Assalamu'alaikum wr wb,

http://syiarislam.wordpress.com





Meski sastrawan Inggris,
Shakespeare, berkata “What’s in a name?” Apalah arti sebuah nama? Namun dalam
Islam, nama itu penting.



 



Seorang teman ada yang dinamakan orang
tuanya nama yang kurang bagus, namun karena malu begitu SMP namanya dirubah
jadi lebih baik. Ada
pula yang dinamakan Letoy (lemas). Anak bisa malu atau rendah diri jika namanya
buruk dan teman-temannya memanggilnya dengan namanya yang buruk.



 



Untuk itu Nabi memerintahkan agar
para orang tua memberi nama anaknya dengan nama yang baik:



 



Seorang datang kepada Nabi Saw dan
bertanya, " Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?" Nabi Saw menjawab,
"Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya
kedudukan yang baik (dalam hatirnu)." (HR. Aththusi).



 



Nabi pernah merubah nama yang
artinya buruk, Barrah, menjadi Zainab:



 



Dari Abu
Hurairah ra., ia berkata: 



Semula nama Zainab adalah Barrah.
Orang mengatakan, ia membersihkan dirinya. Lalu Rasulullah saw. memberinya nama
Zainab. (Shahih Muslim No.3990)



 



Hendaknya memberi nama (tasmiyah)
dilakukan pada saat aqiqah, yaitu menyembelih 2 ekor kambing untuk anak lelaki
dan seekor kambing untuk anak perempuan:



 



Setiap anak tergadai dengan
(tebusan) akikahnya (seekor atau dua ekor kambing) yang disembelih pada umur
tujuh hari dan dicukur rambut kepalanya (sebagian atau seluruhnya) dan diberi
nama. (HR. An-Nasaa'i)



 



Nabi melarang ummatnya untuk memberi
nama dengan gelarnya: Abu Qosim:



 



Dari Anas bin Malik ra., ia berkata:




Seseorang menyapa temannya di Baqi:
Hai Abul Qasim! Rasulullah saw. berpaling kepada si penyapa. Orang itu segera
berkata: Ya Rasulullah saw, aku tidak bermaksud memanggilmu. Yang
kupanggil adalah si Fulan. Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh memberi nama
dengan namaku, tapi jangan memberikan julukan dengan julukanku. (Shahih Muslim 
No.3974)



 



Sebaliknya, Nabi menganjurkan agar
kita memberi nama anak kita dengan nama Nabi, yaitu: Muhammad:



 



Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: 



Abul Qasim, Rasulullah saw.
bersabda: Berikanlah nama dengan namaku, tetapi jangan memberikan julukan
dengan julukanku. (Shahih Muslim No.3981)



 



Dari Jabir bin Abdullah ra., ia
berkata: 



Seseorang di antara kami mempunyai
anak. Ia menamainya dengan nama Muhammad. Orang-orang berkata kepadanya: Kami
tidak akan membiarkanmu memberi nama Rasulullah saw. Orang itu berangkat
membawa anaknya yang ia gendong di atas punggungnya untuk menemui Rasulullah
saw. Setelah sampai di hadapan Rasulullah saw. ia berkata: Ya Rasulullah!
Anakku ini lahir lalu aku memberinya nama Muhammad. Tetapi, orang-orang berkata
kepadaku: Kami tidak akan membiarkanmu memberi nama dengan nama Rasulullah saw.
Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh memberikan nama dengan namaku, tetapi
jangan memberi julukan dengan julukanku. Karena, akulah Qasim, aku membagi di
antara kalian. (Shahih Muslim No.3976)



 



Haram menamakan anak dengan nama
Allah seperti Malikul Amlak dan Malikul Mulk (Raja Segala Raja) karena itu
adalah nama Allah. Jangan memberi nama anak dengan nama-nama Allah:



 



Dari Abu Hurairah ra.: 



Dari Nabi saw., beliau bersabda:
Nama yang paling jelek di sisi Allah adalah seorang yang bernama Malikul Muluk.
Ibnu Abu Syaibah menambahkan dalam riwayatnya: Tidak ada malik (raja) kecuali
Allah Taala.. (Shahih Muslim No.3993)



 



“Hanya milik Allah asmaa-ul husna,
maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna” [Al A’raaf:180]



 



“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang
berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang
baik)” [Thaahaa:8]



 



Sebaliknya Nabi memberi nama-nama
Nabi seperti Ibrahim kepada seorang anak.



 



Dari Abu Musa ra., ia berkata: 



Anakku lahir, lalu aku membawanya
kepada Nabi saw., beliau memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya (mengolesi
mulutnya) dengan kurma. (Shahih Muslim No.3997)



 



Sebaiknya nama adalah Abdul (Hamba)
dengan Asma’ul Husna (99 Nama Allah yang baik) seperti Abdullah (Hamba Allah),
Abdurrahman (Hamba Maha Pengasih), Abdul Hakim, Abdul Hadi, dan sebagainya:



 



Dari Aisyah ra., ia berkata: 



Asma binti Abu Bakar ra. keluar pada
waktu hijrah saat ia sedang mengandung Abdullah bin Zubair. Ketika sampai di
Quba', ia melahirkan Abdullah di Quba'. Setelah melahirkan, ia keluar menemui
Rasulullah saw. agar beliau mentahnik si bayi. Rasulullah saw. mengambil si
bayi darinya dan beliau meletakkannya di pangkuan beliau. Kemudian beliau
meminta kurma. Aisyah ra. berkata: Kami harus mencari sebentar sebelum
mendapatkannya. Beliau mengunyah kurma itu lalu memberikannya ke mulut bayi
sehingga yang pertama-tama masuk ke perutnya adalah kunyahan Rasulullah saw.
Selanjutnya Asma berkata: Kemudian Rasulullah saw. mengusap bayi, mendoakan dan
memberinya nama Abdullah. Tatkala anak itu berumur tujuh atau delapan tahun, ia
datang untuk berbaiat kepada Rasulullah saw. Ayahnya, Zubair yang memerintahkan
demikian. Rasulullah saw. tersenyum saat melihat anak itu menghadap beliau.
Kemudian ia membaiat beliau. (Shahih Muslim No.3998)



 



Jika memakai nama seperti itu,
hendaknya jika kita menyingkat nama anak, panggilah dengan Abdul (Hamba). Bukan
memanggilnya dengan nama Allah seperti Hadi, ‘Alim, dan sebagainya. Jika tidak,
panggil namanya dengan lengkap seperti Abdul Hadi.



 



Dari Sahal bin Saad ra., ia berkata:




Al-Mundzir bin Abu Usaid, ketika
baru dilahirkan, dibawa menghadap Rasulullah saw. Beliau meletakkan di
pangkuannya sedangkan Abu Usaid duduk. Lalu perhatian Nabi saw. tercurah pada
sesuatu di depan beliau. Maka Abu Usaid menyuruh seseorang mengangkat anaknya
dari atas paha Rasulullah saw. dan memindahkannya. Ketika Rasulullah saw.
tersadar, beliau bertanya: Mana anak itu? Abu Usaid menjawab: Kami
memindahkannya, ya Rasulullah saw. Rasulullah saw. bertanya: Siapa namanya? Abu
Usaid menjawab: Fulan, ya Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda: Tidak,
tetapi namanya adalah Mundzir. Jadi, pada hari itu, Rasulullah saw. memberinya
nama Mundzir. (Shahih Muslim No.4002)



 



Meski ada yang berkata bahwa memberi
nama bisa dalam bahasa apa saja bukan hanya Arab, namun saya pribadi
beranggapan dalam bahasa Arab lebih baik karena bahasa Arab merupakan bahasa
umum/persatuan yang dipakai ummat Islam. Artinya bisa dipahami secara
sama/standar oleh siapa saja. Misalnya kalau Muhammad kita tahu artinya
terpuji, atau Abdullah adalah Hamba Allah.



 



Tapi kalau bahasa lain, meski dalam
bahasa itu artinya bagus, tapi menurut bahasa lainnya bisa saja buruk. Sebagai
contoh kata “Tai” dari Cina artinya besar. Dalam bahasa Indonesia “Tai” artinya
kotoran dan bisa ditertawakan orang.



 



Berikut adalah contoh nama-nama yang
Islami:



Nama Nabi: 



Muhammad atau Ahmad



Adam, Idris, Nuh, Hud, Saleh,
Ibrahim, Ismail, Ishaq, Luth, Ya’qub, Yusuf, Syu’aib, Musa, Harun, Daud,
Sulaiman, Ayyub, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, Ilyas, Ilyasa’, Dzulkifli, Khaidir



 



Nama yang diberikan Nabi:



Zainab (perempuan), Ibrahim, Mundzir



 



Nama anak Nabi:



Ibrahim, Qosim



Fatimah (Az Zahro), Ummu Kaltsum



 



Nama-nama orang baik dalam Al
Qur’an: Luqman (bapak yang bijaksana), Dzulkarnain (raja yang perkasa)



 



Cucu Nabi:



Hasan, Husein



 



Istri Nabi:



A’isyah, Ummu Salamah, Hafsah,
Khadijah, Zainab, Shofiyah, Saudah, Maimunah, Juwairiyah



 



Orang tua Nabi:



Abdullah, Aminah, Halimah (ibu susu),
Maryam (ibu Nabi Isa)



 



Paman Nabi:



Hamzah, Abbas



 



Sahabat Nabi:



Abu Bakar, Umar, Usman, Ali
(Khulafaaur Rasyidiin)



Zaid bin Harits, Salman Al Farisi,
Bilal, Khalid bin Walid, Mu’adz bin Jabbal, Anas bin Malik, Abu Dzar Al
Ghifari, Abu Ubaidah, Al Miqdad in Amr bin Tsa’labah, Bara’ bin Malik, Fudhail
bin Iyadl At Tamimy, Khobbaab bin Al-Art, 
Zaid bin Haritsah, Mu'adz Bin Jabal, Mush'ab Bin Umair, Utbah bin
Ghazwan, Abdullah Bin Mughaffal, Abdullah Bin Malik, Ubai bin Ka'ab, Hudzaifah



 



Asma’ul Husna (99 Nama terbaik
Allah)



Asma’ul Husna ini harus
dipadukan dengan Abdul (Hamba) sehingga artinya adalah Hamba Allah, misalnya
Abdullah, Abdul Hakim, Abdul Hadi, dsb. 



Asma’ul Husna:



1. Allah



2. Ar-Rahman - Maha Pemurah



3. Ar-Rahim - Maha Penyayang



4. Al-Malik - Maha Merajai/Pemerintah



5. Al-Quddus - Maha Suci



6. As-Salam - Maha Penyelamat



7. Al-Mu’min - Maha Pengaman



8. Al-Muhaymin - Maha
Pelindung/Penjaga



9. Al-’Aziz
- Maha Mulia/Perkasa



10. Al-Jabbar - Maha Pemaksa



11. Al-Mutakabbir - Maha Besar



12. Al-Khaliq - Maha Pencipta



13. Al-Bari’ - Maha Perancang



14. Al-Musawwir - Maha
Menjadikan Rupa Bentuk



15. Al-Ghaffar - Maha Pengampun



16. Al-Qahhar - Maha Menundukkan



17. Al-Wahhab - Maha Pemberi



18. Ar-Razzaq - Maha Pemberi
Rezeki



19. Al-Fattah - Maha Pembuka



20. Al-’Alim - Maha Mengetahui



21. Al-Qabid - Maha Penyempit
Hidup



22. Al-Basit - Maha Pelapang
Hidup



23. Al-Khafid - Maha Penghina



24. Ar-Rafi’ - Maha Tinggi



25. Al-Mu’iz - Maha Pemberi
Kemuliaan/Kemenangan



26. Al-Muthil - Maha Merendahkan



27. As-Sami’ - Maha Mendengar



28. Al-Basir - Maha Melihat



29. Al-Hakam - Ma! ha Menghukum



30. Al-’Adl - Maha Adil



31. Al-Latif - Maha Halus



32.
Al-Khabir - Maha Waspada



33. Al-Halim
- Maha Penyantun



34. Al-’Azim
- Maha Agong



35.
Al-Ghafur - Maha Pengampun



36.
Ash-Shakur - Maha Pengampun



37. Al-’Aliyy
- Maha Tinggi Martabat-Nya



38. Al-Kabir
- Maha Besar



39. Al-Hafiz
- Maha Pelindung



40. Al-Muqit
- Maha Pemberi Keperluan



41. Al-Hasib
- Maha Mencukupi



42. Aj-Jalil
- Maha Luhur



43. Al-Karim
- Maha Mulia



44. Ar-Raqib
- Maha Pengawas



45. Al-Mujib - Maha Mengabulkan



46. Al-Wasi’ - Maha Luas
Pemberian-Nya



47. Al-Hakim - Maha Bijaksana



48. Al-Wadud - Maha Pencinta



49. Al-Majid - Maha Mulia



50. Al-Ba’ith - Maha
Membangkitkan



51. Ash-Shahid - Maha
Menyaksikan



52. Al-Haqq - Maha Benar



53. Al-Wakil - Maha Berserah



54. Al-Qawiyy - Maha Memiliki
Kekuatan



55. Al-Matin - Maha Sempurna
Kekuatan-Nya



56. Al-Waliyy - Maha Melinuingi



57. Al-Hamid - Maha Terpuji



58. Al-Muhsi - Maha Menghitung



59. Al-Mubdi’ - Maha Memulai/Pemula



60. Al-Mu’id - Maha Mengembalikan



61. Al-Muhyi - Maha Menghidupkan



62. Al-Mumit - Maha Mematikan



63. Al-Hayy - Maha Hidup



64. Al-Qayyum - Maha Berdiri
Dengan Sendiri-Nya



65. Al-Wajid - Maha Menemukan



66. Al-Majid - Maha Mulia



67. Al-Wahid
- Maha Esa



68. As-Samad
- Maha Diminta



69. Al-Qadir
- Maha Kuasa



70.
Al-Muqtadir - Maha Menentukan



71.
Al-Muqaddim - Maha Mendahulukan



72.
Al-Mu’akhkhir - Maha Melambat-lambatkan



73.
Al-’Awwal - Maha Pemulaan



74.
Al-’Akhir - Maha Penghabisan



75. Az-Zahir
- Maha Menyatakan



76. Al-Batin
- Maha Tersembunyi



77. Al-Wali
- Maha Menguasai Urusan



78.
Al-Muta’ali - Maha Suci/Tinggi



79. Al-Barr
- Maha Bagus (Sumber Segala Kelebihan)



80.
At-Tawwab - Maha Penerima Taubat



81.
Al-Muntaqim - Maha Penyiksa



82.
Al-’Afuww - Maha Pemaaf



83. Ar-Ra’uf
- Maha Mengasihi



84. Malik
Al-Mulk - Maha Pemilik Kekuasaan



85.
Zhul-Jalali wal-Ikram - Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan



86.
Al-Muqsit - Maha Mengadili



87. Aj-Jami’
- Maha Mengumpulkan



88.
Al-Ghaniyy - Maha Kaya Raya



89.
Al-Mughni - Maha Penberi Kekayaan



90. Al-Mani’
- Maha Membela/Menolak



91. Ad-Darr
- Maha Pembuat Bahaya



92. An-Nafi’ - Maha Pemberi
Manfaat



93. An-Nur - Maha Pemberi Cahaya



94. Al-Hadi - Maha Pemberi
Petunjuk



95. Al-Badi’ - Maha Indah/Tiada
Bandingan



96. Al-Baqi - Maha Kekal



97. Al-Warith - Maha
Membahagi/Mewarisi



98. Ar-Rashid
- Maha Pandai/Bijaksana



99. As-Sabur
- Maha Penyabar



 
===
Syiar Islam. Mari belajar Islam melalui SMS 
Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 
 
Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
http://www.media-islam.or.id





      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke