Titip saja disampaikan ke milis K3_LH, bahwa kondom untuk pencegahan HIV itu
bohong.

"Kegagalan kondom dalam KB saja mencapai 20 persen, apalagi untuk mencegah
masuknya virus HIV, dipastikan lebih besar. Perbandingan ukuran sperma dan
virus adalah 450 berbanding 1. Kondom yang beredar di pasaran Amerika, yang
terkenal kualitas kondomnya saja, ternyata mengalami kebocoran hingga 30
persen,".

Begitulah Dr dr Dadang Hawari saat memberikan penyuluhan bahaya narkoba dan
HIV/AIDS pada ratusan pelajar di Alun-alun Barat Serang 10 Spet 2007 yang
lalu, sbegaimana diberitakan di Jawa Pos edisi 11 September 2007.

Ref : http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=172162&c=1
 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Saepul Bahri
Sent: Monday, December 03, 2007 05:43
To: syiar-islam; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [syiar-islam] Fw: [K3_LH] OOT: Apakah kondom penyebab seks bebas?

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh,

All, dimilis Kesehatan dan Keselamatan Kerja sedang ramai - ramainya discuss
ttg pencegahaan aids...., mungkin bagi rekan yang lebih berkompeten bisa
bergabung mencurahkan gagasannya 

Wassalamu 'alaikum wrwb
Saepul

----- Original Message -----
From: Saepul Bahri
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, December 03, 2007 7:35 AM
Subject: Re: [K3_LH] Apakah kondom penyebab seks bebas?


Kalau melihat kenyataan, nampaknya hidup didunia sekarang  ini seperti
lelucon saja, contohnya seperti pencegahaan aids ini. bagaimana tidak,
disatu sisi kita tidak ingin agar penyakit aids terus berkembang . tetapi
disisi lain kita malah mendukung hal - hal yang mendorong orang untuk
melakukan hubungan seks bebas. kita tahu atau malah pura2 tidak tahu bahwa
setiap mahluk hidup memiliki hasrat untuk melakukan hubungan seksual,
bebasnya tayangan2 yang berbau  pornografi (baik dalam bentuk gambar, lisan
& tulisan) telah cukup untuk memicu munculnya hasrat tersebut....., negara
kita adalah negara hukum, kalau sosialisasi A-B-C dirasa kurang begitu
efektif. mungkin kedepan akan lebih baik kalau para pelaku 'Jina' diberi
hukuman saja, demi keluarga, masyarakat, bangsa & negara mari kita dorong
badan legislatif agar semakin berperan dalam pencegahaan aids ini termasuk
didalamnya men-goal-kan RUU APP.  

mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan, tulisan ini tidak dimaksudkan
untuk menyakiti siapapun

Salam
Saepul



  ----- Original Message -----
  From: s.nuraini ernaningsih
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Sent: Saturday, December 01, 2007 10:35 AM
  Subject: Re: [K3_LH] Apakah kondom penyebab seks bebas?



  Dear All,

  Mumpung hari ini adalah Hari AIDS Sedunia.
  Sejak jaman kuliah, sy kenal kampanye ABC-nya utk AIDS, krn organisasi
mahasiswa tempat saya bergabung ikut dalam kampanye tsb.
  Sebenarnya esensi dari kampanye mengurangi penukaran virus HIV/AIDS yang
penularannya adalah lewat cairan tubuh (darah, mani, dst) , sehingga pada
kampanye kami diarahkan sbb:
  1. Untuk yang belum menikah atau lajang, maka kampanye 'n yg harus
digalakkan adalah A = Abstinence, atau tidak melakukan  hubungan seks sama
sekali.
  2. Untuk yang sudah menikah atau yg sudah berpasangan, maka kampanye 'n yg
harus digalakkan adalah B = Be Fauthful, atau setia pada pasangan
masing-masing dan tidak bergonta-ganti pasangan.
  3. Sedangkan untuk yang tidak bisa dengan tuiak melakukan hubungan seks
sama sekali dan tidak bisa tidak gonta-ganti pasangan, maka disarankan C =
Condom, yaitu menggunkan KOndom untuk dalam hubungan seksual.
  Demikian, jadi sasaran kampanye setiap item adalah beda, tidak bisa
disamakan.
  Saran, untuk lebih menggalakkan kampanye, pilih yg paling sesuai dengan
audiens-nya.

  Salam,
  Erna


  ----- Original Message ----
  From: rahadian - <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Sent: Wednesday, November 28, 2007 12:53:37 PM
  Subject: Re: [K3_LH] Apakah kondom penyebab seks bebas?


  Program bagi-bagi kondom dalm kontek mencegah penularan HIV/AIDS bisa saja
diartikan bahwa kita mencurigai bahwa pasangan hidup kita (istri) mengidap
HIV/AIDS atau jangan-jangan memang kita salah satu pengidap penyakit
tersebut.

  Mas Agung S Wiryosuwarno <agung.wiryosuwarno@ gmail.com> wrote: 

    Dear All,
    Permasalannya adalah kampanye pencegahan AIDS nya terbalik polanya.
    Seharusnya khan ABC dengan urutan (berdasarkan tingkat efektifitas
    pencegahannya alias tingkat resikonya terkecil):
    1. A : Abstinence
    2. B : Be Faithful
    3. C : Condom
    Jadi terlihat sebenarnya yang harus diemphasize adalah A kemudian B
    dan terakhir C. Alias C ini adalah yang paling akhir (kalau dalam risk
    matriks merupakan 'APD') sehingga ia adalah 'last-line defence'.
    Tetapi kenyataannya?
    Hampir semua orang 'berteriak' condom adalah sebagai 'first-choice' !
    padahal bukan itu esensinya khan?
    Cheers,
    ASW

    On Nov 24, 2007 1:08 PM, Adi Sasongko <adi.sasongko@ gmail.com> wrote:
    >
    >
    >
    >
    > Teman2 sekalian,
    >
    > Kita sering mendengar pendapat yang mengkhawatirkan bahwa kondom
    > merupakan penyebab seks bebas sehingga kondom dinilai merusak moral
    > generasi muda.
    >
    > Apakah benar demikian?
    >
    > Saya berpendapat bahwa kondom bukan penyebab seks bebas dan tidak
    > merusak moral generasi muda atau generasi manapun.
    >
    > Alasannya?
    >
    > Dari perspektif sejarah, seks bebas sudah ada sebelum ada kondom.
    > Silahkan baca kembali sejarah yang menggambarkan terjadinya
    > perselingkuhan di kalangan kerajaan jaman dulu misalnya. Jadi jika
    > seks bebas sudah ada sebelum ada kondom, bagaimana bisa kondom
    > dituding menjadi penyebab seks bebas? Lha wong seks bebas sudah ada
    > sebelum ada kondom?
    >
    > Dari perspektif realitas, kenyataan-kenyataan di lapangan (penelitian2
    > oleh Depkes, ASA, BPS dsb), mengungkapkan bahwa di kalangan pelanggan
    > PSK (di berbagai lokalisasi dan tempat hiburan) pemakaian kondom hanya
    > 10-15%. Jadi ada 85-90% pelanggan PSK yang justru tidak pakai kondom.
    > Jika ini kenyataannya, bagaimana bisa kondom menjadi penyebab seks
    > bebas? Bukankah 85-90% pelanggan PSK ini adalah orang-orang yang sudah
    > menerapkan seks bebas dan malah justru tidak memakai kondom? Jadi
    > bagaimana bisa kondom dituduh sebagai penyebab seks bebas. Apa kata
    > dunia nanti? :)))
    >
    > Jadi lalu apa penyebab seks bebas?
    >
    > Dalam pandangan saya, seks bebas adalah sebuah perilaku berisiko yang
    > merupakan sebuah hasil akumulatif dari kombinasi sejumlah faktor
    > sehingga menghasilkan "enerji" yang mampu menerabas norma yang kita
    > pelajari sejak kecil dan yang kita yakini bahwa seks bebas adalah
    > sebuah hal yang terlarang.
    >
    > Apa saja faktor-faktor tersebut?
    >
    > 1. Pengaruh pergaulan sesama (peer group pressure). Seseorang yang
    > mempunyai teman2 pergaulan yang berpaham seks bebas akan bisa
    > terpengaruh oleh teman2nya ini sehingga diapun ikut melakukan seks
    > bebas.
    > 2. Pengaruh alkohol atau obat. Sewaktu kita masih waras maka kita bisa
    > berfikir jernih bahwa seks bebas itu terlarang. Akibat pengaruh
    > alkohol atau obat, maka fikiran waras itu bisa terpengaruh sehingga
    > dengan "gagah berani" kita melakukan seks bebas.
    > 3. Pengaruh media pornografi. Seseorang yang terpapar terus menerus
    > oleh media pornografi bisa terdorong untuk mencoba apa yang dia lihat
    > dalam media pornografi tersebut. Hal ini bisa membuat dia melakukan
    > seks bebas.
    > 4. Khusus bagi laki2 yang sudah menikah, maka perilaku seks bebas bisa
    > terjadi akibat permasalahan dalam kualitas hubungan dengan isterinya.
    >
    > Jadi tidak usah takut mempromosikan kondom sebagai alat kontrasepsi
    > atau pencegahan HIV. Karena sangat tidak mungkin gara-gara tahu
    > kondom, maka seseorang yang tidak punya masalah dengan ke empat butir
    > diatas, akan mendadak menjadi "gagah berani" untuk jajan seks di
    > lokalisasi, misalnya.
    >
    > Dan kalau kita sebagai aktivis peduli AIDS mempromosikan kondom, maka
    > kita bukan sedang "jualan" kondom tetapi kita mempromosikan kondom
    > sebagai alat pencegahan HIV (atau sebagai alat kontrasepsi) . Oleh
    > karena itu promosi kondom yang kita lakukan harus dalam konteks yang
    > lengkap yang dikaitkan dengan pemakaian kondom sebagai alat pencegahan
    > HIV. Kalau yang kita lakukan adalah sekedar membagi-bagi kondom, maka
    > ini namanya jualan kondom dan sebagai aktivis peduli AIDS maka kita
    > tidak akan melakukan hal seperti ini.
    >
    > Salam,
    >
    > Adi Sasongko
    > Yayasan Kusuma Buana
    > Jakarta, Indonesia
    > Tel. (62-21) 831 4764, 829 6337
    > Fx. (62-21) 831 4764
    > Website: www.kusumabuana. or.id
    > 





----------------------------------------------------------------------------
--
  Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. 





----------------------------------------------------------------------------
--
  Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See
how. 

   


[Non-text portions of this message have been removed]



Untuk bergabung ke milis Syiar Islam kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]

Website:
http://www.media-islam.or.id
http://syiarislam.wordpress.com
http://islamicbroadcasting.wordpress.com
Yahoo! Groups Links




Kirim email ke