*Di mana kita berdiri?* Mari kita uji kehidupan kita dengan kriteria iman dan Islam seperti yang diajarkan Al-Quran dan Nabi saw.
Jika kita menyatakan menerima Islam, apakah kita sudah menyerahkan segala hidup dan mati kita hanya untuk Allah? Apakah kita hidup hanya untuk-Nya? Apakah hati dan pikiran, badan dan jiwa, waktu dan tenaga kita telah kita curahkan untuk memenuhi kehendak Allah? Apakah misi itu kita laksanakan sesuai dengan keinginan-Nya yang harus dipenuhi umat Islam? Lagi, apakah kita patuh dan mengabdi hanya kepada Allah? Apakah kita sudah menghapus dari kehidupan kita perihal pengabdian kepada hawa nafsu, kepatuhan kepada keluarga, saudara, teman, masyarakat dan negara? Apakah kita sudah menjadikan rasa suka dan tidak suka kita sepenuhnya demi Allah? Jika kita mencintai seseorang, apakah sudah karena Allah? Jika kita membenci seseorang, apakah juga sudah karena Allah? Tidak adakah unsur egoisme dalam hal itu? Apakah kita memberi dan menerima karena Allah? Apakah kita membelanjakan dan memberikan kekayaan kepada orang lain atau menerima dari orang lain karena itu yang Allah inginkan? Apakah kita tidak memiliki motif kecuali untuk memperoleh ridha-Nya? Jika kita menemukan keadaan iman dan kepatuhan dalam diri kita sesuai dengan semua yang disebut di atas, kita harus bersyukur kepada Allah bahwa Dia telah memberi kita karunia iman yang begitu sempurna. Dan jika kita merasa kurang, kita harus menghilangkan segala hal yang kita curigai dan berkonsentrasi penuh untuk mengobati kekurangan ini. Dari upaya inilah tergantung kesuksesan di dunia dan di akhirat. Sukses apa pun yang kita peroleh dalam kehidupan dunia ini tidak akan mengurangi penderitaan kita di akhirat selama masih ada kekurangan dalam iman kita. Tetapi, jika kita memiliki iman yang sempurna, sekalipun kita tidak memiliki apa – apa di dunia ini, kita akan sangat beruntung di akhirat nanti. Jangan menggunakan kriteria ini untuk menguji atau memandang orang lain dan menentukan apakah dia seorang mukmin atau munafik? Muslim atau kafir? Gunakan kriteria ini untuk menguji diri kita sendiri, dan jika kita telah menguji diri kita dan temukan kekurangan kita, upayakan untuk mengatasinya sebelum bertemu Allah. Bagaimana seorang kyai atau hakim memandang kita, itu hanya sebagian kecil saja. Hanya pandangan dari Yang Maha Kuasa dan Maha Tahu saja yang meliputi segala yang dapat dan tak dapat dilihat. Jangan merasa bahagia hanya karena dalam KTP kita tercatat sebagai beragama Islam, tetapi kita harus tetap khawatir apakah kita juga tercatat muslim dalam 'daftar' milik Tuhan. Sukses yang sesungguhnya adalah bergantung kepada apakah Tuhan, sang Hakim Akhir, menilai kita sebagai muslim dan tidak munafik, patuh dan tidak membangkang, beriman dan tidak ingkar kepada-Nya. Insyaallah bersambung… (Sumber : al-Maududi, Abul A'la . Let Us Be Muslims / Menjadi Muslim Sejati, Jogjakarta : Mitra Pustaka, 1998) ************************************* Mau belajar Al-Islam dan berita2 sekitar dunia Islam ?? silahkan klik disini : [EMAIL PROTECTED] Atau mau melihat artikel sebelumnya silahkan kunjungi web-site kami : www.tauziyah.com [Non-text portions of this message have been removed] Untuk bergabung ke milis Syiar Islam kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Website: http://www.media-islam.or.id http://syiarislam.wordpress.com http://islamicbroadcasting.wordpress.com Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

