bismi-lLahi-rRahmani-rRahiem

Sungguh memprihatinkan sikap mereka berlima, 
menghiba-hiba kepada musuhnya untuk diakui 
sebagai muslim moderate cinta damai. Padahal 
zionist israel tiap hari yg membantai dan menyiksa bangsa Palestina.

Pertanyaannya adalah, apakah mereka resmi 
mewakili umat islam Indonesia, atas dasar apa? 
Apakah mereka mewakili sikap politik bangsa dan 
pemerintah Indonesia, siapa yg memberi wewenang?

Mereka sudah jauh2 pergi ke tanah jajahan 
Palestina oleh zionist Israel, kenapa mereka tdk 
sudi menengok bangsa Palestina yg teraniaya dan terjajah tsb !!!!


-muslim voice-

At 08:52 10/12/2007, Yudo wrote:
>Lima Anggota LibForAll Indonesia Temui Shimon Peres di Yerusalem
>Eramuslim.com,  Senin, 10 Des 07 06:36 WIB
>
>Situs harian Jerusalem Post pada Jum’at (8/12) 
>menurunkan sebuah berita berjudul “Indonesian 
>Peace Delegation Meet With Peres” (Delegasi 
>Perdamaian dari Indonesia Temui Shimon Peres). 
>Berita ini ditulis oleh Greer Fay Cashman.
>Di awal artikelnya Cashman menulis, “Walau tidak 
>ada hubungan diplomatik formal antara Israel dan 
>Indonesia, lima orang anggota Delegasi 
>Perdamaian Indonesia menemui Presiden Israel 
>Shimon Peres, Jum’at (8/12) di Yerusalem. ”
>Kelima orang Indonesia tersebut berasal dari 
>Yayasan LibForAll, sebuah yayasan swasta yang 
>berasal dari Amerika Serikat yang tujuannya 
>untuk memerangi Islam Kafaah dan mempromosikan 
>Islam yang bersekutu dengan Zionis-Israel. 
>Abdurrahman Wahid menjadi pelindung yayasan 
>LibForAll dan anggotanya antara lain Yeni Wahid, 
>Abdul Munir Mulkhan, Ahmad Dani (Dewa19), dan 
>sederet aktivis JIL lainnya. Perjalanan mereka 
>ke Tanah Palestina yang diduduki Israel 
>bekerjasama dengan Simon Wiesenthal Center, 
>sebuah LSM Amerika pendukung utama Zionisme.
>Lima orang tersebut oleh Jerusalem Post dianggap 
>merepresentasikan dua ormas terbesar di 
>Indonesia, NU dan Muhammadiyah, yang memiliki 
>anggota sebanyak 70 juta rakyat Indonesia, dari 
>195 juta rakyat Indonesia yang Muslim.
>Di depan kelima orang Indonesia, Peres sempat 
>mengatakan bahwa kedatangan mereka akan 
>menimbulkan spekulasi di Indonesia, karena 
>selain Israel tidak memiliki hubungan resmi 
>dengan Indonesia, setiap ada orang Indonesia 
>yang ke Israel selalu saja menjadi berita kontroversi.
>Mengatasnamakan Indonesia
>C. Holland Taylor, pimpinan dari yayasan 
>LibForAll yang sangat pro-Zionis, menyatakan 
>kepada Peres bahwa Abdurrahman Wahid baru-baru 
>ini mengeluarkan sikap yang menolak dan 
>menentang HAMAS dalam persoalan di Palestina. 
>Taylor juga berkata bahwa Indonesia merupakan 
>satu-satunya negara di dunia di mana HAMAS 
>ditolak oleh ormas Islam terbesar di dunia.
>Jpost kembali menulis, “Syfiq Mugni (Syafiq 
>Mugni?), tokoh Muhammadiyah, berbicara dengan 
>Peres yang mengenakan kippa dengan tulisan 
>"shalom" dalam bahasa Ibrani dan Latin, begitu 
>gembira dengan orang-orang Indonesia yang 
>mengunjunginya dan bahkan mereka menyerang HAMAS 
>serta mendukung Zionis-Israel, sehingga Peres 
>mencopot kippa yang dikenakannya dan mengenakannya ke kepala tamunya tersebut.
>Pertemuan itu diisi dengan berbagai topik 
>pembicaraan antara lain bidang ekonomi, politik, 
>regional, dan peringatan 60 tahun berdirinya Israel di Tanah Palestina.
>Kepada Peres Mugni antara lain menyatakan, “Kita 
>berharap suatu waktu Muslim di Indonesia bisa 
>bersikap lebih toleran dan mengutamakan 
>demokrasi. Hal ini bisa dilakukan antara lain 
>lewat jalur pendidikan, untuk mengubah mental 
>Muslim di Indonesia agar bisa bersikap lebih 
>terbuka. ” Maksudnya jelas, agar Muslim 
>Indonesia bisa menerima Zionis-Israel sebagai 
>sekutu, sama seperti dirinya dan kawan-kawannya dari LibForAll.
>Ulama NU yang disebut dengan nama Abul A'la 
>(bisa jadi nama-nama ini merupakan nama alias), 
>mengamini Mugni dan menyatakan bahwa di 
>Indonesia ada segolongan Teroris Muslim. “Namun 
>hal itu tidak mencerminkan keseluruhan Muslim di 
>Indonesia. Kami akan secepatnya menghadapi itu 
>dan mempromosikan Islam yang penuh kedamaian. 
>Kami tidak bisa hidup tanpa kedamaian. ”
>Kelima orang Inadonesia ini juga menyatakan 
>bahwa mereka telah mencoba untuk berbicara 
>dengan Kubu Mahmud Abbas yang juga pro Israel 
>agar tercipta kerjasama saling menguntungkan 
>antara Palestina, Israel, dan mereka sendiri. 
>“Kami mendoakan itu, ” ujar Mugni.
>Peres bercerita bahwa Juni lalu, di Bali telah 
>diselenggarakan konferensi besar yang menentang 
>sikap Iran atas penafikkannya terhadap Holokous 
>yang dihadiri oleh Gus Dur, dan beberapa tokoh agama lain termasuk dari Israel.
>Oktober lalu, tambah Peres, tujuh delegasi 
>wartawan dari Indonesia juga datang ke Israel dan bertemu dengannya.
>Kelima orang Indonesia anggota LibForAll itu 
>selama di wilayah pendudukan Zionis-Israel 
>ditemani oleh Dean Rabbi Abraham dari Wiesenthal 
>Center dan C. Holland Taylor, CEO LibForAll. 
>Mereka ikut merayakan ritual Yahudi Hanukka, 
>menikmati tarian di Kiryat Shmona, mengunjungi 
>Betlehem dan juga Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, 
>setelah bertemu Peres. Selain itu, mereka juga 
>mengunjungi sebuah sekolah di Sderot dan 
>memantau wilayah Jalur Gaza dari kejauhan.
>Sorotan Media Islam
>Kunjungan lima komprador Zionis dari Indonesia 
>ke Shimon Peres ini menjadi berita hangat di 
>sejumlah media Islam dunia. Dalam artikelnya 
>berjudul “Normalisasi Memalukan Indonesia” 
>(8/12), media ‘Friend of al-Aqsha’ yang 
>diterbitkan Muslim London dan beredar luar di 
>Ibukota Inggris, lewat tangan Khalid Amayreh 
>menulis bahwa kunjungan lima orang Indonesia ke 
>wilayah pendudukan Israel di Palestian 
>sungguh-sungguh memalukan mengingat Indonesia 
>merupakan negeri Muslim mayoritas terbesar di dunia.
>“Dengan kunjungan lima orang Indonesia itu, 
>Dunia Islam mendapat banyak kerugian, dan hal 
>ini sungguh-sungguh menguntungkan Zionis—baik 
>Olmert maupun Abbas. Ini benar-benar menampar 
>muka kita semua. Benar-benar memalukan!” demikian Al-Aqsha.
>Tokoh dan Politisi Islam Indonesia Sibuk Cari Jabatan
>Sayangnya, di saat musuh-musuh Islam di 
>Indonesia gencar memerangi agama Allah ini, dan 
>dengan dana yang sangat besar berupaya 
>menjadikan Muslim Indonesia menjadi Sekutu bagi 
>Zionis (lihat www. Libforall. Org, di situ 
>jelas-jelas terdapat program nyata membuat umat 
>Islam Indonesia menjadi sekutu Zionis), para 
>tokoh dan politisi Islam masih saja disibukkan 
>dengan cari kursi dan jabatan, Pilkadal-lah dan segala macam.
>Dan seperti juga politisi sekuler lainnya, 
>setelah duduk di kursi yang nyaman karena 
>berhasil “menjual” Islam, mereka banyak yang 
>lupa daratan dan menjadi lebih cinta (setengah 
>mati) terhadap kenikmatan dunia ketimbang 
>mencintai akherat. Bukannya mensejahterakan 
>umat, mereka lebih khusyuk mensejahterakan diri 
>dan keluarganya sendiri. Umat lagi-lagi 
>dijadikan pendorong mobil mogok. Hanya saja 
>sekarang dilakukan oleh saudara-saudaranya sendiri.(Rizki)
>
>
> 
>____________________________________________________________________________________
>Never miss a thing.  Make Yahoo your home page.
>http://www.yahoo.com/r/hs
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>Untuk bergabung ke milis Syiar Islam kirim email ke:
>[EMAIL PROTECTED]
>
>Website:
>http://www.media-islam.or.id
>http://syiarislam.wordpress.com
>http://islamicbroadcasting.wordpress.com
>Yahoo! Groups Links
>
>
>

Kirim email ke