Ya Allah ampuni kami muslim di Indonesia yang tak kuasa membantu
saudara-saudara kami di Palestina dan seluruh dunia yang dikerat-kerat
penjajah
http://www.hizbut-tahrir.or.id/index.php/2007/11/28/masiroh-ht-palestina-di-hebron/#more-1149
Anggota HT Syahid dalam Unjuk Rasa di Tepi Barat Menentang KTT Annapolis
Galeri Foto November 28th, 2007
Print
Anggota Hizbut Tahrir Palestina, Selasa (27/11) turun ke jalan menentang
konferensi perundingan perdamaian Israel - Palestine yang disponsori oleh AS.
Di Tepi Barat, seorang anggota HT dilaporkan syahid ditembak. Para polisi yang
loyal ke Abbas melakukan tindakan kekerasan untuk membubarkan aksi masirah
damai di Tepi Barat untuk menentang konferensi tersebut.
Kelompok Hizbut Tahrir mengatakan bahwa Hisyam Baradiyah, berusia 36 tahun,
salah seorang anggota kelompok ini ditembak di dadanya. Gerakan yang tersebar
di lebih 40 negara ini menyerukan penegakkan satu negera untuk kaum Muslim
dunia melalui Khilafah Islamiyyah yang akan membebaskan negeri-negeri Muslim
termasuk Palestina.
HT Palestina seperti diberitakan sebelumnya menggelar aksi penolakkan atas
konferensi jahat ini serempak di berbagai kota di Palestina, mulai dari Jenin
hingga Gaza.
Di kota Gaza, para pengunjuk rasa pendukung HAMAS meneriakkan yel-yel, Mati
Amerika dan Mati Israel. Mereka juga menyebut Mahmoud Abbas sebagai
kolaborator pada kehadirannya di Annapolis. [z/ap/sycom]
Ribuan rakyat Palestina, Selasa (27/11) rakyat Palestina menggelar aksi
besar-besaran serentak di berbagai kota di Palestina. Mereka menolak KTT
Annapolis dan mengungkap pengkhianatan para pemimpin Arab. Aksi tersebut
diantaranya dimotori oleh Hizbut Tahrir Palestina (HT Palestina). Namun aksi
yang dilakukan damai ini dihadapi oleh tindak kekerasan para polisi yang loyal
terhadap Abbas. Seorang diantaranya syahid.
Di Ramalah ribuan kaum Muslim bergerak dari sebuah Masjid di pusat kota,
tetapi dengan serta merta dikelilingi oleh para polisi yang memulai dengan
cepat menembakkan langsung amunisi di atas kepala mereka untuk membubarkan
kerumunan masa yang berdesakkan.
Banyak diantaranya yang lari kembali ke masjid dan di sekelilingnya. Polisi
memukul para peserta unjuk rasa dengan tongkat di jalan dalam usanya untuk
membubarkan massa. Polisi juga memukul seorang koresponden chanel berita
al-Jazeeera, Wael Shuyoukhi, yang melukai tangannya. Sekitar 150 orang
dilaporkan ditahan, kata seorang pejabat resmi.
Suasana serupa juga terjadi di sebelah utara kota Tepi Barat, Nablus dan
Jenin. Polisi telah mencoba mencegah wartawan dari meliputi aksi protes ini,
dan merampas seorang fotografer AP di Nablus.
Kekerasan yang paling buruk terjadi di Hebron, polisi menembakkan senjata
pada kerumunan massa. Seorang pria berumur 36 tahun, anggota HT syahid. Protes
di Hebron ini dimotori oleh Hizbut Tahrir Palestina.
Maher al-Jabari, seorang anggota HT Palestina mengatakan pemerintah tidak
memberikan ruang untuk mengemukakan pandangan yang berbeda. Kami sedang
menghadapi sebuah periode baru di Palestina, tidak mengekspresikan pendapat,
menggunakan kekuatan dan penindasan., katanya.
Sedangkan Baher Assaf, juru bicara kelompok ini berkata, Penguasa Palestina
tidak menginginkan seseorang pun untuk mengekspresikan pandangannya.
HT menentang segala negoisasi penyelesaian dengan Israel dan kelompok ini
pecaya bahwa semua tanah Palestina secara historis merupakan milik kaum Muslim
dan todak ada seorang pun yang boleh mengambilnya. [z/m/ap/sycom]
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5868&Itemid=1
Syekh Salah: Annapolis Mengarahkan untuk Menyetujui Penjajahan Palestina
Rabu, 28 November 2007 var sburl9571 =
window.location.href; var sbtitle9571 = document.title; var
sbtitle9571=encodeURIComponent("Syekh Salah: Annapolis Mengarahkan untuk
Menyetujui Penjajahan Palestina"); var
sburl9571=decodeURI("http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5868");
sburl9571=sburl9571.replace(/amp;/g,
"");sburl9571=encodeURIComponent(sburl9571); Syeikh Raid Salah, Ketua
Gerakan Islam Palestina 48 menggambarkan Konferensi Annapolis diarahkan untuk
menyetujui posisi 'penjajah' Israel
Hidayatullah.com--Syeikh Raid Salah, Ketua Gerakan Islam Palestina 48
menggambarkan Konferensi Annapolis diarahkan untuk menyetujui posisi Israel di
Yerusalem. Syeikh Raid juga mengatakan, Konferensi Annapolis juga dilakukan
untuk melakukan pembagian Masjid Al-Aqsa Mosque dan menghapuskan hak-hak bangsa
Palestina.
Pernyataan Raid Salah ini disampaikan dalam satu wawancara dengan saluran TV
Al-Jazeera. Syekh Salah juga menyatakan bahwa Israel mengarahkan konferensi itu
untuk menganugerahkan hak kekuasaan untuk melakukan pembinasaan dan menyerang
Jalur Gaza, yang merupakan pembuka pintu untuk menyerang negara-negara di Timur
Tengah termasuk Iran, Suriah dan Libanon.
Mengenai teori-teori yang membicarakan tentang penukaran tanah dengan Israel,
Raid Salah mengatakan, bahwa hal itu akan menjadi suatu "bencana karena hal
itu akan mengesahkan kehadiran penjajahan Israel Tepi Barat.
Kolaborator
Sementara itu, dalam sebuah pernyataanya terbaru, Hamas mengatakan, bahwa
pemimpin Fatah, sebagai suatu "kolaborator". Pernyataan Hamas ini disampaikan
saat unjukrasa menolak Konferensi yang diprakarsai oleh Amerika itu.
Sebagaimana diketahui, ratusan ribu massa dari penduduk Palestina di Jalur
Gaza turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa menentang konferensi Annapolis
yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Selasa (27/11) kemarin. Para peserta
aksi menyatakan penegasannya akan hak-hak Palestina dan menolak melakukan
kompromi.
Para pengunjukrasa berjubel memadati Gaza Zity sambil meneriakkan, kata
"Death to America" dan "Death to Israel".
Mereka juga menyerang Mahmoud Abbas, pemimpin Fatah dan menganggapnya sebagai
suatu "kolaborator" dan "pengkhianat" karena menghadiri pertemuan Annapolis.
Sementara itu, PM Palestina, Ismail Haniyah di tengah pendukungnya mengatakan,
Hamas akan tetap berdiri secara kuhuh dan akan terus melakukan perlawanan
dengan penjajah Israel.
Sementara itu, jurubicara Hamas, Aiman Toha, di depan Televisi Al-Alam
mengatakan, "Abbas tidak dapat menandatangani kesepakatan di konferensi
tersebut, dengan mengatasnamakan bangsa Palestina." Ditegaskannya pula, "Para
pejuang Palestina, terutama Hamas, tak akan komitmen dengan kesepakatan yang
ditandangani oleh Abbas dan Zionis di konferensi Annapolis. Sebab, para pejuang
Palestina senantiasa memprioritaskan hak bangsa. [cha, berbagai
sumber/www.hidayatullah.com]
Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
pustaka tani
kampusku
nuraulia
Griyaku, Griya Female Reader: Gabung yuk! : [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]