diambil dari 
http://www.eramuslim.com/berita/tha/7c11090042-matikan-tv-pada-sabtu-15-desember-2007-sore.htm


Matikan TV Pada Sabtu, 15 Desember 2007 Sore!

Selasa, 11 Des 07 11:59 WIB


Sejak satu dua hari ini, di berbagai milis Kristen ramai dibahas tentang 
sebuah film ruhani (baca: film pemurtadan) yang menurut rencana akan 
ditayangkan lewat stasiun teve swasta RCTI di slot acara FTV Natal (juga 
tengah diusahakan bisa ditayangkan di TransTV dan TVRI) secara serentak 
pada hari Sabtu, pukul 16.30 - 17.30 wib nonstop alias TANPA IKLAN. 
Judul filmya: Sebuah Penantian.

Film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry (USA). Penginjil 
(Evangelist) Billy Graham sendiri merupakan salah seorang tokoh utama 
gerakan Zionis-Kristen (Judeo-Christianity) AS yang dikenal sangat anti 
Islam dan pendukung fanatik gerakan Zionisme. Billy Graham inilah ‘Bapak 
Ruhani’ dari Presiden AS George Walker Bush, di mana pada pertengahan 
1980-an Bush jr., dikabarkan berhasil lepas dari pengaruh alkohol dan 
menjadi Kristen yang dilahirkan kembali. Suatu peristiwa yang oleh 
kalangan Kristen radikal di AS disebut sebagai Reborn in Christ.

Sedangkan menurut investigator kenamaan AS Texe Marrs, saat itu Bush 
sebenarnya telah sepakat dengan para penginjil Zionis untuk memakai 
kedok kekristenan di dalam upaya menggolkan cita-cita gerakan Zionisme 
Internasional. Jadi ‘Reborn in Christ’ hanyalah tipuan komplotan Bush 
agar mendapat dukungan dari umat Kristen AS dan Barat.

Film “Sebuah Penantian” awalnya bernama “My Hope Indonesia”. Film 
sejenis dengan judul “My Hope India” telah diputar di India dan konon 
menurut pengakuan di banyak milis Kristen, film tersebut berhasil 
memurtadkan jutaan orang-orang Hindu India.

Bukan Film Biasa

Yang patut diketahui, film ini bukan sekadar film biasa. Tapi telah 
melewati ritual kekristenan khusus berupa ‘Doa Puasa’ selama satu bulan 
penuh. Untuk pemutaran film “Sebuah Penantian” tanggal 15 Desember 2007 
sore, para awak dan pendukung film ini, juga diikuti oleh banyak jemaat 
gereja yang berkiblat ke Billy Graham Ministry AS, telah melakukan 
ritual tersebut, melakukan Doa dan Puasa sejak tanggal 15 November 
hingga 15 Desember 2007.

Tujuannya hanya satu: Agar setiap orang yang belum menerima Yesus 
sebagai Tuhan dan Juru Selamat, setelah menonton film ini ruhaninya akan 
goyang sehingga bisa meninggalkan agama yang selama ini dianutnya dan 
menggantinya dengan Tuhan Yesus. Sebuah film pemurtadan yang telah 
melalui ritual khusus.

Film yang dibintangi oleh Restu Sinaga, Christine Hakim, Mario 
Lawalatta, dan Nana Mirdad ini didukung oleh seluruh denominasi gereja 
di Indonesia. Dari berbagai milis juga diungkap bahwa para pemain film 
ini ‘sudah dipilih Tuhan’, karena ada satu aktor ternama yang menyatakan 
mundur dari film ini dan akhirnya ditangkap polisi karena terlibat narkoba.

“Sebuah kesaksian: Para pemain film ini sepertinya sudah disaring oleh 
Tuhan, yakni dengan batalnya salah seorang pemain yang sudah konfirm, 
namun entah kenapa tiba-tiba beliau membatalkan kontraknya. Ternyata 
Tuhan tahu siapa yang layak main dan siapa yang tidak layak main. Artis 
tersebut tidak lama kemudian tertangkap polisi karena terlibat narkoba 
dan saat ini sedang mendekam di penjara. Bayangkan betapa memalukannya 
film ini apabila yang main adalah artis tersebut… Yang menggantikan 
peran artis tersebut adalah Rudi Salam, ” demikian kalimat dari berbagai 
milis Kristen tersebut.

Matikan TV Saja

Jika benar RCTI dan juga sejumlah stasiun teve swasta dan juga TVRI akan 
menayangkan film tersebut, film pemurtadan yang telah melewati prosesi 
doa puasa secara khusus, maka sebaiknya keluarga-keluarga Muslim dan 
perkantoran yang banyak dihuni orang-orang Islam mematikan teve tersebut 
pada jam di atas.

Selain bisa terhindar dari pengaruh mistis film tersebut (berkat doa 
puasa selama sebulan yang memanggil kekuatan—istilah mereka pasukan 
doa—dari alam ghaib), maka hal ini juga sebagai bentuk penghematan 
energi. Bukankah Lidya Kandouw—orang Kristen juga, ibunya Nana 
Mirdad—sering bilang di TV: “Matikan Yang Tidak Perlu, Yang Tidak Perlu 
Matikan!” Jadi daripada buang-buang listrik dan usia pesawat TV, 
alangkah bijaknya kita mematikan pesawat TV di waktu tersebut.

Atau bagi yang tetap penasaran menonton, sebaiknya jangan lepas dari 
wudhu selama menonton film ini agar terhindar dari ‘Kuasa Gelap’ dan 
dilindungi oleh Allah SWT. Sembari menonton, teruslah berdzikir agar 
Yang Maha Pembolak-Balik Hati bisa terus melindungi keimanan kita. Dan 
untuk anak-anak, jangan sekali-kali melihat film yang bukan film biasa 
ini. Nashru minallahu wa fathun qariib. (Rizki)
|



Untuk bergabung ke milis Syiar Islam kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]

Website:
http://www.media-islam.or.id
http://syiarislam.wordpress.com
http://islamicbroadcasting.wordpress.com 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke