Hati-hati bertransaksi di ATM nontunai

Minggu, 25 November 2007 
Cerita Kriminal 
Lengah Bertransaksi Lewat ATM, Rekening Pun Bobol 
M CLARA WRESTI 
Peristiwa yang dialami tujuh nasabah Bank Central Asia di kawasan Kelapa 
Gading, Jakarta Utara, agaknya bisa diambil sebagai pelajaran bagi semua 
nasabah bank. Gara-gara mereka lupa keluar dari sistem layanan anjungan tunai 
mandiri nontunai, seluruh isi tabungan mereka ludes. 
Untunglah, sebelum lebih banyak lagi korban berjatuhan, pelakunya dapat 
diringkus dan diserahkan ke polisi. Akan tetapi tidak mustahil pelakunya bukan 
satu-satunya yang sudah ditangkap polisi. Bisa jadi masih banyak dan kini 
berkeliaran mengincar para nasabah bank. 
Salah seorang tersangka yang ditangkap polisi, beberapa hari lalu, adalah Raja 
Sotulahon (25). Kini ia ditahan di Kepolisian Sektor (Polsek) Pulo Gadung, 
Jakarta Timur. Tertangkapnya Raja ini berawal dari kecurigaan Agus Supriyatna, 
satpam BCA Rawamangun. 
Semula para petugas keamanan itu tidak curiga pada Raja karena tingkah lakunya 
seperti nasabah biasa. Tanpa sengaja, Agus menyapa Raja saat dia keluar dari 
ruang anjungan tunai mandiri (ATM). Bukannya membalas menyapa, Raja malah 
buru-buru lari. Rasa curiga Agus pun muncul. Dia langsung mengejar Raja. 
Ternyata setelah diamati, wajah Raja sama dengan foto yang disebar BCA sebagai 
tersangka pelaku pembobolan ATM nontunai. Raja pun diserahkan ke polisi. 
Pencarian Raja ini sebenarnya sudah dimulai sekitar tiga bulan lalu. Menurut 
pasangan Robby Anto (40) dan Yuni (35), saat mereka melapor ke BCA pada 12 
November, telah ada tiga nasabah yang uangnya diduga dikuras Raja. 
Menurut cerita Yuni, dia sama sekali tidak curiga tabungan atas nama suaminya 
bisa dikuras orang lain, karena kartu ATM-nya selalu berada di dompet suaminya. 
Setelah transaksi terakhir di ATM nontunai di Kantor Cabang Utama (KCU) BCA 
Kelapa Gading pada 30 Oktober, Robby yakin kartu ATM telah dia simpan kembali 
ke dompet. 
"Saya baru menyadari tabungan kami hilang ketika saya akan melakukan sejumlah 
pembayaran rekening lewat ATM. Pembayaran itu gagal karena tidak ada dana," 
tutur Yuni. Dia segera ke BCA Kelapa Gading untuk mencetak buku tabungannya. Di 
sanalah dia tahu kalau tabungannya hanya tinggal Rp 75.000. "Tabungan kami 
sebesar Rp 20,4 juta sudah pindah ke rekening Raja," ujar Yuni. 
Transfer dilakukan tersangka sebanyak dua kali. Transfer pertama sebesar Rp 10 
juta, lalu yang kedua Rp 10,4 juta. Cara yang dilakukan Raja untuk menguras 
tabungan korban sebenarnya sangat sederhana. 
Pelaku memanfaatkan keteledoran korban untuk keluar dari sistem layanan ATM. 
Banyak nasabah yang mengira tabungannya tidak bisa dibobol, karena tidak ada 
yang tahu nomor identifikasi pribadi (PIN) mereka. Apalagi saat ini bank 
melakukan pengamanan dengan selalu meminta PIN untuk setiap kali transaksi. 
Masalahnya, di ATM nontunai, kartu ATM tidak perlu berada di dalam mesin ATM 
untuk bertransaksi. Cukup gesekan sekali, ketika lampu indikator sudah berwarna 
hijau, kartu harus diambil lagi. Untuk transaksi berikutnya, nasabah cukup 
memasukkan nomor PIN saja. 
Raja yang ikut antre di belakang nasabah langsung beraksi ketika dia melihat 
nasabah di depannya lupa memencet pilihan "Tidak" saat mesin menanyakan akan 
melanjutkan transaksi atau tidak. 
"Dia cukup punya waktu untuk menghafal nomor PIN korban, karena biasanya korban 
melakukan beberapa transaksi, sehingga memencet nomor PIN itu berulang kali. 
Apalagi nomor PIN itu lalu dia catat di ponsel yang dipegangnya. Tidak ada yang 
curiga, karena orang mengira dia sedang menelepon," kata Kepala Polsek Pulo 
Gadung Komisaris Suharyanto. 
Berdasarkan data dari BCA, pembobolan yang dilakukan tersangka Raja terhadap 
rekening Robby hanya berselang tiga menit dari transaksi terakhir yang 
dilakukan Robby. 
Menurut Kepala Unit I Satuan II Fiskal Moneter dan Devisa Direktorat Reserse 
Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Gunawan, kejahatan seperti ini 
terjadi karena nasabah lupa menutup rekeningnya usai bertransaksi. 
"Pelaku memanfaatkan kelalaian nasabah ini," tutur Gunawan. 
http://www.kompas. co.id/kompas% 2Dcetak/0711/ 25/metro/ 4022495.htm 




      
____________________________________________________________________________________
Be a better pen pal. 
Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.  
http://overview.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke