assalamu 'alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuH,

Puasa Bulan Muharrom dan Sangat Dianjurkan pada Tanggal 9 dan 10 (Tasu'a 
dan 'Asyura)

Hal ini berdasarkan pada hadis-hadis:

Dari Abu Hurairah ra dia berkata, "Rasulullah saw ditanya, 'Salat apa yang 
lebih utama setelah salat fardhu?' Nabi menjawab, 'Salat di tengah malam'. 
Mereka bertanya lagi, 'Puasa apa yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?' 
Nabi menjawab, 'Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan Muharrom'." (HR 
Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).

Dari Muawiyah bin Abu Sufyan ra, dia berkata, aku mendengar Rasulullah saw 
bersabda, "Hari ini adalah hari 'Asyura dan kamu tidak diwajibkan berpuasa 
padanya. Sekarang, saya berpuasa, maka siapa yang mau, silahkan puasa dan 
siapa yang tidak mau, maka silahkan berbuka." (HR Bukhari dan Muslim).

Dari Aisyah ra, dia berkata, "Hari 'Asyura' adalah hari yang dipuasakan 
oleh orang-orang Quraisy di masa jahiliyah, Rasulullah juga biasa 
mempuasakannya. Dan tatkala datang di Madinah, beliau berpuasa pada hari 
itu dan menyuruh orang-orang untuk turut berpuasa. Maka, tatkala 
diwajibkan puasa Ramadhan beliau bersabda, 'Siapa yang ingin berpuasa, 
hendaklah ia berpuasa dan siapa yang ingin meninggalkannya, hendaklah ia 
berbuka'." (Muttafaq alaihi).

Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, "Nabi saw datang ke Madinah lalu beliau 
melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari 'Asyura', maka Nabi 
bertanya, 'Ada apa ini?' Mereka menjawab, hari 'Asyura' itu hari baik, 
hari Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa saw dan Bani Israel dari musuh 
mereka sehingga Musa as berpuasa pada hari itu. Kemudian, Nabi saw 
bersabda, 'Saya lebih berhak terhadap Musa daripada kamu', lalu Nabi saw 
berpuasa pada hari itu dan menganjurkan orang agar berpuasa pada hari itu. 
" (Muttafaq alaihi).

Dari Abu Musa al-Asy'ari ra, dia berkata, "Hari 'Asyura' itu diagungkan 
oleh orang Yahudi dan mereka menjadikan sebagai hari raya. Maka, 
Rasulullah saw bersabda,"Berpuasalah pada hari itu." (Muttafaq alaihi).

Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, "Tatkala Rasulullah saw berpuasa pada 
hari 'Asyura' dan memerintahkan orang-orang agar berpuasa pada hari itu, 
mereka berkata, "Ya Rasulullah, ia adalah hari yang diagungkan oleh orang 
Yahudi dan Nashrani," maka Nabi saw bersabda, "Jika datang tahun depan, 
insya Allah kami berpuasa pada hari kesembilan (dari bulan Muharrom)." 
Ibnu Abbas ra berkata, "Maka belum lagi datang tahun depan, Rasulullah saw 
sudah wafat." (HR Muslim dan Abu Daud).


Para ulama menyebutkan bahwa puasa Asyura' itu ada tiga tingkat: tingkat 
pertama, berpuasa selama tiga hari yaitu hari kesembilan, kesepuluh dan 
kesebelas. Tingkat kedua, berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh. 
Tingkat ketiga, berpuasa hanya pada hari kesepuluh saja.

Referensi:
1. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq
2. Tamamul Minnah, Muhammad Nashirudddin al-Albani


Wassalamu'alaikum,







"\"Putri Purnama Puspa" <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
01/16/2008 01:41 PM

To
<[email protected]>
cc

Subject
[syiar-islam] tanya shaum 10 Muharram








Assalamualaikum,

Aku mo tanya donk tentang shaum 10 muharram apakah shaum tersebut sunan
atau tidak yach?karena saya takut apabila dahulu nya Rasulullah tidak
mengerjakan takut nya hokum shaum tersebut bid'ah. Mohon untuk info nya
beserta hadis yang soheh sebagai penguat nya. 

Jazakumullah Khoiran Khatsirah 

Putri Purnama Puspa 

::BCA::

[Non-text portions of this message have been removed]

 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke