Assalamu'alaikum Wr' Wb'
Saya sangat prihatin dengan gencarnya serangan dari aliran-aliran sesat
akhir-akhir ini... itu semua disebabkan oleh banyaknya umat Islam yang
tidak JUJUR, Jujur dalam segala hal, termasuk dalam Ibadah Shalat Wajib.
Coba tengok banyak Masjid-Masjid yang berdiri megah, namun sepi orang yang
mau menunaikan Shalat berjamaah di Masjid untuk berjamaah terutama waktu
Shalat Subuh. Berikut ini sebuah artikel yang saya cuplikkan/ambil dari
buku karya DR.Raghib AS-Sirjani, tuk menjadi renungan buat kita semua.
"MISTERI SHALAT SUBUH"
Sudahkah anda menunaikannya setiap hari berjamaah di Masjid? Termasuk
kedalam golongan manakah anda?
Mari baca dan renungkan, semoga bisa menggugah hati dan jiwa kita tuk
meraih keberkahan dan ridho-Nya. Amiin.
Apabila Rasulullah SAW meragukan keimanan seseorang, beliau akan
menelitinya pada saat shalat Subuh. Apabila beliau tidak mendapati orang
tadi shalat Subuh, maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati.
Ubai Bin Ka'ab berkata "suatu ketika saat Rasulullah SAW shalat Subuh,
Beliau bertanya, apakah kalian menyaksikan bahwa si fulan shalat? mereka
menjawab, tidak,' Beliau berkata lagi, si fulan? mereka menjawab, tidak."
maka beliau bersabda: "sesungguhnya dua shalat ini (Subuh & Isya') adalah
shalat yang berat bagi orang-orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka
mengetahui apa yang ada dalam shalat Subuh dan Isya', maka mereka akan
mendatanginya, sekalipun dengan merangkak." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i).
Shalat Subuh memang shalat yang paling sedikit jumlah rakaatnya,
hanya dua rakaat saja. Namun, ini menjadi standar keimanan seseorang dan
ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit.
Shalat fajar, yaitu shalat sunnah sebelum Subuh, merupakan shalat sunnah
yang paling banyak pahalanya dibandingkan shalat sunnah lainnya.
Rasulullah SAW, mengistimewakannya dengan pahala yang begitu besar, dengan
gambaran yang benar-benar menarik perhatian.
Diantaranya Rasulullah SAW bersabda yang di riwayatkan dari
Aisyah, "Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum Subuh) lebih baik dari
dunia dan seisinya." (HR.Muslim).
Coba anda renungkan, ini semua baru keutamaan sunnah fajar. Lalu bagaimana
dengan dua rakaat fajar yang wajib, yaitu shalat Subuh?. Subhanallah !
nilai yang sangat besar ini bukan disebabkan lamanya berdiri atau
panjangnya bacaan dalam dua rakaat ini. Bahkan Rasulullah SAW sering
memendekkan bacaannya dalam shalat dua rakaat sebelum shalat Subuh ini.
Kalau begitu, bukan karena panjangnya bacaan yang menjadi sebab
bertambahnya keutamaan sampai melebihi dunia dan segala isinya. Namun
karena ketentuan waktu pelaksanaan shalat yang sangat mulia ini.
Subuh adalah Waktu Perubahan. Subuh. Petaka bagi kaum pendurhaka.
Mari kita perhatikan kehancuran kamu Nabi Luth AS. kapan peristiwa itu
terjadi?
"Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah diwaktu Subuh,
bukankah Subuh itu sudah dekat?." (Hud:81)
Bukankah Allah SWT mampu menghancurkan mereka kapan saja, siang atau
malam. Namun mengapa Allah SWT memilih waktu ini?. Karena waktu Subuh
adalah waktu perubahan. Inilah saat pertama keadilan muncul, setelah
kezaliman. Saat yang pertama kebaikan datang, setelah kerusakan.
Masih banyak lagi contoh, kaum Ad, kaum Nabi Hud as, kaum Tsamut,
kaum Nabi Saheh as. Bahkan dizaman Rasulullah SAW pun perubahan itu
terjadi pada waktu Subuh ! saat perang Khaibar, beliau berkata,
"Sesungguhnya kami (beliau) mendatangi sebuah kaum, maka amat buruklah
pagi hari yang dialami orang-orang yang diperingatkan itu."
(HR.Bukhari-Muslim).
Adapula contoh dijaman modern seperti sekarang ini, saat terjadinya
Tsunami di Aceh pada hari Minggu itu adalah setelah waktu Subuh, bahkan
musibah tanah longsor di Jawa Tengah (kalau tidak salah di Tawang Mangu)
juga setelah waktu Subuh.
Mengapa orang-orang Yahudi tidak takut kepada orang Islam ? (seperti saat
ini, yang berkuasa Amerika), itu semua dikarenakan orang Islam tidak mau
melaksanakan Shalat Subuh tepat waktu. Banyak diantara kita yang tidak
mengetahui keutamaan shalat Subuh. Orang-orang barat tahu keutamaan bagun
pagi bukan karena untuk shalat Subuh, melainkan untuk kehidupan dunia-nya
saja tidak untuk akhirat kelak.
Seperti yang dituturkan ahli kitabnya orang Yahudi, "mereka akan takut
kepada orang Islam, apabila orang yang datang menunaikan Shalat Subuh sama
banyaknya dengan orang yang datang menunaikan Shalat Jum'at".
Saya yakin, suatu saat nanti orang Islam akan tahu dan melaksanakan semua
itu.
Sukseskan Gerakan SUBUH massal, agar umat Islam bisa kembali Kejayaannya
dan Tegak dibumi Allah SWT ini.
Wallahu A'lam
Wassalam,
Moch Djaelani
[Non-text portions of this message have been removed]