Wuah Mbak Hanna ini bisa aja…..setuju Mbak……., tidak kamus dlam islam ikut 
merayakan atau menghormati hari-hari besar agama lain selain islam….khan islam 
telah di ridhoi oleh Allah SWT sebagai agama…..dan yang lain nggak ada tuch 
yang kitab sucinya memuat kalimat Tuhan mereka meridhoi agama mereka sebagai 
agama…….(setahu saya sich)

 

Salam,



 

Iskandar Jusuf

Biro Hubungan Industrial

Human Resource Division

PT. Bank Central Asia, Tbk.

Wisma BCA I Lt. 12 A

Jl. Jend. Sudirman Kav. 22-23

Jakarta Selatan 12920

Phone : 021-5208750    Ext. 23188

Fax        : 021-5711030

e-mail : HYPERLINK "mailto:[EMAIL PROTECTED]"[EMAIL PROTECTED]

 

   _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of 
suhana032003
Sent: Thursday, December 27, 2007 3:27 PM
To: [email protected]
Subject: [syiar-islam] Fwd: [INSISTS] Re: Maulid Muhammad Boleh, Natal juga 
Boleh.

 



iya sich..masalahnya yg sedang dirayakan itu kelahirannya siapa?? wong
nasrani mengakui itu kelahiran yesus kristus sebagai tuhannya mereka
toch??dan itu tidak ada sangkut pautnya dengan Nabi isa yg kita yakini
sebagai nabi dan bukan yesus kristus apalagi Tuhan.

hmm..kalau kamu mau merayakan hari kelahirannya yesus kristus, kenapa
kamu nda ikutan sekalian rayain hari kelahirannya brahmana or budha
gautama??kenapa hanya kelahirannya yesus kristus yg diributkan agar
kita ikut rayakan?? orang nasrani itu aneh..wong kita nda pernah maksa
mereka ikut2an rayakan idul fitri, lalu kenapa mereka ngotot sekali
agar kita ikut perayaan natal mereka??? yg lebih aneh adalah orang
muslim sendiri yg ikut2an ngotot agar kita mau rayakan natal bersama
atas nama toleransi..fuiiihhh-..

merayakan natal itu sama aja, mengakui yesus kristus sebagai Tuhan yg
lahir pada tgl itu. sedangkan Allah marah sekali pada perkataan mereka
yg mengatakan Allah mempunyai anak. sedangkan mereka menyakini bahwa
yesus kristus adalah Tuhan dan sekaligus anak Tuhan. dan keyakinan
mereka itu tidak ada sangkut pautnya dengan Nabi Isa yg kita yakini
sebagai Nabi, karena mereka juga tidak mengenal istilah nama Nabi Isa
yg kita yakini dan kenal selama ini. 

hmm..aku jadi ingat pembicaraanku dgn seorang biksu wanita disebuah
vihara, waktu aku tanya 
"itu patung2 apa koq banyak sekali?" 
dia bilang "itu patung dewa2". 
aku komentar lagi, "bukankah budha gautama itu sebelumnya adalah
manusia, kenapa skrang jadi dewa?" 
si biksu berkomentar, "karena semasa hidupnya dia melakukan banyak
kebajikan2, hingga menjadi orang suci, maka gautama akhirnya menjadi
dewa." 
aku tanya lagi, "berarti patung2 dewa ini akan terus bertambah dong..?
karena bukan hal mustahil akan banyak orang2 yg spt gauatama kan..?"
lalu jawabnya 

"iya..akan terus bertambah" komentarnya

dan aku iseng sibuk mencari diantara banyaknya patung2 lapis emas yg
ada di altar mengelilingi 1 buah patung besar yg sedang tiduran dan
aku komentar.."lho.-.patungnya Nabi Muhammad yg mana ya..?"

si biksu senyum kebingungan dan berkomentar "nda ada.."

"kenapa nda ada..?kan Nabi Muhammad jg semasa hidupnya selalu lakukan
kebajikan?kenapa nda dibuatkan patungnya?" hehehe..dan si biksu nda
bisa jawab lagi, karena aku langsung komentar "kalau gitu nda fair
dong..?tadi kata biksu semua orang yg diyakini lakukan kebajian akan
dijadikan dewa dan dibuatkan patung?mosok disini nda dibuatkan patung
Nabi Muhammad sich??"

jadi intinya kalau mau fair..kenapa nda sekalian aja ikutan rayain
kelahirannya budha, kenapa hanya harus ikut rayain kelahirannya yesus
kristus??setahuku selama ini, muslim nda pernah maksa non muslim
(kristen, hindu, budha,etc) untuk ikut rayain lebaran dech..??kalaupun
mereka ikutan rayain, yg jelas itu bukan karena dipaksa, tapi karena
memang pengaruh keyakinan mereka yg nda jelas itu untuk ditularkan
pada kita agar kita ikutan nda jelas kaya mereka.

dah ah..cape ah..ngemeng mulu..
salam
hana

--- In HYPERLINK "mailto:insistnet%40yahoogroups.com"[EMAIL PROTECTED], fauzi 
dex <fauzidex@> wrote:
>
> oh iya mas akmal inti nya kan sama-sama merayakan kelahiran. mau di
isi apapun yang jelas kan itu merayakan. kalo hanya sekedar
merenungkan dan mengkaji kembali sirahnya itu kayanya bukan merayakan,
jadi ga da masalah. cuman kan kebanyakan bukan seperti itu tapi benar
menganggap seperti hari raya.
> 
> Akmal Sjafril <[EMAIL PROTECTED]> wrote: kok tanggapan saya
gak dipedulikan ya? padahal di situ sudah saya jelaskan bahwa Natal
adalah aksi fitnah besar2an terhadap Nabi Isa as. (terutama karena
menganggap Yesus = Nabi Isa as.), dan karenanya, tak ada amal yg
relevan utk dilakukan dlm rangka merayakan aksi fitnah tsb... tapi
kelahiran Rasulullah saw. masih bisa diisi dgn amal2 ibadah, misalnya
dgn merenungkan kembali sirah nabawiyah, mengadakan kajian2 dsb...
kalau bicara mauludan dengan cara2 yg aneh bin ajaib alias penuh
khurafat, itu masuk dlm bab perbedaan antara what have been dan what
should have been...
> 
> simpel aja kan?
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: fauzi dex <fauzidex@>
> To: HYPERLINK "mailto:insistnet%40yahoogroups.com"[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, December 26, 2007 4:49:19 PM
> Subject: Re: [INSISTS] Re: Maulid Muhammad Boleh, Natal juga Boleh.
> 
> tersu kalo muludan bukan merayakan kelahiran Nabi Muhammad merayakan
apa dong?. Natal di yakini umat kristiani adalah merayakan kelahiran
yesus? Apa yang beda? sama-sama merayakan kelahiran? cuman ritual yang
beda?. 
> 
> Mengapa saya membuat tamsil dengan gambar, karena maslah ini
sama-sama tidak ada dalil dan berbenturan dengan keyakinan Orang lain.
Merayakan kelahiran merupakan tradisi Pagan dan di ikuti umat
kristiani dengan adanya natal (Ritual beda dengan bangsa pagan,
perayaan sama-sama merayakan kelahiran). Terus dikuti juga oleh
Sholahuddin al ayubi dengan adanya maulud nabi (ritual beda dengan
kristen dan bangsa pagan). Kita mengharamkan gambar karena tasabuh
dengan kristen, tapi muludan tidak di sebut tasabuh? 
> 
> Kenapa kita berani mengkritik bahwa Natal adalah mengikuti orang
pagan. Tapi muludan engga?. Padahal sekali lagi bahwa merayakan
kelahiran adalah kebiasaan orang Pagan. 
> 
> Diakhir tulisan ini saya hanya ingin menyatakan sikap Rasulullah
ketika beliau merumuskan masalah Adzan. Banyak para sahabat yang
memberikan Masukan, dari Mulai Lonceng, Menyalakan Api, tapi itu semua
di tolak sama Rasulullah, karena itu adalah kebiasaan Umat Majusi dan
Nashrani. Rasulullah tidak mau agamanya di campur adukan dengan
kebiasaan agama lain yang sudah dinyatakan sesat oleh Beliau.
Jangankan maslah pribadatan masalah jenggot pun Nabi menyarankan beda
apalagi mengadopsi Ajaran Lain.
> 
> Tapi buktinya Sikap beliau masih banyak yang tidak mengikutinya,
masih banyak ritual-ritual agama lain yang diadopsi Agama Islam, dari
mulai Bedug, Tasbe dan lain sebagai nya juga termasuk merayakan
kelahiran Nabi atau kelahiran kita sendiri. Padahal semua itu
jelas-jelas peribadatan orang lain yang tidak pernah di contohkan
Rasulullah. Wallahu a`lam bi Shawab.
> 
> Inti dari tulisan saya sejak awal hanya sebuah kritikan terhadap
diri kita sendiri yang masih banyak kita lupakan. BUKAN MEMBOLEHKAN
NATAL, KARENA BAGI SAYA MERAYAKAN KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAJA, MASIH
BANYAK TANDA TANYA BESAR, APALAGI NATALAN? Wallahu A`lam bi shawab.
> 
> rsa <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com,
fauzi dex <fauzidex@ .> wrote:
> >
> > Anda sudah sepakat bahwa tradisi merayakan kelahiran bukan dari 
> Islam dan bahkan tidak pernah diajarkan dalam Islam, semua ini adalah 
> tradisi pagan. Muludan dan Natalan hakikatnya sama merayakan 
> kelahiran Nabi cuman ritual nya aja yang beda. Muludan dalam sejarah 
> Islam kita kenal lahir dari Sholahuddin Al-Ayubi ketika perang salib. 
> lalu siapakah sholahuddin al ayubi sehingga kebijakannya melakukan 
> muludan harus diikuti sampai sekarang?.
> 
> ==> itu bukan pernyataan saya. lihat lagi. anda menggabungkan dengan 
> serampangan dua hal yang saya kemukakan menjadi satu. dan sec tidak 
> langsung anda tdk seksama menerima tanggapan saya: [1] muludan tidak 
> sama dengan natalan (meski di benak anda sama saja, asumsi yang 
> eror), dan [2] tradisi natalan menurut segolongan kalangan gereja 
> dianggap budaya pagan.
> 
> > 
> > Membicarakan niat, lalu bolehkah kita menggambar Rasulullah karena 
> niat saya untuk penambah rindu dan kecintaan terhadap beliau sehingga 
> saya simpan gambar beliau di rumah saya, sebagai pertanda bahwa saya 
> sangat mencintai dan bahwa saya adalah sebagai pengikut ajaran 
> beliau?. Karena menggambar rasulullah tidak ada sama sekali dalil 
> yang melarang ko?. Niat baik cara salah tetap salah.
> 
> ==> knapa anda jadi lari ke masalah gambar? dimana kesamaanya dengan 
> soal muludan dan natal? hanya krn sama-sama tidak berdalil? anda 
> salah! menggambar wajah rasul untuk menambah rindu itu buktinya mana? 
> ini sekadar jidal an sich kan? just forget it!
> 
> > 
> > kita sama-sama menentang merayakan natal (merayakan kelahiran nabi 
> Isa), tapi anehnya kenapa tradisi merayakan kelahiran malah di bawa 
> ke rumah kita dengan di tambah ritual-ritual yang tidak pernah di 
> ajarkan Rasulullah.
> 
> ==> itu kata anda! saya tidak menentang natal! buat urus rumah orang? 
> yang saya pribadi tentang adalah ummat muslim yang sok toleran, sok 
> plural, dan sok2 lainnya, ikut merayakan dan mengucapkan selamat 
> natal. baca lagi dong tulisan ust Adian! fokus man, fokus!
> 
> > 
> > Saya hanya ingin tanyakan kepada anda, Dari manakah Tradisi 
> Merayakan Kelahiran Itu datang? Lalu bolehkah Tradisi Perayaan Orang 
> Lain dijiplak Oleh Umat Islam Dengan diganti ritual-ritual nya?.
> 
> ==> pertanyaan anda tidak jelas!
> 
> > 
> > Intinya ini adalah sebuah pemikiran paradox. kita melarang malah 
> kita sendiri yang jiplak?.
> 
> ==> anda yang paradox
> 
> > 
> > rsa <efikoe@> wrote: [1]
> > Anda bertelekan pada fakta dan realita bahwa dalam islam ada 
> muludan, 
> > padahal hal ini tdk ada dalilnya baik dalam kitabullah maupun 
> sunnah 
> > rasul. pada titik ini saya juga setuju. tapi anda menafikan poin 
> saya 
> > yaitu hakekat perayaannya: niat dan konsekuensinya, teknis!
> > 
> > alih-alih menanggapi ini anda malah berkelit dengan menyatakan 
> > muludan itu adalah budaya kristen! wah, bisa tunjukkan dalilnya? 
> saya 
> > ko menduga anda mengasumsikan mulud dan natal itu HUT/ULTAH, 
> JARIG, 
> > DIRGAHAYU dan semacamnya, sehingga di mata anda, karena ULTAH itu 
> > tradisi kristen (coba buktikan!) maka mulud adalah budaya kristen! 
> > weleh, ko ya simplistik dan off trach to?
> > 
> > Anda tahu bahwa di awal-awal dulu, bahkan sekarang juga masih, 
> > kalangan gereja ada yang 'mengharamkan' perayaan natal karena di 
> mata 
> > mereka ULTAH adalah tradisi pagan dan animisme? Cek deh!
> > 
> > Kembali ke laptop: sudah coba bandingkan bagaimana kriten 
> merayakan 
> > ULTAH yesus dan muslim merayakan MULUD?
> > 
> > [2]
> > Sekiranya ada yang bisa menghitung dan menentukan dengan akurat, 
> > kelahiran Isa as, tentu hal yang sama juga bisa dilakukan kpd 
> ULTAH 
> > para nabi-nabi Islam lainnya bukan? Nah sekarang tinggal sepakati 
> > saja, apakah setuju untuk juga merayakan MULUD para nabi-nabi itu? 
> > Hehehe ... di sini kritikan anda tidak pas, karena anda 
> > menyamakan 'perayaan' dalam konteks MULUD dengan dalam konteks 
> NATAL!
> > 
> > Yang seharusnya ada pastikan adalah, di mana letak salahnya 
> perayaan 
> > MULUD ini, dengan kilas balik ke sejarah MULUD! jangan malah anda 
> > tarik sec paksa kesamaan MULUD dan NATAL lalu anda membolehkan 
> muslim 
> > merayakan NATAL!!!
> > 
> > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, fauzi dex <fauzidex@> wrote:
> > >
> > > jika kita menemukan bukti-bukti kongkrit bahwa nabi Isa lahir 
> pada 
> > tanggal A dan Tahun B. lalu bolehkah kita merayakannya? . 
> > permasalahannya bukan perbedaan pandangan masalah Nabi Isa. Tapi 
> > kelahiran nabi Isa, dan kita mengakui tentang lahirnya beliau ke 
> > dunia. Lalu jika sepertinya suatu saat umat kristen dan umat Islam 
> > sepakat atas ditemukannya berbagai bukti bahwa nabi Isa dilahirkan 
> > pada tanggal A tahun B. Lalu bolehkah kita sama-sama merayakan 
> > kelahiran nabi Isa, dengan ritual yang berbeda?
> > > 
> > > kalau misal tidak boleh, apa landasan dalil yang melarang?toh 
> nabi 
> > Muhammad juga boleh diperingati? Padahal tidak ada tungtutan atau 
> > dalil sekalipun dari Nabi atau Alqur`an malah para sahabat 
> sekalipun?.
> > > 
> > > inti dari kritikan saya adalah, kenapa selama ini kita keras 
> > terhadap budaya lain yang masuk dalam ajaran Islam. Tapi masalah 
> > muludan nabi yang identik lahir dari kebudayaan kristen kita malah 
> > sepakat?. Alih-alih ingin mencintai Rasul tapi malah melanggar 
> > ketentuan Rasul dan Para Sahabatnya, kalaulah ini bukti cinta 
> kepada 
> > rasul atau sebagai pembangkit semangat kenapa para sahabat tidak 
> > melakukannya? padahal mereka yang lebih mencintai Rasul, jauh 
> > dibandingkan kita. Terlebih yang dipakai adalah cara yang biasa 
> umat 
> > kristiani lakukan.
> > > 
> > > jadi intinya konsekwensi dari muludan nabi adalah akan banyak 
> yang 
> > menggunakan dalih ini untuk merayakan kelahiran nabi-nabi yang 
> lain. 
> > yang perlu dicatat adalah ini budaya kristen kenapa kita malah 
> > menerimanya? .
> > > 
> > > rsa <efikoe@> wrote: Anda ini 
> > kristiani atau muslim ya?
> > > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ------------ --------- --------- ---
> > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! 
> Search.
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> ------------ --------- --------- ---
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> ____________-_________-_________-_________-_________-_________-_
> Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
HYPERLINK 
"http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ"http://mobile.-yahoo.com/-;_ylt=Ahu06i62sR-8HDtDypao8Wcj9tA-cJ
 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

--- End forwarded message ---

 


Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.9.6/865 - Release Date: 6/24/2007 8:33 AM



Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.9.6/865 - Release Date: 6/24/2007 8:33 AM
 
  


::BCA::


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke