Assalaamu'alaikum wr wb.

Robbii zidnii 'ilman warzuqnii fahman, robbishrohli
shodrii wayassir lii amrii wakhlul 'uqdatam
millisaanii yaf qohuu qoulii,  amiin. Perkenankanlah
saya urun kata-kata dalam pertanyaan sdr Ririn. Bagi
ustadz dan ustadzah, sekaligus mohon bimbingan atas
tulisan ini. Seandainya ada yang tidak tepat apalagi
salah mohon segera dibetulkan. Ini dalam rangka
belajar saya.

1.  Apakah Allah mau mengampuni dosa umatnya yang
telah berbuat dosa?

Kita harus yaqin dengan jaminan Allah swt, bahwa Allah
akan mengampuni dosa seluruh hambanya, kecuali jika
hamba tersebut tetap dalam kesyirikan.
sesungguhnya allah tidak akan mengampuni dosa syirik,
dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari
(syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-nya. barang
siapa yang mempersekutukan allah, maka sungguh ia
telah berbuat dosa yang besar . (anisa'/4: 48)

sesungguhnya allah tidak mengampuni dosa
mempersekutukan (sesuatu) dengan dia, dan dia
mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa
yang dikehendaki-nya. barangsiapa yang mempersekutukan
(sesuatu) dengan allah, maka sesungguhnya ia telah
tersesat sejauh-jauhnya. (anisa'/4: 116).

Dari Anas bin Malik rodhiallahu ‘anhu dia berkata: Aku
mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman, “Wahai
anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan
berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah kamu
lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika
dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau
meminta ampunan  kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak
Adam, sesungguhnya jika engkau datang membawa
kesalahan sebesar dunia, kemudian engkau datang
kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu
apapun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan
sebesar itu pula.” (HR. Tirmidzi, ia berkata, ”hadits
ini hasan shahih.”)[1]
Seberapa pun besar dosa seseorang Alloh menjanjikan
ampunan jika mau istigfar. Ampunan Alloh akan
menyebabkan terhapusnya dosa. Terhapusnya dosa
menyebabkan terhindar dari azab dunia dan azab
akhirat.  Siapa yang mau istigfar ketika berdosa maka
dosanya terhapus meski puluhan kali dia lakukan tiap
harinya. Dan dia terbebas dari predikat orang yang
terus menerus dalam dosa. Ini semua menunjukkan betapa
besar dan luasnya rahmat Alloh pada hamba-Nya. Maka
celakalah seorang hamba yang mengetahui luasnya rahmat
Alloh namun dia tidak berusaha untuk meraihnya
sehingga terhalang dari rahmat-Nya.
Semoga istigfar menjadi rutinitas kita sebagaimana
rutinitas Nabi kita. Beliau dalam sehari lebih dari
tujuh puluh kali beristigfar.

Catatan Kaki:
[1] Khusus mengenai syarah hadits ke-42 ini, silahkan
klik disini.
Sumber: Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi - Syaikh
Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh - http://muslim.or.id 
Penyusun: Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam (Staf
Pengajar Ma’had Ihyaus Sunnah, Tasikmalaya). (Diambil
dari: Ringkasan Shahih Bukhori dalam Qur'an Hadist
Web).

2.  Bagaimana dosa kalau kita berbohong ?

a. Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran
membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke
surga. Selama seorang benar dan selalu memilih
kebenaran dia tercatat di sisi Allah seorang yang
benar (jujur). Hati-hatilah terhadap dusta.
Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan
kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta
dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah
sebagai seorang pendusta (pembohong). (HR. Bukhari)

b. Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila
berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan
bila diamanati dia berkhianat. (HR. Muslim)

c. Rasulullah Saw membolehkan dusta dalam tiga
perkara, yaitu dalam peperangan, dalam rangka
mendamaikan antara orang-orang yang bersengketa, dan
pembicaraan suami kepada isterinya. (HR. Ahmad).
Penjelasan: Bila dikhawatirkan ucapan suami yang benar
dapat berakibat buruk, maka suami boleh berdusta
kepada isteri untuk memelihara kerukunan.

d. Sesungguhnya Allah menyukai dusta yang bertujuan
untuk memperbaiki dan mendamaikan (merukunkan), dan
Allah membenci kebenaran (kejujuran) yang
mengakibatkan kerusakan. (HR. Ibnu Babawih)

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) -
Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press. (Diambil
dari: Ringkasan Shahih Bukhori dalam Qur'an Hadist
Web).

3.  Bagaimana cara meyeimbangkan antara dunia dan
akhirat ?

Untuk menyeimbangkan dunia dan akhirat, kita perlu
merujuk (diantaranya) dua ayat berikut serta mengingat
 rasulullah, bahwa dunia ini adalah jalan menuju
akhirat. Sebaiknya, (ini saya fahami dari alm kakek
dan ayah saya) segala tindakan dunia kita/karena kita
memang hidup di dalamnya harus diniatkan lillaahi ta
'ala. 

Jika niat telah kita tetapkan, maka segala usaha dan
hasil yang ada harus mengikuti syariah.

dan di antara mereka ada orang yang mendoa: 
ya tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa
neraka (albaqarah/2: 201)

barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja
(maka ia merugi), karena di sisi allah ada pahala
dunia dan akhirat. dan allah maha mendengar lagi maha
melihat. (anisa'/4: 134)
a. Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah bersabda: Tiga perkara yang akan mengiringi
mayit, yang dua akan kembali dan yang satu akan
menetap. Ia akan diiringi oleh keluarganya, hartanya
dan amal perbuatannya. Keluarga dan hartanya akan
kembali dan tinggallah amal perbuatannya. (Shahih
Muslim No.5260).
b. Hadis riwayat Amru bin Auf ra., ia berkata:
Bahwa Rasulullah mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah ke
Bahrain untuk memungut jizyahnya (upeti), karena
Rasulullah telah mengadakan perjanjian damai dengan
penduduk Bahrain dan mengangkat Alaa' bin Hadhrami
sebagai gubernurnya. Kemudian Abu Ubaidah kembali
dengan membawa harta dari Bahrain. Orang-orang Ansar
mendengar kedatangan Abu Ubaidah lalu melaksanakan
salat Subuh bersama Rasulullah. Setelah salat, beliau
beranjak lalu mereka menghalanginya. Ketika melihat
mereka beliau tersenyum dan bersabda: Aku tahu kalian
telah mendengar bahwa Abu Ubaidah telah tiba dari
Bahrain dengan membawa harta upeti. Mereka berkata:
Benar, wahai Rasulullah. Beliau bersabda:
Bergembiralah dan berharaplah agar mendapatkan sesuatu
yang menyenangkan kamu sekalian. Demi Allah, bukan
kefakiran yang aku khawatirkan terhadap kalian, tetapi
yang aku khawatirkan adalah jika kekayaan dunia
dilimpahkan kepada kalian sebagaimana telah
dilimpahkan kepada orang-orang sebelum kalian,
kemudian kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya
sebagaimana mereka berlomba-lomba dan akhirnya dunia
itu membinasakan kalian sebagaimana ia telah
membinasakan mereka. (Shahih Muslim No.5261)
c. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Bahwa Rasulullah bersabda: Ketika seorang dari kalian
memandang orang yang melebihi dirinya dalam harta dan
anak, maka hendaklah ia juga memandang orang yang
lebih rendah darinya, yaitu dari apa yang telah
dilebihkan kepadanya. (Shahih Muslim No.5263)
d. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Bahwa ia mendengar Nabi bersabda: Sungguhnya ada tiga
orang Bani Israel, seorang berkulit belang, seorang
berkepala botak dan yang lain matanya buta. Allah
ingin menguji mereka, maka Dia mengirim malaikat.
Malaikat ini mendatangi orang yang berkulit belang dan
bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Orang itu
menjawab: Warna (kulit) yang bagus, kulit yang indah
dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik
kepadaku. Malaikat tersebut mengusap tubuhnya, maka
penyakitnya sembuh dan ia diberi warna yang bagus dan
kulit yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa
yang paling kamu senangi? Orang itu menjawab: Unta.
Atau: Ia menjawab: Sapi. (Ishak ragu-ragu tentang
itu). Lalu ia diberi unta yang hampir melahirkan lalu
malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu.
Kemudian ia mendatangi orang yang botak lalu bertanya:
Apa yang paling kamu sukai? Orang itu berkata: Rambut
yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang
jijik kepadaku. Malaikat mengusapnya, maka penyakitnya
sembuh dan ia diberi rambut yang indah. Malaikat
bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu senangi? ia
menjawab: Sapi. Maka ia diberi sapi bunting lalu
malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu.
Kemudian malaikat mendatangi yang buta, lalu bertanya:
Apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab: Allah
mengembalikan penglihatanku, sehingga aku dapat
melihat manusia. Maka Malaikat mengusapnya, sehingga
penglihatannya kembali normal. Malaikat itu bertanya
lagi: Harta apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab:
Kambing. Maka ia diberi kambing yang beranak.
Selanjutnya semua binatang yang diberikan itu
beranak-pinak sehingga orang yang berpenyakit belang
dapat mempunyai unta satu lembah, yang botak mempunyai
sapi satu lembah dan yang asalnya buta memiliki
kambing satu lembah. Pada suatu ketika malaikat
kembali mendatangi orang yang berpenyakit belang dalam
bentuk dan cara seperti ia dahulu lalu berkata: Aku
orang miskin yang telah terputus seluruh sumber rezeki
dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi
pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan
yang telah menganugerahimu warna yang bagus, kulit
yang indah serta harta benda, aku minta seekor unta
untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu berkata:
Masih banyak sekali hak-hak yang harus kupenuhi. Maka
malaikat itu berkata kepadanya: Aku seperti mengenal
kamu, bukankah kamu yang dahulu berpenyakit kulit
belang yang manusia jijik kepadamu, serta yang dahulu
fakir lalu diberi harta oleh Allah? Orang itu berkata:
Aku mewarisi harta ini secara turun-temurun. Malaikat
berkata: Kalau kamu berdusta, semoga Allah menjadikan
kamu seperti dahulu lagi. Setelah itu malaikat tadi
mendatangi orang yang dahulu botak dalam bentuknya
seperti dahulu lalu berkata kepadanya seperti apa yang
dikatakannya kepada orang yang berkulit belang, dan
orang itu menjawabnya seperti jawaban orang yang
belang tadi. Maka malaikat berkata: Jika kamu
berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu
lagi. Kemudian sesudah itu malaikat mendatangi orang
yang dahulu buta dalam bentuk dan cara seperti dahulu
lalu berkata: Aku orang miskin yang mengembara dan
telah terputus seluruh sumber rezeki dalam
perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi
pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan
yang telah memulihkan penglihatanmu, aku minta seekot
kambing untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu
berkata: Dahulu aku buta, lalu Allah memulihkan
penglihatanku, maka ambillah apa yang kamu inginkan
dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu inginkan. Demi
Allah aku tidak akan membebani kamu untuk
mengembalikan sesuatu yang telah kamu ambil untuk
Allah. Maka malaikat berkata: Peganglah hartamu itu
semua, karena kamu sekalian hanya sekedar diuji, kamu
telah diridai Tuhan, sedangkan kedua sahabatmu telah
dimurkai Allah. (Shahih Muslim No.5265)
e. Hadis riwayat Saad bin Abu Waqqash ra., ia berkata:
Demi Allah, aku adalah orang Arab pertama yang
melepaskan anak panah di jalan Allah. Kami pernah
berperang bersama Rasulullah dan tidak ada makanan
yang dapat kami makan selain daun hublah dan daun
samur (dua macam tanaman padang pasir), sehingga
kotoran kami seperti kotoran kambing. Kemudian
keesokan harinya Bani Asad mengajariku pengetahuan
agama. Kalau demikian, sungguh aku telah gagal dan
usahaku sia-sia. Dan Ibnu Numair tidak mengatakan:
Kalau demikian. (Shahih Muslim No.5267)
f. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Sejak berpindah ke Madinah, keluarga Muhammad tidak
pernah merasa kenyang karena makan gandum selama tiga
malam berturut-turut sampai beliau wafat. (Shahih
Muslim No.5274)
g. Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Kami, keluarga Muhammad sering hidup selama satu bulan
tidak menyalakan api (memasak), karena makananannya
hanya kurma dan air. (Shahih Muslim No.5280)
Sumber:
http://hadith.al-islam.com/bayan/Tree.asp?Lang=IND 
(Diambil dari: Ringkasan Shahih Muslim dalam Qur'an
Hadist Web.)

4.  Bagaimana cara mengingatkan orang tua yang sering
tinggal shalatnya ? 

Alangkah baiknya jika kita menjalin “persahabatan”
dengan keluarga kita secara akrab terlebih dahulu.
Jangan ada anggapan kita orang baik (bagi yang sudah
solat) dan orang tua jelek (bagi yang tidak solat).

Ingatlah kisah wanita pelacur yang dimasukkan syurga
Allah gara-gara ia dengan tulus ikhlas menolong anjing
yang kehausan di padang pasir. Kita belum tentu lebih
baik dari siapapun di depan Allah swt. Bisa-bisa amal
kita telah habis karena kita sering ghibbah. Yang
perlu kita lakukan adalah saling mengingatkan menuju
kebaikan sesuai perintah Allah dan rasulnya.

demi masa, 
sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam
kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran
dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (al
ashr/103: 1-3)

5.  Apakah dosa mengingatkan kewajiban orangtua,
ketika mengingatkan itu orang
tua kita marah?

Kita usahakan jangan sampai orang tua menjadi
marah-marah justru karena  kita ingatkan untuk sholat.
Namun, kita tetap harus mengingatkan dengan cara yang
halus dan penuh kelembutan/sopan santun. Mungkin saat
ini masih sulit bagi sdr Ririn, tapi janganlah
berputus asa. Ciptakanlah suasana yang harmonis,
misalnya piknik di tempat yang sangat banyak orang
solat, pas waktu solat, ajaklah secara halus untuk
solat bersama. Kalau belum mau, ya silakan minta
nunggu di mobil atau di tempat lain, dan kita solat
sendiri. Jangan lupa selalu mintakan/doakan pada Allah
agar orang tua diberi petunjuk dan kemudahan
menjalankan kewajiban.  Bisa juga bergabung dengan
tetangga-tetangga yang mukmin agar tercipta suasana
yang baik. 

Jika kita uring-uringan dan marah-marahan, tentu
tujuan da'wah tidak sampai. Bahkan, bisa-bisa orang
tua antipati dengan sdr Rin. Jika jalan halus ditempuh
dan orang tua marah, itu bukan dosa.

serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah
dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan
cara yang baik. sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-nya
dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk. 
(an nahl/16: 125)

Ada pernyataan tegas rasulullah ketika diminta
berhenti berda'wah oleh orang tua/pamannya sendiri
saat itu. Rasulullah saw menyampaikan pada pamannya:
seandainya paman meletakkan matahari di tangan kanan
saya dan bulan di tangan kiri saya, saya tidak akan
berhenti dari jalan da'wah menuju Allah. Seingat saya,
dulu guru saya menyampaikan bahwa rasulullah menjawab
tegas itu sambil menangis.  Ini menggambarkan cara
lembut rasululloh dalam “memprotes” larangan da'wah
pamannya. Jadi, seandainya hanya orang tua belum mau
menjalankan kewajiban, lantas kita ingatkan dan orang
tua marah, saran saya kembali pada  QS: an nahl/16:
125  tersebut. Artinya, ya kita ingatkan terus dengan
cara-cara yang lemah lembut, baik, dan sopan  sampai
akhir hayat kita/pengingat, bukan akhir hayat yang
kita ingatkan.

5.  Maukah uni share tentang agama mengenai apa saja
yang uni tau ke email Rin?

Untuk pertanyaan ini sangat luas. Saya tidak berani
mencoba urun kata-kata, Kiranya para ustadz dan
ustadzah saja yang kompeten menjawabnya.  
  
Astaghfirulloohal 'adhiim, Wallohu a'lam bishowab.
--- Reni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> As wr wb
>  
> mohon bantuan ikhwan & akhwat syiar islam yg
> mengetaui surah / hadits yg
> berhub. dg pertanyaan di bawah ini
>  
> Wassalam
> renny
>  
> ======================================
>  
> Sent: Wednesday, December 26, 2007 2:00 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Share tentang agama
> 
> 
> Assalamu'allikum Wr Wb
>  
> Sebelumnya rin mengucapkan terimakasi banyak tentang
> saran dan nasehat uni
> yang selama ini ng terfikirkan oleh rin. Rin 
> menyadari diri rin jauh dari
> agama, terkadang untuk melawan bisikan dan godaan
> itu sendiri sangat sulit
> ditambah lagi rin nga punya teman curhat yang lebih
> banyak ilmu agamanya.
> Boleh rin bertanya tentang beberapa hal Ni...:
> 1 Apakah Allah mau mengampuni dosa umatnya yang
> telah berbuat dosa?
> 2 Bagaimana dosa kalau kita berbohong ?
> 3 Bagaimana cara meyeimbangkan antara dunia dan
> akhirat ?
> 4 Bagaimana cara mengingatkan orang tua yang sering
> tinggal shalatnya ? 
> 5 Apakah dosa mengingatkan kewajiban orangtua,
> ketika mengingatkan itu orang
> tua kita marah?
> 6 Maukah uni share tentang agama mengenai apa saja
> yang uni tau ke email
> Rin?
> Terimakasih banyak sebelumnya. Maaf kalau ada
> kata-katarin yang kurang
> pantas.
>  
>  
>  
> Wassalam 
> Ririn
> 
>   _____  
> 
> Never miss a thing. Make Yahoo
>
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http://www.yahoo.com/r/hs>
> your homepage.
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 



      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke