kemungkinan lain adalah salah
identifikasi, atau hasil generalisasi, yang sebetulnya bukan HTI, melainkan
kelompok lain. Statemen Kang Said menjadi lebih dramatis dengan memilih kata
bentrok fisik dan meninggal dunia. Menurut investigasi wartawan majalah
Tebuireng (Majalah Tebuireng edisi 2 tahun I 2007, halaman 8 - 10), untuk kasus
Jombang tidak ditemukan perebutan masjid oleh HTI. Sebelum mengeluarkan
statemen, sebagaimana kebiasaan para kyai dan ulama NU, seharusnya Kang Said
melakukan pengecekan. Jika tidak, ini hanya akan menjadi
fitnah dan provokasi yang bisa memicu konflik horisontal.
4. Di halaman 16 Kang Said (KH Said Agil Siraj, Ketua PBNU) :
bahwa
sebagian besar gerakan Islam radikal di seluruh dunia, ternyata atas dukungan
Amerika Serikat. Negeri besar itulah yang mendanai dan mendidik mereka agar
bersikap keras
. Tidak menutup kemungkinan gerakan HTI juga berasal dari sana.
Kalimat awal barangkali ada benarnya, sebagaimana yang lazim dilakukan dalam
operasi intelijen yang dilakukan CIA, tapi ketika disambung dengan kata HTI,
maka jelas kesimpulan itu adalah keliru. Khitthah Hizbut Tahrir di seluruh
dunia, menyatakan bahwa Hizbut Tahrir tidak boleh menerima dana dari manapun,
kecuali dari internal anggota Hizb. Mengenai tudingan kekerasan juga tidak
tepat. Karena HT terikat sepenuhnya dengan metode Rosululloh saw, yaitu
fikriyyah (intelektual), siyasiyyah (politik) dan la unfiyyah (non-kekerasan).
Karena itu, dakwah non-kekerasan (non violence) adalah ciri khas HT yang
masyhur di seluruh dunia, sejak berdiri hingga Hari Kiamat. Bahkan,
pengakuan jujur pun pernah diberikan oleh mantan Duta Besar Inggeris untuk
Uzbekistan, ketika menyaksikan kesabaran anggota HT yang ditahan dan disiksa
hingga syahid, namun mereka tidak mau melakukan pembalasan secara fisik. Karena
itu, pernyataan tadi hanyalah penyesatan opini dan politik, dengan maksud agar
umat menjauhi HTI.
5. Bagaimana mungkin HT dididik AS, karena AS dan Uni Eropa sangat memusuhi
HT. Pasca Konferensi Khilafah Internasional, Ahad 12 Agustus 2007 di Gelora
Bung Karno Jakarta yang lalu, mereka semakin keras menentang ide khilafah yang
disuarakan HTI. George W. Bush berbicara di konvensi Tentara Amerika ke-89
(28/8/2007), These extremists hope to impose that same dark vision across the
Middle East by raising up a violent and radical caliphate that spans from Spain
to Indonesia. Demikian juga ketika Bush datang di forum APEC di Australia
dalam wawancara untuk IA Malaysia yang dikutip ITAR-TASS, Kita harus membuka
lembaran baru dalam perang melawan musuh kebebasan, melawan mereka yang di awal
abad XXI ini menyerukan kaum muslim untuk mengembalikan Khilafah dan penerapan
syariah. (www.demaz.org, Kamis 6/9/2007)
6. Di halaman 37 sub judul Beberapa kenyelenehan HT yang disampaikan
saudara Imam Ghazali Said, yang mengklaim sebagai pengamat gerakan Islam
radikal. Jelas, semuanya adalah fitnah, yang bersumber dari referensi di luar
HT, yaitu buku yang pernah dikeluarkan oleh WAMY dan kelompok Ahbas (yang
didirikan oleh Abdullah al-Habasyi), yang dinyatakan sesat oleh para ulama
Ahlussunnah. Siapapun yang mau membaca kitab rujukan HT (yang sudah dicetak dan
dijual bebas, baik berbahasa Arab maupun Indonesia) tidak akan menemukan
pandangan sebagaimana yang dicatut oleh Ghazali Said tersebut. Buku terbitan
WAMY, termasuk at-Thariq Ila Jamaat al-Muslimin, adalah buku-buku yang ditulis
sebagai upaya memelihara kebohongan secara konsisten, agar seperti kata Hitler,
Kebohongan seribu kali akan dianggap menjadi kebenaran. Begitulah
kenyataannya. Dengan terus-menerus memelihara kebohongan, diharapkan orang akan
percaya, karena sudah dianggap benar. Padahal, justru bisa sebaliknya,
sebagaimana kata pepatah Arab, al-Kadzdzab la yushaddaqu wa lau kana shadiqan
(Pembohong tidak akan pernah dianggap benar, sekalipun suatu ketika benar).
Adalah Dr. Shadiq Amien, (nama samaran seorang tokoh gerakan Islam asal
Jordania) yang menulis fitnah pertama kali tentang HT, dalam bukunya ad-Dawah
al-Islamiyyah: Faridhatun Syariyyah wa Dharuratun Basyariyyah. Orang ini
dikemudian hari akhirnya memberikan pengakuan, bahwa dia menulis buku tersebut
karena berada dalam tekanan intelijen Yordania.
7. Yang terakhir, di halaman 4 pemuatan surat pembaca yang ditulis Ali Asyhar
dengan nada penuh kebencian, kalap dan provokatif. Apakah pihak redaksi sudah
mempertimbangkan matang-matang untuk pemuatannya dan implikasi bagi pembaca?
Banyak sumber dari tulisannya yang diambil dari sumber yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan. Semoga dengan sedikit penjelasan dari kami dapat lebih
fair dan adil. Di akhir pertemuan, HTI mengingatkan, bahwa Ma yalfidzu min
qaulin illa ladaihi raqibun atid (apapun ucapan atau tulisan yang dinyatakan,
pasti ada Raqib dan Atid yang mencatatnya) (Q.s. Qaf: 18), dan akan dimintai
pertanggungjawaban di hadapan Allah di akhirat kelak. Jika berkaitan dengan
penilaian kepada orang lain dan penilaian itu salah (karena sumber informasi
yang salah atau karena kebencian), maka wahisabuhum Inda-Llah (Allahlah yang
berhak membalasnya). Apa yang kami sampaikan semoga bisa dipahami dengan jernih
dan lapang dada. Semoga, peristiwa ini membawa hikmah dan
membuka ruang yang lebih lebar demi terjalinnya ukhuwwah Islam. HTI tidak
pernah menutup pintu dialog dan tabayyun. Semoga Allah mememberikan taufik dan
hidayah-Nya kepada kita, sehingga bisa mengambil sikap yang tepat dan bijak.
http://www.hizbut-tahrir.or.id/index.php/2007/11/11/hti-jawa-timur-klarifikasi-berita-aula/
Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
pustaka tani
kampusku
nuraulia
Griyaku, Griya Female Reader: Gabung yuk! : [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]