assalaamu 'alaikum,
Maaf sebelumnya jika tidak berkenan, saya hanya ingin sharing sedikit
tentang perkembangan Ahmadiyah terkini, yang kali ini dari pihak PBNU pusat,
spt dikutip dari situs Hidayatullah.com.
salam,
satriyo

PBNU Minta Ahmadiyah Lebih Tegas Soal Kenabian Mirza Ghulam Ahmad



Kamis, 24 Januari 2008

**

*PBNU meminta Ahmadiyah lebih tegas menyangkut kenabian Mirza Ghulam Ahmad.
Sejauh ini, hanya disebut sebagai mursyid. Tak ada pernyataan ia bukan Nabi*

**

**

*Hidayatullah.com--*12 butir pokok-pokok keyakinan dan kemasyarakatan yang
dikeluarkan warga Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) beberapa waktu lalu tidak
secara tegas menyatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukanlah Nabi dan tidak
menerima wahyu. Demikian disampaikan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama (PBNU) KH Hafidz Utsman.



"Padahal itu yang yang jadi pokok persoalan. Dalam 12 pernyataan itu hanya
disebutkan Mirza Ghulam adalah pembawa berita gembira, *mubasysyirat *dan
seterusnya. Mestinya secara eksplisit dinyatakan bahwa dia bukan Nabi dan
tidak mendapat wahyu," kata Hafidz usai mengikuti rapat pengurus
syuriyah-tanfidziyah di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (23/1) siang.



Dalam butir ketiga yang dikeluarkan JAI disebutkan bahwa Mirza Ghulam Ahmad
adalah seorang guru, mursyid, pembawa berita gembira dan peringatan serta
pengemban *mubasysyirat *. Menurut Kiai Hafidz, hal itu adalah pernyataan
yang umum dan lazim dikeluarkan oleh organisasi manapun.



Pernyataan 12 butir itu, lanjutnya, juga harus dikeluarkan secara resmi oleh
jemaat Ahmadiyah saja dan tidak ada intervensi dari organisasi atau instansi
manapun.



"12 butir statemen itu ditandatangani oleh amir Ahmadiyah dan di bawahnya
ada kata 'mengetahui' lalu diteken oleh pihak Departemen Agama koq kesannya
seperti rumusan bersama saja, seperti melalui proses kompromi," katanya
sebagaimana dikutip situs resmi PBNU.



Namun demikian, lanjut Kiai Hafidz, PBNU tetap menghargai keinginan Jemaat
Ahmadiyah untuk bertaubat dan kembali kepada pemahaman keislaman yang sudah
berlaku sejak Nabi Muhammad SAW hingga sekarang.

"Kalau mereka kembali ke jalan yang benar akan kita terima dengan baik. Kita
akan akui Ahmadiyah sebagai keluarga besar umat Islam. Dengan sendirinya
umat Islam termasuk orang ahmadiyah akan berpegang teguh kepada Al-Qur'an
dan Sunnah Rasulullah SAW," kata Kiai Hafidz.



PBNU, lanjutnya, meminta pemerintah dalam hal ini Badan Koordinasi Pengawas
Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) dan Departemen Agama dapat
menampung pendapat semua fihak secara obyektif dan proporsional.

"Pemerintah wajib melindungi keutuhan suatu agama di tengah masyarakat yang
majemuk ini. Keutuhan dan eksistensi suatu agama merupakan hak sekaligus
kewajiban pemerintah," kata Kiai Hafidz.
[nuoi/www.hidayatullah.com<http://hidayatullah.com/>
]

-- 
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke