Assalamu'alaikum WR WB,
Akhir-akhir ini banyak beredar rekaman kesaksian seseorang yang mengaku
bernama Mohhamad Ali Makrus, dia mengaku sebagai mantan Ketua FPI (Front
Pembela Islam) Jawa Timur dan anggota Tim Pemburu Hantu Lativi yang kemudian
masuk kristen. Dalam kesaksiannya dia mengklaim telah bertemu dengan Yesus
setelah melakukan rogoh sukmo. Rogoh Sukmo adalah aktivitas dalam ilmu tenaga
dalam yang melepaskan Sukma untuk mengembara di alam ghaib. Dalam background
kehidupannya yang dihiasi dengan dunia klenik, dia banyak melakukan ritual
dalam dunia ghaib bahkan mengaku pernah melihat Nyi Roro Kidul. Khabar terakhir
ada yang mengatakan bahwa dia masuk Islam lagi dan mengaku sebelumnya bernama
Pendeta Markus Margiyanto.
Siapapun dia dan apapun agamanya sekarang, yang jelas pernyataan-pernyataan
dalam video kesaksiannya perlu mendapatkan tanggapan yang seimbang sesuai
dengan fakta yang sebenarnya. Berikut ini adalah pernyataan-pernyataannya dan
tanggapan dari kami.
1. Makrus mengatakan bahwa Isa adalah Nabi pembawa syafaat, sedang Muhammad
adalah Nabi pembawa sholawat.
Tanggapan :
Riwayat dalam hadits diceritakan bahwa nanti pada hari akhir, seluruh umat
manusia beramai-ramai mencari syafaat kepada para nabi, mulai kepada nabi Adam
sampai nabi Muhammad. Dan hanya Nabi Muhammad lah yang dapat memberikan
syafaat. Jadi jelas bahwa yang Nabi yang bisa memberi syafaat hanyalah nabi
Muhammad SAW.
2. Makrus mengatakan bahwa Istri nabi Muhammad sebanyak 22 orang.
Tanggapan :
Dalam sirah nabawiyah, istri nabi bukan 22 orang tapi 9 orang ditambah Siti
Khadijah yang meninggal lebih dulu.
3. Makrus mengatakan bahwa sejarah dimulainya pembacaan sholawat nabi adalah
ketika nabi muhammad sakit kritis, nabi menyuruh pengikutnya membacakan surat
Yasin dan bersholawat kepada-nya.
Tanggapan :
Orang Islam memberikan sholawat dan salam atas nabi Muhammad karena memang
diperintahkan di dalam Al Quran bahkan Allah dan para malaikat pun juga
bersholawat atas nabi Muhammad. Hal itu disebutkan di dalam Surah Al Ahzab ayat
56 (33:56), Innallahu wa malaaikatuhu yusholluna alan-nabi, Ya ayyuhalladzina
aamanu sholuu alaihi wa salimuu taslima yang artinya, Sesungguhnya Allah dan
para malaikat-Nya bersholawat atas nabi, Hai orang-orang yang beriman,
bersholawatlah kepadanya (Muhammad) dan ucapkanlah salam penghormatan.
Sholawat yang diberikan Allah atas nabi merupakan bukti kecintaan Allah
kepada Nabi, sedang perintah kepada orang-orang yang beriman untuk memberikan
sholawat atas nabi adalah supaya para mukminun tumbuh rasa cintanya kepada
nabi, sehingga menjadikan nabi sebagai kekasihnya yang setiap amal perbuatannya
juga dicintainya untuk selanjutnya dijadikan sebagai tokoh idola (suri
tauladan).
Sedangkan tentang pembacaan surat Yasin ketika nabi hampir wafat tidak ada
riwayat yang kuat yang menjelaskannya. Wallahu a'lam.
4. Makrus menyebutkan bahwa orang naik haji mengambil air zam-zam di Madinah.
Tanggapan :
Orang Naik Haji pada umumnya (walapun tidak semua) mengambil air zam-zam
waktu di Makkah bukan di Madinah (walaupun di Masjid Nabawi Madinah juga
disediakan)
5. Makrus mengatakan bahwa dalam Al Quran tidak ada ayat yang mengatakan
ikutlah aku (Muhammad) tetapi ada ayat yang mengatakan ikutlah aku (Isa).
Tanggapan :
Ali Makrus menyitir ayat 61 dalam surah Az-zukruf yang mengatakan bahwa ada
kata-kata wattabiuni yang diartikan oleh Makrus sebagai ikutilah aku (Isa),
tetapi Makrus memotong pemahaman ayat ini yang seharusnya diteruskan sampai
ayat-ayat selanjutnya, karena pada ayat 64, Isa kemudian mengatakan,
Sesungguhnya Allah Dialah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia, ini adalah
jalan yang lurus.
Jelas sekali disini bahwa Isa mengakui bahwa Allah adalah Tuhan-nya dan
menyuruh umatnya menyembah Allah, bukan untuk menyembah Isa. Kalaupun memang
yang dimaksud dalam ayat 61 adalah ikutlah aku (Isa) yang dimaksud di sini
adalah ikutlah aku untuk menyembah Allah.
Sedang dalam Quran terjemahan Depag kata-kata ikutlah aku ditulis ikutlah
Aku (dengan huruf A capital). Aku disini yang dimaksud adalah Allah.
