Assaamu'alaikumwaahmatullahiwabarakaatuh.
Benar kata orang : Rencana manusia yang buat, tetapi
keputusan ditangan Allahaang kuasa.
Sudah dua kali kejadian berulang. September 2000, aku
pulang ke Indonesia bbersama suami dan anak-anakku
dengan perkiraan akan kembali lagi 2 thn yad. Hampir
semua buku-buku referensi haditsku kubawa pulang,
dengan niat melanjutkan tulisanku di Indonesia
disamping mengajar. Jangankan menulis, membaca aja aku
dah sulit, sebab harus mengajari anak2ku, sementara
murid-muridkupun datang sampai pukul 10 malam ntuk
belajar. Tulisanku terbengkalai ketika itu selama dua
tahun. Ngak diajarin murid-murid itu kasihan juga. Tak
ada jalan lain kecuali aku harus kembali lagi ke
Kairo.
Mau kubawa lagi buku2 referensi haditsku, ngak
mungkin, terpaksa sampai di Kairo beli lagi buku-buku
yang sama, dengan judul dan isi yang sama, harga jauh
lebih mahal lagi, tidak tanggung-tanggung harus
mengeluarkan uang lebih dari 2000 dollar
Amrika(sekitar 18 juta lebih)untuk membeli buku2 yang
sudah kubawa pulang itu.Mau kepustaka, pustaka sangat
jauh dari rumahku, sementara aku mengurus sikecil.Aku
hanya bisa membaca, menulis saat sikecil tidur,
yah..mau tak mau beli juga buku yang benar-benar sama.
Pulang tahun 2006, aku juga membawa buku-buku, tetapi
bukan buku referensi hadits saja, buku kontemporer
dimana setiap bulan aku selalu membeli buku terbitan
baru dan kubawa pulang juga, dengan perkiraan selama
kurang lebih 2 thn di indo, aku bisa membaca
semuanya.Lagi-lagi diluar dugaan.Bukan sekedar murid
saja yang datang kerumah sampai jam 10 malam. Kali
ini aku sering pulang sampai jam 11 malam(diantar
jamaah mesjid), karena diskusi, tanya jawab yang
semula diperkirakan waktu yang diberikan padaku hanya
1 jam,malah menjadi tiga jam lebih, tidak hanya
terfokus pada topik ceramah yang kuberikan, malah
seringnya jadi segala macam topik, makanya waktu 3
jampun masih kurang, kalau tidak ingat hari dah malam,
bisa sampai subuh kalau dilanjutkan.
Akhirnya aku ngak sempat membaca semua buku-buku
itu.Rencana akan kembali lagi ke Mssir setelah paling
lama dua tahun, tetapi hatiku ngak kuat, ketika
sekitar bulan July kemaren suamiku pulang, baru
berapa bulan kutinggalkan dia dah kelihatan kurus
seperti tak ter urus. Maka kuputuskan harus kembali
cepat ke Mesir lagi.Rencana Aprilpun ngak jadi,
terpaksa dipercepat JANUARI.
Rumah yang baru saja kudiami 4 bulan, terpaksa
ditinggal. Semula aku tak ada niat menyewakan rumah
itu ke orang lain. Tapi menurut tetanggaku, rumah
kalau lama tidak didiami akan rusak.Entahlah, apakah
rumah itu akan dikontrakkan atau dibiarkan begitu
saja, akupun tak tau.Sayang sekali, meninggalkan
rumah baru, seperti janda kembang saja, masih sangat
enak dinikmati dengan view gunung Merapi, Singgalang
dikelilingi perbukitan, sawah nan tenang.Tapi itulah
realita keidupan didunia ini.
Terkadang sesuai dengan rencana kita, terkadang
meleset dari dugaan kita, terkadang mendekati planning
yang kita buat. Tapi pada intinya,pada akhir sebuah
planning, manusia harus menyerahkan segalanya pada
AllahTa'ala, dan yakin segala apapun keputusan yang
dberikan, ditetapkan dan yang kita jalani saat ini,,
berarti itulah yang terbaik untuk kita. Dalam hadits
Qudsi ddisebutkan bahwa Allah berada dalam sangkaan
hambaNya.Maka tidak ada yang lebih baik, selain
selalu berbaik sangka.
Terbiasa berbaik sangka pada Allah, maka akan terbawa
dalam sikap, watak dan kepribadian seseorang, akan
selalu berbaik sangka pada manusia lainnya.Melatih
positive thinking itu tidak semudah membalikkan
telapak tangan, butuh eksprimen-esksprimen, atau
dalam istilah Arabnya (Tamriinaat).
Hartono Ahmad Jaiz dalam bukunya Aliran-aliran sesat,
mengatakan :Manusia hanya bisa menilai sesuatu itu
salah, halal dan haram, yang dah jelas hukumnya,
tetapi mamnusia tak dapat menghukum ikhlas atau
riyanya perbuatan seseorang, karena itu hanya Allah
saja yang mengetahui.
Allah saja berfirman; Berdo'alah kamu dalam keadaan
suara keras, atau lembut."Bersedeqahlah kamu secara
terang-terangan ataupun diam-diam". Yang penting kita
dapat menjaga hati kita sendiri.Kalau kita merasa ngak
bisa jaga hati kita, sebaiknya kita diam-diam berbuat
baik, diam-diam bersedeqah, tetapi kalau kita
bertujuan agar perbuatan baik yang kita lakukan dapat
dilakukan orang lain juga, dan kita dapat menjaga
keihklasan hati kita, silahkan lakukan secara
terang2an.
Oleh sebab itu, berusaha keraslah dan lakukanlah
segala sesuatu itu dengan penuh perhitungan dan ilmu
siap dengan segala konsekwensi yang akan datang.
Wassalamu'alaikum. Rahima.
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping