Assalamualaikum W.W.
Terima kasih atas penjelasan yg diberikan oleh Akhi Arihadi.
Walaupun bukan saya yg bertanya pada awalnya, namun hal ini menambah ilmu
bagi saya . .
Tapi . . . Ada pertanyaan tambahan bagi saya . . . .
JIka pada masa sebelum 40 hari x fase tersebut terjadi keguguran
pada janin tersebut...
Apakah Ruh yg akan ditiupkan pada calon bayi yg gugur ini jadi
hilang haknya untuk menjadi manusia hidup (Jasad+Ruh) ?
Sehingga sang Ruh langsung masuk ke alam penantian hari kiamat ?
Atau nanti si Ruh ini akan ditiupkan ke calon bayi yg berikutnya
jika terjadi kehamilan kembali?
Mudah2an pertanyaan saya dapat dimengerti...
Terimakasih
Wassalamualaikum W.W.
Best Regards,
Rudi Darmawan
PT. YKK AP INDONESIA
Posted by: "Arihadi" [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]
Re%3A%20Tanya%3A%20Ditiupkannya%20ruh%20pada%20Janin>
Mon Jan 14, 2008 6:13 pm (PST)
Wa 'alaikum salaam warahmatullahi wabarakaatuh
Semoga copy artikel dibawah ini dapat bermanfaat.
Dari Abu Abdirrohman, Abdulloh bin Mas'ud rodhiyallohu'anhu, dia berkata: "
Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam telah bersabda kepada kami dan
beliau adalah orang yang selalu benar dan dibenarkan: 'Sesungguhnya setiap
orang diantara kamu dikumpulkan kejadiannya di dalam rahim ibunya selama
empat puluh hari dalam bentuk nuthfah(air mani), kemudian menjadi
'alaqoh(segumpal darah) selama waktu itu juga (empat puluh hari), kemudian
menjadi mudhghoh(segumpal daging) selama waktu itu juga, lalu diutuslah
seorang malaikat kepadanya, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya dan ia
diperintahkan menulis empat kalimat: Menulis rizkinya, ajalnya, amalnya, dan
nasib celakanya atau keberuntungannya. Maka demi Alloh yang tiada tuhan
selain-Nya, sesungguhnya ada diantara kamu yang melakukan amalan penduduk
surga dan amalan itu mendekatkannya ke surga sehingga jarak antara dia dan
surga kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah ditetapkan atas
dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk neraka sehingga dia masuk ke
dalamnya. Dan sesungguhnya ada seseorang diantara kamu yang melakukan amalan
penduduk neraka dan amal itu mendekatkannya ke neraka sehingga jarak antara
dia dan neraka hanya kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah
ditetapka atas dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk surga sehingga
dia masuk ke dalamnya." (HR. Bukhori dan Muslim)
Kedudukan Hadits
Hadits ini merupakan pangkal dalam bab taqdir, yaitu tatkala hadits tersebut
menyebutkan bahwa taqdir janin meliputi 4 hal: rizqinya, ajalnya, amalnya,
dan bahagia atau celakanya.
Perkembangan Janin
sebelum sempurna menjadi Janin melalui 3 fase, yaitu: air mani, segumpal
darah, kemudian segumpal daging. Masing-masing lamanya 40 hari.
Janin sebelum berbentuk manusia sempurna juga mengalami 3 fase, yaitu:
1. Taswir, yaitu digambar dalam bentuk garis-garis, waktunya setelah 42
hari.
2. Al-Khalq, yaitu dibuat bagian-bagian tubuhnya.
3. Al-Barú, yaitu penyempurnaan.
Allah berfirman dalam Surat Al-Hasyr: 24, mengisyaratkan ketiga proses
tersebut.
Hubungan Ruh dengan Jasad
Ruh dengan jasad memiliki keterkaitan yang berbeda sesuai dengan keadaan dan
waktunya dalam 4 bentuk hubungan:
1. Tatkala di rahim. Hubungan keduanya lemah. Kehidupan ketika itu
dominasinya ada pada jasad.
2. Tatkala di alam dunia. Kehidupan ketika itu dominasinya ada pada jasad.
Sementara hubungan keduanya sesuai dengan kebutuhan kehidupan jasad.
3. Tatkala di alam barzah. Kehidupan ketika itu dominasinya ada pada ruh.
4. Tatkala di alam akhirat. Kehidupan ketika itu sempurna pada keduanya.
Pada masa inilah hubungan keduanya sangat kuat.
Macam-macam Penulisan Taqdir
Allah menulis taqdir dalam 4 bentuk, yaitu:
1. Taqdir saabiq, yaitu penulisan taqdir bagi seluruh makhluk di lauh
mahfudz 50 ribu tahun sebelum penciptaan bumi dan langit.
2. Taqdir úmri, yaitu penulisan taqdir bagi janin ketika berusia 4 bulan.
3. Taqdir sanawi, yaitu penulisan taqdir bagi seluruh makhluk setiap
tahunnya pada malam lailatul qodr.
4. Taqdir yaumi, yaitu penulisan terhadap setiap kejadian setiap harinya.
Keempat macam penulisan taqdir tersebut memungkinkan terjadinya perubahan
kecuali pada taqdir sabiq. Sebagaimana firman Allah: (Surat Ar-Ra'd: 39).
Taqdir Allah sama sekali bukan sebagai pemaksaan, Allah lebih tahu terhadap
hambanya yang pantas mendapatkan kebaikan dan yang tidak.
Buah Iman kepada Taqdir
Beriman kepada taqdir akan menghasilkan rasa takut yang mendalam akan nasib
akhir hidupnya dan menumbuhkan semangat yang tinggi untuk beramal dan
istiqomah dalam ketaatan demi mengharap khusnul khatimah.
Beriman kepada taqdir bukanlah alasan untuk bermaksiat dan bermalas-malasan.
Hati orang-orang yang shalih diantara 2 keadaan, yaitu khawatir tentang apa
yang telah ditulis baginya atau khawatir tentang apa yang akan terjadi pada
akhir hidupnya. Keadaan pertama hatinya para sabiqin dan keadaan ke-2
hatinya para abrar.
Rahasia Khusnul Khatimah dan Suúl Khatimah
Termasuk diantara kesempurnaan Allah yaitu menciptakan hamba dengan berbagai
macam keadaan. Diantara hambanya ada yang khusnul khatimah sebagai anugrah
semata setelah mengisi lembaran hidupnya penuh dengan kejahatan dan diantara
hambanya ada yang suúl khatimah sebagai keadilan semata setelah mengisi
lembaran hidupnya penuh dengan ketaatan. Hamba pada jenis yang terakhir ini
bisa jadi pada hakikatnya tersimpan dalam hatinya kejahatan yang kemudian
muncul secara lahir pada akhir hayatnya. Karena dalam suatu riwayat
Rasulullah menyatakan bahwa amalan baik tersebut sekedar yang tampak pada
manusia.
Sumber: Ringkasan Syarah Arba'in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh
Hafizhohulloh - <http://muslim.or.id>
Penyusun: Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam (Staf Pengajar Ma'had Ihyaus
Sunnah, Tasikmalaya)
----- Original Message -----
From: "Hanifah" <[EMAIL PROTECTED] <mailto:pei%40ptap.co.id>>
To: "'Milis Syiar Islam'" <[email protected]
<mailto:syiar-islam%40yahoogroups.com>>
Sent: Monday, January 14, 2008 12:24 PM
Subject: [syiar-islam] Tanya: Ditiupkannya ruh pada Janin
>
> Assalaamualaikum wr. wb.
>
> Rekan-rekan, mohon pencerahan.
>
> Pada wanita hamil, biasanya menggelar syukuran/acara 7 bulanan usia
> kandungannya. Ada juga yang bilang sebaiknya syukuran dilakukan pada usia
> kandungan 4 bulan karena pada usia tersebut Ruh ditiupkan untuk Sang
Janin.
>
> Pertanyaan Saya, apakah benar pada usia tersebut memang baru ditiupkan ruh
> untuk sang janin? bukankan sejak jantungnya berdetak berarti sudah ada
tanda
> kehidupan?
>
> Terima kasih sebelumnya untuk setiap tanggapan.
>
> Wassalam,
> Hanifah
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>
>
> Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
> using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin
> accept no liability for any loss or damage arising
> from the use of this E-Mail or attachments.
Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin
accept no liability for any loss or damage arising
from the use of this E-Mail or attachments.
Back to top Reply to sender
<mailto:[EMAIL PROTECTED]
%20pada%20Janin>| Reply to group
<mailto:[EMAIL PROTECTED]
Re%3A%20Tanya%3A%20Ditiupkannya%20ruh%20pada%20Janin>| Reply via web post
<http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/post;_ylc=X3oDMTJya2Q3MGplBF9TAzk
3MzU5NzE1BGdycElkAzk4MTQyMzkEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDc2MTc5BG1zZ0lkAzE4MDY3BHNlYwN
kbXNnBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzEyMDAzODQ5MDg-?act=reply&messageNum=18067>