Sedang klaim bahwa tidak ada ayat dalam Al-Quran yang mengatakan ikutlah aku
(Muhammad), adalah tidak benar karena banyak ayat dalam Al-Quran yang menyuruh
manusia untuk selalu taat pada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad). Lebih jelasnya
perintah tersebut ada dalam Surah Ali Imron ayat 31 yang berbunyi,
Qul in kuntum tuhibbunallaha fattabiuni yuhbibkumullahu wayaghfirlakum
dzunubakum. Yang artinya, Katakanlah (Muhammad): "Jika kamu (benar-benar)
mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni
dosa-dosamu".
Wallahu a'lam.
7. Dalam peristiwa idul Qurban siapa yang hendak disembelih ( Ismail atau
Ishaq)
Sudah menjadi perdebatan sepanjang masa tentang siapa sebenarnya yang hendak
disembelih Nabi Ibrahim as dalam peristiwa idul qurban, apakah Ishaq atau
Ismail, baik antara kaum nasrani, yahudi, Islam maupun internal kaum Muslim itu
sendiri. Dalam beberapa literatur disebutkan para sahabat pun berbeda pendapat
tentang hal ini, karena tidak ada dalil kuat yang menjelaskan siapa yang hendak
disembelih.
Namun yang lebih terpenting dalam hal ini adalah esensi dari peristiwa itu
yang menjadi tauladan bagi segenap umat manusia baik Yahudi, Nasrani dan Islam
yaitu tentang ketaatan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah dan
Kesabaran anaknya yang akan disembelih karena perintah Allah. Wallahu alam.
8. Makrus mengatakan tidak disebutkan di dalam Al quran bahwa Nabi Isa tidak
disalib.
Tanggapan :
Sudah jelas bahwa makrus tidak benar-benar memahami Al Quran, karena pada
Surah An-Nisa ayat 157 disitu jelas disebutkan bahwa, Wa maa qotaluhu wa maa
sholabuhu, yang artinya, Mereka tidak membunuhnya (Nabi Isa) dan tidak pula
menyalibnya.
9. Ismail dikatakan seperti keledai liar, al-quran tidak menyebutkan
keberkahan atas Ismail. Selanjutnya Orang Islam dianggap sebagai keledai liar
sedang orang Nasrani dan Yahudi diibaratkan seperti Babi dan Anjing.
Tanggapan :
Sepertinya Makrus memang ingin membuat permusuhan antara umat Nasrani dan
umat Islam di Indonesia muncul ke permukaan. Makrus menyitir surah Al Baqarah
ayat 120, Wa lan tardho anka alyahudu wa laa annashoro hatta tattabia
millatahum, dengan menerjemahkannya sebagai, Orang yahudi dan nasrani itu
ibarat Babi dan Anjing. Jelas itu adalah terjemahan yang salah dan nampaknya
disengaja dan mengada-ngada, karena terjemahan sebenarnya bukan demikian.
Di Dalam QS 38:48 disebutkan, Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa', dan
Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik , jadi adalah suatu
penghinaan jika Ismail dikatakan sebagai keledai liar. Kalau Allah mengatakan
bahwa Ismail termasuk ke dalam golongan orang-orang yang paling baik, sudah
barang tentu nabi Ismail as termasuk orang-orang yang diberkahi. Di dalam Islam
semua nabi diberkahi dan dihormati termasuk Ishaq, Yaqub dan Isa. Memang
berbeda halnya dengan yang dinyatakan dalam Kitab Perjanjian Lama yang hanya
meng-kultuskan Isa.
10.Makrus mengatakan ada 8888 Jin di hajar aswad.
Tanggapan :
Pernyataan ini tidak berdasar sama sekali, mungkin karena latar belakang
Makrus yang menyukai dunia klenik, fikirannya pun dikelabuhi oleh dunia klenik
itu sendiri.
11.Makrus mengatakan bahwa orang Arab (pemerintah Saudi) menipu umat Islam
karena menyatakan bahwa batu Jumroh sampai ke surga.
Tanggapan :
Lucu sekali pengalaman Makrus ini, katanya ketika berada di Mina dia bertanya
kepada penjaga di Jamarat, kemana perginya batu-batu yang dilemparkan ke
jamarat itu. Penjaga pun menjawab batu-batu itu sampai ke surga. Jelas sekali
kebodohan Makrus dan kepintaran si penjaga menjawab. Mungkin maksud si penjaga
adalah pahala orang yang melempar jamarat akan sampai ke surga. Sedang Makrus
memahami bahwa batu itu secara fisik sampai ke surga, sehingga dia pun merasa
ditipu.
Pernah ditayangkan di sebuah stasiun TV Indonesia, bagaimana batu-batu yang
dilemparkan ke Jumrah Aqobah, wustho dan ula itu diangkut kembali supaya tidak
memenuhi jamarat. Liputan itu dilakukan oleh salah satu media barat dengan izin
dari pemerintah saudi. Jadi tidak ada tipuan dari pemerintah saudi dalam hal
ini. Sehingga yang merasa dibodohi adalah memang bodoh.
12.Makrus mengatakan orang arab tidak suka pakai tasbih, yang suka pakai
tasbih adalah orang Indonesia.
Tanggapan :
Kalau kita di Makkah atau ke Madinah, lebih banyak orang yang pakai tasbih
daripada yang tidak. Jadi pernyataan Makrus hanyalah suatu kebohongan besar.
Dalam beberapa riwayat disebutkan, bahwa menggunakan biji-bijian untuk tasbih
tidak dilarang (diperbolehkan).
Wallahu a'lam.
Adhi Hizbullah.
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
[Non-text portions of this message have been removed]